Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH

I. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Moch. Rodhi

Nomor register

: 04.59.02

Umur

: 41 tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Pendidikan

: SLTA

Status perkawinan

: Duda

Alamat

: Dsn. Klinterejo rt2/rw9 sokoo, mojokerto

Diagnosa

: Skizofrenia tak terinci (F20.3)

II. SUSUNAN KELUARGA


Ayah : Tn. Muith (67 tahun, ALM)
Ibu

: Ny. Asiah (59 tahun)

Pasien anak ke- 2 dari 2 bersaudara


No
1
2

Nama
Imam mahdi
Moch. Rodhi
(pasien)

Sex
L
L

Umu
r
45 th
41 th

Pendidikan
Terakhir
SLTA
SLTA

Status
Menikah
Duda

Pekerjaan
Penjahit
Penjahit

Keterangan
Sehat
Sakit

Pasien di rumah tinggal bersama dengan ibu dan kakaknya.


Bapak dari pasien ini sudah meninggal umur 67 tahun
III. KESAN PENERIMAAN

Sikap keluarga terhadap dokter muda sangat ramah, baik dan terbuka.

Kunjungan rumah diterima dengan baik oleh ibu dan kakak pasien, dan tetangga di sekitar
rumah pasien

Ibu pasien menceritakan semua perihal kehidupan pasien dan riwayat sakitnya dengan baik dan
terbuka

Ibu pasien memperlihatkan semua keadaan rumah sampai kamar pasien dan mengijinkan untuk
diambil gambarnya

Ibu dan kakak pasien sekitar rumah pasien menanyakan bagaimana keadaan dan perkembangan
kejiwaan pasien selama dirawat di RS Jiwa Menur Surabaya.

IV. RIWAYAT HIDUP PASIEN


A Masa Prenatal

Sewaktu hamil ibu pasien tidak sedang mengalami kelainan maupun penyakit fisik.

B Masa Natal

Pasien lahir normal di bidan, cukup bulan, berat lahir 3000 gram. Setelah lahir menangis
spontan.

C Masa Post-natal

Tumbuh kembang pasien seperti berdiri, berjalan, dan berbicara dalam batas normal dan
tidak ada kelainan.

Saat bayi, balita, dan anak-anak pasien tidak pernah mengalami kejang, panas, maupun
penyakit serius.

Pasien tidak pernah mengalami cedera dan trauma kepala.

D Riwayat Pendidikan

Pasien pernah mengenyam pendidikan di SLTA,

Pasien tidak melanjutkan ke tingkat sekolah berikutnya karena pasien tidak mau.

E Riwayat Sakit

Sebelum tampak mengalami gangguan, pasien adalah orang yang pendiam dan tertutup
tetapi pasien mempunyai banyak teman, pasien juga anak yang pandai disekolahnya,

pasien juga adalah seorang yang taat beribadah dan rajin ke masjid,
Setelah lulus SLTA kegiatan sehari-hari pasien adalah membantu usaha ibunya bekerja di

rumah milik untuk menjahit.


Sejak tahun 2004 pasien mulai menunjukkan gejala seperti sering melamun dan
menyendiri , oleh keluarga pasien kemudian dijodohkan dan kemudian menikah. karena

istri pasien tidak suka dengan pasien , 2bulan kemudian mereka bercerai.
Semenjak itu pasien mulai terlihat adanya tanda-tanda yang menyimpang dari orang pada
umumnya. Pasien selalu menyendiri dan mengurung diri di kamar, menjadi pendiam dan

melamun.
Pasien diantar oleh keluarganya pada tahun 2014 karena marah marah , kurang lebih 1
bulan ( bulan Juli - Agustus ), kemudian pasien dirawat inapkan di RSJ Menur Surabaya.

V. FAKTOR HEREDITER
Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti pasien
VI. FAKTOR PREMORBID
Pasien termasuk orang yang pendiam, tertutup, banyak teman.

