Anda di halaman 1dari 91

PERANCANGAN JARINGAN KOMUNIKASI

VOIP (Voice Over Internet Protocol) DENGAN SERVER


ASTERISK ELASTIX PADA PT.INFOMEDIA NUSANTARA
BANDUNG

LAPORAN TUGAS AKHIR

Laporan Ini Disusun Untuk Menempuh Tugas Akhir dalam Penyelesaian


Pendidikan Diploma III
Program Studi Teknik Komputer

Disusun Oleh :

MUGHNI AL AZIZ. HERMAWAN


1080311017

POLITEKNIK PAJAJARAN
BANDUNG
2013

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama

: Mughni Al Aziz. Hermawan

NIM

: 1080311017

Program Studi

: Teknik Komputer

Dengan ini menyatakan bahwa

JUDUL TUGAS AKHIR

: Perancangan Jaringan Komunikasi VoIP


(Voice over Internet Protocol) Dengan
Server Asterisk Elastix Pada PT.Infomedia
Nusantara Bandung

1. Adalah benar karya saya sendiri atau bukan plagiat hasil karya orang lain.
2. Apabila dikemudian hari terbukti bahwa karya ilmiah ini bukan karya sendiri
atau plagiat hasil karya orang, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Demikian surat pernyataan ini saya buat untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Bandung, 19 Desember 2013

(Mughni Al Aziz. Hermawan)

PERANCANGAN JARINGAN KOMUNIKASI


VOIP (Voice Over Internet Protocol) DENGAN SERVER
ASTERISK ELASTIX PADA PT.INFOMEDIA NUSANTARA
BANDUNG

LAPORAN TUGAS AKHIR


Oleh :

MUGHNI AL AZIZ. HERMAWAN


1080311017
Telah Diujikan
Pada Tanggal: 19 Desember 2013
Pembimbing

(Yulianto Rahmawati, S.Si)


Tim Penguji

Nama

Tanda Tangan

1. Penguji Materi: Atep Aulia Rahman, S.T., MOS

........

2. Penguji Teknis: Limbert Hutahaean, S.T., MA

........

3. Penguji Praktik: Prasidha Aharsa, S.T., M.T.

........

Disahkan Oleh:
POLITEKNIK PAJAJARAN

Drs. Parlindungan H., Bsc., M.M.


Direktur

Keberhasilan bukan
ditentukan oleh besarnya
otak seseorang, melainkan
oleh besarnya cara
berpikir seseorang

ii

Mughni Al Aziz. H, NIM 1080311017, Perancangan Jaringan


Komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) Dengan Server
Asterisk Elastix Pada PT.Infomedia Nusantara Bandung 2013, di
bawah bimbingan Ibu Yulianto Rahmawati, S.Si

ABSTRAK
VoIP (Voice over Internet Protocol) merupakan salah satu bagian dari
teknologi transmisi untuk mentransmisikan komunikasi suara melalui IP, seperti
internet ataupun packet-switched networks. Dengan menggunakan VoIP, kita
dapat melakukan panggilan telepon melalui koneksi internet, tidak lagi
menggunakan saluran telepon konvensional yang melakukan transmisi secara
analog. Beberapa layanan VoIP hanya bisa di gunakan untuk melakukan
panggilan ke orang lain yang menggunakan layanan yang sama. Tetapi ada juga
layanan VoIP yang dapat melakukan panggilan kepada siapa saja melalui nomor
telepon, lokal, jarak jauh, mobile phone bahkan nomor internasional.
Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk melakukan pembuatan dan
implementasi VoIP (Voice over Internet Protocol) sebagai alternatif sarana
komunikasi suara di PT.Infomedia Nusantara Bandung. Studi kasus ini dilakukan
di Contact Center PT.Infomedia Nusantara Bandung.
Langkah-langkah pembuatan sistem VoIP (Voice over Internet Protocol)
meliputi tahap-tahap simulasi, pembuatan, implementasi, dan pengujian terhadap
sistem. Simulasi akan dipaki sebagai acuan untuk melakukan tahap pembuatan.
Proses implementasi dilakukan dengan menggunakan komputer dan handphone
dan beberapa aplikasi seperti X-Lite dan menggunakan aplikasi virtual machine
yang nantinya sebagai operating system untuk server. Pengujian dilakukan
terhadap kualitas suara yang dihasilkan oleh sistem VoIP (Voice over Internet
Protocol) dari tahap implementasi.
Hasil dari semua tahapan yang dilakukan memberikan kesimpulan bahwa
sistem komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) dapat menjadi komunikasi
alternatif. Selain itu, kualitas suara yang dihasilkan cukup bagus. Sistem
komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) ini dapat dikembangkan lagi
hingga mencapai kualitas yang maksimal sehingga dapat menggunakan sistem
komunikasi yang ada sekarang ini.

iii

Mughni Al Aziz. H, NIM 1080311017 Designing Communication


Networks VoIP (Voice over Internet Protocol) With Asterisk
Elastix Server In PT.Infomedia Nusantara Bandung" 2013, under
the guidance of Mrs. Yulianto Rahmawati, S.Si

