Anda di halaman 1dari 9

b) Prinsip-Prinsip Penyusunan Cash Flow (Aliran Kas)

Dalam menyusun cash flow,ada beberapa prinsip yang harus diketahui terlebih
dahulu,yaitu:cash flow disusun dengan basis tunai (cash basis).Hal ini berbeda dengan
penyusunan laporan keuangan yang umumnya menggunakan accrual basis.Pada Cash
basis :
Pendapatan diakui pada saat uang tunai diterima,bukan pada saat penjualan
dilakukan.
Biaya-biaya diakui pada saat uang tunai dikeluarkan,bukan pada saat biaya timbul.
c) Sumber Data dan Cara Penyusunan Cash Flow
Sumber Data
Data yang diperlukan untuk menyusun cash budget/cash flow terutama dari :
Jenis
Neraca rugi/laba dan proyeksi neraca

Kegunaan
Posisi neraca dan rugi/laba terakhir untuk
diambil

sebagai

dasar

penentuan

posisi

awal;sedangkan posisi neraca dan rugi/laba


beberapa

tahun

terakhir

untuk

bahan

pertimbangan/perbandingan dalam menyusun


Rencana kerja (rencana produksi,penjualan

neraca yang akan datang.

investasi,dan sebagainya)
Dipakai sebagai dasar dalam menghitung
Proyeksi rugi/laba

rencana penerimaan dan pengeluaran.


Dipakai sebagai salah satu bahan dalam
menyusun

rencana

penerimaan

pengeluaran.

Cara penyusunan:
Cash budget/cash flow yang disusun oleh customer harus diteliti oleh account
officer.Selanjutnya,dari

hasil

penelitian

tersebut

account

officer

membuat

koreksi/penyesuaian-penyesuaian seperlunya.Pos-pos dalam cash budget/cash flow


disusun secara vertikal dan periode cash budget/cash flow disusun secara horizontal.
Uraian vertikal
Saldo kas awal (Beginning Cash Balance)
Yaitu,jumlah uang tunai (kas) yang dimiliki perusahaan pada awal periode.
Kas Masuk atau Penerimaan Kas (Cash Inflow)
Yaitu,aliran kas yang diterima oleh perusahaan selama waktu tertentu sesuai
dengan

interval

perhitungan

(sehari,sebulan,triwulan,dan

seterusnya).Dimaksud dengan Cash Flow adalah uang tunai yang benarbenar diterima.

dan

Kas Keluar atau Pengeluaran Kas (Cash Out Flow)


Yaitu,aliran pembayaran kas (tunai) yang dilakukan perusahaan.
Surplus /Defisit Kas Perusahaan (Net Cash Surplus/Defisit)
Yaitu,selisih antara total kas yang tersedia dengan cash out flow.
Saldo Kas Minimum (Minimum Cash Balance)
Yaitu,sejumlah uang tunai tertentu yang mengendap di perusahaan
sepanjang waktu,seperti untuk keperluan kas kecil.
Kebutuhan Dana Tambahan (Additional Financial Needs)
Yaitu jumlah dana yang dibutuhkan untuk menutup defisit kas.
Saldo Kas Akhir (Ending Cash Balance)
Yaitu,posisi kas yang pada akhir periode (interval)

setelah

memperhitungkan kebutuhan dana tambahan.


Secara Horizontal
Secara horizontal,penyusunan cash budget/cash flow terbagi untuk beberapa
periode.Periode tersebut dapat di buat per minggu,per bulan,atau per
triwulan;tergantung dari kebutuhannya.
d) Penilaian Atas Cash Budget/Cash Flow
Pada umumnya customer cenderung menyusun cash budget/cash flow yang terlalu
optimis agar permohonannya dapat disetujui bank.Oleh karena itu,cash budget/cash flow
yang diajukan customer harus diteliti secermat mungkin.
Penerimaan
Penerimaan dari Hasil Penjualan
Penerimaan dari hasil penjualan terdiri dari penerimaan penjualan tunai dan
penerimaan dari hasil penjualan secara pembiayaan (hasil penagihan piutang

dagang).
Penerimaan Tunai Lainnya
Pada umumnya jumlah penerimaan dari sektor ini relatif kecil.Penerimaan tunai

lainnya dapat berupa penjualan aktiva tetap,sewa bunga,dan lain sebagainya.


