Anda di halaman 1dari 4

Pentingnya Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan merupakan salah satu bidang manajemen fungsional dalam suatu
perusahaan, yang mempelajari tentang penggunaan dana, memperoleh dana, pembagian, hasil
operasi perusahaan. Adapun tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan
investasi, pembiayaan kegiatan usaha, dan pembagian deviden suatu perusahaan. Masalah dalam
keuangan yang biasa dihadapi adalah pendanaan, biaya (promosi dan pembelian), penjualan,
keuntungan, piutang, dan investasi.
Manajemen keuangan adalah sebuah subjek yang sangat menarik di abad ke-21 ini. Ada
beberapa kegagalan pengelolaan kegiatan bisnis dalam sebuah perusahaan yang bersumber pada
aspek penglolaan keuangan yang tidak benar, yaitu:

Macetnya arus kas (cash flow)


Gagalnya kegiatan pemasaran dan penjualan yang tidak mampu mewujudkan sebuah
transaksi penjualan, dan lain sebagainya

Fungsi Keuangan
Fungsi keuangan yang utama adalah dalam hal keputusan investasi, perhitungan biaya,
dan dividen untuk suatu organisasi. Dana dikumpulkan dari sumber-sumber keuangan eksternal
dan dialokasikan untuk penggunaan yang berbeda-beda. Tujuan manajer keuangan adalah
membuat rencana guna memperoleh dan menggunakan dana, serta memaksimalkan nilai
organisasi. Berikut beberapa kegiatan yang terlibat :
1. Dalam perencanaan dan peramalan, manajer keuangan berinteraksi dengan para eksekutif
yang bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan perencanaan strategis umum.
2. Manajer keuangan harus memusatkan perhatiannya pada keputusan investasi dan
perhitungan biaya, serta segala hal yang berkaitan dengannya. Perusahaan yang berhasil
biasanya mengalami laju pertumbuhan penjualan yang tinggi sehingga memerlukan
dukungan penambahan investasi.
3. Manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lainnya agar perusahaan
dapat beroperasi seefisien mungkin karena semua keputusan bisnis memiliki dampat
keuangan.

4. Manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar uang dan pasar modal yang
merupakan

sumber

perolehan

dana

dan

tempat

surat

berharga

perusahaan

diperdagangkan.
Pada kesimpulannya, tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan
investasi dan perhitungan biaya. Dalam menjalankan fungsinya, manajer keuangan berkaitan
langsung dengan keputusan pokok perusahaan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan itu
sendiri.
Fungsi keuangan dalam organisasi dipisahkan menjadi dua jabatan, yaitu bendahara dan
administrasi atau akuntansi (kontroler). Bendahara bertanggung jawab atas perolehan dan
pengamanan dana. Tanggung jawab seorang bendahara biasanya terletak pada pengadaan dan
pengelolaan uang tunai. Sedangkan fungsi pokok kontroler adalah mencatat (recording) dan
membuat laporan (reporting) mengenai informasi keuangan perusahaan. Hal ini biasanya
mencakup penyusunan anggaran dana laporan keuangan. Tugas lainnya adalah mengelola
penggajian, menyusun perhitungan dan pelaporan pajak, serta melakukan audit internal.
Pengendalian Keuangan
Fokus utama dalam subsistem pengendalian keuangan adalah perilaku dari orang-orang
yang ada dalam organisasi dan bukan pada mesin. Oleh sebab itu, pengendalian keuangan dapat
dipahami secara baik melalui penekanan pada pentingnya asumsi-asumsi keperilakuan. Sasaran
perilaku utama dari pengendalian keuangan dapat dijelaskan menggunakan definisi pengendalian
secara umum. Pada umumnya, pengendalian didefinisikan sebagai suatu inisiatif yang dipilih,
yang akan mengubah kemungkinan dari pencapaian hasil yang diharapkan.

Pengendalian Terpadu
Secara formal, sistem pengendalian komprehensif merupakan suatu konfigurasi yang
saling melengkapi, yaitu subsistem formal yang mendukung proses administratif. Anggaran,
laporan-laporan akuntansi, biaya standar, dan pusat pertanggung jawaban merupakan contoh dari
pendekatan formal. Sementara, pendekatan pengendalian informal meliputi norma-norma yang
tidak tertulis, pengendalian dengan cara intuisi, dan lain sebagainya. Ada 3 tahap proses
administrative dan implementasi pengendalian yang ada, diantaranya:

1. Perencanaan
Proses perencanaan dalam organisasi juga ditandai dengan istilah perilaku peneteapan
tujuan. Aspek-aspek terpenting dari proses penetapan tujuan adalah mengenai dasar dari
organisasi dan komunikasi.
2. Umpan Balik
Umpan balik dalam organisasi berasal dari sumber formal dan informal yang disusun dari
komunikasi non verbal.
3. Interaksi Pengendalian
Interaksi pengendalian saling berkaitan diantara sub-sistem, pengendalian juga
memegang peranan penting atas hasil yang kurang memuaskan.
Faktor-faktor Kontekstual
Konteks

dapat

menjadi

penting

untuk

keberhasilan

dalam

mendesain

dan

mengimplementasikan system pengendalian keuangan. Faktor-faktor terpenting yang perlu


dipertimbangkan secara jelas antara lain:
1. Ukuran
Ukuran dapat dipandang sebagai suatu peluang dan suatu hambatan.
2. Stabilitas Lingkungan
Desain pengendalian dalam lingkungan yang stabil dapat berbeda dari desain
pengendalian dalam lingkungan yang selalu berubah.
3. Motif Keuntungan
Keberadaan dari motif keuntungan tentunya bukanlah penghalang untuk menggunakan
ukuran-ukuran penilaian akuntansi terhadap produktivitas.
4. Faktor-faktor Proses
Tujuan proses terhadap pengendalian akuntansi dapat terjadi suatu penentu yang penting
dalam desain pengendalian. Suatu proses sederhana lebih mudah dikendalikan
dibandingkan dengan proses yang kompleks
Daftar Pustaka

Ishak, Muhammad, Arfan Ikhsan. 2005.Akuntansi Keprilakuan.Jakarta:Salemba Empat


Suartana,I Wayan.2010.Akuntans Keprilakuan Teori dan Implementasi:Penerbit ANDI
http://www.anneahira.com/artikel-umum-manajemen-keuangan.htm diakases pada tanggal 25
Februari 2015