Anda di halaman 1dari 18

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Pada makalah ini,
penulis akan membahas mengenai Prinsip-prinsip Arsitektur China. Dengan
diselesaikannya makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum
sempurna. Oleh karena itu, penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan yang tidak
berkenan bagi pembaca dalam makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca dan penulis senantiasa membuka diri dalam menerima masukan berupa kritik
dan saran dari pembaca guna penyempurnaan makalah ini. Kepada seluruh pihak yang
turut serta dalam terselesaikannya makalah ini penulis mengucapkan terima kasih.

Penulis

Bab 1 Pendahuluan

1.1Latar Belakang
Cina memiliki peradaban tertua kedua di dunia, perkembangan seni dan arsitektur
cina sudah ditemukan sejak zaman Neolitikum atau sekitar tahun 2000 SM. Bersama
dengan arsitektur Eropa dan Arab, arsitektur Cina kuno adalah komponen penting
dalam sistem arsitektur dunia. Selama perkembangannya yang panjang, secara
bertahap membentuk ke dalam suatu gaya yang menampilkan seorang pekerja kayu
menggabungkan ukiran batu, konstruksi hantam bumi, bangunan melengkung serta
berbagai teknik lainnya. Seperti yang terjadi di Mesir, Mesopotamia dan peradaban
lainnya timbulnya suatu zaman kebudayaan yang tinggi tarafnya letaknya selalu
berdekatan dengan sebuah sungai, hal ini terjadi pula pada peradaban Cina Kuno
yaitu di sekitar sungai Huang Huo.
Para pekerja Cina telah membuat berbagai keajaiban dalam dunia arsitektur
sebagai contoh Tembok Besar Cina, Kota Terlarang, dan Makan Kaisar Qin Pertama.
Bangunan Kuno Cina memiliki sejarah yang panjang yang dapat di telusuri kembali
ke Dinasti Shang (16SM 771 SM). Bangunan memiliki prinsip struktur dan tata
letak tersendiri. Perkembangan arsitektur cina kuno mengalami tiga masa puncak
yaitu pada periode Dinasti Qin dan Han, Dinasti Sui dan Tang serta periode Dinasti
Ming dan Qing. Pada ketiga periode tersebut telah dibangun sejumlah besar bangunan
yang representatif diantaranya istana, makam, kota serta proyek-proyek pertahanan
dan irigasi. Dalam proses perkembangan yang panjang, teknik arsitektur yang luar
biasa dikombinasikan dengan desain artistik yang baik yang menimbulkan keunikan
pada seni arsitektur cina. Selain dari keunikan arsitekturnya, cina memiliki filosofi
yang unik diantaranya Feng Shui/Hong Shui dan yang paling terkenal adalah Yin dan
Yang. Terdapat pula prinsip-prinsip dalam arsitektur cina yang akan di bahas pada
makalah ini.

1.2Rumusan Masalah
1.2.1 Filosofi apa sajakah yang terdapat pada arsitektur Cina?

1.2.2 Bagaimana sejarah Cina menurut rentang waktunya ?


1.2.3 Apa prinsip-prinsip dasar arsitektur Cina ?
1.2.4 Bagaimana transformasi dari filosofi serta prinsip-prinsip arsitektur Cina ?

1.3Tujuan
1.3.1 Mengetahui lebih dalam mengenai filosofi pada arsitektur Cina
1.3.2 Mengetahui lebih dalam mengenai prinsip-prinsip dasar arsitektur Cina
1.3.3 Mengetahui bentuk transformasi dari filosofi serta prinsip arsitektur Cina
1.3.4 Mengetahui sejarah Cina berdasarkan urutan waktu

1.4Manfaat
Pembaca dapat mengerti serta memahami tentang sejarah, filosofi serta prinsipprinsip arsitektur Cina.