ABSTRACT
VoIP ( Voice over Internet Protocol ) is one part of the transmission
technology to transmit voice communications over IP, such as the Internet or
packet - switched networks. By using VoIP, we can make phone calls over an
Internet connection, no longer use the conventional phone line to transmit analog.
Some VoIP services only can be used to make calls to other people using the same
service. But there is also a VoIP service can make calls to anyone with a phone
number, local, long distance, mobile phones and even international numbers.
The purpose of the final task is to perform the modeling and implementation
of VoIP ( Voice over Internet Protocol ) as an alternative means of voice
communication in PT.Infomedia Nusantara Bandung. This case study carried out
in Contact Center PT.Infomedia Nusantara Bandung. Step -by-step system
modeling VoIP (Voice over Internet Protocol ) includes the steps of simulation,
modeling, implementation, and testing of the system. Simulation will tactic as a
reference for the modeling stage. The implementation process is done by using a
computer and a mobile phone and some applications such as X - Lite and use the
application as a virtual machine that will be for the server operating system. Tests
conducted on the quality of sound produced by the system of VoIP (Voice over
Internet Protocol) of the implementation phase.
The results of all steps being taken to the conclusion that the communication
system VoIP (Voice over Internet Protocol ) communication can be an alternative.
In addition, the resulting sound quality is quite good. Communication systems
VoIP ( Voice over Internet Protocol ) can be developed to achieve maximum
quality so as to use the communication systems that exist today.

iv

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
puji dan syukur penulis penjatkan kehadirat Allah Subhannahu Wataala, yang
telah

melimpahkan

rahmat

dan

hidayah-Nya,

sehingga

penulis

dapat

menyelesaikan Laporan Tugas Akhir yang diberi judul Perancangan Jaringan


Komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) Dengan Server Asterisk
Elastix Pada PT.Infomedia Nusantara Bandung dapat diselesaikan. Dan tak
lupa pula shalawat serta salam selalu tercurahkan pada junjungan kita Nabi Besar
Muhammad SAW.
Adapun maksud penyusunan tugas akhir ini adalah bertujuan untuk
menempuh ujian tugas akhir dalam menyelesaikan Pendidikan Diploma III (D3)
Program Studi Teknik Komputer Politeknik Pajajaran Bandung.
Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari kesempurnaan,
dikarenakan keterbatasan penulis, baik dalam penyajian materi, sistematika
penulisan, sumber bacaan, pengetahuan dan pengalaman penulis. Walaupun
demikian, penulis telah berusaha dan mencoba memberikan karya tulis yang
bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Pada kesempatan ini, tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu kelancaran penyelesaian laporan ini, terutama kepada:
1.

Ny. Bonur P, SH, MH., selaku ketua Yayasan Insan Cinta Bangsa Bandung

2.

Bapak Parlindungan H, Drs, MM., selaku Direktur Politeknik Pajajaran


Bandung

3.

Bapak Yayan Taryani, S.KOM, selaku Kepala Prodi Teknik Komputer


Politeknik Pajajaran

4.

Kedua orang tua saya tercinta yang telah berjuang menyekolahkan saya
hingga sampai saat ini

5.

Bapak Priatna Kusuma, SE, selaku sekretaris Prodi Teknik Komputer


Politeknik Pajajaran

6.

Yulianto Rahmawati, S.Si, selaku dosen pembimbing penulis di Politeknik


Pajajaran

7.

Bapak/Ibu dosen dan segenap staff Politeknik Pajajaran Bandung

8.

PT.Infomedia Nusantara Bandung

9.

Bapak Riza Ariefiandhi, selaku koordinator ITCC PT.Infomedia Nusantara


Bandung

10. Bapak Arief Gumasyah, selaku SPV ITCC PT.Infomedia Nusantara Bandung
11. Bapak Luly Darmadi dan Ganjar Alifian, selaku pembimbing PKL di
PT.Infomedia Nusantara Bandung
12. Rekan kerja di IT.Support dan Staff IT di PT.Infomedia Nusantara Bandung
13. Teman-teman seangkatan khususnya Jurusan Teknik Komputer
Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang diberikan kepada
penulis. Penulis berharap semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat memberikan
manfaat bagi penulis dan pembaca khususnya.

vi

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ i


MOTTO ............................................................................................................. ii
ABSTRAK ........................................................................................................ iii
ABSTRACT ....................................................................................................... iv
KATA PENGANTAR ....................................................................................... v
DAFTAR ISI ................................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... x

BAB I

PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ..................................................................... 3
1.3 Maksud dan Tujuan ..................................................................... 4
1.4 Metode Penelitian ......................................................................... 4
1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian ......................................................... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................... 6


2.1 Definisi Komputer ....................................................................... 6
2.1.1 Jenis Komputer ................................................................ 6
2.1.2 Generasi Komputer .......................................................... 8
2.2 Jaringan Komputer ..................................................................... 10
2.2.1 Tipe Jaringan Komputer ................................................. 11
2.2.2 Topologi Jaringan............................................................ 13
2.3 VoIP (Voice over Internet Protocol) ............................................ 14
2.3.1 Konsep Dasar VoIP (Voice over Internet Protocol) ........ 14
2.3.2 Prinsip Kerja VoIP (Voice over Internet Protocol) .......... 15
vii

