Anda di halaman 1dari 15

Akreditasi Laboratorium RS

Akreditasi adalah sebuah pengakuan bahwa institusi tersebut layak dan memenuhi
persyaratan yang ditetapkan untuk melayani kepada publik atau masyarakat dan
segala peralatan maupun sarana prasarana dinyatakan aman. Penilaian meliputi :
pratama,madya,paripurna.
Akreditasi Laboratorium umumnya merupakan tahap lanjutan 1 (tahap 2) setelah
dilaksanakan akreditasi dasar untuk sebuah rumah sakit secara keseluruhan. Untuk
tahap lanjutan 2 meliputi Bank darah RS dan lab.penunjang lainnya.
Penilaian meliputi : Dokumen, Bukti fisik, SOP , SK, Evaluasi dan Keterkaitan dengan
Pokja lain di RS. Kebetulan saya hanya mereview saja, terkait dengan Dokumen
Akreditasi suatu laboratorium merupakan suatu Hak Kekayaan Intelektual masingmasing Laboratorium sehingga menurut saya sangat bernilai tinggi dan tidak dapat
sembarangan di copy paste oleh laboratorium RS lain. Dalam Pelaksanaannya tiap
laboratorium RS berbeda dengan RS lainnya hal ini terkait dengan tipe RS,
kemampuan masing masing rumah sakit dan sarana yang dimiliki masing-masing.
Pelayanan Laboratorium termasuk dalam Pokja 8 dalam akreditasi RS. Adapun
standar yang harus dipenuhi meliputi :
1. Standar 1 : Falsafah dan Tujuan
2. Standar 2 : Administrasi dan Pengelolaan. (S2P1 : Bagan, uraian tugas, fungsi dan
tanggung jawab, S2P2 : Laporan hasil laboratorium lengkap dan tepat waktu, S2P3 :
Pencatatan dan Registrasi Spesimen, S2P4 : Penyimpanan Arsip)
3. Standar 3 : Staf dan Pimpinan. (S3P1 : Kepala Laboratorium/Pimpinan, S3P2 :
Jumlah Tenaga Laboratorium dan Kualifikasi, S3P3 : Pertemuan Rutin Laboratorium
dan Notulen)
4. Standar 4 : Fasilitas dan Peralatan (S4P1 : Tempat Pelayanan, S4P2 : Fasilitas
Pendukung, S4P3 : Peralatan Laboratorium Untuk Pemeriksaan, S4P4 : Penanganan
Limbah Laboratorium, S4P5 : Sarana Keamanan Kerja).
5. Standar 5 : Kebijakan dan Prosedur (S5P1 : Protap Pemeriksaan, S5P2 :
Penanganan Spesimen, S5P3 : Pemeliharaan dan Kalibrasi Alat, S5P4 : Penanganan
Limbah Infeksius, S5P5 : Operasional Alat dan Trouble Shooting, S5P6 : Reagensia
Pemesanan dan Penyaluran).
6. Standar 6 : Pengembangan Staf dan Program Pendidikan (S6P1 : Orientasi
Pegawai Baru, S6P2 : Pendidikan dan Latihan Staf Laboratorium).
7. Standar 7 : Evaluasi dan Pengendalian Mutu (S7P1 : Pemantapan Mutu Internal,
S7P2 : Pemantapan Mutu Eksternal).
Protap dan dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain untuk itu meliputi :
1. Kumpulan SK Laboratorium oleh Direktur RS untuk Visi Misi, Tenaga, menjalankan
Protap dan Lainnya.
2. Pengertian Laboratorium.
3. Visi Misi dan Tujuan Laboratorium.
4. Bagan Organisasi dan Uraian Tugas.
5. Protap Uraian Tugas Kepala Laboratorium
6. Uraian Tugas Staf Laboratorium.
7. Protap Jadwal Dinas (Dinas Pagi, Sore dan Malam)
8. Kemampuan Pemeriksaan Laboratorium.
9. Struktur Organisasi Laboratorium.
10. Protap Pembuatan Hasil Laboratorium.
11. Protap Pembuatan Laporan Harian, Bulanan dan Tahunan.