1.5Sistematika
Makalah ini dibagi atas beberapa bagian. Bagian pertama adalah bagian pendahuluan.
Pada bagian ini diuraikan latar belakang , permasalahan-permasalahan yang tercakup
pada makalah, tujuan makalah, manfaat makalah dan dibagian akhir diuraikan
sistematikanpenyajian laporan.
Bagian kedua berisi pembahasan. Pada bagian ini dipaparkan kajian-kajian mengenai
arsitektur Cina. Teori-teori yang menyangkut dengan pokok bahasan yaitu prinsip
dasar arsitektur Cina..
Bagian ketiga berisi penutup. Pada bagian ini dipaparkan simpulan makalah serta
saran.

Bab 2 Prinsip-Prinsip Arsitektur Cina

2.1 Sejarah Cina


Cina memiliki peradaban yang tua di dunia.

Gambar 1 Peta Dunia Cina


Sumber : Wade, Geoff. 2007. The Liu/MenziesWorld Map: A CritiquePerimetron, Vol. 2, No. 4, Autumn 2007 [273-280]

Sekitar abad ke-14 SM, sudah terdapat suatu pusat kebudayaan Cina di perbatasan
antara pegunungan dan dataran rendah Cina utara yang diperintah Dinasti Shang atau Jin.
Dalam abad ke-11 SM, negeri ini ditaklukkan suku Chou (sampai abad ke-8 SM) tetapi
pada tahun 212 SM Raja Chin berhasil menguasai seluruh negeri ini dan mengangkat
dirinya sebagai kaisar. Pemberontakan yang terjadi dimana-mana berakhir dengan
munculnya Liu Ti sebagai kaisar pertama Dinasti Han. Pada zaman Han terjadi perluasan
Cina secara besar-besaran tetapi kehancuran terjeadi sesudah pemberontakan kaum tani
oleh kelompok Topi Kuning dan beberapa revolusi istana. Tahun 220 negeri ini pecah
4

menjadi tiga kerajaan, tetapi kembali bersatu dibawah Dinasti Swei (598 SM). Sesudah
mengalami kemakmuran pada Dinasti Tang (618-970), Cina kembali pecah menjadi
kerajaan-kerajaan kecil, tetapi kemudian bersatu lagi dibawah Dinasti Sung (975 SM).
Tahun 1276 Cina ditaklukkan bangsa Mongol dibawah pemerintahan Dinasti Yuan.
Dinasti Ming yang memerintah kemudian diusir Dinasti Manchu
Secara politis Cina mencapai kekuasaan teritorial dalam abad ke-18. Tahun 1898
Cina diperintah janda Kaisar Tsu-Hsi. Pemberontakan Boxer berhasil ditumpas, tetapi
pada tahun 1911 meletus revolusi dan setahun kemudian Cina menjadi Republik. Tahun
1934 mulailah Long March komunis yang membawa mereka sampai ke Shensi.
Terjadilah perebutan kekuasaan. Pemerintah nasional (Chang-Kai-Sek) dipaksa bekerja
sama dengan komunis. Lalu berdirilah negara komunis Luas wilayah china sekitar 9.5
juta kilometer persegi dan dihuni oleh beragam etnis seperti suku Han, Zhuang, Uygur,
Hui, Yi, Tibetan, Miao, Manchu, dan Mongol. Sistem kepercayaannya adalah memuja roh
nenek moyang. Pada masa dinasti Chou, 1027-256 SM muncul ajaran Konfusianisme,
Lao-tse, Mo Ti dan Mencius. Pada masa dinasti Chou sistem pertananian dikelola dengan
baik. Sistem pembajakan sawah meluas hingga Asia Tenggara ketika terjadi ekspansi
wilayah dan budaya ke bagian selatan Cina.

