Anda di halaman 1dari 3

PENGARUH KELEMBABAN TERHADAP EKOLOGI,

LINGKUNGAN, DAN BERKELANJUTAN


Ekologi

adalah

ilmu

interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan

yang
yang

mempelajari
lainnya.

Ekologi

diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup
maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam ekologi,
makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Dalam kehidupan di bumi udara merupakan salah satu unsur penting bagi manusia,
hewan dan tumbuhan. Kelembaban udara juga menentukan bagaimana makhluk
tersebut dapat beradaptasi dengan kelembaban yang ada di lingkungannya. Dalam
atmosfer senantiasa terdapat uap air. Kadar uap air dalam udara disebut
kelembaban. Kadar ini selalu berubah-ubah tergantung pada temperatur udara
setempat.
Suhu

dan kelembaban

udara sangat erat hubungannya,

karena jika

kelembaban udara berubah, maka suhu juga akan berubah. Di musim penghujan
suhu udara rendah, kelembaban tinggi, memungkinkan tumbuhnya jamur pada
kertas, atau kertas menjadi bergelombang karena naik turunnya suhu udara.
Kelembaban udara berbanding terbalik dengan suhu udara. Semakin tinggi suhu
udara, maka kelembaban udaranya semakin kecil. Hal ini dikarenakan dengan
tingginya suhu udara akan terjadi presipitasi (pengembunan) molekul air yang
dikandung udara sehingga muatan air dalam udara menurun.

PENGARUH KELEMBABAN TERHADAP TUMBUHAN


Kelembapan sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Kelembaban yang

tinggi mengindikasikan tingginya kadar uap air di udara. Umumnya tanah dan udara
sekitar yang kurang lembab (airnya cukup) akan sangat baik atau cocok bagi
pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena pada kondisi seperti itu
tanaman menyerap banyak air dan penguapan (transpirasi) air semakin menurun,
sehingga memungkinkan cepat terjadinya pembelahan dan pemanjangan sel-sel
untuk mencapai ukuran maksimum. Tetapi ada jenis tumbuhan pada proses

pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal justru berada pada kondisi


tidak lembab atau kering, contohnya pohon mangga yang akan bertunas dan
bersemi, bahkan berbuah pada saat musim kemarau yang kurang air. Untuk
tanaman kelembaban harus seimbang dengan suhu, karana apabila kelembaban
tinggi maka proses-proses yang terjadi didalam tubuh tanaman akan terganggu.
PENGARUH KELEMBAPAN TERHADAP HEWAN
a) Pada Burung ( Aves )
Bagi jenis burung pada umumnya kelembaban tidak terlalu berpengaruh
namun pada jenis burung walet atau seriti kelembaban udara sangat berpengaruh.
Habitat walet adalah tempat yang lembab Kelembaban ini mempengaruhi populasi
walet, insting walet untuk kawin, produksi sarang, kualitas sarang, penetasan telur
dll.
b) Pada Mamalia
Kelembaban berpengaruh besar terhadap mamalia jenis sapi perah terutama
pada masa laktasi atau disebut juga produksi susu. Supaya sapi perah dapat
berproduksi tinggi, sapi harus dipelihara pada kondisi lingkungan yang nyaman
( comfort zone ) dengan batas maksimum dan minimum temperatur dan
kelembaban lingkungan pada thermo neutral zone. Di luar kondisi ini sapi perah
akan mengalami stress, stress yang banyak terjadi adalah stress panas. jika sapi
tetap berada pada temperatur humidity diatas normal maka sapi akan mengalami
penurunan produksi susu.
c) Pada Serangga
Serangga adalah hewan dari kelompok invertebrata, kelas insecta. Pengaruh
kelembaban pada serangga yang nyata terlihat adalah habitat serangga, Serangga
senang hidup pada daerah yang lembab ,dan cahaya kurang serta suhu yang relativ
cukup. Contohnya adalah rayap yaitu jenis ordo isopteran dengan 7 famili
rerminidae atau jenis serangga pemakan kayu ( yang mengandung solusa ). Rayap
ini hidup berkoloni, rayap ini tidak bertahan pada cahaya, suka tukar menukar
makanan dengan individu lain dan pemakan bangkai hewan sejenis.
d) Pada Amfibi
Didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang yang hidup di dua alam
yakni air dan darat. Pengaruh kelembaban pada amfibi dapat dilihat dari tempat
amfibi bertelur. Umumnya amfibi bertelur dan menyimpan telurnya pada tempat
yang basah (berair ) dan lembab contohnya kodok.

PENGARUH KELEMBABAN TERHADAP MANUSIA


Kelembaban juga berpengaruh terhadap organ penting pada manusia,

misalnya pada jantung. Dari hasil penelitian bahwa Secara grafis,dan dari hasil
statistik induk diketahui bahwa pada saat resting (tidak bekerja) dalam kondisi
temperatur rendah (22oC), kelembaban udara tidak berpengaruh terhadap kenaikan
laju detak jantung. Sedangkan pada temperatur udara yang lebih tinggi (27 oC)
pengaruh tingkat kelembaban udaramulai terlihat. Pada saat bekerja dengan
kecepatan

10Km/

jamdan

30Km/jam,

tingkat

kelembaban

udara

sangat

mempengaruhi laju detak jantung baik pada temperatur rendah (22 oC) maupun
tinggi (27oC).
Kenaikan laju detak jantung semakin tinggi jika beban kerja dan temperature
udara juga tinggi. Kadar kelembaban udara di dalam ruangan yang dibutuhkan
seorang pekerja untuk dapat bekerja dengan nyaman diantaranya akan sangat
tergantung pada kondisi temperatur ruangan dan beban kerja yang dialaminya.
Kondisi lingkungan dikatakan cukup baik jika perubahan laju detak jantung yang
dialami oleh pekerja selama bekerja dilingkungan tersebut tidak terlalu besar.
Semakin tinggi temperature

udara maka seseorang akan semakin banyak

melibatkan proses evaporasi dalam transfer panas tubuhnya. Jika kelembaban


udara

tinggi

maka

dapat

menghambat

proses

evaporasi.

Akibatnya

akan

menimbulkan perasaan tidak nyaman (discomfort) yang ditandai dengan terpicunya


jantung untuk memompa darah lebih cepat