12. Penyimpanan Arsip Laporan.


13. Protap Penyimpanan arsip laporan hasil pemeriksaan.
14. Protap Pembuatan Jadwal Dinas.
15. Protap Hasil Pemeriksaan yang Lengkap dan Tepat Waktu.
16. Protap ketepatan Waktu Pemeriksaan.
17. Protap Rekapitulasi Laporan Berkala.
18. Protap Pengarsipan Laporan.
19. Protap Pertemuan Rutin.
20. Protap Inventarisasi Alat-alat Laboratorium.
21. Protap Kondisi Gedung, Ruangan dan Fasilitas Pendukung.
22. Denah RS dan Denah Lab Lengkap.
23. Protap Pengoperasian Peralatan Laboratorium
24. Protap Penanganan Limbah Laboratorium.
25. Protap Penanganan/Pencegahan Kecelakaan Kerja.
26. Protap Pelayanan Pasien rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat.
27. Protap Pelayanan pasien Askes Komersial, Askes Sukarela, Jamkesmas,
Jamsostek, Jaminan Perusahaan dan umum.
28. Protap Cara kerja pemeriksaan laboratorium.
29. Protap Parameter Yang di Rujuk Keluar.
30. Protap Pemeriksaan Hematologi.
31. Protap Pemeriksaan Kimia klinik dan Urinalisa.
32. Protap Pemeriksaan Imunoserologi dan Parasitologi.
33. Protap Pemeriksaan Bakteriologi dan Mikologi.
34. Protap Penanganan Bahan Pemeriksaan Laboratorium.
35. Protap Pengambilan Spesimen.
36. Protap Penampungan Spesimen.
37. Protap Penilaian Spesimen Yang Layak.
38. Protap Penyimpanan Spesimen.
39. Protap Pengiriman Spesimen Rujukan.
40. Protap Pelayanan Rujukan ke Laboratorium luar.
41. Protap Penggunaan Alat-alat Laboratorium.
42. Protap Pemakaian Alat-alat Laboratorium.
43. Protap Kalibrasi dan Standardisasi Pemeriksaan.
44. Protap Penanganan Spesimen Infeksius.
45. Protap Operasional dan Perawatan Serta Mengatasi masalah Alat.
46. Protap Permintaan dan Penerimaan Reagensia dan Penggunaannya.
47. Protap Penerimaan Spesimen Rawat Inap dan Rawat Jalan.
48. Protap Permintaan Barang ke Bagian Logistik.
49. Protap Permintaan Barang ke Instalasi Farmasi.
50. Protap Permintaan Perbaikan ke IPSRS.
51. Protap Pengembangan Staf Laboratorium.
52. Protap Orientasi pegawai baru
53. Protap Penunjukkan Pegawai untuk mengikuti Pelatihan.
54. Protap Pengendalian PMI.
55. Protap Pengendalian PME
Lembar Protap Laboratorium yang diisi meliputi :
Judul Protap, Nama dan Logo Laboratorium, No.Dokumen, No.Revisi, No.Halaman,
Tanggal Terbit, Tanggal Revisi, Ditetapkan, Pengertian, Tujuan, Kebijakan, Prosedur,
Unit Terkait.

S6.P1. Laboratorium
Std. 6. PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN.
Perencanaan pengembangan staf dan program-program pendidikan harus ada bagi
semua staf yang terlibat dalam pelayanan laboratorium.
S.6. P.1.

Ada program orientasi bagi pegawai baru di laboratorium.

Skor :
0=

Tidak ada program orientasi pegawai baru di laboratorium.

1=

Ada program orientasi tidak lengkap, belum dilaksanakan

2=

Ada program orientasi tidak lengkap, sudah dilaksanakan

3=

Ada program orientasi lengkap, belum dilaksanakan.

4=

Ada program orientasi lengkap, sudah dilaksanakan.

5=

Ada program orientasi sangat lengkap, sudah dilaksanakan.