Penerimaan dari Pembiayaan Bank
Pos ini disusun dan dianalisis pada tahap terakhir,setelah penerimaan-penerimaan
dari penjualan,penerimaan lain,dan seluruh pengeluaran operasional dan investasi

selesai disusun/dianalisis.
Pengeluaran
Pengeluaran untuk Pembelian Bahan
Pos ini sangat erat hubungannya

dengan

rencana

penjualan,rencana

produksi,dan kebijaksanaan dalam pengadaan stok.


Pengeluaran untuk upah,Biaya Overhead,Biaya Penjualan,dan Pengeluaranpengeluaran Operasional Lainnya
Rincian/jenis-jenis pengeluaran operasional umumnya berbeda-beda antara
perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain.Seperti halnya pengeluaran

untuk pembelian bahan,pos-pos ini juga berhbungan erat dengan rencana


produksi dan penjualan.
Pembayaran bungan Pembiayaan Modal Kerja
Bunga pembiayaan modal kerja baru dapat dihitung setelah diperoleh angkaangka atas rencana penarikan/penggunaan pembiayaan modal kerja.
Pengeluaran Investasi
Rincian/jenis
pos-pos
ini
berbeda-beda,tergantung
dari

jenis

investasinya.Misalnya,investasi untuk industri pada umumnya terdapat pos-pos


untuk pendirian bangunan,pembelian,dan pemasangan mesin-mesin,dan lain
sebagainya.
Pengeluaran untuk angsuran/pelunasan pembiayaan bank
Pos-pos ini menunjukkan kapan customer akan mampu mengangsur/melunasi
utang-utangnya.Pos-pos ini sebenarnya merupakan hasil operasi perusahaan.
e) Penggunaan Cash Budget/Cash Flow untuk Alat Pengawasan
Rencana kerja customer dan proyeksi keuangan yang dibuat pada waktu permohonan
pembiayaan diajukan seringkali tidak sesuai lagi dengan keadaan pada waktu
pembiayaan akan digunakan (setelah diputuskan).Hal tersebut antara lain karena:
Rencana/permohonan pembiayaan customer belum tentu disetujui sepenuhnya.
Adanya gap/perbedaan waktu antara permohonan pembiayaan dan keputusan
pembiayaan yang dapat mengakibatkan perbedaan harga dan perubahan-perubahan
keadaan lain yang memerlukan penyesuaian-penyesuaian.
11) Sensitivity Analysis
Analisis sensitivitas,yaitu pendekatan yang mengguanakan beberapa kemungkinan perkiraan
cash inflow (laba setelah pajak ditambah penyusutan) suatu proyek.Hal ini dilakukan dengan
ccara :
a) Menyusun beberapa cash budget/cash flow,atas dasar:
Forecast yang pesimistik
Forecast yang moderat (yang diharapkan)
Forecast yang optimistis
b) Menggunakan simulasi komputer (computer simulation)
Yaitu,dengan menyimulasikan beberapa kemungkinan

besarnya

penjualan

dan

ketidakpastian lain,seperti kenaikan harga bahan baku dan sebagainya.


