Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PENDAHULUAN

PENYADAPAN EKG
A. Pengertian
Menurut Chris Brooker (2008) Elektrokardiogram (EKG) merupakan
gambaran aktivitas listrik otot jantung sepanjang siklus jantung yang dipantau
dengan elektrokardiografi.
1. Gelombang P: defleksi positif berbentuk melengkung seperti kubah.
Terjadi saat gelombang depolarisasi melewati atrium menuju nodus AV.
2. Interval PR: setelah gelombang P adalah kontraksi atrium (sistole atrium).
Interval antara gelombang P dan kontraksi ventrikel disebut interval PR
dan dihitung dari awal gelombang P, hingga permulaan komples QRS
3. Komples QRS: menggambarkan depolarisasi ventrikel. Depolarisasi awal
ventrikel adalah dari kiri ke kanan melewati septum. Bagian kompleks
selanjutnya merupakan gelombang defleksi positif, yaitu gelombang R,
yang menggambakan depolarisasi masa otot ventrikel, dan gelombang S,
yang terjadi saat sel otot tersebut kembali ke kondisi saat aktivitas listrik
tidak aktif. Seluruh kompleks QRS menggambarkan periode waktu yang
dibutuhkan oleh aktivitas listrik untuk mendepolarisasi sel ventrikel
4. Segmen ST: setelah kompleks QRS dan menggambarkan akhir
depolarisasi ventrikel dan repolarisasi awal. Perfusi arteri terjadi selama
periode ini. Gelombang ini normalnya isoelektrik, yang ditandai dengan
kompleks EKG kembali ke ketinggian dasar dan membentuk garis lurus
5. Gelombang T: menunjukkan repolarisasi ventrikel atau fase istirahat
ventrikel. Gelombang ini normalnya berupa gelombang defleksi positif
yang sedikit melengkung.

B. Sandapan EKG dasar


Rekaman sandapan EKG 12 sandapan terdiri dari sadapan ekstremitas standar.
Tiga sadapan ekstremitas diperkuat (augmented) dan 6 sadapan prekordial.
Masing masing sadapan elektroda dihubungkan ke alat yang mengukur
perbedaan potensial anatar eletroda tertentu dan menghasilkan gambaran
karakteristik tertentu pada EKG.
1. Sandapan Bipolar
Sadapan bipolar terdiri dari sadapan I, II, III yang mengukur perbedaan
potensial listrik antara lengan kanan dan lengan kiri (sadapan I), lengan

kanan dan tungkai kiri (sadapan II), sadapan lengan kiri dan tungkai kiri
(sadapan III). Ke tiga sadapan ini membentuk segitiga Einthoven.
2. Sandapan Unipolar
a. Sandapan unipolar ekstremitas diperkuat (Augmented)
Sandapan ini merekam besar potensial listrik pada satu ekstremitas,
elektroda eksplorasi diletakkan pada ekstremitas yang mau diukur.
gabungan elektroda elektroda pada ekstremitas yang lain membentuk
elektroda indiferen (potensial 0). Lead aVR, aVL, aVF)
b. Sandapan unipolar prekordial
Sandapan ini merupakan rekaman potensial dari satu titik di
permukaan dada.
V1: Ruang interkostal 4 garis sternal kanan
V2: Ruang interkostal 4 garis sternal kiri
V3: Pertengahan antara V2 dan V4
V4: Ruang interkostal 5 garis midklavikula kiri
V5: Sejajar V4 garis aksila anterior kiri
V6: Sejajar V5 garis mid aksila kiri
V7: Garis aksilaris posterior kiri
V8: Garis skapularis posterior kiri
V9: Batas kiri kolumna vertebralis
V3R 9R: Dada sisi kanan dengan tempat sama seperti sadapan V3 (
sisi kiri
Oleh karena itu, V2R adalah sama seperti V1
C. Tujuan Penyadapan EKG
1. Pasien dengan hipertrofi/ dilatasi atrium dan ventrikel
2. Pasien dengan aritmia/ gangguan konduksi: RBBB, LBBB, VES, SVT,
3.
4.
5.
6.

VT, AF, VF.


Pasien dengan iskemia, dan infark miokard akut atau infark lama
Efek obat obatan: digitalis, anti aritmia
Gangguan keseimbangan elektrolit: kalium (hipo/ hiperkalemi), kalsium
Mengevaluasi fungsi alat pacu jantung

D. Indikasi penyadapan EKG


1. Gangguan irama jantung
2. Sinkop/ pra sinkop
3. Di curigai penyakit jantung koroner
4. Hipertensi
5. Dicurigai kelainan kongenital
6. Kelainan katup
E. Diagnosa keperawatan

Tindakan EKG paling sering dilakukan pada pasien dengan diagnosa


keperawatan berdasarkan Nanda ( 2011):
1. Nyeri dada b/d iskemia jaringan
2. Penurunan curah jantung b/d adanya gangguan frekuensi atau irama
jantung

DAFTAR PUSTAKA
Dharma, Surya. (2009). Sistematika interpretasi EKG: pedoman praktis. Jakarta:
EGC
Brooker, Chris. (2008). Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta: EGC
Wilkinson, Judith M & Ahern, Nancy R. (2011). Diagnosis keperawatan Nanda.
Edisi 9. Jakarta : EGC
Kumpulan materi pelatihan Emergency Nurshing-Basic Level. (2014).