DO :

a.
Yang dimaksud program orientasi tidak lengkap
adalah program orientasi hanya untuk tenaga administrasi
atau tenaga teknis laboratorium.
b.
Yang dimaksud dengan program orientasi lengkap
adalah program orientasi yang meliputi tenaga
administrasi dan tenaga teknis.
c.
Yang dimaksud dengan program orientasi sangat
lengkap adalah program orientasi yang meliputi tenaga
administrasi, tenaga teknis dan tenaga baru lainnya yang
bekerja di rumah sakit tetapi tidak di bagian laboratorium,
misalnya tenaga dokter.
d.
Yang dimaksud tenaga administrasi adalah tenaga
yang bertugas dalam bidang admnistrasi, misalnya
pencatatan dan pengolahan data, dll.
e.
Yang dimaksud tenaga teknis adalah tenaga medis
dan tenaga yang bertugas melakukan pemeriksaan
laboratorium.

CP :

*
D : Program orientasi, jadwal orientasi, laporan
kegiatan.
*

O : -

W : Petugas diklat dan laboratorium.

Skor :

Keterangan / Catatan :

No. PELAYANAN

No. PEDOMAN

1.

Pedoman Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Rumah Sakit,


Depkes, 1994

Prosedur dan Teknik Penyusunan Master Budget Rumah Sakit


(1996)

Pedoman Akuntansi RS, Depkes, 2003

Kode Etik Rumah Sakit Indonesia (2001)

Program (dr. Luwiharsih)

Pedoman penyusunan SOP untuk RS (dr. Nico A. Lumenta)

Indikator Kinerja Rumah Sakit, Depkes, 2005

Pedoman Etika Promosi Rumah Sakit, Persi, 2006

Standar Kamar Jenazah, Depkes, 2004

10

Pokok-pokok Pedoman Arsitektur Medik Rumah Sakit Umum,


Depkes, 1998

11

KARS : Konsep Kebijakan, Prosedur, dan Petunjuk Teknis Dalam


Akreditasi Rumah Sakit

12

Pedoman Operasional Dan Pemeliharaan Peralatan Kesehatan,


Depkes, 2001

13

Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP), 2008.

14

Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Rumah Sakit, Depkes,


2008.

15

Standar Pelayanan Rumah Sakit di Indonesia, Depkes.

16

Pedoman Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan, Depkes, 2001.

17

Menuju Pelayanan Kesehatan Yang Aman Kapita Selekta


Keselamatan Pasien di Rumah Sakit, IKAPI RS RK Charitas,
2009.

Administrasi
dan
Manajemen

18

Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, Depkes, 2008.

PERATURAN

2.

Pelayanan
Medik

Himpunan Peraturan yang berkaitan dengan akreditasi, Persi


KARS, 1998

UU 29/2004 tentang Praktik Kedokteran

Kepmenkes 772/Menkes/SK/VI/2002 tentang Pedoman Peraturan


Internal RS (Hospital Bylaws)

Permenkes 1045/Menkes/Per/XI/2006 tentang Pedoman


Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan

Kepmenkes 1426/Menkes/SK/XII/2006 tentang Petunjuk Teknis


Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)

SE Dirjen Yanmed YM.02.04.3.5.2504 tahun 1997 tentang


Pedoman Hak dan Kewajiban Pasien, Dokter dan Rumah Sakit.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No PER 05/MEN/1996 tentang


Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

II

PEDOMAN untuk POKJA 2 PELAYANAN MEDIK

Kode Etik Kedokteran Indonesia

Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Patient


Safety), Depkes 2006

Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP), KKP-RS,


2007

Standar Pelayanan Rumah Sakit, Depkes, 1999

Petunjuk Pelaksanaan Indikator Mutu Pelayanan Rumah Sakit,


WHO-Depkes, 2001

Indikator Kinerja Rumah Sakit, Depkes, 2005

Penyelenggaraan Praktik Kedokteran Yang Baik Di Indonesia, KKI,


2006

Manual Komunikasi Efektif Dokter-Pasien, KKI, 2006

3.

Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran 2006

10

Kemitraan Dalam Hubungan Dokter Pasien 2006

11

Manual Rekam Medis 2006

12

Pedoman Pengorganisasian staf Medis Fungsional Dan Komite


Medis di RS Swasta

13

Pembentukan dan Tata Kerja Komite Medik di Rumah Sakit,


Dirjen Yanmed, 1995

14

Pedoman Kredential dan Kewenangan Klinis di Rumah Sakit,


PERSI, 2009.