2.3.3 Persyaratan Komunikasi VoIP


(Voice over Internet Protocol) ........................................ 16
2.4 QoS (Quality of Service) ............................................................ 17
2.4.1 Definisi QoS (Quality of Service) ................................... 17
2.4.2 Parameter QoS (Quality of Service) ................................. 19
2.5 Asterisk Elastix .......................................................................... 21
2.5.1 IP PBX (Private Branch Exchange) ................................ 23
2.6 Interkoneksi ............................................................................... 24
2.7 Aplikasi Pendukung VoIP (Voice over Internet Protocol) ........... 27
2.7.1 Skype .............................................................................. 27
2.7.2 Netmeeting ..................................................................... 28
2.7.3 X-Lite ............................................................................. 28
2.8 Aplikasi Virtual Machine ........................................................... 29
2.8.1 Microsoft Virtual PC ....................................................... 29
2.8.2 Vitual Box ...................................................................... 29
2.8.3 VMware ......................................................................... 30
BAB III Perancangan Jaringan Komunikasi VoIP (Voice over Internet
Protocol) Dengan Server Asterisk Elastix Pada PT.Infomedia
Nusantara Bandung .......................................................................... 32
3.1 Gambaran Umum PT.Infomedia Nusantara Bandung ................. 32
3.1.1 Sejarah Singkat PT.Infomedia Nusantara ........................ 33
3.1.2 Transformasi Bisnis PT.Infomedia Nusantara ................. 35
3.1.3 Struktur Organisasi ITCC (IT Contact Center)
PT.Infomedia Nusantara Bandung .................................. 36
3.1.4 Job Description pada ITCC (IT Contact Center)
PT.Infomedia Nusantara Bandung .................................. 37

viii

3.2 Penyajian Data ........................................................................... 39


3.2.1 Data yang digunakan dalam perancangan jaringan
komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) dengan
server asterisk elastix pada PT.Infomedia Nusantara
Bandung ......................................................................... 40
3.2.2 Data mengenai pembuatan jaringan komunikasi VoIP
(Voice over Internet Protocol) dengan server asterisk
elastix pada PT.Infomedia Nusantara Bandung ............... 42
3.2.3 Data mengenai pengujian jaringan komunikasi VoIP (Voice
over Internet Protocol) dengan server asterisk elastix pada
PT.Infomedia Nusantara Bandung ................................... 42
3.3 Pembahasan Data ....................................................................... 43
3.3.1 Perancangan jaringan komunikasi VoIP (Voice over
Internet Protocol) dengan server asterisk elastix
menggunakan metode SIP (Session Initiation Protocol) .. 43
3.3.2 Pembuatan jaringan komunikasi VoIP (Voice over Internet
Protocol) dengan server asterisk elastix menggunakan
metode SIP (Session Initiation Protocol) ........................ 47
3.3.3 Pengujian hasil pembuatan jaringan komunikasi VoIP
(Voice over Internet Protocol) dengan server asterisk
elastix ............................................................................. 70
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 75
4.1 Kesimpulan ................................................................................ 75
4.2 Saran ......................................................................................... 76
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... xii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xiii

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1

Local Area Network (LAN) ........................................................ 11

Gambar 2.2

Metropolitan Area Network (MAN) ........................................... 12

Gambar 2.3

Wide Area Network (WAN) ....................................................... 13

Gambar 2.4

Topologi Bus ............................................................................. 14

Gambar 2.5

Media Elastix ............................................................................. 22

Gambar 2.6

Analog Telephony Adaptor ......................................................... 25

Gambar 2.7

IP Phone .................................................................................... 26

Gambar 3.1

Struktur Organisasi ITCC PT.Infomedia Nusantara .................... 37

Gambar 3.2

Topologi Tree PT.Infomedia Nusantara ...................................... 40

Gambar 3.3

Perancangan Menggunakan UTP ............................................... 45

Gambar 3.4

Perancangan Menggunakan Wireless .......................................... 46

Gambar 3.5

Instalasi Asterisk Elastix ............................................................ 48

Gambar 3.6

Pemilihan Bahasa Instalasi ......................................................... 48

Gambar 3.7

Pemilihan Jenis Keyboard .......................................................... 49

Gambar 3.8

Tipe Partisi ................................................................................ 50

Gambar 3.9

Memodifikasi Partisi .................................................................. 50

Gambar 3.10 Konfigurasi Jaringan eth0 ........................................................... 51


Gambar 3.11 Pemilihan IPv4 dan IPv6 ............................................................. 51
Gambar 3.12 Konfigurasi IPv4 untuk eth0 ...................................................... 52
Gambar 3.13 Setting Gateway, DNS Primer, DNS Sekunder ........................... 53
Gambar 3.14 Konfigurasi Hostname ............................................................... 53

Gambar 3.15 Konfigurasi Time Zone ............................................................... 54


Gambar 3.16 Root Password ........................................................................... 54
Gambar 3.17 Partisi dan Format Harddisk ....................................................... 55
Gambar 3.18 Konfigurasi Password Root MySQL .......................................... 55
Gambar 3.19 Konfigurasi Password FreePBX ................................................ 56
Gambar 3.20 Tampilan Login Elastix .............................................................. 57
Gambar 3.21 Konfigurasi SIP Device ............................................................. 58
Gambar 3.22 Add Extensions .......................................................................... 59
Gambar 3.23 Recording .................................................................................. 60
Gambar 3.24 Tampilan Apply Configuration ................................................... 60
Gambar 3.25 Add SIP Trunk ........................................................................... 61
Gambar 3.26 Setting Trunk ............................................................................. 63
Gambar 3.27 Tampilan menu outbond routes .................................................. 64
Gambar 3.28 Tampilan X-lite .......................................................................... 65
Gambar 3.29 Add SIP Accounts ...................................................................... 66
Gambar 3.30 Properties Account 1 .................................................................. 67
Gambar 3.31 Internet Call Setting ................................................................... 68
Gambar 3.32 SIP Account Details ................................................................... 69

xi

BAB I
PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis menjelaskan tentang gambaran singkat pemilihan judul
makalah dan identifikasi masalah yang harus dibahas didalam makalah, maksud
dan tujuan dari penulisan makalah, metode penelitian yang digunakan penulis
dalam penelitian serta lokasi dan waktu penelitian.
1.1