Gambar 2 Peta Wilayah Cina


Sumber :
http://www.topguilintravel.com/pic/guilin
-map/map-of-china.jpg

2.2 Filosofi Arsitektur Cina


Filosofi arsitektur Cina sangat dipengaruhi oleh filosofi kepercayaan ajaran
Konsfusianisme, Taoisme dan Budhisme. Taoisme adalah gabungan anarkisme dan
kepercayaan bahwa kebenaran di luar pemahaman manusia dapat diperoleh dengan cara
semedi, terdapat 3 konsep dasar ajaran Taoisme yaitu : 1. Hubungan antara alam dan
manusia, interaksi antara lingkungan dan masyarakat. 2. Siklus transformasi kehidupan di
alam semesta dan 3. Penyembahan terhadap nenek moyang. Ajaran filosofi masyarakat
cina lainnya adalah Konfusianisme, ajaran tersebut mengajarkan tentang tata cara
menjalani kehidupan dan bagaimana berfikir dengan bijak. Berikut filosofi yang terdapat
dalam masyarakat Cina :
1. Tien-Yuen-Di-Fang yang berarti langit bundar dan bumi persegi. Persegi
melambangkan keteraturan, intelektualitas manusia sebagai manifestasi penerapan
keteraturan atas alam. Bundar melambangkan ketidakteraturan sifat alam.
2. Filosofi

Tien-Yen-Chih-Chi,

artinya

di

antara

langit

dan

manusia,

menggambarkan peralihan dua alam yang disimbolkan dalam bentuk bundarsegiempat-bundar


3. Hong Shui atau Feng Shui merupakan kompas kehidupan yang mengaur
keseimbangan elemen alam seperti angin, air, tanah dan logam. Kompas
merupakan adaptasi metodis karya manusia terhadap struktur alam raya sehingga
menjadi pedoman dalam pendayagunaan energi dan sumber alam untuk
penyelarasan nafas dunia. Feng Shui membantu manusia memanfaatkan gayagaya alam dari bumi dan menyeimbangkan Yin dan Yang guna memperoleh Qi
yang baik, yang menggambarkan kesehatan dan vitalitas. Hal-hal yang
mempengaruhi Hong Shui menyangkut keseimbangan 5 Unsur yaitu waktu
kelahiran, kondisi tanah pada lokasi, arah dan ukuran bangunan, orientasi ruang
dalam, pola penempatan ruang dalam.
4. Yin dan Yang. Yang adalah sebagai energi positif, jantan, terang, kuat, buatan
manusia. Yin digambarkan sebagai energi negatif, betina, gelap, menyerap
elemen.

Gambar 3 Kompas dari Filosofi Feng


Shui
Sumber : id.wikipedia.org/

2.3 Prinsip-prinsip Arsitektur Cina


Dari berbagai filosofi yang berkembang di masyarakat maka terbentuklah prinsip-prinsip
dasar dalam arsitektur Cina yang akan di paparkan sebagai berikut :
1. Axial planning dan simetri. Hunian seperti memiliki sumbu yang membagi
sehingga terlihat lay out hunian terbagi atas dua sisi yang sama persis yang
melambangkan keseimbangan. Ruang-ruangnya terpisah dan terdapat courtyard
ditengah yang pada akhirnya dianggap sebagai ruang utama pada komposisi
secara keseluruhan. Kebalikan dari bangunan, desain taman nya berbentuk
asimetris.
2. Memfokuskan pada bumi bukan surga, mengutamakan ilmu pengetahuan bukan
kemuliaan, seperti tidak ada pembedaan prinsip antara bangunan sakral dengan
bangunan umum. Hanya arah kegiatan, susunan ruang yang memiliki penekanan
berbeda, secara umum bersifat sequensial Horizontal, sakral Hirarkis Konsentris,
mengutamakan posisi, gerak dan orientasi manusia dalam ruang
3. Courtyard merupakan ruang terbuka yang terletak di tengah bangunan. Ruang
terbuka ini bersifat lebih privat dan biasanya di gabung dengan kebun. Courtyard
ini memiliki arti dan aturan-aturan serta fungsi yang beragam misalnya sebagai
pembatas, ventilasi, memudahkan pergerakkan udara maupun memasukkan

cahaya. Courtyard merupakan ruang yang mendapat perhatian utama karena ruang
inilah yang digunakan untuk menyambut tamu dari luar

