Anda di halaman 1dari 16

05/03/2012

Widianto (2012)

TUJUAN
o Memahami konsep Neraca Air dan pemanfatannya
untuk menaksir kebutuhan Irigasi
o Mengetahui komponen-komponen neraca air dan
bisa mengukur, menaksir dan menghitung setiap
komponen
o Memahami konsep kebutuhan air (evapotranspirasi)
dan fase kritis kebutuhan air tanaman
o Bisa menghitung neraca air dan menggunakan untuk
perencanaan irigasi

05/03/2012

o Memahami konsep Neraca Air dan pemanfatannya


untuk menaksir kebutuhan Irigasi
o Mengetahui komponen-komponen neraca air dan
bisa mengukur, menaksir dan menghitung setiap
komponen
o Memahami konsep kebutuhan air (evapotranspirasi)
dan fase kritis kebutuhan air tanaman
o Bisa menghitung neraca air dan menggunakan untuk
perencanaan irigasi

MASUK

Neraca Air :
Perhitungan semua volume air
yang masuk dan yang keluar dari
suatu ruangan tiga dimensi
(kompartemen) selama jangka
waktu tertentu

Batas-batas kompartemen :
Batas spasial : batas atas, batas
bawah, batas horisontal
Batas temporal

KELUAR

05/03/2012

Batas spasial Lahan Pertanian

Batas-batas
o Batas Atas
: kanopi tanaman
o Batas Bawah
: dasar zona perakaran
o Batas Horisontal : pematang petak lahan

Batas spasial Daerah Irigasi (irrigation district)

Batas-batas
o Batas Atas
: kanopi tanaman
o Batas Bawah
: dasar zona perakaran
o Batas Horisontal : daerah irigasi (distrik)

05/03/2012

Perubahan air dalam tanah = Jumlah air masuk Kehilangan air


Pemasukan Air = P + I + K
P = presipitasi (hujan)
I = irigasi
K = kenaikan kapiler dari air tanah dalam

Kehilangan Air = ET + D + LP
ET = evapotranspirasi
D = drainasi ke dalam
LP = limpasan permukaan

Komponen Neraca Air


1. Jumlah Air dalam Tanah (Kadar Air Tanah Volumetrik)
2. Curah hujan
3. Intersepsi
4. Infiltrasi
5. Seepage (kebocoran horisontal)
6. Irigasi
7. Kenaikan air kapiler (air tanah)
8. Drainasi/perkolasi
9. Evapotranspirasi
10. Limpasan permukaan (+ / -)

05/03/2012

Mengukur setiap Komponen Neraca Air :


KOMPONEN

PENGUKURAN

KETERANGAN

Kadar Air Tanah

Monitoring, neutron probe, tensiometer,

Curah Hujan

Penakar hujan

Intersepsi oleh Kanopi

Ditaksir

Infiltrasi

Infiltrometer

Seepage (rembesan)

Aliran jenuh horisontal



Kenaikan Air Kapiler

Aliran tidak jenuh vertikal



Drainasi/Perkolasi

Aliran jenuh vertikal

Evapotranspirasi

Perhitungan  pendekatan

Limpasan Permukaan

Pengukuran debit

Kebutuhan Irigasi

Perhitungan  pendekatan











ST0
ST
300 mm/m
mm/m
0 == 300
JAN

PEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGU

SEP

OKT

NOP

DES

YEAR

mm

188

210

115

68

45

26

12

10

76

166

182 1106

PE

mm

79

76

88

102

114

122

127

132

126

114

85

76 1241

P-PE

mm

109

134

27

81

(P-PE)neg mm
(P-PE)pos mm

296

430

457

-34

-69

-96

-115

-122

-118

-38

-34

-103

-199

-314

-436

-554

-592

106

81

187

APWL

mm

-34

-103

-199

-314

-436

-554

-592

ST

mm

300

300

300

268

213

155

105

70

47

42

123

229

ST

mm

71

-32

-55

-58

-49

-35

-23

-6

81

106

AE

mm

79

76

88

100

100

84

61

45

31

82

85

76

Suplus

mm

38

134

27

Deficit

mm

14

38

66

87

95

32

-135
-592
457

199
334

05/03/2012

o
o
o
o

Pengertian ET = E + T
Perbedaan antara ET0 dan ETC dan ETC adj
Faktor-faktor yang mempengaruhi ET
Cara pengukuran dan satuan

Stadia Tanaman

ET

Tanam

0%

100%

100%

Maksimum

90%

10%

100%

Faktor-faktor yang mempengaruhi ET :


o Parameter Iklim
o Sifat Tanaman
o Tindakan Manajemen
o Aspek Lingkungan
Faktor IKLIM :
o Radiasi Matahari
o Suhu Udara
o Kelembaban Udara
o Kecepatan Angin
Sifat TANAMAN :
o Tipe Tanaman
o Varietas
o Stadia Perkembangan