Latar Belakang Masalah


Perkembangan teknologi saat ini sudah semakin pesat, terutama
teknologi informasi yang membawa banyak perubahan bagi dunia
telekomunikasi. Dalam teknologi komunikasi, komunikasi suara merupakan
satu hal yang akan menjadi bagian yang sangat penting, karena saat ini
komunikasi suara dianggap komunikasi yang praktis. Hal ini menyebabkan
hadirnya teknologi yang mampu mengirimkan informasi melalui media
komunikasi
Pada awalnya telepon sudah sangat tepat untuk membantu masyarakat
dalam berinteraksi dengan yang lainnya. Tetapi ada saja hambatanhambatan yang terjadi dalam penggunaan telepon sebagai alat komunikasi.
Dimulai dari biaya dikenakan terlalu mahal bagi pengguna dari kalangan
bawah. Sementara masyarakat masih memerlukan kebutuhan lainnya seperti
internet untuk memuaskan diri mereka.
Saat ini kebutuhan akan layanan atau aplikasi berbasis multimedia
melewati jaringan IP (Internet Protocol) telah menjadi sesuatu yang
mungkin. Pada dasarnya jaringan IP (Internet Protocol) dibuat untuk tidak
melewati data yang bersifat real time. Tetapi dengan ditemukannya
teknologi penunjang QoS (Quality Of Service) jaringan seperti RTP (Real
Transport Protocol membuat jaringan IP (Internet Protocol) menjadi

reliable untuk mengirim data yang bersifat real time seperti voice atau
video.
Kemajuan-kemajuan inilah yang membuat berbagai layanan multimedia
berbasis IP (Internet Protocol) muncul di masyarakat dan VoIP (Voice over
Internet Protocol) adalah salah satunya. Voice over Internet Protocol (VoIP)
adalah teknologi yang mampu melewatkan panggilan suara, video dan
data melalui jaringan IP (Internet Protocol). Bentuk panggilan analog
dikonversikan menjadi bentuk digital dan dijadikan sebagai data oleh
internet protokol. Jaringan IP (Internet Protocol) sendiri merupakan
jaringan komunikasi data yang berbasis packet-switch, sehingga bisa
menelepon dengan menggunakan jaringan IP (Internet Protocol). Jaringan
Voice over Internet Protocol (VoIP) dapat dibangun dengan menggunakan
jaringan kabel dan nirkabel.
Dengan bertelepon menggunakan VoIP (Voice over Internet Protocol),
banyak keuntungan yang dapat diambil diantaranya adalah dari segi biaya
jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, hal ini terjadi karena voice
dan data network terpisah, sehingga IP Phone dapat ditambah lagi, dipindah
dan diubah. VoIP (Voice over Internet Protocol) dapat dipasang
disembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon tradisional yang
harus mempunyai port tersendiri di sentral atau PBX (Private Branch
Exchange).
Saat

ini VoIP (Voice over Internet Protocol)

diimplementasikan

telah banyak

oleh berbagai kalangan perusahaan baik perusahaan

kecil ataupun yang menengah, dimana perusahaan-perusahaan tersebut


mengandalkan komunikasi lewat VoIP (Voice over Internet Protocol) untuk
berkomunikasi dari cabang yang satu ke cabang yang lainnya. Untuk
mengimplementasikan VoIP (Voice over Internet Protocol) perusahaan
harus mempunyai koneksi internet yang bersifat leased line agar dapat
mendukung kelancaran proses pengiriman paket-paket data VoIP (Voice
over Internet Protocol), karena hal ini akan berpengaruh terhadap kejelasan
dan kejernihan suara yang ditransmisikan.

PT.Infomedia Nusantara Bandung, sudah menggunakan VoIP (Voice


over Internet Protocol) untuk melakukan komunikasi antar operator dengan
user. Dengan digunakannya VoIP (Voice over Internet Protocol) sebagai
media untuk berkomunikasi otomatis pengeluaran perusahaan dapat ditekan
hingga ke tingkat minimum tanpa harus mengurangi kualitas dari
PT.Infomedia Nusantara Bandung. Disamping itu hasil percakapan yang
dilakukan melalui VoIP (Voice over Internet Protocol) dapat direkam dan
disimpan sebagai tambahan database perusahaan yang nantinya dapat
digunakan sebagai bukti-bukti nyata apabila terjadi hard complain.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk membahas
mengenai pembuatan VoIP (Voice over Internet Protocol) dengan memilih
judul Perancangan Jaringan Komunikasi VoIP (Voice over Internet
Protocol)

Dengan

Server

Asterisk

Elastix

Pada

PT.Infomedia

Nusantara Bandung.
1.2

Identifikasi Masalah
Untuk menghindari luasnya pembahasan judul yang telah ditetapkan
maka penulis membuat beberapa acuan dalam melakukan identifikasi
masalah. Berdasarkan latar belakang masalah, dapat dirumuskan masalah
yang ada sebagai berikut:
1. Bagaimana perancangan jaringan komunikasi VoIP (Voice over Internet
Protocol) dengan server asterisk elastix pada PT.Infomedia Nusantara
Bandung ?
2. Bagaimana pembuatan jaringan komunikasi VoIP (Voice over Internet
Protocol) dengan server asterisk elastix menggunakan metode SIP
(Session Initiation Protocol) pada PT.Infomedia Nusantara Bandung ?
3. Bagaimana pengujian hasil pembuatan jaringan komunikasi VoIP (Voice
over Internet Protocol) dengan server asterisk elastix pada PT.Infomedia
Nusantara Bandung ?