12) Test Feasibility
Dalam menilai/mereview proposal suatu proyek,di samping menilai kelayakan tujuan dan
rencana proyek,juga paling penting adalah mengevaluasi aspek financial feasibility/teknik
capital budgeting.Teknik-teknik yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan suatu proyek
dilihat dari aspek ini dapat dilakukan dengan cara :
a) Payback Period
Payback period adalah jangka waktu yang diperlukan uuntuk pengembalian investasi
berdasarkan estimasi cash inflow nya.
Cash inflow=Net Profit After Tax+Depreciation

Kelemahan dari metode payback period ini adalah tidak memperhatikan/memasukkan


faktor waktu dalam nilai uang (the time value of money).
b) Net Present Value (NPV)
Berbeda dengan metode payback period,metode NPV mempertimbangkan the time value
of money dalam perhitungannya.Net Present Value dapat dihitung dengan cara sebagai
berikut:
NPV=Present Value dari cash inflow-Initial Investment (Project Cost)
Discount rate yang digunakan untuk menghitung present value biasanya menggunakan
bunga pembiayaan.
c) Internal Rate of Return (IRR)
IRR adalah suatu discount rate yang menyeimbangkan present value dari cash inflow
dengan initial investment (project cost) sehingga NPV=0 (nol).IRR dapat dihitung
dengan formula:
n
Cf
0=
II
2
t =1 (1+ IRR)
CF
=Cash flow espected (Estimasi cash flow per periode)
II =Initial Investement
Kriteria keputusan dengan metode ini adalah apabila IRR lebih besar atau sama dengan
bungan pembiayaan,maka proyek itu layak dibiayai dan sebaliknya.
Aspek Jaminan
Untuk memperoleh suatu nilai perkiraan yang diwujudkan dalam harga taksiran dari jaminan
perlu diketahui berbagai hal yang berkaitan dengan jaminan yang diserahkan oleh calon
customer,yaitu antara lain:
1) Bagaimana sifat jaminan tersebut,apakah jaminan perorangan ataukah jaminan
kebendaan.
2) Jika merupakan jaminan perorangan,apakah merupakan jaminan pribadi (personal
guarantee) ataukah perusahaan (corporate guarantee).
3) Jika merupakan jaminan kebendaan,apakah bersifat berwujud atau tidak berwujud.
4) Jika merupakan benda berwujud,apakah barang bergerak ataukah barang tetap.
5) Bagaimana menurut hukum pengikatan dari jaminan tersebut,apakah dapat diikat oleh
lembaga-lembaga jaminan yang berlaku di masyarakat dan sebagainya.
Selain itu perlu pula dipertimbanggkan ketika menilai jaminan tersebut,yaitu:
1) Siapa pemilik barang yang dijaminkan tersebut:apakah pemohon pembiayaan atau bukan
pemohon pembiayaan.
2) Dimana letak (lokasi,penyimpanan) barang yang dijaminkan.

3) Apakah terdapat baying yang dijaminkan dibebani dengan suatu hak lain ataukah dalam
keadaan sengketa dan sebagainya.
Perlu diketahui bahwa pemberian pembiayaan adalah salah satu usaha lembaga keuangan
dalam menyalurkan dananya ke masyarakat dan merupakan suatu bentuk utang
piutang.Lembaga keuangan adalah sebagai pihak pembiayaan (yang memiliki piutang) dan
masyarakat

penerima

pembiayaan

adalah

sebagai

pihak

customer

(yang

berutang).Sehubungsn dengan terjadinya suatu utang piutang,terdapat beberapa ketentuan


dalam kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) yang mengatur tentang harta
customer dan kedudukan customer terhadap harta customer tersebut.
1) Jaminan Pembiayaan
Ketentuan yang tercantum dalam KUH Perdata merupakan sebagian dari prinsip-prinsip
hukum jaminan dalam rangka utang piutang di masyarakat.
2) Jaminan Pembiayaan Perbankan
Jaminan pembiayaan perbankan dapat dibedakan atas : (1) Jaminan yang bersifat
perorangan (jaminan perorangan),dan (2) Jaminan yang bersifat kebendaan (jaminan
kebendaan).Dengan demikian jaminan pebiayaan perbankan tidak hanya berasal dari
harta kekayaan calon customer,tetapi juga dapat berasal dari pihak lain.
3) Jaminan milik Pihak Lain
Jaminan yang berasal dari pihak lain dapat pula berupa penyerahan benda (barang) milik
yang bersangkutan di samping berupa jaminan perorangan.
4) Fungsi Jaminan Pembiayaan Perbankan
Salah satu usaha pokok suatu bank adalah memberikan pembiayaan.Pemberian
pembiayaan merupakan kegiatan yang utama dari suatu lembaga keuangan dalam
menyalurkan dananya .Oleh karena itu,untuk menghindarkan risiko yang dapat
menghambat kegiatan lembaga keuangan umumnya,maka terhadap pemberian
pembiayaan tersebut dilakukan berbagai upaya pengamanan.Upaya pengamanan dapat
dilakukan dari segi teknis pembiayaan maupun dari segi hukum.
5) Penilaian Jaminan
a) Penilaian jaminan perorangan
Jaminan perorangan disebut pula dengan borgtoch

