Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Hak dan kewajiban merupakan suatu hal yang terikat satu sama lain ,
sehingga dalam praktik harus dijalankan dengan seimbang . Hak merupakan
segala sesuatu yang pantas dan mutlak untuk didapatkan oleh individu sebagai
anggota warga negara sejak masih berada dalam kandungan , sedangkan
kewajiban merupakan suatu keharusan / kewajiban bagi individu dalam
melaksanakan peran sebagai anggota warga negara guna mendapat
pengakuan akan hak yang sesuai dengan pelaksanaan kewajiban tersebut .
Jika hak dan kewajiban tidak berjalan secara imbang dalam praktik kehidupan ,
maka akan terjadi suatu ketimpangan yang akan menimbulkan gejolak
masyarakat dalam pelaksanaan kehidupan individu baik dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa , maupun bernegara.
Untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu dengan
cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara harus
tahu hak dan kewajibannya. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu
akan hak dan kewajibannya. Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan
aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi,
maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera. Hak dan kewajiban di
Indonesia ini tidak akan pernah seimbang. Apabila masyarakat tidak bergerak
untuk merubahnya. Karena para pejabat tidak akan pernah merubahnya,
walaupun rakyat banyak menderita karena hal ini. Mereka lebih memikirkan
bagaimana mendapatkan materi daripada memikirkan rakyat, sampai saat ini
masih banyak rakyat yang belum mendapatkan haknya.Oleh karena itu, kita
sebagai warga negara yang berdemokrasi harus bangun dari mimpi kita yang
buruk ini dan merubahnya untuk mendapatkan hak-hak dan tak lupa
melaksanakan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian hak dan kewajiban warga Negara ?
2. Apa hak dan kewajiban warga Negara yang tercantum dalam UUD 1945 ?
3. Kasus apakah yang berkaitan dengan hak dan kewajiban warga Negara ?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dalam makalah ditujukan untuk mencari tujuan dari
dibahasnya pembahasan atas rumusan masalah dalam makalah . Ada pun
tujuan penulisan makalah , sebagai berikut :
1. Memahami pengertian akan hak dan kewajiban warga negara .
2. Memahami makna yang terkandung dalam UUD 1945 dan hubungan terkait
dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara .
3. Memahami kasus-kasus yang terjadi yang berkaitan dengan hak dan
kewajiban warga negara.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Hak dan Kewajiban Warga Negara
2

Negara adalah suatu organisasi kesatuan dari sekelompok manusia yang


bersama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengakui adanya satu
pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok
manusia tersebut (Chriatine S.T Kansil, Dkk, 2003:79). Warga negara adalah
penduduk sebuah negara atau bangsa berdasarkan keturunan, tempat
kelahiran, dan sebagainya, yang mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai
seorang warga dari negara itu.
Wujud hubungan antara warga negara dengan negara pada umunya
berupa peranan(role). Peranan pada dasarnya adalah tugas apa yang dilakukan
sesuai dengan status yang dimiliki, dalam hal ini sebagai warga negara. Secara
teori, status warga negara meliputi status pasif, aktif, negative dan positif.
(Menurut Cholisin,2000 dalam Winarno,2007:57)
Sunarso, dkk, 2006:54 Pemahaman tentang hak dan kewajiban terlebih
dahulu harus didasari oleh pemahaman tentang pengertian hak asasi manusia.
Hak asasi manusia adalah sesuatu yang melekat pada diri seseorang sebagai
ciptaan tuhan agar mampu menjaga harkat, martabat, dan keharmonisan
lingkungan. Hak asasi merupakan hak dasar yang melekat secara kodrati pada
diri manusia dengan dilindungi, dihormati, dipertahankan, tidak boleh diabaikan,
tidak boleh dikurangi dan dirampas oleh siapapun. Hak asasi manusia perlu
mendapat jaminan atas perlindungan oleh negara melalui pernyataan tertulis
yang harus dimuat dalam UUD negara. Peranan negara sesui pasal 1 ayat 1
No.39/1999

tentang

HAM

menyatakan

bahwa

negara,

hukum,

dan

pemerintahan, serta setiap orang wajib menghormati, menjunjung tinggi, dan


melindungi HAM.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia hak memiliki pengertian tentang
sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk
berbuat sesuatu (krn telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dan
sebagainya), kekuasaan yg benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu,
derajat atau martabat. Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang wajib
dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan).
Srijanti, dkk, 2007:91 mengatakan bahwa apabila seseorang menjadi
warga negara, maka orang tersebut memiliki hak dan kewajiban. Hak adalah