Gambar 4 Gambar Hunian dengan Courtyard


Sumber : Handinoto. 2008. Perkembangan
Bangunan Etnis Tionghoa di Indonesia
(Akhir Abad ke 19 sampai tahun 1960 an).
(Prosiding Simposium Nasional Arsitektur
Vernakular 2). Petra Christian University
Surabaya

4. Prinsip hierarkial diterapkan cukup ketat pada arsitektur cina. Bangunan yang
memiliki pintu di depan dan menghadap lahan, memiliki hierarki yang lebih
tinggi ketimbang bangunan dengan pintu di samping. Bangunan yang menghadap
ke selatan dengan terpaan matahari yang melimpah untuk anggota keluarga tertua
sebagai bentuk penghormatan. Bangunan yang menghadap ke timur dan barat
untuk anggota keluarga yang lebih muda. Sementara bangunan yang dekat dengan
area terdepan biasanya untuk para penjaga dan pembantu.
5. Konsep Horizontal dan Kosmologi. Orientasi horizontal dengan penekanan
bentuk yang melebar dan berkesan ringan merupakan ciri arsitektur cina lainnya.
6. Bentuk kotak diaplikasikan pada kebanyakan banguan Cina yang diaplikasikan
dalam empat gerbang pada empat orientasi, utara-selatan, timur-barat. Biasanya
bentuk kotak ini sendiri dapat ditemukan pada banguan-bangunan permukiman
masyarakat Cina pada umumnya. Karena bentuk kotak tersebut melambangkan
kemanusiaan maka bangunan umum seperti rumah tinggal mengadopsi prinsip ini.
7. Bentuk bulat diaplikasikan sebagai titik pusat yang secara kosmologis merupakan
imitasi dunia langit. Simbolisasinya merupakan sebuah titik di dalam sebuah

lingkaran, mengandung arti bahwa segala sesuatu di jagad raya berawal dari suatu
titik, dan nantinya akan menuju kembali ke titik asalnya pula (pusat). Bentuk
dasar bulat berhubungan erat dengan hal-hal yang bersifat ke Tuhanan (Langit)
yaitu pada bentuk dasar banguan seperti kuil, dan tempat-tempat pemujaan lainya.
8. Hirarki dan status, prinsip ini dibedakan berdasarkan kelas masyarakat hal-hal
yang tercakup diantaranya jumlah courtyard, warna tiang, bentuk dan kerumitan
atap serta jumlah trave hall : 9 ( kaisar ), 7 ( putra mahkota ) 5 ( mandarin ) 3
( rakyat biasa )
9. Struktur yang diterapkan pada rangka atap dengan sistem saling tumpang, bukan
kuda-kuda penyangga miring, kolom sebagai pendukung beban atap dinding
sebagai pembatas non struktural dan sistem bracket.
10. Penggunaan orientasi arah mata angin selatan. Ini diaplikasikan pada beberapa
banguan kuno Cina seperti istana-istana, permukiman dan pada Kota Terlarang.
Penggunan orientasi Selatan, seluruh bangunan banguan tersebut menghadap ke
arah selatan, selain itu gerbang utama pun terletak di sisi sebelah selatan. Hal ini
lebih karena kepercayaan masyarakat cina akan filosofi Feng Shui, arah Selatan
melambangkan kedamaian hidup, panjang umur serta kesuksesan pada karir.
Selain menghindari dari cahaya matahari menghadap selatan juga menghalangi
datangnya angin dingin dari utara.
11. Prinsip bentuk atap bangunan tradisional Cina adalah 1. melambangkan fungsi
dan tingkatan bangunan 2. penyaluran beban di tengah dan di tepi 3. merupakan
ungkapan dari bentuk gunung. Konsep bentuk atap tradisional Cina yaitu simetri
dan bentuk segitiga

