Anda di halaman 1dari 37

TUTORIAL IMUNOLOGI KLINIK

Baharuddin,
Uleng Bahrun, Ruland
Pakasi
DETEKSI SALMONELLA
TYPHIDN.
DENGAN
Bagian IlmuMETODE
Patologi Klinik
FK-UNHAS/RSUP. Dr.
IMUNOKROMATOGRAFI
Wahidin Sudirohusodo Makassar

PENDAHULUAN

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut


yang disebabkan Salmonella typhi

Demam 7 hari atau lebih, gejala saluran


pencernaan dan gangguan pada sistem saraf
pusat (sakit kepala, kejang dan gangguan
kesadaran) serta kadang-kadang disertai
komplikasi perdarahan dan perforasi usus

PENDAHULUAN

Demam tifoid merupakan penyakit


yang dapat dijumpai secara luas di
tropis dan subtropis

infeksi
daerah

Daerah dengan kualitas sumber air yang tidak


memadai dengan standar higiene dan sanitasi
yang rendah

PENDAHULUAN

Salmonella typhi merupakan bakteri gram


negatif yang motil, bersifat aerob, tidak
membentuk spora
Manusia merupakan satu-satunya sumber
penularan alami S. typhi
cara menelan makanan/minuman yang
terkontaminasi atau kontak langsung jari
tangan yang terkontaminasi tinja, urine,
sekret saluran napas atau dengan pus
penderita yang terinfeksi

PENDAHULUAN

Masa inkubasi demam tifoid


selama 7-14 hari bergantung
strain kuman yang tertelan
klinis

berlangsung
jumlah dan
mulai gejala

Pada awalnya suhu meningkat secara


bertahap, lebih tinggi pada sore dan malam
hari

PENDAHULUAN

Pada saat awal demam penderita biasanya


mengalami gejala yang mirip sindroma flu
(Flu like Syndrome) yaitu sakit kepala,
malaise, nyeri menelan, anoreksia, nyeri
perut, nyeri otot dan nyeri sendi

Diare atau konstipasi, epistaksis, mual,


muntah, batuk, kejang dan gangguan
kesadaran

Gambar 1. Respon Antibodi IgM dan IgG

PENDAHULUAN

Diagnosis demam tifoid sulit ditegakkan


secara klinis
Sering dikacaukan dengan
demam yang disebabkan oleh infeksi akut
lainnya

Umumnya gejalanya tidak khas

PENDAHULUAN
Diagnosa :

Tes serologis
deteksi kenaikan titer antibodi
terhadap antigen S. typhi dan adanya antigen
spesifik dari S.typhi

Tes biakan
deteksi kuman S. typhi dari
spesimen klinik

Tes Polymerase Chain Reaction (PCR)


DNA spesifik S. typhi

deteksi

PENDAHULUAN

Diagnosis pasti
isolasi S. typhi yaitu
dengan melakukan biakan dari spesimen
klinik seperti darah, sum sum tulang, urin
dan tinja

Waktu yang lama dan biaya relatif mahal


sehingga dirancang suatu rapid test untuk
serodiagnosis demam tifoid

PENDAHULUAN

Pada tutorial ini akan dibahas tentang


diagnosis demam tifoid dengan metode
imunochromatografi menggunakan Typhidot
Rapid
IgG/IgM
(Reszon
Diagnostics
International Sdn. Bhd.)

TUJUAN

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk


mengetahui adanya antibodi Salmonella
typhi pada sampel darah manusiadengan
metode imunokromatografi

METODE

A. Pra Analitik
1. Persiapan pasien
Tidak ada persiapan khusus
2. Persiapan sampel
Sampel yang digunakan adalah serum
atau plasma yang diambil dari vena atau
whole blood dari darah kapiler

METODE

3. Alat dan Bahan


a. Alat
1. Typhidot Rapid IgG/IgM cassette
2. Pipet volumetrik
3. Tip pipet dispossible
4. Timer
b. Bahan
1. Sampel serum, plasma atau darah kapiler
2. Larutan buffer

B. ANALITIK

1.PrinsipTes
Bila pada sampel terdapat antibodi S. typhi IgM dan IgG
maka antibodi tersebut akan bermigrasi menuju garis
konyugat dan berikatan dengan antigen S. typhi IgM dan IgG
berlabel colloidal gold membentuk kompleks antigenantibodi. Kompleks antigen-antibodi ini akan menuju ke garis
tes dan berikatan dengan antibodi spesifik terhadap S. typhi
IgM pada garis pertama dan berikatan dengan antibodi S.
typhi IgG pada garis kedua. Penambahan buffer akan
menimbulkan warna merah muda keunguan pada kedua garis
tes dan sisa dari antigen berlabel colloidal gold yang tidak
terikat akan diteruskan menuju garis kontrol untuk berikatan
dengan antibodi yang terdapat pada garis kontrol. Adanya
warna yang terbentuk menandakan tes positif terhadap
antibodi S. typhi IgM dan IgG

ANALITIK
2. Cara Kerja
a. Test cassette dan larutan buffer
dikeluarkan dan dibiarkan sampai
suhunya sama dengan suhu ruangan.
Kalau
terdapat
endapan
botol
dikocok dulu
b. Alat dikeluarkan dari kemasan dan
diberi label identitas sampel

ANALITIK
2. Cara Kerja
c. Sampel serum/plasma sebanyak 30 l
atau sampel whole blood sebanyak 40
l dimasukkan ke sumur sampel,
pastikan bahwa tidak ada gelembung
udara. Biarkan selama 15 detik
d. Satu tetes buffer ditambahkan ke
dalam sumur sampel
e. Baca hasil setelah 15 menit