suatu yang seharusnya diperoleh oleh warga negara setelah melaksanakan


segala sesuatu yang menjadi kewajibannya sebagai warga negara.
B. Hak Warga Negara
Berdasarkan UUD 1945 telah dinyatakan hak warga negara yang meliputi :
a. Tiap-tiapwarga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
bagi kemanusiaan.(UUD 1945 Pasal 27 ayat 2)
b. Setiap warga negara berhak dan wajib

ikut

serta

dalam

upaya

pembelaannegara. (UUD 1945 Pasal 27 ayat 3)


c. Setiap warga negara kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan
pikiran denganlisan dan tulisan (UUD 1945 Pasal 28)
d. Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidupdan
kehidupannya.(UUD 1945 Pasal 28A)
e. Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunanmelalui
perkawinan yang sah. (UUD 1945 pasal 28B ayat 1)
f. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembangserta
berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. (UUD 1945 pasal
28B ayat 2)
g. Setiap orang

berhak

mengembangkan

diri

melalui

pemenuhan

kebutuhandasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat


dari ilmupengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan
kualitashidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. (UUD 1945 pasal
28C ayat 1)
h. Setiap
orang

berhak

untuk

memajukan

dirinya

dalam

memperjuangkanhaknya secara kolektif untuk membangun masyarakat,


bangsa dannegaranya. (UUD 1945 pasal 28C ayat 2)
i. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan,

perlindungan,

dan

kepastianhukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.


(UUD 1945 pasal 28D ayat 1)Setiap orang berhak untuk bekerja serta
mendapat imbalan dan perlakuanyang adil dan layak dalam hubungan kerja.
(UUD 1945 pasal 28D ayat 2)
j. Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama
dalampemerintahan.(UUD 1945 pasal 28D ayat 3)
k. Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.(UUD 1945 pasal 28D
ayat 4)
4

l. Setiap orang berhakbebas dalam memeluk agama dan beribadat menurut


agamanya,memilih

pendidikan

memilihkewarganegaraan,

dan

memilih

pengajaran,
tempat

memilih

tinggal

pekerjaan,

diwilayah

negara

danmeninggalkannya, serta berhak kembali. (UUD 1945 pasal 28E ayat 1)


m. Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikirandan
sikap, sesuai dengan hati nuraninya. (UUD 1945 pasal 28E ayat 2)
n. Setiap
orang
berhak
atas
kebebasan
berserikat,
berkumpul,
danmengeluarkan pendapat. (UUD 1945 pasal 28 E ayat 3)
o. Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasiuntuk
mengembangkan
untukmencari,

pribadi

dan

memperoleh,

lingkungan

memiliki,

sosialnya,

menyimpan,

serta

berhak

mengolah,

dan

menyampaikaninformasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang


tersedia. (UUD pasal 28F)
p. Setiap orang berhak atas

perlindungan

diri

pribadi,

keluarga,

kehormatan,martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta


berhak atasrasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk
berbuat atautidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.(UUD 1945
pasal 28G ayat 1)
q. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan
yangmerendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh
suakapolitik dari negara lain. (UUD 1945 pasal 28E ayat 2)
r. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal,
danmedapatkan

lingkungan

hidup

baik

dan

sehat

serta

berhak

memperolehpelayanan kesehatan. (UUD 1945 pasal 28H ayat 1)


s. Setiap orang mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untukmemperoleh
kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapaipersamaan dan
keadilan. (UUD 1945 pasal 28H ayat 2)
t. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkanpengembangan
dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.(UUD 1945 pasal
28H ayat 3)
u. Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebuttidak
boleh diambil alih secara sewenangwenangoleh siapa pun (UUD 1945 pasal
28H ayat 4)

v. Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan
hatinurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk
diakuisebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas
dasarhukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak
dapatdikurangi dalam keadaan apa pun.(UUD 1945 pasal 28i ayat 1)
w. Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif
atasdasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap
perlakuanyang bersifat diskriminatif itu.(UUD 1945 pasal 28i ayat 2)
x. Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras
denganperkembangan zaman dan peradaban. (UUD 1945 pasal 28i ayat 3)
y. Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi
manusiaadalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah (UUD 1945
pasal 28i ayat 4)
z. Untuk menegakan dan melindungi hak assi manusia sesuai dengan
prinsipnegara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi
manusiadijamin,

diatur,

dan

dituangkan

dalam

perundanganundangan.(UUD 1945 pasal 28i ayat 5)