Gambar 5 Bentuk Atap. A). Atap model wu tien, B) atap model hsun shan, C) atap
model ngang shan, D) atap model tsuan tsien
Sumber : Handinoto. 2008. Perkembangan Bangunan Etnis Tionghoa di Indonesia
(Akhir Abad ke 19 sampai tahun 1960-an).(Prosiding Simposium Nasional
Arsitektur Vernakular 2). Petra Christian University Surabaya

10

2.4 Transformasi

Gambar 6 dan 7 Tianwaicun Square ini merupakan transformasi nyata dari TienYuen-Di-Fang
Sumber : http://www.chinaculture.org/focus/focus/cities/201111/01/content_425524.htm

11

12

Gambar 8,9 dan 10 Transformasi Feng Shui pada Bangunan


Sumber :
http://windwaterfengshui.wordpress.com/category/what-is-feng-shui/

13

Gambar 11 dan 12 Transformasi Yin dan Yang pada Bangunan


Sumber :
http://gbdmagazine.com/2013/25-brooks-scarpa/

Gambar 13 Temple Of Heaven. Bentuk Lingkaran yang merupakan


lambang langit atau Tuhan yang dipakai pada bangunan suci
Sumber :
http://cina.panduanwisata.com/files/2012/08/TheTempleofHeaven11.jp
g

14

Gambar 14 dan 15 Prinsip Simetri serta Courtyard di bangunan rumah


tinggal pada Arsitektur Cina
Sumber : http://1.bp.blogspot.com/YZ_rGi9QHZ8/UkMGv9QHBrI/AAAAAAAABtU/BicmKDsM1Do/s
1600/features_of_chinese_architecture%28iii
%29_enclosureacb98087d85d4920d8a0.jpg

15

Bab

Gambar 16 Bentuk Kotak sebagai perlambang kemanusiaan yang


digunakan sebagai hunian
Sumber :
http://cina.panduanwisata.com/files/2012/08/No-longer-forbidden-TheForbidden-City-of-Beijing-4.jpg

3 Penutup

3.1 Simpulan
Cina sebagai salah satu peradaban tertua di Cina memiliki peran yang penting
dalam sistem arsitektur kuno dunia. Sekitar abad ke-14 SM, sudah terdapat suatu pusat
kebudayaan Cina di perbatasan antara pegunungan dan dataran rendah Cina utara yang
diperintah Dinasti Shang atau Jin. Dalam abad ke-11 SM, negeri ini ditaklukkan suku
Chou (sampai abad ke-8 SM) tetapi pada tahun 212 SM Raja Chin berhasil menguasai
seluruh negeri ini dan mengangkat dirinya sebagai kaisar. Pada zaman Han terjadi
perluasan Cina secara besar-besaran tetapi kehancuran terjeadi sesudah pemberontakan
kaum tani oleh kelompok Topi Kuning dan beberapa revolusi istana. Tahun 220 negeri ini
pecah menjadi tiga kerajaan, tetapi kembali bersatu dibawah Dinasti Swei (598 SM).
Tahun 1276 Cina ditaklukkan bangsa Mongol dibawah pemerintahan Dinasti Yuan.
Dinasti Ming yang memerintah kemudian diusir Dinasti Manchu. Secara politis Cina
mencapai kekuasaan teritorial dalam abad ke-18. Tahun 1934 mulailah Long March
komunis yang membawa mereka sampai ke Shensi. Terjadilah perebutan kekuasaan.
Pemerintah nasional (Chang-Kai-Sek) dipaksa bekerja sama dengan komunis. Lalu
berdirilah negara komunis.
Berbagai filosofi yang terdapat di Cina yang berdasarkan ajaran Konsfusianisme,
Taoisme dan Budhisme yang masih berlaku hingga sekarang dan melahirkan beberapa
filosofi diantaranya Feng Shui/ Hong Shui, Tien-Yuen-Di-Fang, Tien-Yen-Chih-Chi, dan
yang paling terkenal Yin dan Yang.
Selanjutnya diturunkan membentuk prinsip-prinsip dasar dalam arsitektur Cina
diantaranya Axial planning dan simetri. Hunian seperti memiliki sumbu yang membagi
sehingga terlihat lay out hunian terbagi atas dua sisi yang sama persis yang
melambangkan keseimbangan. Kedua, Courtyard yang merupakan ruang terbuka yang
16