II

PERATURAN untuk POKJA 2 PELAYANAN MEDIK

Permenkes 585/Menkes/Per/IX/1989 tentang Persetujuan


Tindakan Medik

Keputusan Dirjen Yanmed HK.00.06.3.5.1866 tentang Pedoman


Persetujuan Tindakan Medik (Informed Concent), 1999

Keputusan Dirjen Bina Yanmed HK.00.06.1.4.5390 tentang


Pedoman Advokasi dan Bantuan Hukum Dalam Penanganan
Kasus Pelayanan Medis di Rumah Sakit, 2005

Kepmenkes 496/Menkes/SK/X/2004 tentang Pedoman Audit


Medis di RS

Kepmenkes 631/Menkes/SK/IV/2005 tentang Pedoman Peraturan


Internal Staf Medis di Rumah Sakit

SE Dirjen Yanmed YM.02.04.3.5.2504 tentang Pedoman Hak dan


Kewajiban Pasien, Dokter dan Rumah Sakit

Pelayanan
Gawat
Darurat

PEDOMAN

Pedoman Pelayanan Gawat Darurat, Depkes, 1995

Pedoman Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Rumah Sakit Pada


Penanggulangan Musibah Masal/Bencana, Depkes, 1998

Penatalaksanaan Korban Bencana Massal, Depkes, 2002

Pedoman Kerja Perawat Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit,


Depkes, 1999

Pedoman Pelayanan Keperawatan Gawat Darurat Di RS, Depkes,


2005

Materi Teknis Medis Khusus, Depkes, 2005

Materi Teknis Medis Standar (ABCDE), Depkes, 2005

Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu, Depkes 2004

Pedoman Penatalaksanaan Identifikasi Korban Mati Pada


Bencana Massal, Depkes-Polri, 2004

10

Pedoman Penatalaksanaan Keracunan Untuk RS, Depkes-WHO,


2001

PERATURAN
11

4.

Pelayanan
Keperawatan

Kepmenkes 1279/Menkes/SK/XI/2001 tentang Penilaian Risiko


Bencana di Provinsi dan Kabupaten/Kota

PEDOMAN
1

Standar Asuhan Keperawatan, Depkes, 1997

Pedoman Uraian Tugas Tenaga Keperawatan di Rumah Sakit,


Depkes, 1999

Instrumen Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan di


Rumah Sakit, Depkes, 2001

Standar Manajemen Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan di


Sarana Kesehatan, Depkes, 2001

Standar Peralatan Keperawatan dan Kebidanan di Sarana


Kesehatan, Depkes, 2001

Standar Tenaga Keperawatan di Rumah Sakit, Depkes, 2002

Standar Tenaga Keperawatan di Rumah Sakit, Depkes, 2005

Dasar-dasar Asuhan Kebidanan, Depkes, 2005

Pedoman Perancangan Ruang Rawat Inap Rumah Sakit, Depkes,


2005

10

Pedoman Penanggulangan KLB DBD Bagi Keperawatan di RS


Dan Puskesmas, Depkes, 2006

11

Model Praktik Keperawatan Profesional di Rumah Sakit, Penataan


Struktur dan Proses Pemberian Asuhan Keperawatan di Ruang
Rawat Inap

PERATURAN
1

5.

Pelayanan
Rekam Medis

Kepmenkes 938/Menkes/SK/VIII/2007 tentang Asuhan Kebidanan

PEDOMAN
1

Pedoman Pengelolaan Rekam Medis di Rumah Sakit, Depkes,


1997

Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah


Sakit, Depkes, 2006.

Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan


Kesehatan, 2008.

PERATURAN
1

Permenkes 749a/Menkes/Per/XII/1989 tentang Rekam Medis

Kep Dirjen Yanmed 78/1991 tentang Penyelenggaraan Rekam


Medis di RS

Dirjen Yanmed HK.00.06.1.5.01160 tentang Petunjuk Teknis


Pengadaan Formulir Rekam Medis Dasar dan Pemusnahan Arsip
Rekam Medis di Rumah Sakit, 1995

Permenkes 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis

SK Menkes No. 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan

Tindakan Kedokteran.

6.

