Anda di halaman 1dari 7

Pengertian sublimasi

Sublimasi adalah wujud zat dari padat ke gas atau dari gas ke padat.
Bila partikel penyusun suatu zat padat diberikan kenaikan suhu melalui
pemanasan, maka partikel tesebut akan berubah fase (ujud) menjadi gas.
Sebaliknya, blia suhu gas tersebut diturunkan dengan cara kendensasi, maka
gas akan segera berubah menjadi padat. Pada dasarnya sublimasi diterapkan
untuk memisahkan suatu zat dari pengotornya (impuritis) sehingga diperoleh
zat yang lebih murni, kotoran biasanya akan tertinggal dalam wadah akibat
ketidakmampuannya dala menyublim. Syarat pemisahan campuran dengan
menggunakan sublimasi adalah pertikel yang bercampur harus memiliki
perbedaan titik didih yang besar, sehingga dapat menghasilkan uap dengan
tingkat kemurnian yang tinggi. Seblimasi juga diartikan sebagai proses
perubahan zat dari fase padat menjadi uap, kemudian uap tersebut
dikondensasi langsung menjadi padat tanpa melalui fase cair.(Heru, 2013)

Prinsip Kerja Sublimasi


Prinsip kerja sublimasi secara umum atau dalam skala industri adalah
memisahkan zat yang mudah menyublim tersebut dengan sebuah sublimator
sehingga menjadi gas/uap. Gas yang dihasilkan ditampung, lalu
didinginkan/dikondensasi kembali.
Proses Sublimasi
A) Buatan
Merupakan proses sublimasi yang terjadi secara sengaja/paksa,
proses ini dapat terjadi pada skala industri dan skala laboratorium.
b) Alami
Merupakan proses sublimasi yang terjadi secara natural atau alami
akibat dari proses alam itu sendiri. Misalnya sublimasi belerang yang terjadi
pada kawah-kawah gunung berapi. Contohnya yakni pada kawah Gunung
Ijen (ketinggian 2.386 m), Kecamatan Licin, Sempol, Kabupaten Banyuwangi,
Bondowoso, Jawa Timur. Kawah ini selalu melepaskan gas vulkanik dengan

konsentrasi sulfur yang tinggi dan bau gas yang kadang menyengat. Belerang
tersebut dihasilkan dari hasil sublimasi gas-gas belerang yang terdapat dalam
asap solfatara asap yang berasal dari kawah yang bersuhu sekitar 200 C.
ketika asap tersebut menuju atmosfer maka udara dingin di pegunungan akan
mengkondensasi secara alami gas yang mengandung belerang.
Selanjutnya belerang yang telah padat akan menumpuk di tanah lalu
terkubur secara alami membentuk deposit/endapan yang dapat berupa
batuan padat. Kemudian akibat adanya erosi [misal karena hujan dan angin]
maka batuan belerang ini dapat muncul separuh bagian maupun seluruhnya
dengan wujud visual batuan padat kasar berwarna kuning pucat. Biasanya
deposit belerang ini dimanfaatkan oleh penambang lokal maupun industri
terdekat seperti industri karet melalui penggalian secara langsung

Cara kerja sublimasi


zat yang akan disublimasi dimasukkan dalam cawan/gelas piala untuk
keperluan sublimasi, ditutup dengan gelas arloji , corong/labu berisi air
sebagai pendingin , kemudia di panaskan dengan api kecil pelan-pelan. Zat
padat akan menyublim berubah menjadi uap, sedangkan zat penyampur tetap
padat. Uap yang terbentuk karena adanya proses pendinginan berubah lagi
menjadi padat yang menempel pada dinding alat pendingin. Bila sudah tidak
ada lagi zat yang menyublim , dihentikan proses pemanasan dan di biarkan
dingin supaya uap yang terbentuk menyublim semua kemudian zat yang
terbentuk dikumpulkan diperiksa kemurniannya. Bila kurang murni diulang
proses subliasi sampai didapatkan zat yang murni (sudja,1990 ).

SYARAT PEMISAHAN CAMPURAN DENGAN METODE SUBLIMASI

Zat padat yang memiliki suhu dan tekanan di bawah T dan P, T dan P
adalah suhu dan tekanan dimana zat berada dalam keadaan setimbang

Partikel yang bercampur harus memiliki perbedaan titik didih yang besar
sehingga kita dapat menghasilkan uap dengan tingkat kemurnian yang
tinggi

BAHAN-BAHAN YANG DAPAT DISUBLIMASI

Ammonium clorida

CO2 padat (dry ice)

Kafein

Kamper (Naftalein)

Iodium

Belerang

Arsenik

Klorofoam

ALAT-ALAT SUBLIMASI (SUBLIMATOR)

Sublimator Adapter

Microscale Sublimer

Non vakum Sublimation

Dailey Vacuum Sublimator

Cryogenic Sublimation Apparatus

Fluidized Bed Sublimator


Alat-alat Sublimasi
1. Timbangan
2. Gelas Kimia 100 mL
3. Batang Pengaduk
4. Kassa Asbes
5. Kaki Tiga
6. Spritus
7. Korek Api
8. Corong Penyaring
9. Kaca Arloji
10. Mortir dan Stamfer

Keuntungan Sublimasi
1.Mencegah dekomposisi senyawa yang menyublim pada suhu tinggi
2.Peralatan penyubliman tidak mahal
3.Dapat dengan mudah dirangkai dari peralatan gelas yang ada
4. Tidak menggunakan pelarut sehingga pada akhir penyubliman tidak
memerlukan pengusiran pelarut

Kerugian Sublimasi
1. Tidak banyak digunakan pada pemurnian karena tidak banyak senyawa
yang menyublim