1.3

Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dari penulis melakukan penulisan tugas akhir ini
adalah sebagai berikut :
1. Memenuhi syarat dalam menempuh ujian sidang tugas akhir.
2. Membuka wawasan masyarakat khususya pembaca mengenai Jaringan
Komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) Dengan Server Asterisk
Elastix Pada PT.Infomedia Nusantara Bandung.
Penulis melakukan penulisan tugas akhir ini dengan tujuan sebagai
berikut:
1. Untuk mengetahui dan membahas perancangan jaringan komunikasi
VoIP (Voice over Internet Protocol) dengan server asterisk elastix
2. Untuk mengetahui dan membahas pembuatan jaringan komunikasi VoIP
(Voice

over

Internet

Protocol)

dengan

server

asterisk

elastix

menggunakan metode SIP (Session Initiation Protocol)


3. Untuk mengetahui dan membahas pengujian hasil pembuatan jaringan
komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) dengan server asterisk
elastix
1.4

Metode Penelitian
Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis memperoleh data dengan
menggunakan beberapa metode yaitu sebagai berikut :
1. Penelitian Kepustakaan
Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan cara membaca
berbagai sumber atau literature seperti buku tentang komputer, jaringan
komputer, PC Server, operating system.
2. Penelitian Lapangan
Untuk melakukan metode penelitian ini penulis secara langsung terjun ke
lapangan atau tempat penelitian guna mendapatkan data-data dan

keterangan yang diperlukan penulis dalam pengumpulan data. Teknik


yang dilakukan adalah dengan cara melakukan wawancara kepada Staff
PT.Infomedia Nusantara Bandung yang bekerja di bagian ITCC (IT
Contact Center)
3. Studi Dokumen
Dalam hal ini penulis meminta dokumen, sejarah perusahaan maupun
arsip-arsip yang diperlukan untuk digunakan sebagai pembahasan dalam
tugas akhir ini. Selain itu, penulis juga melakukan pengamatan langsung
kepada subjek dan objek yang berkaitan, dan membandingkan dengan
data yang sudah ada.
1.5

Lokasi dan Waktu Penelitian


Untuk memperoleh data yang dibutuhkan maka penulis melakukan PKL
(Praktek Kerja Lapangan) ke PT.Infomedia Nusantara Bandung yang
beralamat di Jl. Malabar No.37 Bandung di bagian ITCC (IT Contact
Center). PKL (Praktek Kerja Lapangan) berlangsung selama 3 bulan yang
dimulai dari tanggal 2 September 2013 sampai dengan 30 Nopember 2013.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini penulis menjelaskan tentang teori-teori yang mendukung dalam
Perancangan Jaringan Komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) Dengan
Server Asterisk Elastix Pada PT.Infomedia Nusantara Bandung seperti definisi
komputer, jaringan komputer, VoIP (Voice over Internet Protocol), QoS (Quality
of Service), Asterisk Elastix, Interkoneksi, Aplikasi Pendukung VoIP (Voice over
Internet Protocol). Aplikasi Virtual Machine.
2.1

Definisi Komputer
Menurut D.Suryadi H.S. Komputer berasal dari kata to Compute
yang berarti menghitung. Jadi secara umum komputer bisa kita sebut
sebagai mesin hitung. Tetapi pengertian komputer saat ini bukanlah sematamata sebagai alat hitung saja, tetapi adalah suatu alat hitung dengan
konstruksi elektronikan yang mempunyai storage internal (tempat
penyimpanan) dan bekerja dengan bantuan Operating System menurut
program-program yang diberikan kepadanya. (Suryadi H.S.:2011:2).
2.1.1 Jenis Komputer
Menurut D. Suryadi H.S. komputer dibagi menjadi 3 jenis yaitu
komputer analog, komputer digital dan komputer hybrid. (Suryadi
H.S.:2011:2-3)
1. Komputer Analog
Analog bisa kita artikan dengan sama, setara atau equivalen.
Jadi komputer analog adalah komputer yang beroperasi secara
pararel atau sama dengan besaran fisik atau angka-angka yang
diterimanya. Jadi komputer analog sangat sesuai sekali digunakan
6

untuk mengukur data kualitatif seperti temperature, tinggi nada


suara, tegangan listrik dan lain-lain. Sebagai contoh : penggunaan
komputer pada alat volt meter, jam listrik, barometer dan lainlain.
2. Komputer Digital
Komputer digital adalah komputer yang beroperasi atau
bekerja dengan angka-angka atau tanda-tanda lain seperti huruf,
tanda baca dan karakter khusus lainnya yang dalam operasinya di
identifikasikan sebagai angka. Komputer digital mempunyai
kemampuan kalkulasi dan manipulasi data. Karena komputer ini
mempunyai kemampuan kalkulasi dan manipulasi data, maka
komputer digital sering digunakan orang untuk aplikasi-aplikasi
bisnis, dan lain-lain aplikasi yang mengolah data kuantitatif.
3. Komputer Hybrid
Komputer Hybrid adalah gabungan dari kedua jenis komputer
tersebut diatas. Ia bekerja atau beroperasi dengan angka atau
besaran fisik yang diterimanya. Berdasarkan kapasitas kerja dan
memori dapat kita golongkan komputer atas, mikrokomputer,
minikomputer, medium-scale computer, large-scale computer,
dan super komputer.
Cara pembagian kelas komputer tidak selalu demikian. Ada
yang membagi atas 3 kelas, yaitu mikrokomputer, minikomputer
dan mainframe.
Dilihat dari fleksibilitas penggunaanya, komputer dapat kita
golongkan atas komputer serba guna (general purpose), dan
komputer untuk penggunaan khusus (special purpose).