Pelayanan
Farmasi

PEDOMAN
1

Pedoman Pengelolaan Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Depkes,


1990

Pedoman Kerja untuk Komite Farmasi dan Terapi Rumah Sakit,


Depkes, 1998

Pedoman Pelayanan Farmasi Rumah Sakit, ISFI, 2001

Pedoman Pemberian Obat Injeksi, PIOLK Fakultas Farmasi


Universitas Surabaya RS Katolik St. Vincentius A Paulo
Surabaya, 2009.

PERATURAN

7.

Kepmenkes 1439/Menkes/SK/XI/2002 tentang Penggunaan Gas


Medis Pada Sarana Pelayanan Kesehatan

Kepmenkes 1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan


Farmasi di Rumah Sakit

Keselamatan
Kerja,
Kebakaran,
dan
Kewaspadaan
Bencana

PEDOMAN

Pedoman Teknis Upaya Kesehatan Kerja di Rumah Sakit,


Depkes, 1996

Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di Indonesia, Depkes, 2000

Pedoman Pelaksanaan Kewaspadaan Universal di Pelayanan


Kesehatan, Depkes, 2003

Pedoman penatalaksanaan pengelolaan limbah padat dan


limbah cair di rumah sakit, Depkes, 2006.

Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di


Rumah Sakit, Depkes, 2008.

Modul Pelatihan Kesehatan Kerja Bagi Pengelola Program K3


Rumah Sakit (Dasar), Depkes, 2006.

Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di


Rumah Sakit, Depkes, 2007.

PERATURAN

8.

UU No. 1 Th 1970 tentang Keselamatan Kerja

Kepmenkes 875/Menkes/SK/VIII/2001 tentang Penyusunan Upaya


Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

Kepmenkes 876/Menkes/SK/VIII/2001 tentang Pedoman Teknis


Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan

Kepmenkes 1217/Menkes?SK/XI/2001 tentang Pedoman


Pengamanan Dampak Radiasi

Kepmenkes 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang Syarat-syarat dan


Pengawas Kualitas Air Minum

Kepmenkes 1335/Menkes/SK/X/2002 tentang Standar


Operasional Pengambilan dan Pengukuran Sampel Kualitas
Udara Ruangan Rumah Sakit

Kepmenkes 1439/Menkes/SK/XI/2002 tentang Penggunaan Gas


Medis Pada Sarana Pelayanan Kesehatan

Kepmenkes 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan


Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

Kepmenkes 432/Menkes/SK/IV/2007 tentang Pedoman


Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3) di Rumah Sakit

10

Kepmenkes No. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan


Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, 2004.

11

Kepmenkes No. 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang Persyaratan


Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri.

Pelayanan
Radiologi

PEDOMAN
1

Pelayanan Radiologi Rumah Sakit Umum Klas B Pendidikan,


Depkes, 1999

Standard Pelayanan Radiologi Rumah Sakit Umum Kelas C dan

D, Depkes, 1993.

PERATURAN

9.

Kepmenkes No. 1014/MENKES/SK/XI/2008 tentang Standar


Pelayanan Radiologi Diagnostik di Sarana Pelayanan Kesehatan.

Permenkes No. 780/MENKES/PER/VIII/2008 tentang


Penyelenggaraan Pelayanan Radiologi

Pelayanan
Laboratorium

PEDOMAN
1

Pedoman Keamanan Laboratorium Mikrobiologi dan Biomedis,


Depkes, 1997

Pedoman Pengelolaan Laboratorium Klinik Rumah Sakit, Depkes,


1998

Pedoman Praktek Laboratorium Yang Benar, Depkes, 2002

Pedoman Kesehatan dan Keselamatan Kerja Laboratorium


Kesehatan, Depkes, 2003

Pedoman Praktik Laboratorium Kesehatan Yang Benar, Depkes,


2008.