VII. HUBUNGAN DALAM KELUARGA

Pasien lebih dekat dengan ibunya

VIII. SOSIAL EKONOMI


Keluarga pasien termasuk keluarga yang menengah ke bawah. Saat ini pekerjaan ibu pasien
adalah bekerja sebagai penjahit.Untuk biaya pengobatan dan perawatan pasien di RS Jiwa Menur
Surabaya dari penghasilan bekerja menjahit.
IX. KEADAAN RUMAH DAN LINGKUNGAN
A Ukuran rumah

: 9 meter x 15 meter

B Status rumah

: Milik orang tua pasien

C Bangunan rumah

Bagian dalam dinding rumah terbuat dari tembok permanen tapi sebagian besar luarnya
berdindingkan anyaman bambu

Lantai rumah beralaskaan tanah tidak berkkeramik

Kamar mandi berdindingkan tembok, WC rumah terletak dibelakang rumah pasien,


lubang WC terbuat dari galian tanah,

Air untuk kamar mandi dan WC diambil dari sumur yang berjarak 1 kilometer dari
rumah pasien.

D Keterangan rumah

Rumah mempunyai 2 kamar tidur, 2kamar dibagian depan, kamar yang pertama adalah
kamar pasien dan kamar yang ke 2 adalah tempat ibu .Kamar pasien dilengkapi kasur,
lemari pakaian, meja dan radio di atasnya,

Ruang tamu dilengkapi dengan perabotan rumah tangga ada lemari meja untuk TV dan
tikar.

Tidak banyak perabotan di dalam rumah,

Rumah tidak tampak bersih dan tidak tertata,

Ventilasi rumah sangat minimal sehingga pecahayaan pun kurang dan rumah terlihat
gelap

Bagian belakang rumah terdapat kandang ayam

Ayam peliharaan pasien dikurung di kandang

E Keadaan lingkungan :

Rumah pasien terletak di pinggir jalan pedesaan

Lingkungan sangat ramai oleh anak-anak dan remaja. Rumah yang satu dengan yang
lain berdekatan

Lingkungan tetangga yang ramah dan dekat satu sama lain.

X. PENYULUHAN YANG DIBERIKAN KEPADA KELUARGA

Jangan memusuhi dan mengucilkan pasien sepulang dari RS Jiwa Menur Surabaya,

Perhatikan semua kebutuhan pasien termasuk berkomunikasi, makan, minum, dan mandi,

Perhatikan hal-hal yang menimbulkan rasa sedih atau marah pasien, dan sebisa mungkin
hindarkan pasien dari hal-hal tersebut,

Motivasi dan latih pasien untuk memenuhi kebutuhannya secara mandiri,

Motivasi, latih, dan ajak pasien untuk mampu mengerjakan hal-hal yang berguna (misalnya
membantu bersih-bersih rumah ataupun pergi ke masjid menggantikan ayah pasien untuk
mengisi adzan) dengan perlahan-lahan, dimulai dengan lebih sering memujinya jika pasien
melakukan hal berguna dengan baik,

Ajak pasien berbincang-bincang tentang hal-hal yang bersifat ringan dan menarik bagi pasien
seperti acara TV, sepak bola, dan lain-lain,

Jangan terlalu sering memarahi dan menasehati pasien, karena hal itu akan menjadikan pasien
merasa tertekan dan memperlambat proses rehabilitasinya,

Berikan obat sesuai dengan dosis dan petunjuk dokter, awasi pasien dalam meminumnya, dan
taati jangka waktu pemakaian obat,

Perhatikan efek samping obat yang terlihat pada pasien,

Kontrol rutin ke dokter bila obat habis atau tampak efek samping obat yang tidak biasa pada
pasien, ataupun jika tidak tampak perkembangan yang bermakna dalam kejiwaan pasien.

XI. DENAH RUMAH (Skala 1:100)

9cm
WC

Balong /
Empang

R.tamu
R.Kerja
Kamar
Kecil
Kamar
Ayah
Pasien
Kamar
Ibu

15 m

Ruang
Keluarga
Kamar
pasien

Ruang
Tamu
Dapur

XII. LAMPIRAN

Gambar 1. Tampak depan rumah pasien.

Gambar 2. Ruang tamu rumah pasien, tidak ada kursi, yang ada hanya sebuah kandang ayam
saja.

Gambar 3. Ruang keluarga rumah pasien

Gambar 4. Kamar pasien yang terletak tepat di sebelah ruang tamu

Gambar 5. Kamar ibu pasien

Gambar 7. Dapur di rumah pasien

Gambar 8. Ruang kerja pasien

Gambar 9. Kamar mandi dan WC pasien

Gambar 14. Foto penulis bersama dengan ayah pasien.