atau

penanggung

utang.Penanggung utang adalah suatu persetujuan dengan pihak ketiga,guna


kepentingan yang berpiutang,lembaga keuangan,mengikatkan diri untuk memenuhi
perikatan yang berutang (customer) manakala pihak yang berutang tidak memenuhi
kewajibannya.Berkaitan dengan pemberian jaminan perorangan ini,dapat pula
diperhatikan beberapa hal berikut ini:

Perjanjian pengikatan jaminan perorangan bersifat accessoir.Artinya,perjanjian

itu diadakan berdasarkan suatu perjanjian pokok.


Jaminan perorangan tidak boleh dipersangkakan,tetapi harus dengan

pernyataan yang tegas.


Pemberian jaminan perorangan atau penanggung mempunyai suatu hak

istimewa.
Jika pemberi jaminan perorangan atau penanggung tersebutmelepaskan hak
istimewa

yang

dimilikinya,maka

penanggung

tersebut

berkewajiban

memenuhi segera tagihan yang diajukan kepadanya untuk pelunasan utang

customer yang dijaminnya.


Pihak berpiutang (lembaga keuangan) yang memegang suatu jaminan
perorangan mempunyai kedudukan sebagai pembiayaan konkruen,yaitu
mempunyai kedudukan berimbang bersama pembiayaan lainnya.

Sebagaimana diketahui jaminan perorangan dapat dibedakan atas :

Jaminan Pribadi (personal guaranty)


Jaminan pribadi adalah jaminan perorangan yang diberikan oleh seseorang
sebagai pribadi.
Jaminan Perusahaan (corporate guaranty)
Jaminan perusahaan adalah jaminan perorangan yang diberikan oleh suatu
perusahaan.Dalam praktik sehari-hari dapat ditemukan adanya dua bentuk
jaminan perusahaan tersebut,yaitu:
Bersifat umum,yang hanya menyatakan tentang pemberian jaminan oleh
perusahaan yang bersangkutan atas pinjaman customer kepada lembaga
keuangan.
Bersifat khusus,yang menyatakan secara tegas segala sesuatu atas
pemberian jaminan kepada customer sehubungan dengan pinjaman
customer yang bersangkutan kepada lembaga keuangan.
Sehubungan dengan penawaran pemberian jaminan perorangan,pihak bank
perlu memperhatikan beberapa hal yang terkait,anatara lain sebagai berikut:
Legalitas Pemberi Jaminan
Sejauh mana secrara hukum pihak pemberi jaminan atau penanggung
mempunyai kecakapan dan berwenang untuk memberikan jaminan
tersebut.Secara

prinsip,semua

orang

cakap

untuk

melakukan

perikatan,kecuali jika oleh undang-undang dinyatakan tidak cakap.Tiga


pihak yang dinyatakan tidak cakap menurut undang-undang adalah:
Orang yang belum dewasa
Orang perempuan untuk hal-hal yang ditetapkan oleh undang-undang
Orang yang berada di bawah pengampuan
Kemampuan Material Pemberian Jaminan
Suatu jaminan perorangan yang hanya mempertimbangkan nama besar
karena kepopuleran atau jabatannya seringkali akan menimbulkan
kesulitan