aa. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya,
tundukkepada

pembatasan

yang

setiap

ditetapkan

peraturan
orang

wajib
dengan

undangundangdenganmaksud sematamatauntuk menjamin pengakuan serta


penghormatan atashak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan
yang adil sesuaidengan pertimbangan moral, nilainilaiagama, keamanan,
dan ketertibanumum dalam suatu masyarakat demokratis.(UUD 1945 pasal
28j ayat 2)
C. Kewajiban Warga Negara
Berdasarkan UUD 1945 setiap warga negara indonesia memiliki kewajiban
untuk :
a. Menjunjung hukum dan pemerintahan
b. Ikut serta dalam upaya pembelaan negara
c. Ikut serta dalam pembelaan negara
d. Menghormati hak asasi manusia orang lain
e. Tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang untuk
menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang
lain
f. Ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara
6

g. Mengikuti pendidikan dasar


(Sunarso, dkk, 2006:56)
D. Kasus Yang Berkaitan Dengan Hak dah Kewajiban Warga Negara
a. Pria 40 Tahun Mengamuk, Bunuh Ayahnya Pakai Parang
BONE, KOMPAS.com (Kamis, 24 Oktober 2013 | 13:26 WIB) - Seorang
pria di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mengamuk dan membacok
orangtuanya sendiri. Selain menewaskan orangtuanya, dua warga lain juga
menderita luka sabetan senjata tajam.
Peristiwa yang terjadi sekira pukul 11.30 wita, Kamis (24/10/2013) di
Dusun Calagenreng, Desa Liliriattang, Kecamatan Amali ini bermula saat
korban Muhammad Amin (70) tengah bekerja di kebunnya.
Saat itulah Jufri (40) datang dan langsung membacok ayah kandungnya
berkali kali. Akibatnya sang ayah langsung tewas dengan luka bacokan di
sekujur tubuh.
Usai membacok ayahnya, Jufri kemudian menuju Pasar Tobenteng,
Kecamatan Amali dan membacok Mashuri (35) dan Alamsyah (37).Meski
demikian, Mashuri masih selamat dan hanya menderita luka ringan pada
bagian punggung.
Sementara Alamsyah, meski selamat, harus mendapatkan perawatan
intensif di Puskesmas Amali sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru. Alam mengalami luka parah di sekujur
tubuh, termasuk kedua jari di tangannya nyaris putus.
"Pelaku memang pernah alami gangguan jiwa tapi empat tahun yang lalu,
dan tadi itu dia bunuh dulu bapaknya baru pergi mengamuk di pasar. Nanti di
sana baru berhasil diamankan oleh warga kemudian dibawa ke kantor polisi,"
kata Andi Sukma, Kepala Desa setempat.
Menanggapi kasus ini, polisi mengaku masih melakukan penyelidikan dan
melakukan pengamanan di rumah duka. "Tersangka kami langsung bawa ke
Polres

untuk

diamankan

dan

sementara

kasusnya

masih

penyelidikann," kata AKP Rahman AS, Kepala Kepolisian Sektor Amali


b. Malaysia Klaim Tujuh Budaya Indonesia Sepanjang 2007-2012

dalam

JAKARTA, KOMPAS.com ( Selasa, 19 Juni 2012 | 21:08 WIB) Wakil


Menteri

Pendidikan

dan

Kebudayaan

Windu

Nuryanti

mengatakan,

sepanjang 2007-2012, Malaysia tujuh kali mengklaim budaya Indonesia


sebagai warisan budaya negara itu.
"Melihat sejarah klaim-mengklaim itu memang cukup panjang, dalam
catatan saya sudah tujuh kali," kata Windu Nuryanti di Jakarta, Selasa
(19/6/2012).
Windu menjabarkan, klaim Malaysia dimulai pada November 2007
terhadap kesenian reog ponorogo, selanjutnya pada Desember 2008 klaim
atas lagu "Rasa Sayange", lalu klaim batik pada Januari 2009.
Tari pendet dari Bali diklaim Malaysia pada Agustus 2009, yang muncul
dalam iklan pariwisata negeri jiran tersebut, selanjutnya musik angklung
pada Maret 2010.
Selain kesenian, Malaysia juga mengklaim beras asli Nunukan,
Kalimantan Timur, yaitu beras adan krayan yang merupakan beras
organik.Beras tersebut dijual Malaysia dengan merek Bario Rice.
Yang terbaru adalah klaim Malaysia atas tari tortor dan gordang sambilan,
yang merupakan kesenian asli dari Sumatera Utara.
"Mereka menyatakan tidak mengklaim tari tortor, tapi hanya mencatat.
Kami minta secara tertulis maksud mereka mencatat itu dalam kategori apa,"
kata Windu.
Malaysia merupakan negara tetangga dekat Indonesia dengan populasi
sekitar 25 juta jiwa, terdiri dari etnis China, Melayu, dan India. Sejumlah suku
di Indonesia, seperti Mandailing, Jawa, dan Bugis, juga sudah sejak lama
bermigrasi ke Malaysia dan mereka tetap menjaga adat istiadat hingga saat
ini.
Pembahasan kasus:
Terlepas dari semua pembelaan dan pembenaran yang dilakukan oleh
Malaysia, bermacam-macam pendapat yang dilontarkan oleh masyarakat
Indonesia dari berbagai golongan yang menyatakan bahwa sebaiknya
pemerintah mematenkan seluruh budaya asli Indonesia sebelum di klaim
oleh Negara lain. Sebenarnya pemerintah bukannya terkesan lambat dalam
meresponi kasus klaim budaya ini.Dalam prakteknya, memang tidaklah