terletak di tengah bangunan. Ruang terbuka ini bersifat lebih privat dan biasanya di
gabung dengan kebun. Selanjutnya, Prinsip hierarkial yang menggunakan orientasi mata
angin sebagai penentu penempatan ruangan pada keluarga. Selanjutnya, Konsep
Horizontal dan Kosmologi. Orientasi horizontal dengan penekanan bentuk yang melebar
dan berkesan ringan merupakan ciri arsitektur cina lainnya. Selain itu bentuk bangunan
secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu kotak dan lingkaran, kotak sebagai perlambang
kemanusiaan digunakan sebagai hunian rumah tinggal masyarakat dan lingkaran sebagai
perlambang langit atau ke Tuhanan digunakan sebagai Kuil atau tempat peribadatan. Pada
bentuk atap bangunan terdapat prinsip yaitu perbedaan bentukan atap akan membedakan
fungsi dan tingkatan bangunan dan merupakan ungkapan dari bentuk gunung.
Filosofi serta prinsip-prinsip dasar ini dapat diamati dari berbagai wujud
arsitektural yang telah dibangun seperti kuil, kota terlarang ( Forbidden City ), dan
berbagai bangunan yang telah dipaparkan sebelumnya dalam transformasinya.

3.2 Saran
Sebagai mahasiswa arsitektur sebaiknya dapat mengetahui tentang arsitektur-arsitektur
kuno yang tentunya memiliki dampak pada arsitektur modern. Yang jika ditinjau banyak
bangunan yang mengadopsi prinsip arsitektur kuno yang dipadukan dengan arsitektur
masa kini atau yang lebih dikenal dengan post modern. Hal ini akan menambah
penghayatan pada bangunan yang akan memperkaya pengetahuan tentang arsitektur yang
berkembang di dunia. Nantinya ketika menjadi seorang arsitek, hal ini dapat
diaplikasikan pada rancangan bangunan yang dibuat dan juga tentu membantu menjaga
keberadaan arsitektur kuno.

17

Daftar Pustaka
Wade, Geoff. 2007. The Liu/MenziesWorld Map: A Critique-Perimetron, Vol. 2, No.
4, Autumn
http://www.topguilintravel.com/pic/guilin-map/map-of-china.jpg
Handinoto. 2008. Perkembangan Bangunan Etnis Tionghoa di Indonesia (Akhir Abad
ke 19 sampai tahun 1960-an).(Prosiding Simposium Nasional Arsitektur Vernakular 2).
Petra Christian University Surabaya
http://www.chinaculture.org/focus/focus/cities/2011-11/01/content_425524.htm
http://windwaterfengshui.wordpress.com/category/what-is-feng-shui/
http://gbdmagazine.com/2013/25-brooks-scarpa/
http://cina.panduanwisata.com/files/2012/08/TheTempleofHeaven11.jpg
http://1.bp.blogspot.com/YZ_rGi9QHZ8/UkMGv9QHBrI/AAAAAAAABtU/BicmKDsM1Do/s1600/features_of_
chinese_architecture%28iii%29_enclosureacb98087d85d4920d8a0.jpg
http://cina.panduanwisata.com/files/2012/08/No-longer-forbidden-The-Forbidden-Cityof-Beijing-4.jpg
http://www.scribd.com/document_downloads/91312996?extension=pdf
http://www.scribd.com/document_downloads/233578753?extension=docx
http://www.slideshare.net/dfadiel1/seni-arsitektur-china3
http://www.mount-tai.com.cn/english/twc.asp

18