Keterbatasan Manajemen seperti :


o Salinitas Tanah
o Kesuburan Tanah
o Pemupukan
o Pemberantarasan Hama dan Penyakit
o Ketersediaan Air
Berakibat pada pertumbuhan tanaman yang
kurang optimal  mengurangi ETC.
Faktor Lain :
o Penutupan oleh Kanopi Tanaman
o Kerapatan Tanaman

05/03/2012

EVAPOTRANSPIRASI RUJUKAN
(ET0) : ET dari permukaan
tanaman (rumput) yang tidak
kekurangan air
o ET0 tidak tergantung
faktor tanaman
o ET0 tidak tergantung dari
faktor manajemen
o ET0 tidak tergantung
tanah
o ET0 hanya ditentukan
oleh faktor iklim

EVAPOTRANSPIRASI TANAMAN PADA KONDISI STANDAR (ETC) :


o
o
o
o

Tanaman bebas hama dan penyakit


Ketersediaan unsur hara tak terbatas
Ketersediaan air optimal
Potensi produksi maksimal pada kondisi iklim yang ada

Kebutuhan Air Tanaman sama dengan ETC :


o ETC = jumlah air yang hilang dari tanaman melalui proses
evapotranspirasi
o Kebutuhan air tanaman = jumlah air yang diperlukan untuk
menggantikan air yang hilang tersebut

05/03/2012

ETC = ET0 x KC
ETC = Evapotranspirasi Tanaman (mm/hari)
ET0 = Evapotranspirasi Tanaman Rujukan (mm/hari)
KC = Koefisien Tanaman

MENAKSIR ET0  ET0 hanya ditentukan oleh faktor iklim :


o Panci Penguapan
o Persamaan Blaney-Criddle

05/03/2012

ET0 = EPan x KP
EPan = Evapotranspirasi dari Panci Terbuka (mm/hari)
ET0 = Evapotranspirasi Tanaman Rujukan (mm/hari)
KP = Koefisien Panci

ET0 = p x (0,46 TRata2 x 8)


ET0 = Evapotranspirasi Tanaman Rujukan (mm/hari)
TRata2 = Temperatur rata-rata harian (oC)
p
= Rata-rata panjang hari per tahun (lihat tabel)

05/03/2012

ET0 = p x (0,46 TRata2 x 8)


Langkah-langkah :
Tmax + Tmin
1. Hitunglah Trata2  TRata2 = ---------------2
1. Tentukan nilai p  berdasarkan letak lintang lokasi, lihat Tabel
1. Hitung ET0 dengan rumus di atas

MEAN DAILY PERCENTAGE (p) OF ANNUAL DAYTIME HOURS FOR DIFFERENT


LATITUDES
Latitude

North

Jan

Feb

Mar

Apr

May

June

July

Aug

Sept

Oct

Nov

Dec

South

July

Aug

Sept

Oct

Nov

Dec

Jan

Feb

Mar

Apr

May

June

60

.15

.20

.26

.32

.38

.41

.40

.34

.28

.22

.17

.13

55

.17

.21

.26

.32

.36

.39

.38

.33

.28

.23

.18

.16

50

.19

.23

.27

.31

.34

.36

.35

.32

.28

.24

.20

.18

45

.20

.23

.27

.30

.34

.35

.34

.32

.28

.24

.21

.20

40

.22

.24

.27

.30

.32

.34

.33

.31

.28

.25

.22

.21

35

.23

.25

.27

.29

.31

.32

.32

.30

.28

.25

.23

.22

30

.24

.25

.27

.29

.31

.32

.31

.30

.28

.26

.24

.23

25

.24

.26

.27

.29

.30

.31

.31

.29

.28

.26

.25

.24

20

.25

.26

.27

.28

.29

.30

.30

.29

.28

.26

.25

.25

15

.26

.26

.27

.28

.29

.29

.29

.28

.28

.27

.26

.25

10

.26

.27

.27

.28

.28

.29

.29

.28

.28

.27

.26

.26

.27

.27

.27

.28

.28

.28

.28

.28

.28

.27

.27

.27

.27

.27

.27

.27

.27

.27

.27

.27

.27

.27

.27

.27

10

05/03/2012

INDICATIVE VALUES OF ETo (mm/day)


