Anda di halaman 1dari 5

Propilen glikol

Fungsi utama : Solvent


Konsentrasi : 25%
Fungsi lain :

Sifat fisikokimia dan mekanika


Pemerian : cairan kental, jernih, tidak
berwarna, tidak berbau, rasa agak manis,
higroskopis
Kelarutan : dapat bercampur dengan
air, etanol (95%) P dan dengan kloroform
P ; larut dalam 6 bagian eter P; tidak
dapat bercampur dengan eter minyak
tanah P dan dengan minyak lemak
Rumus molekul : C3H8O2, BM = 76,10
Titik leleh = -59C , Titik didih = 188C

STABILITAS DAN
KONDISI PENYIMPANAN
Di dalam wadah tertutup
propilen glikol stabil pada
suhu dingin namun pada
temperatur yang tinggi dapat
teroksidasi dalam wadah
terbuka. Propilen glikol stabil
secara
kimia
ketika
dicampurkan dengan etanol
95%, gliserin atau air.
Propilen
glikol
bersifat
higroskopis
dan
harus
disimpan
dalam
wadah
tertutup, terlindung dari
cahaya dan tempat yang
kering.

INKOMPATIBILITAS
Inkompatibel dengan
reagen pengoksidasi
seperti potasium
permanganat
METODE PRODUKSI
Propilen dikonversi
menjadi chlorohydrin
dengan cairan klorin dan
dihidrolisis menjadi 1,2propylene oxide kemudian
dikonversi lagi menjadi
propilen glikol

AIR
Fungsi utama : solvent
SIFAT FISIKOKIMIA DAN MEKANIKA
Pemerian : cairan jernih, tidak berwarna,
tidak berbau, tidak mempunyai rasa
Rumus molekul : H2O, BM = 18,02
Kelarutan : dapat bercampur dengan
pelarut yang lebih polar
Titik leleh = 0C, Titik didih = 100C

STABILITAS DAN KONDISI


PENYIMPANAN
Air stabil secara kimia. Air
deikeluarkan dari sistem
penyaringan farmasetik dan
dimasukkan ke dalam
penyimpanan yang spesifik.
Sistem penyimpanan ini
harus dapat melindungi dari
masuknya pastikel asing dan
mikroorganisme sehingga
pertumbuhan mikroba dapat
diminimalkan
INKOMPATIBILITAS
Dalam formulasi air dapat
bereaksi dengan obat dan
eksipien lainnya yang mudah
terhidrolisis. Air dapat
bereaksi lambat dengan
logam alkali dan bereaksi
cepat dengan logam alkaline
dan oksida lainnya

METODE PRODUKSI

Distilasi : menggunakan
alat distilasi dengan
memanaskannya hingga
mendidih dan menguap
lalu terpisah menuju
separator. Uap kemudian
masuk
ke
dalam
kompresor yang memiliki
temperatur 107C. Uap
dengan
adanya
pemanasan tinggi akan
menuju
tutup
dari
evaporator
yang
mengandung pendingin
kemudian bersirkulasi.