Anda di halaman 1dari 3

1.

Pengertian dari Economic, Economics dan Finance

Economic (ekonomis) adalah berusaha dengan input yang minim pada


perencanaan, maka pada pelaksanaannya juga diharapkan bisa dibuat
cost yang seminim mungkin.

Economics (Ilmu ekonomi) adalah ilmu yang mempelajari bagaimana


manusia dapat mengordinasikan keinginan dan hasratnya, memberikan
mekanisme pengambilan keputusan, penyelarasan sosial dan realita politik
serta mengordinasikan produk barang dan jasa mereka.
Dalam economics ada 3 poin penting yaitu :

1. Scarcity (kelangkaan)
kelangkaan terjadi saat keinginan manusia akan suatu produk melebihi
jumlah produk yang dapat dihasilkan
(Unlimited Wants and Limited Resources)
2. Choices (Pilihan)
karena kita tidak dapat memuaskan seluruh keinginan kita yang tidak
terbatas, maka kita harus dapat menentukan pilihan
3. Opportunity Cost (Harga Peluang)
Gampangnya, opportunity cost adalah harga/sesuatu yang harus kita
korbankan untuk mendapatkan sesuatu, contohnya, untuk menulis blog ini,
saya harus mengorbankan waktu saya yang sebenarnya jika saya tidak
menulis blog ini, waktu itu bisa saya pergunakan untuk tidur, bermain game
dan lain sebagainya
Economics dibagi 2 yaitu, microeconomics dan macroeconomics.

Finace adalah dapat mencakup beberapa aspek, misalnya ilmu keuangan


dan aset lainnya, pengelolaan atau manajemen aset tersebut, dan
bagaimana menghitung dan mengatur risiko proyeknya. Finansial berarti
mempelajari kemampuan individu, bisnis, dan organisasi untuk mengelola,
meningkatkan, mengalokasi, juga menggunakan sumberdaya moneter
yang sejalan dengan waktu serta menghitung risiko dan menentukan
prospek. Finansial juga dapat berarti administrasi yang mengelola urusan
keluar masuknya uang pada sebuah institusi atau lembaga. Finansial
sangat bergantung pada manajemen yang baik, terkontrol, dan dapat
dipertanggungjawabkan pada semua pihak yang bersangkutan. Intinya,

finansial dapat diartikan sebagai segala aspek yang berkaitan dengan


uang. Finansial juga berarti segala hal yang juga meliputi perputaran dan
pengelolaan uang, lebih singkatnya.
2. Kenapa peminjaman uang kita mendapatkan bunga (suku bunga)?

Suku Bunga adala Nilai dari pinjaman yang dinyatakan sebagai sekian

persen dari uang pokok pada tiap waktu yang disepakati. Debitur (peminjam)
harus membayar kepada kreditur (pemberi pinjaman) sejumlah uang yang
merupakan ukuran harga sumber daya dari pinjaman.

Sementara itu, dalam konteks layanana perbankan, suku atau rasio

bunga bisa diartikan dari pihak bank atau dari pihak konsumen, sesuai fungsi
mereka sebagai debitur atau kreditur. Untuk nasabah sebagai debitur (pemilik
dana atau penabun), bank memberikan balas jasa kepada masyarakat atau
nasabah dengan memberikan bunga karena mempercayakan dananya untuk
ditabung pada suatu bank tertentu. Besarnya nilai bunga tergantung dari
jumlah dana yang disimpan. Sementara itu, kreditur atau masyarakat yang
meminjam uang kepada bank, harus membayarkan sebesar sekian persen
dari jumlah pinjaman pokok.
Jadi, fungsi dari suku bunga untuk masyarakat yaitu :

Untuk merangsang masyarakat agar mau menyimpan sebagian uangnya


pada bank sebagai investasi.

Mengendalikan penawaran dan permintaan uang yang beredar dalam


perekonomian atau sebagai alat moneter.

Bunga dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengontrol jumlah uang


yang beredar dalam masyarakat.

Masyarakat yang meminjam sejumlah dana kepada bank berkewajiban


tidak hanya membayarkan pinjaman pokoknya melainkan disertai
sejumlah uang yang disebut bunga. Tingkat bunga akan mengalami
kenaikan atau penurunan dan hal ini berpengaruh pada gairah
masyarakat untuk meminjam atau menginvestasikan dananya kepada
bank. Semakin tinggi rasio bunga maka keinginan masyarakat untuk
meminjam dana kepada bank akan semakin rendah, dan sebaliknya, jika

bank menetapkan bunga yang rendah, maka keinginan masyarakat untuk


meminjam dana di bank akan semakin tinggi.