Mean daily temperature
Climatic zone
Desert/arid
Semi arid
(Moist) Sub-humid
Humid

low
(less than 15C)
4-6
4-5
3-4
1-2

medium
(15-25C)
7-8
6-7
5-6
3-4

high
(more than 25C)
9-10
8-9
7-8
5-6

Koefisien Tanaman

11

05/03/2012

APPROXIMATE DURATION OF GROWTH STAGES FOR VARIOUS FIELD CROPS

Bean/green
Cabbage
Carrot
Cotton/Flax
Cucumber
Maize, sweet
Maize, grain
Melon
Onion/dry
Peanut/Groundnut
Potato
Soybean
Tomato

Total

Initial stage

75
90
120
140
100
150
180
195
105
130
80
110
125
180
120
160
150
210
130
140
105
145
135
150
135

15
20
20
25
20
25
30
30
20
25
20
20
20
30
25
30
15
20
25
30
25
30
20
20
30

Crop Development
stage
25
30
25
30
30
35
50
50
30
35
25
30
35
50
35
45
25
35
35
40
30
35
30
30
40

Mid season stage

Late season stage

25
30
60
65
30
70
55
65
40
50
25
50
40
60
40
65
70
110
45
45
30
50
60
70
40

10
10
15
20
20
20
45
50
15
20
10
10
30
40
20
20
40
45
25
25
20
30
25
30
25

APPROXIMATE DURATION OF GROWTH STAGES FOR VARIOUS FIELD CROPS

12

05/03/2012

VALUES OF THE CROP FACTOR (Kc) FOR VARIOUS CROPS AND GROWTH STAGES
Crop
Bean, green
Bean, dry
Cabbage/Carrot
Cotton/Flax
Cucumber/Squash
Eggplant/Tomato
Grain/small
Lettuce/Spinach
Maize, sweet
Maize, grain
Melon
Onion, green
Onion, dry
Peanut/Groundnut
Pepper, fresh
Potato
Soybean
Sunflower
Tobacco

Initial stage
0.35
0.35
0.45
0.45
0.45
0.45
0.35
0.45
0.40
0.40
0.45
0.50
0.50
0.45
0.35
0.45
0.35
0.35
0.35

Crop dev. stage


0.70
0.70
0.75
0.75
0.70
0.75
0.75
0.60
0.80
0.80
0.75
0.70
0.75
0.75
0.70
0.75
0.75
0.75
0.75

Mid-season stage
1.10
1.10
1.05
1.15
0.90
1.15
1.10
1.00
1.15
1.15
1.00
1.00
1.05
1.05
1.05
1.15
1.10
1.15
1.10

Late season stage


0.90
0.30
0.90
0.75
0.75
0.80
0.65
0.90
1.00
0.70
0.75
1.00
0.85
0.70
0.90
0.85
0.60
0.55
0.90

VALUES OF THE CROP FACTOR (Kc) FOR VARIOUS CROPS AND GROWTH STAGES

13

05/03/2012

A Typical Crop Coefficient (KC) curve (sumber : FAO, 1998)

Kekurangan air mengakibatkan pertumbuhan


tanaman terganggu dan menurunkan produksi
bahkan tanaman bisa mati
Ada fase-fase pertumbuhan di mana tanaman
sangat kritis terhadap kekurangan air
Kekurangan air pada periode kritis berakibat serius
pada pertumbuhan dan produksi tanaman

14

05/03/2012

Critical Growth Stages for Major Crops

Latihan : Neraca Air Thorthwaite and Mather


(1)
ST0 = 300 mm/m
JAN

PEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGU

SEP

OKT

NOP

DES

mm

135

12

86

67

55

32

24

13

16

29

88

140

PE

mm

70

66

85

92

98

104

114

136

122

104

89

76

P-PE

mm

YEAR

(P-PE)neg mm
(P-PE)pos mm
APWL

mm

ST

mm

ST

mm

AE

mm

Suplus

mm

Deficit

mm

15

05/03/2012

Latihan : Neraca Air Thorthwaite and Mather


(2)
ST0 = 300 mm/m
JAN

PEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGU

SEP

OKT

NOP

DES

mm

177

101

85

51

36

29

14

18

89

143

233

PE

mm

89

96

101

112

118

122

132

140

131

116

92

76

P-PE

mm

YEAR

(P-PE)neg mm
(P-PE)pos mm
APWL

mm

ST

mm

ST

mm

AE

mm

Suplus

mm

Deficit

mm

Latihan : Neraca Air Thorthwaite and Mather


(3)
ST0 = 300 mm/m
JAN
P

mm

PE

mm

P-PE

mm

PEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGU

SEP

OKT

NOP

DES

YEAR

(P-PE)neg mm
(P-PE)pos mm
APWL

mm

ST

mm

ST

mm

AE

mm

Suplus

mm

Deficit

mm

16

Anda mungkin juga menyukai