2.1.2 Generasi Komputer


Komputer pertama yang menggunakan komponen elektronika
adalah ENIAC yang dibuat oleh Eckert dan Mauchly. Tetapi
komponen yang digunakan pada komputer tersebut tidak sama
dengan komponen-komponen yang digunakan pada komputer
sekarang ini.
Dari masa ke masa selalu saja manusia menemukan sesuatu
yang baru dan lebih baik, begitu juga halnya dengan penemuan
peralatan komputer. Kemajuan-kemajuan yang dicapai manusia telah
mengubah bentuk dan efisiensi kerja dari komputer-komputer
tersebut kita bisa membagi perkembangan komputer dalam beberapa
generasi. Ada yang membagi atas 3 generasi, ada yang atas 4
generasi, sampai saat ini.
1. Komputer Generasi Pertama
Komputer dengan komponen elektronika yang berupa Vacum
Cube atau tabung hampa kita sebut sebagai permulaan dari
generasi komputer. Peralatan-peralatan komputer jenis ini masih
dalam ukuran yang sangat besar sehingga memerlukan ruangan
atau tempat yang luas. Sifat dari komponen ini banyak
mengeluarkan

panas,

sehingga

memaksa

orang

untuk

menyediakan alat pendingin (AC) yang banyak. Proses dan


kapasitas dari komputer ini juga masih kecil dan sangat terbatas
sekali. Contoh komputer generasi pertama ini adalah IBM-650.
Disamping IBM, pabrik-pabrik komputer lainnya juga sudah
mulai memproduksi komputer ini seperti UNIVAC, RCA,
BURROUGHS, HONEYWELL dan lain-lain.
2. Komputer Generasi Kedua
Semenjak ditemukannya Transistor, maka orang mulai
menggantikan peranan tabung hampa tersebut dengan transistor.

Jika dibanding dengan tabung hampa maka peralatan transistor ini


jauh lebih kecil, sehingga komputer yang menggunakan alat ini
jauh lebih kecil ukuran fisiknya. Di samping ukuran yang
semakin kecil, ciri-ciri lain dari jenis komputer generasi kedua ini
adalah kecepatan yang semakin tinggi dalam melakukan
pengolahan data, tidak banyak panas, dan kapasitas memori yang
semakin besar. Komputer generasi ini juga sudah mengenal
Teleprocessing, yaitu proses data jauh antara satu komputer
dengan komputer lainnya. Contoh komputer generasi kedua
adalah IBM model 1620, IBM 1401 dan lain-lain.
3. Komputer Generasi Ketiga
Kamajuan teknologi elektronika terus berkembang hingga
orang bisa menemukan suatu komponen komputer yang sangat
kecil ukurannya, yaitu berupa solid logic technology dan
monolithic Integrated Circuit. Dengan menggunakan komponen
ini ukuran komputer juga semakin kecil, kapasitas memori
menjadi sangat besar dan proses bisa dilakukan dengan cepat dan
tepat.
4. Komputer Generasi Keempat
Menurut G.L. Simons dalam bukunya menunjukan bahwa
komputer generasi pertama dibuat dengan tabung elektronika
(misalnya EDSAC dan Colossus). Komputer generasi kedua
dibuat dengan transistor (misalnya IBM 1401 dan NCR 304).
Komputer generasi ketiga dibuat dengan rangkaian terpadu
(misalnya IBM S/360 dan ICL 1900). Komputer generasi
keempat dibuat dengan rangkaian terpadu bertingkat tinggi
(misalnya IBM 3081 dan Fujitsu M380). (G.L. Simons:2008:28)

10

5. Komputer Generasi Kelima


Menurut Daniel P. Siewiorek, C.Gordon Bell, dan Allen
Newell beranggapan bahwa kita telah memiliki lima generasi
komputer sehingga kini kita sedang menjurus ke generasi
keenam. Menurut ketiga orang ini, bentang generasi komputer
berawal pada tahun 1945. Generasi pertama dari tahun 1945
sampai 1958, generasi kedua dari tahun 1958 sampai 1966,
generasi ketiga dari tahun 1966 sampai 1972, generasi keempat
dari tahun 1972 sampai tahun 1978 dan generasi kelima dari
tahun 1978 sampai sekarang.
2.2

Jaringan Komputer
Menurut Melwin Syafrizal Jaringan komputer adalah himpunan
interkoneksi antara 2 komputer autonomous atau lebih yang terhubung
dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless). Bila sebuah
komputer dapat membuat komputer lainnya restart, shutdown, atau
melakukan control lainnya, maka komputer-komputer tersebut bukan
autonomous (tidak melakukan control terhadap komputer lain dengan akses
penuh). (Syafrizal:2010:2).
Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling
bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti file,
printer,media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dan
lain-lain). Data yang berupa teks, audio, maupun video bergerak melalui
media kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna komputer
dalam jaringan komputer dapat saling bertukar file/data, mencetak pada
printer yang sama dan menggunakan hardware/software yang terhubung
dalam jaringan secara bersama-sama.
Tiap komputer, printer atau peripheral yang terhubung dalam jaringan
disebut dengan node. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri
dari dua unit komputer atau lebih, dapat berjumlah puluhan komputer,
ribuan, bahkan jutaan node yang saling terhubung satu sama lain.

