Anda di halaman 1dari 22

Laporan

kasus
Erisepelas

IDENTITAS
Nama:

An. RYP
Umur : 5 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Status Perkawinan
: Belum menikah
No.RM
: 06-14-67
No. Telepon : Tanggal : 26 februari 2015

ANAMNESIS
Dilakukan secara autoanamnesis pada
tanggal 26 februari 2015 pukul 10.30
WIB di poliklinik Kulit dan Kelamin
Rumah sakit kota Mataram.
Keluhan Utama

Luka pada betis kaki kiri

Keluhan Tambahan

Kaki kemerahan dan demam 2 hari yang


lalu

Riwayat Penyakit Sekarang

OS mengeluh luka pada betis kanann sejak 1


minggu yang lalu.luka awalnya seperti bisul
kecil kemudian pecah dan membesar ukurannya
1 bulan yang lal. Selain itu luka yang tadinya
hanya satu kemudian timbul lagi menjadi
beberapa luka jauh luka yang pertama kali
muncul.OS tidak merasa gatal.Luka tidak nyeri,
untuk
berjalanpun
OS
mampu.OS
juga
mengeluh
demam
sejak
2
hari
yang
lalu.sebelumnya luka sudah diobati dengan
betadine tapi luka belum mengering.

Riwayat Penyakit Dahulu


Sebelumnya

OS belum pernah
mengalami hal yang sama.Riwayat
kejang di akui sering di alami, trauma
atau luka sebelummnya pada kaki tidak
ada.
Pasien sering kejang (++)

Riwayat Alergi
Ayah

OS memiliki riwayat asma dan


tidak ada riwayat alergi obat-obatan
seperti ampisilin, amoksisilin.OS pernah
menjalani pengobatan dengan Cinolon N
10gr salep 2 kali per hari.

Riwayat Higiene :
Pasien

mandi dua kali sehari dengan air


PDAM, Pasien mengganti pakaian 1
sampai 2 kali sehari, Bila mandi, pasien
menggunakan sabun batang, Pasien
menjemur kasur 1x 2 minggu sekali

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan

Umum: Tampak sakit ringan


Kesadaran: Compos Mentis
Tanda vital:
Tensi: tidak dilakukan pemeriksaan
Nadi: 96x/ menit
Pernapasan: 24x/ menit
Suhu: 37,5oC

Antropometri
Berat

Badan: 13kg
Tinggi badan 104cm
SG: cukup

BB/TB : 13/16 = 81,25 %


BB/U : 13/ 18 = 72,22 %

Status general
Mata:

isokor +/+, Reflek pupil +/+


Leher: KGB (-), struma (-), JVP (+2)
Toraks

Paru : Retraksi (-), vesikuler+/+, ronki -/-,


whizing (-/-)
Cor : s1s2 tunggal reguler

Abdomen

: BU (+), suppel
Ekstremitas: edem -/-, hangat +/+

Status lokalis
Regio

Cruris sinistra:
Ulkus multiple ukuran terbesar
berdiameter 3 cm ukuran terkecil 1 cm,
tepi hiperemis tidak rata, tertutup krusta
sebagian, tampak kotor, dasar berwarna
kekuningan dan tampak darah. Disekitar
ulkus tampak udem, sekitar jaringan
meradang.
Teraba panas dan nyeri tekan negatif.

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Labolatorium:
Pemeriksaan

kimia klinik:
WBC : 27,2 x 103 m/l
LYM%: 20,3%
RBC : 4,71 x 106 m/l
Hb : 12,8 gr/dl
HCT : 37,5 %
MCV : 80 fl
MCH : 27,1 pg
MCHC
: 34,0 gr/dl
PLT
: 393000 m/l
GDS : 80 mg%
Pro:

lakukan kultur dan tes sensitivitas

DIAGNOSIS BANDING
Erisepelas
Selulitis
Ektima
Impetigo

krustosa

RESUME

An. A, laki-laki, 5 tahun, luka pada betis kiri


sejak 1 minggu yang lalu. dan demam.
Pemeriksaan fisik Ulkus multiple ukuran
terbesar berdiameter 3 cm ukuran terkecil 1 cm,
tepi hiperemis tidak rata,tertutup krusta
sebagian, tampak kotor, dasar berwarna
kehitaman dan tampak darah. Demam (+) 2
hari yang lalu. Disekitar ulkus tampak udem,
sekitar jaringan meradang.Teraba panas dan
nyeri tekan positif.WBC : 27,2 x 103 m/l, LYM%:
20,3%. Riwayat kejang (+)

PENATALAKSANAAN
Rawat

inap
IVFD D5RL 2:1 (20 tpm)
Paracetamol syr 10-15 mg/kgbb bila febris > 37,2
Co
Penicillin G 10,000,000 IU i.v
Jika suspek terjadi infeksi staphylococcus, berikan
nafcillin 500-1000 mg i.v atau flucloxacillin 1 g i.v
Jika pasien alergi penicillin, berikan vancomycin
1.0-1.5 g i.v setiap hari.
Konsul Spesialis kulit dan Anak.
Obat Topikal

Kompres luka dengan larutan PZ 0,9% selama 30


menit setiap 4 jam atau Povidone iodine30 menit 2
kali sehari.
Salep atau krim antibiotika, misalnya: Natrium
Fusidat, Mupirocin, Garamycin, Gentamycin.

Follow up
Tangga

l
28/02/1 1.

Nyeri betis (-) 1.

KU: sedang

badan lemas 2.

Kes: CM

(+)

3.

Vital sign :

Hb: 12,8

3.

mual (-)

TD: -/-mmHg

Wbc 27,200/ ul

4.

muntah (-)

N:80x/mnt

5.

sesak (-)

P:28x/mnt

6.

demam (+)

S:37,8 C

7.

BAK dan BAB K/L:normochephal

2.

lancar
8.

Nyeri
luka +

tpm

2x

Distensi (-)
Eks:hangat -/-/-/

tunggal

Kompres
PZ

Abd:BU (+)

Paraceta
cth

-/regular M(-)

250

mol 3x 1

pada Paru: Ves +/+, rh -/-, wh


S1S2

Ceftriaxon
mg

Sianosis (+)

Cor

D5: RL 24

EDUKASI
Memberitahukan

cara kompres luka


dengan menggunakan povidon iodine
dan kasa gulung
Membatasi penularan: menjaga higiene
perorangan yang baik.
Cegah trauma berulang pada bagian
luka agar tidak menyebar.

Terimakasih