Pedoman Penyusunan Formularium Rumah Sakit, Dirjen Bina


Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, 2010

Pedoman Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Rumah Sakit,


Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI JICA,
2010
PERATURAN

10. Pelayanan
Kamar
Operasi

Kepmenkes 943/Menkes/SK/VIII/2002 tentang Pedoman


Akreditasi Laboratorium Kesehatan

PEDOMAN

Standar Umum Pelayanan Anestesiologi dan Reanimasi di


Rumah Sakit, Depkes, 1999

Pedoman Kerja Perawat Kamar Operasi, Depkes, 1993

Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi Rumah Sakit Kelas B, Depkes,


2004

Standard, Pedoman dan Pernyataan, Perhimpunan Dokter


Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi Indonesia (IDSAI) Jaya,
2003

11. Pelayanan
Pengendalian
Infeksi

PEDOMAN

Pedoman Pengendalian Infeksi Nosokomial Rumah Sakit, Depkes,


1993

Pedoman Pengendalian Infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit,


Depkes, 2001

Pedoman Pelayanan Pusat Sterilisasi (CSSD) di Rumah Sakit,


Depkes, 2002

Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan


Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas, 2004

Pedoman Manajemen Linen di Rumah Sakit, Depkes, 2004

Pedoman Pelaksanaan Kewaspadaan Universal di Pelayanan


Kesehatan, Depkes, 2003

Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS


dan Fasilitas Kesehatan Lainnya, Depkes, 2007

Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS dan


Fasilitas Kesehatan Lainnya, Depkes Perdalin JHPIEGO, 2007

Surveilans Epidemiologi Penyakit ( PEP ) 2003

12. Pelayanan
Perinatal
Risiko Tinggi

PEDOMAN

Pedoman Pelayanan Rawat Gabung di Rumah Sakit, Depkes,


1991

Pedoman Pelayanan Perinatal Pada Rumah Sakit Umum Kelas C

dan D, Depkes, 1991


3

Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir untuk Dokter,


Bidan, dan Perawat di Rumah Sakit, IDAI Depkes, 2004

Pedoman Pelayanan Maternal Perinatal Pada Rumah Sakit Umum


Kelas B (non pendidikan), C dan D, Depkes, 2006.

Pedoman Pelaksanaan & Penilaian Perlindungan Ibu & Bayi


Secara Terpadu Paripurna Menuju Rumah Sakit Sayang Ibu dan
Bayi, Depkes, 2001.

Upaya Akselerasi Penurunan Angka Kematian Ibu, Depkes, 1998

PERATURAN
1

13. Pelayanan
Rehabilitasi
Medik

SK Menkes No. 284/MENKES/SK/III/2004 tentang Buku Kesehatan


Ibu dan Anak (KIA)

PEDOMAN

Pedoman Pelayanan Rehabilitasi Medik di RS Kelas A, B, dan C,


Depkes, 1997

Standar Operasional Prosedur Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit,


Depkes, 2002

Indikator Klinik Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit,


Depkes, 2002

Pedoman Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit Kelas A,


B, C dan D, Depkes, 2007.

Standar Pelayanan Medik, PERDOSRI, 2007

14. Pelayanan
Gizi

PEDOMAN
1

Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit, Depkes 2003

Penuntun Diet , RSCM , 2004

15. Pelayanan
Intensif

PEDOMAN
1

Standar Umum Pelayanan Anestesiologi dan Reanimasi di Rumah


Sakit, Depkes, 1999

Standar Pelayanan ICU, Depkes, 2003

Standar Pelayanan ICCU di Rumah Sakit, Depkes, 2003

Pedoman Pencegahan & Penananggulangan Infeksi di


ICU,Depkes,2004

Standar Pelayanan Keperawatan Di ICU, Depkes, 2006

PERATURAN
1

16. Pelayanan
Darah

Kepmenkes No. 1203.Menkes/SK/XII/2008 tentang Standar


Pelayanan ICU.

PEDOMAN
1

Standar Penggunaan Darah, Depkes, 1996

Standarisasi Umum Usaha Transfusi Darah Palang Merah


Indonesia, 1990.

Buku Pedoman Pelayanan Transfusi Darah, Modul 1 4, Depkes,


2003

Transfusi Komponen Darah, HTA, Depkes, 2003

PERATURAN
1

Kumpulan Peraturan Perundang Undangan Bidang Kesehatan /


Transfusi Darah, Divisi Bina Transfusi Darah Markas Besar Palang
Merah Indonesia tahun 1995

Peraturan Perundangan Dalam Bidang Transfusi Darah, Depkes.

Keputusan Musyawarah Kerja Nasional Palang Merah Indonesia


tahun 2002

Anda mungkin juga menyukai