PASCA ANALITIK
Pembacaan Hasil :
Positif
Negatif
Invalid

Valid

: tampak garis merah muda pada garis


kontrol ( C ) dan garis T
: tampak garis merah muda hanya pada
kontrol ( C )
: tidak terdapat garis merah pada garis
kontrol ( C ) dan T atau hanya
terdapat garis merah hanya pada garis
T
: tampak garis merah muda pada
gariskontrol ( C )

Gambar 3. Interpretasi

TERIMA KASIH

Keuntungan meliputi:

awal dan spesifik diagnosis demam tifoid


cepat, sederhana dan dapat diandalkan
tidak ada peralatan khusus yang diperlukan
Hasil yang mudah untuk menafsirkan
Volume sampel minimal yang digunakan

KETERBATASAN

1. Tes adalah uji kualitatif dan kuantitatif bukan


untukpenentuan
tingkat
konsentrasi
antibodi.
IntensitasBand tidak memiliki korelasi linear dengan
titer
antibodi
darispesimen.
2. Hasil yang diperoleh hanya boleh ditafsirkan dalam
hubungannya
dengan
lainnya diagnostik hasil dan informasi klinis.

Salmonella typhi mempunyai 3 macam antigen, yaitu :


1. Antigen O (Antigen somatik), yaitu terletak pada lapisan luar
dari tubuh kuman. Bagian ini mempunyai struktur kimia
lipopolisakarida atau disebut juga endotoksin. Antigen ini tahan
terhadap panas dan alkohol tetapi tidak tahan terhadap
formaldehid.
2. Antigen H (Antigen Flagella), yang terletak pada flagella,
fimbriae atau pili dari kuman. Antigen ini mempunyai struktur
kimia suatu protein dan tahan terhadap formaldehid tetapi tidak
tahan terhadap panas dan alkohol.
3. Antigen Vi yang terletak pada kapsul (envelope) dari kuman
yang dapat melindungi kuman terhadap fagositosis.
Ketiga macam antigen tersebut di atas di dalam tubuh penderita
akan menimbulkan pula pembentukan 3 macam antibodi yang
lazim disebut aglutinin.

Patogenesa
Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi masuk kedalam tubuh
manusia melalui makanan yang terkontaminasi kuman. Sebagian
kuman dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke
usus halus dan berkembang biak.
Bila respon imunitas humoral mukosa IgA usus kurang baik maka
kuman akan menembus sel-sel epitel terutama sel M dan selanjutnya
ke lamina propia. Di lamina propia kuman berkembang biak dan
difagosit oleh sel-sel fagosit terutama oleh makrofag. Kuman dapat
hidup dan berkembang biak di dalam makrofag dan selanjutnya
dibawa ke plaque Peyeri ileum distal dan kemudian ke kelenjar
getah bening mesenterika. Selanjutnya melalui duktus torasikus
kuman yang terdapat di dalam makrofag ini masuk ke dalam
sirkulasi darah (mengakibatkan bakterimia pertama yang
asimtomatik) dan menyebar ke seluruh organ retikuloendotelial tubuh
terutama hati dan limpa. Di organ-organ ini kuman meninggalkan
sel-sel fagosit dan kemudian berkembang biak di luar sel atau ruang
sinusoid dan selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah lagi yang
mengakibatkan bakterimia yang kedua kalinya dengan disertai
tanda-tanda dan gejala penyakit infeksi sistemik, seperti demam,
malaise, mialgia, sakit kepala dan sakit perut.

Gambar. Salmonella sp

Gambar. Respons imun pada mukosa gastrointestinal terhadap infeksi Salmonella.


Bakteri akan melalui aliran darah ke limpa yang akan menghasilkan respons imun
spesifik.

Gambar. Bagian dari LPS pada Salmonella

Imunokromatograf
Lateral flow test
Membacanya cukup dgn mata saja
Tidak membutuhkan substrat
Penggunaan colloidal gold waktu inkubasi
pendek (<15 menit)
Kerugian :
Nitrocelulose membrane tdk
suhu

stabil pada

Keuntungan :
Prosedur cepat (<15 menit) dan praktis
Nilai diagnostik baik
Stabil untuk jangka panjang
Relatif tidak mahal

Prinsip Dasar ICT


A. Melacak Analit (Ag)
a. Reaksi langsung (Double Antibody
Sandwich)/Asai Imunometrik untuk
melacak analit yang besar dan memiliki > 1
epitop (LH,hCG dan HIV)
b. Reaksi kompetitif/Hambatan kompetitif
(competitive Inhibition) untuk melacak
molekul kecil dengan epitop tunggal
B. Melacak Ab Indirect Assay

Serum/ Plasma sample


Add 30l serum to the sample well. Make
sure that there are no air bubbles. Add 1
drop of buffer after 15 seconds. Sample
will
start wicking up. Read result within 15
minutes.
Whole Blood sample
Add 40l of whole blood into the sample
well. Make sure that there are no air
bubbles. Add 1 drop of buffer after 15
seconds. Sample will start wicking up.
Read result within 15 minutes.

Hasil Typhidot IgM menunjukkan infeksi


akut sedangkan jika IgG dan IgM fase
akut dan fase pertengahan
Di daerah endemis terjadi peningkatan
IgG sehingga jika positif tidak dapat
membedakan antara akut atau
konvalescen