11

2.2.1 Tipe Jaringan Komputer


Melwin Syafrizal menyebutkan dalam bukunya bahwa secara
umum jaringan komputer terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Local Area Network (LAN)
Sebuah LAN adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang
relatif kecil, umumnya dibatasi area lingkungan; seperti sebuah
kantor pada sebuah gedung, atau tiap-tiap ruangan pada sebuah
sekolah. Biasanya jarak antar node tidak lebih jauh dari sekitar
200 m.

Sumber : http://berbagisolusi.wordpress.com/2011/12/01/simplelocal-area-network-lan/
Gambar 2.1 Local Area Network (LAN)
2. Metropolitan Area Network (MAN)
Sebuah MAN (Metropolitan Area Network) biasanya
meliputi area yang lebih besar dari LAN (Local Area Network),
misalnya antargedung dalam suatu daerah (wilayah seperti
provinsi

atau

negara

bagian).

Dalam

hal

ini

jaringan

12

menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam


lingkungan area yang lebih besar. Sebagai contoh, jaringan
beberapa kantor cabang sebuah bank di dalam sebuah kota besar
yang dihubungkan antara satu dengan yang lainnya.

Sumber : http://readanddigest.com/what-is-computer-networking/
Gambar 2.2 Metropolitan Area Network (MAN)
3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN) adalah jaringan yang biasanya
sudah menggunakan media wireless, sarana satelit, ataupun kabel
serat optic, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya
meliputi satu kota atau antarkota dalam suatu wilayah, tetapi
mulai menjangkau area/wilayah otoritas negara lain.
Sebagai contoh, jaringan komputer kantor City Bank yang
ada di Indonesia ataupun yang ada di negara lain, yang saling
berhubungan, jaringan ATM Master Card, Visa Card atau Cirrus
yang tersebar diseluruh dunia, dan lain-lain.
Biasanya WAN (Wide Area Network) lebih rumit dan sangat
kompleks bila dibandingkan LAN (Local Area Network) maupun
MAN (Metropolitan Area Network). Menggunakan banyak sarana
untuk menghubungkan antara LAN (Local Area Network) dan

13

WAN (Wide Area Network) ke dalam komunikasi global seperti


internet, meski demikian antara LAN (Local Area Network),
MAN (Metropolitan Area Network) dan WAN (Wide Area
Network) tidak banyak berbeda dalam beberapa hal. Hanya
lingkup areanya saja yang berbeda satu dengan yang lain.
(Syafrizal:2005:16-18).

Sumber : http://sergiedanselby.blogspot.com/2013/03/wanwide-area-network.html
Gambar 2.3 Wide Area Network (WAN)
2.2.2 Topologi Jaringan
Menurut Tim MADCOMS Topologi Jaringan merupakan
gambaran pola hubungan antara komponen-komponen jaringan,
yang meliputi komponen server, komputer klien/workstation,
hub/switch, pengkabelan, dan komponen jaringan yang lain.
Terdapat beberapa topologi jaringan yang dapat anda sesuaikan
dengan sesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Topologi Tree (pohon) merupakan perpaduan antara topologi
bus dan star. Topologi tree menghubungkan kelompok-kelompok

14

komputer dalam topologi star dengan menggunakan kabel utama


yang bertopologi bus.(Tim MADCOMS:2010:5)

Sumber : http://khairul-anas.blogspot.com/2012/02/pengertiankelebihan-dan-kekurangan-10.html
Gambar 2.4 Topologi Tree
2.3

VoIP (Voice over Internet Protocol)


Voice over Internet Protocol adalah Teknologi yang menjadikan media
internet untuk bisa melakukan komunikasi suara jarak jauh secara langsung.
Sinyal suara analog, ketika berkomunikasi di telepon diubah menjadi data
digital dan dikirimkan melalui jaringan berupa paket-paket data secara real
time.
2.3.1 Konsep Dasar VoIP (Voice over Internet Protocol)
Ahmad Yani menyebutkan dalam bukunya bahwa Teknik dasar
Voice over Internet Protocol atau bisa dikenal dengan sebutan VoIP
adalah teknologi yang memungkinkan kemampuan melakukan
percakapan telepon dengan menggunakan kemampuan melakukan

15

percakapan telepon dengan menggunakan jalur komunikasi data


pada suatu jaringan (networking). Berkomunikasi menggunakan
VoIP (Voice Internet Protocol) bisa dilakukan dengan dukungan tiga
komponen utama, yaitu soft-phone, hardware, dan protocol. Ada
banyak contoh teknologi VoIP (Voice Internet Protocol) yang bisa
digunakan saat ini, baik itu yang ditawarkan secara komersial
maupun gratisan.
Software pendukung VoIP (Voice Internet Protocol) lebih
dikenal dengan sebutan softphone. Softphone merupakan sebuah
program aplikasi yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dari satu
komputer ke komputer lainnya (computer to computer), atau bahkan
dari komputer ke jaringan telepon biasa (computer to phone),
misalnya saja aplikasi Skype. Jenis aplikasi softphone lainnya ada
yang memiliki aplikasi open source yang memberikan fitur PABX
secara lengkap, seperti Asterisk
Secara sederhana, komunikasi VoIP (Voice Internet Protocol)
antar-dua atau lebih komputer akan terjalin jika memenuhi syarat,
yaitu terhubung langsung dengan jaringan internet, komputer
dilengkapi