jika

tidak

disertai

dengan

pertimbangan

kemampuan

materialnya.
Pelepasan Hak Istimewa Pemberi Jaminan
Dengan pernyataan pelepasan hak istimewa,penanggung tidak dapat
menghindar dari kewajiban secara langsung untuk melunasi kewajiban
customer jika customer yang bersangkutan wanprestasi.
Pembuatan Akta Notariil
Sebaiknya suatu pemberian jamiinan perorangan dibuat melalui notaris
agar mempunyai kekuatan pembuktian yang lebih sempurna daripada akta
di bawah tangan.
b) Penilaian Jaminan Kebendaan
Jaminan kebendaan adalah suatu pemberian jaminan yang memberikan hak
kebendaan kepada pemegangnya,yaitu suatu hak yang memberikan kekuasaan atas
benda yang bersangkutan dan mempertaruhkannya kepada pihak-pihak lain.Benda
(barang) yang dijadikan sebagai jaminan dapat dibedakan atas:
Benda (barang) bergerak,dan
Benda (barang) tidak bergerak
Dalam melakukan penilaian terhadap jaminan,baik benda bergerak maupun benda
tidak bergerak,perlu diperhatikan beberapa hal yang bersifat umum,antara lain
sebagai berikut:
Legalitas Jaminan
Legalitas jaminan adalah mengenai dokumen (alat) yang membuktikan dan
mendukung

keabsahan

jaminan

tersebut,seperti

sertifikat

tanah,bukti

kepemilikan,izin-izin yang melekat dengan jaminan,dokumen-dokumen yang


berkaitan dengan jaminan,dan sebagainya.
Legalitas Penguasaan Jaminan
Dalam hal ini,perlu diteliti dasar hukum tentang penguasaan dan kewenangan
calon customer atau customer untuk menjaminkan barang jaminan milik pihak
lain kepada bank.
Kemungkinan Pengikat Jaminan

Suatu jaminan benda atau barang yang diserahkan oleh calon customer atau
customer sebaiknya langsung diikat melalui suatu lembaga jaminan yang
berlaku,misalnya melalui lembaga-lembaga hak tanggungan,hipotek,gadai,atau
fiducia (FEO).Jika tidak diikat melalui salah satu lembaga jaminan,maka akan
mempunyai akibat berupa kelemahan hukum penguasaan jaminan tersebut
oleh lembaga keuangan.
c) Penilaian Ekonomis Jaminan
Suatu jaminan yang diserahkan oleh calon customer atau customer perlu
diteliti,antara lain mengenai hal-hal sebagai berikut :
Bagaimana tingkat harga yang mungkin dapat diperoleh jika nantinya

jaminan itu dicairkan.


Bagaimana tentang pemasarannya,dalam arti mempunyai harga yang stabil

dengan banyak pembeli.


Bagaimana biaya yang mungkin timbul sehubungan dengan pencairan
jaminan itu.

Secara umum penilaian ekonomis tersebut merupakan hal lain yang sangat
mempengaruhi dalam menentukan nilai transaksi suatu jaminan.
d) Penetapan Nilai Jaminan
Terhadap suatu jaminan yang diserahkan oleh calon customer atau customer perlu
ditetapkan

beberapa

nilai

(harga)

perkiraan

atau

taksirannya

untuk

dipertimbangkan sebagai penutup jumlah pembiayaan.


e) Masalah yang Perlu Diperhatikan dalam Penilaian Jaminan
Jaminan Utama
Barang bergerak maupun tidak bergerak yang dibiayai oleh pembiayaan

bank,antara lain :
Pembiayaan Investasi
Pembiayaan Modal Kerja
Jaminan Tambahan
Barang-barang yang diserahkan,yang tidak termasuk dalam pembiayaan.
Besar Nilai Jaminan
Pembiayaan investasi
Besar cover nilai jaminan utama dan tambahan untuk pembiayaan
investasi adalah sebesar 150%.
Pembiayaan modal kerja
Besar cover nilai jaminan untuk pembiayaan modal kerja adalah:
Jaminan utama
= 100%
Jaminan Tambahan = 150%+
250%