Anda di halaman 1dari 3

Hipertensi dan Faktor Risiko Kardiometabolik

Meskipun terdapat pendekatan secara nonfarmakologis dan terapi


farmakologis untuk hipertensi, tingkatan tekanan darah yang terkontrol
mengecewakan seluruh dunia. Di antara beberapa pertimbangan, hipertensi
biasanya berhubungan dengan gangguan metabolisme, terutama obesitas,
diabetes, dan dislipidemia, yang dapat menyebabkan kesulitan yang lebih besar
untuk menurunkan tekanan darah. Sebenarnya, hubungan yang signifikan
antara hipertensi sistemik dan faktor risiko kardiometabolik lainnya diketahui
dengan baik, seperti peningkatan indeks massa tubuh, lingkar pinggang, glukosa
puasa, trigliserida, dan menurunnya kolesterol HDL, bahkan tidak mencapai
kriteria untuk diagnosis sindrom metabolik. Secara individual, masing-masing
gangguan metabolisme ini berhubungan dengan hasil yang merugikan
kardiovaskular.
Pada edisi khusus ini menyajikan beberapa makalah yang berhubungan
dengan faktor risiko kardiometabolik dan keterlibatannya terutama dalam
prognosis dan pengobatan pasien hipertensi. Pertama, tekanan darah diastolik
yang sangat rendah, dengan nilai ambang 70mmHg, dikaitkan dengan
peningkatan semua penyebab kematian. Ini telah dibahas bahwa tingkat tekanan
darah adalah faktor paling penting dalam mengevaluasi risiko kardiovaskular
bahkan dalam hal terpenting yakni kejadian hipertensi dan penyakit metabolik.
Hubungan yang relevan antara tekanan darah dan mortalitas kardiovaskular
yang diketahui dimulai dari 115/75 mmHg. Namun demikian, kejadian
kardiovaskular juga telah diamati pada pasien yang dengan cepat menurunkan
tekanan darah, seperti pada pasien dengan penyakit arteri koroner.
Gangguan tidur (sleep disorder) telah dipelajari lebih dalam pada
beberapa tahun terakhir ini. Obstructif sleep apnea berhubungan dengan
kardiovaskular dan penyakit disfungsi metabolik, tapi hubungan durasi tidur
tidak bisa dijadikan parameter pertimbangan. Memang, sebelumnya durasi tidur
yang pendek dikaitkan dengan kemungkinan peningkatan angka kejadian
hipertensi. Dalam sebuah makalah dari koleksi ini, dicatat ada hubungan antara
kurangnya tidur dengan ras / etnis bahkan setelah dikaitkan dengan faktorfaktor metabolik seperti indeks massa tubuh dan diabetes. Ini adalah temuan
menarik mengingat bahwa resistensi insulin diperburuk oleh sistem renin

angiotensin (RAS) aktivasi ini mungkin menjadi mekanisme yang terlibat dalam
hubungan antara gangguan tidur dan sindrom metabolik. Hubungan kausal dari
RAS dan stres oksidatif dengan peradangan pembuluh darah didokumentasikan
dalam edisi khusus ini dalam sebuah penelitian dengan model eksperimental
pada sindrom metabolik. Dalam protokol ini, inhibitor RAS dan agen
antioksidan mampu menipiskan faktor metabolik dan tekanan darah sistolik
secara spontan pada hipertensi dengan pengaturan fruktosa.
Interaksi antara hipertensi dan diabetes tampaknya menjadi perhatian
utama bagi sistem kardiovaskular. Mekanisme meningkatnya risiko
kardiovaskular pada pasien yang menderita diabetes hipertensi tidak
sepenuhnya dipahami. Stres oksidatif dan tingkat peradangan
rendah
menyebabkan disfungsi endotel yang merupakan proses pertama pada
aterosklerosis yang menjadi ulasan dalam edisi khusus ini. Faktor-faktor ini
mungkin juga relevan pada pasien dengan diabetes tipe 1 yang lama.
Dalam tulisan lain, sebuah studi cross-sectional yang dilakukan pada 20
Kota Brasil menunjukkan bahwa kurang dari seperempat pasien dengan
diabetes tipe 1 yang telah mendapat perawatan mencapai nilai target untuk
tekanan darah sistolik dan diastolik. Data ini menunjukkan bahwa pendekatan
yang lebih agresif dari populasi ini sangat diperlukan juga di negara-negara
berkembang.
Faktor gizi yang terlibat dalam pengobatan hipertensi juga dibahas dalam
edisi khusus ini. Banyak komponen makanan, terutama natrium, kalium,
kalsium,
dan magnesium, telah ditinjau berdasarkan bukti yang ada.
Pembatasan asupan natrium harian yang direkomendasikan pada beberapa
panduan tentang hipertensi. Namun, asupan garam yang rendah telah
mengakibatkan kematian kardiovaskular pada beberapa kelompok pasien
tertentu termasuk pada pasien diabetes. Suplementasi kalium, kalsium, dan
magnesium tidak diindikasikan sebagai kebiasaan pada pasien hipertensi, tetapi
sumber alami mikronutrien ini adalah rencana andalan dari Dietary Approaches
to Stop Hypertension (DASH). Juga, sebagai pendekatan nonpharmakologis,
dua makalah asli dalam koleksi ini menunjukkan efek menguntungkan dari
mengkonsumsi coklat hitam pada fungsi endotel dari populasi yang spesifik:
Tahap 1 pada pasien hipertensi dengan kelebihan berat badan dan individu
hipertensi muda dengan risiko kardiovaskular yang rendah yang sudah memiliki
disfungsi endotel. Telah dilaporkan bahwa hasil ini menguntungkan terkait
dengan jumlah polyphenol yang cukup tinggi pada cokelat hitam.

Terakhir, dalam sebuah penelitian yang mendaftarkan pasien dengan


hipertensi tidak terkendali dan kriteria untuk sindrom metabolik, terapi
moxonidine mengakibatkan penurunan tekanan darah dan peningkatan tekanan
darah pada bagian kontrol, terutama pada individu yang lebih muda. Pengobatan
farmakologis hipertensi dalam konteks metabolik sindrom mendapatkan banyak
tantangan dalam praktek klinis sehari-hari karena beberapa mekanisme yang
terlibat dalam kondisi medis ini termasuk hiperaktifasi dari sistem saraf
simpatik (SNS. Dengan demikian, moxonidine, agonis selektif pada reseptor
imidazolin subtipe 1 yang menentukan penurunan aktivitas SNS, mungkin
bermanfaat dalam situasi seperti ini.
Tidak diragukan lagi, hipertensi sangat umum terkait dengan kondisi
kronis metabolik lainnya. Bahkan, lebih dari 80% penderita hipertensi memiliki
satu atau lebih faktor risiko metabolik secara bersamaan. Kondisi klinis ini
memiliki prevalensi global yang terus meningkat, hal ini berhubungan jelas
dengan gaya hidup modern yang ditandai dengan kurangnya aktivitas fisik yang
mengakibatkan kelebihan berat badan atau obesitas. Mudah-mudahan, kami
percaya bahwa edisi khusus ini dapat membantu untuk lebih memahami
interaksi antara peningkatan tekanan darah dan faktor kardiometabolik, yang
mengkhususkan pada keterlibatan resistensi insulin dan aktivasi RAS / SNS
sebagai faktor yang menghubungkan dan juga membahas beberapa terapi
pilihan untuk populasi ini.