mudah dan semudah yang dibayangkan untuk mendaftarkan budaya suatu


Negara kepada PBB, dalam hal ini UNESCO (United Nations Educational,
Scientific, dan Cultural Organization).Organisasi Pendidikan Kebudayaan
PBB itu memiliki aturan dan prosedur tertentu yang terkait dengan
pengakuan kepemilikan budaya atas suatu Negara.Jadi, tidak serta merta
hanya dengan membuat list budaya milik Indonesia dan kemudian disetujui
oleh Internasional. UNESCO tentunya akan melakukan observasi dan
analisis atas budaya yang didaaftarkan tersebut. Penelitian atas asal-usul
budaya yang kemudian akan dinilai dengan bukti-bukti yang mendukung
serta dinilai juga upaya pemerintah mengakui budaya tersebut, merupakan
salah satu prosedur utama yang harus dilakukan
Sebenarnya tidak harus semua budaya di daftarkan pun, suatu Negara
sudah secara otomatis memiliki hak cipta atas budaya tersebut dengan
sendirinya. Ada satu hal yang mungkin kurang familiardi telinga masyarakat
kita,

yaitu

dengan

adanya indigenous

knowledge atau

kearifan

lokal. Indigenous knowledge didefisikan sebagai suatu pengetahuan yang


khas dan dalam suatu masyarakat atau kelompok masyarakat tertentu.
Dalam proses penemuan suatu budaya berharga bisa saja ditemukan
dengan prosees yang tidak disengaja. Nenek moyang menemukan suatu alat
musik dari bambu misalnya, yang kemudian digunakan dalam upacara adat
serta mewariskannya turun temurun hingga zaman modern seperti
sekarang.Maka dari itu berawal dari kearifan lokal inilah, suatu budaya dapat
menjadi ikon suatu komunitas masyarakat tertentu. Kearifan lokal pada
umumnya tidak tersurat, ia lahir dan berkembang di daerah pedesaan yang
bahkan terpencil yang masih bersifat tradisional.
Seperti yang diketahui oleh dunia Internasional bahwa Indonesia
memiliki beragam suku dengan berbagai budaya asli mereka yang berasal
dari warisan nenek moyang mereka masing-masing.Mulai dari lagu rakyat,
seni tari, cerita rakyat, rumah adat, pakaian adat, dan tradisi adat mereka
masing-masing.Inilah

yang

disebut indigenous

Knowledge. Bahkan

Indonesia sendiri menempati peringkat ke 39 se-dunia dalam World Cultural


9

Heritage versi World Economic Forum.Kekayaan budaya ini sangatlah


disayangkan bila masyarakatnya bahkan pemerintah tidak menjaga kearifan
lokal yang dimilikinya.Lebih lagi, kini indigenous knowledge sudah diakui oleh
internasional

sebagai

sebagai intellectual

hak

property

cipta

ekslusif

rights. Perlindungan

suatu

Negara

terhadap

atau

hak

cipta

kebudayaan dalam indigenous knowledge ini juga sangat dilindungi oleh


payung hukum internasional, salah satunya oleh UNESCO dalam World
Forum on the Protection of Folklore. Di Indonesia sendiri, kearifan lokal
dituangkan dalam undang-undang hak cipta atas hak kekayaan intelektual.
Jadi, sebenarnya bisa saja pemerintah Indonesia mengajukan keberatan dan
laporan atas klaim budaya milik Negara Indonesia atas Negara lain tanpa
harus

mendaftarkan

ataupun

mematenkan

budaya

tersebut. Toh, indingeneous knowledgesudah cukup memberikan payung


perlindungan atas budaya yang di klaim tersebut.Upaya pematenan budaya
hanyalah salah satu upaya untuk mendapatkan pengakuan tertulis atas
budaya tersebut.
Zaman globalisasi yang semakin menghilangkan batas-batas Negara,
mengharuskan kita, sebagai masyarakat yang hormat dan cinta pada tradisi
pendahulu-pendahulu kita, untuk terus melakukan upaya perlindungan,
pemeliharaan, pemanfaatan, inovasi dan pencegahan perampasan oleh
pihak-pihak yang tidak berhak atas kearifan lokal Indonesia. Kita harus
berbangga dan berbesar hati memiliki negeri yang kaya akan budaya.
Terdengar klise memang, tapi memang seperti itu keadaannya.Kita harus
mau memulai untuk mencintai budaya kita dan memperkuat indigenous
knowledge. Sehingga tanpa adanya pengakuan dan pematenan pun, Negara
lain akan takut dan merasa enggan untuk merampasnya.
Lihat saja salah satu contoh nyata yang ada di Indonesia, yaitu
barongsai.Budaya masyarakat Tionghoa ini sudah lama ada di Indonesia dan
juga Malaysia.Bahkan barongsai sering dimainkan dan dipertunjukkan dalam
hari-hari besar suatu daerah di Indonesia.Namun hingga kini belum pernah
ada yang mengklaim atas budaya Tionghoa itu.Mengapa hal ini bisa terjadi?
10

Bukan karena budaya kurang menarik untuk diklaim atau hal lain, melainkan
karena adanya indigenous knowledge yang baik dan berakar kuat dari
masyarakat Tionghoa itu sendiri, menjadi kunci utamanya Sehingga tanpa
adanya pematenan di dunia internasional, indigenous knowledge secara
tidak langsung membuat mindsetmasyarakat dunia mengatakan bahwa
barongsai sama dengan masyarakat Tionghoa.
Kembali kepada berbagai kasus klaim Malaysia, yang dapat
dilakukan ialah mengkesplorasi kembali kearifan lokal yang sudah ada ini
agar kembali diakui oleh dunia.Pemerintah juga sudah harus memulai
mengambil langkah-langkah konkret melakukan konservasi budaya, bisa
melalui pendidikan, penelitian dan pengembangan terhadap budaya khas
Indonesia. Semuanya itu butuh proses yang cukup lama. Membangun rasa
cinta dan memiliki terhadap budaya sendiri juga perlu ditanamkan dan
dipupuk dalam komunitas masyarakat Indonesia agar bisa tetap memajukan
eksistensi kebudayaan Indonesia ditengah globalisasi zaman. Bangsa yang
besar adalah bangsa yang mencintai budayanya

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hak adalah Sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan
penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Sedangkan Kewajiban
adalah Sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung
jawab. Kedua harus menyatu, maksudnya dikala hak-hak kita sebagai
warga negara telah didapatkan, maka kita juga harus menenuaikan
kewajiban kita kepada negara seperti: membela negara, ikut andil dalam
11

mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif yang bisa


memajukan bangsa ini.
B. Saran
Dengan ditulisnya makalah yang menjelaskan tentang Hak dan
Kewajiban Warga Negara Sebagai Anggota Masyarakat ini, semoga kita semua
bisa benar-benar memahami tentang apa yang seharusnya kita dapatkan
sebagai warga negara di negeri ini. Sehingga, jika ada hak-hak yang belum kita
dapatkan, kita bisa memperjuangkannya.Begitu juga sebaliknya, jika hak-hak
sebagai warga negara telah kita terima, maka sepatutnya kita menjalankan
kewajiban kita sebagai warga negara. Dengan demikian, negeri ini akan maju
dan penuh dengan keadilan, kemakmuran, aman dan sejahtera.

DAFTAR PUSTAKA
Sunarso,dkk.2006.Pendidikan Kewarganegaraan.Yogyakarta:UNY Press
UUD 1945
Srijanti,dkk.2007.Etika Berwarga Negara.Jakarta:Salemba Empat
Kansil, Chistine S.T.2003.Pendidikan Kewarganegaraan.Jakarta:PT Pradnya Paramita
Winarno.2007.Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan.Jakarta:PT Bumi Aksara
http://regional.kompas.com/read/2013/10/24/1326407/Pria.40.Tahun.Mengamuk.Bunuh.
Ayahnya.Pakai.Parang
http://oase.kompas.com/read/2012/6/19/21083044/Malaysia.Klaim.Tujuh.Budaya.Indon
esia.Sepanjang.2007-2012

12