dengan

soundcard

dan

headset

(speaker

dan

microphone), dan instalasi softphone. Jika ketiga syarat di atas telah


dipenuhi, komputer sudah siap digunakan untuk ber-VoIP (Voice
Internet Protocol).
2.3.2 Prinsip Kerja VoIP (Voice over Internet Protocol)
Prinsip kerja VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah
mengubah suara analog yang didapatkan dari speaker pada
komputer menjadi paket data digital, kemudian dari PC (Personal
Computer) diteruskan melalui Hub/Router/ADSL (Asymmetric
Digital Subscriber Line)/Modem dikirimkan melalui jaringan
internet dan akan diterima oleh tempat tujuan melalui media yang

16

sama. Atau bisa juga melalui media telepon diteruskan ke phone


adapter yang disambungkan ke internet dan bisa diterima oleh
telepon tujuan.
Untuk pengiriman sebuah sinyal ke remote destination dapat
dilakukan secara digital yaitu sebelum dikirim data yang berupa
sinyal analog diubah ke bentuk data digital dengan ADC (Analog to
Digital Converter), kemudian ditransmisikan, dan di penerima
dipulihkan kembali menjadi data analog dengan DAC (Digital to
Analog Converter). Begitu juga dengan VoIP (Voice over Internet
Protocol), digitalisasi voice dalam bentuk paket data, dikirimkan dan
dipulihkan kembali dalam bentuk voice di penerima. Format digital
lebih mudah dikendalikan, dalam hal ini dikompresi, dan dapat
diubah ke format yang lebih baik dan data digital lebih tahan
terhadap noice daripada analog.
2.3.3 Persyaratan Komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol)
Seperti yang telah diulas sebelumnya, untuk bisa menggunakan
VoIP

(Voice

over

Internet

Protocol)

dibutuhkan

beberapa

persyaratan, seperti koneksi internet, software dan hardware, server


VoIP (Voice over Internet Protocol) dan layanan instant messenger.
1. Koneksi Internet
Jenis sambungan atau koneksi berpengaruh pada kualitas
komunikasi. Kualitas komunikasi yang baik meliputi suara yang
diterima jelas dan jeda pembicaraan antara pengguna VoIP (Voice
over Internet Protocol) sangat kecil.
2. Software
Software yang dibutuhkan untuk ber-VoIP biasa disebut
softphone.

Softphone

yang

digunakan

untuk

melakukan

sambungan VoIP (Voice over Internet Protocol) beraneka ragam.

17

Ada yang diinstalkan ke komputer dan langsung bisa digunakan


ber-VoIP, dan ada juga yang berbentuk hardware tanpa
membutuhkan komputer.
3. Hardware
Selain menggunakan software atau softphone, komunikasi
VoIP (Voice over Internet Protocol) bisa dilakukan dengan
menggunakan hardware VoIP (Voice over Internet Protocol).
Hardware VoIP (Voice over Internet Protocol) berbentuk
menyerupai ponsel.
4. Server VoIP (Voice over Internet Protocol)
Serupa ketika menggunakan telepon biasa, saat menggunakan
VoIP (Voice over Internet Protocol) juga memerlukan sebuah
server yang jaringannya dapat menghubungkan komunikasi ke
pesawat telepon lainnya dan ke jaringan ponsel.
5. Layanan Instant Messenger
Saat ini, beberapa aplikasi instant messenger, seperti Yahoo
Messenger (YM) telah melakukan pembenahan teknologi yang
memungkinkan bisa ber-VoIP dan webcam. (Zaki:2008:67-83)
2.4

QoS (Quality of Service)


Mutu layanan (Quality of Service) merupakan mekanisme jaringan yang
memungkinkan aplikasi-aplikasi atau layanan dapat beroperasi sesuai
dengan yang diharapkan.
2.4.1 Definisi QoS (Quality of Service)
Di bidang jaringan komputer dan packet-switched jaringan
telekomunikasi, lalu lintas istilah Quality of Service (QoS) mengacu
pada mekanisme control reservasi resource daripada kualitas

18

pelayanan yang dicapai.

QoS (Quality of Service) adalah

kemampuan untuk memberikan prioritas yang berbeda untuk


berbagai aplikasi, pengguna, aliran data, atau untuk menjamin
tingkat kinerja tertentu ke aliran data. Sebagai contoh, laju bit yang
diperlukan, delay, jitter, probabilitas packet dropping dan bit error
rate (BER) dapat dijamin. Jaminan QoS (Quality of Service) penting
jika kapasitas jaringan tidak cukup, terutama untuk aplikasi
streaming multimedia secara real-time seperti voice over IP, game
online, dan IP-TV, karena seringkali ini tetap memerlukan bit rate
dan tidak diperbolehkan adanya delay, dan dalam jaringan dimana
kapasitas resource yang terbatas, misalnya dalam komunikasi data
selular. Dalam ketiadaan jaringan, mekanisme QoS (Quality of
Service) tidak diperlukan. Sebuah jaringan atau protokol yang
mendukung QoS (Quality of Service) dapat menyepakati sebuah
kontrak traffic dengan software aplikasi dan kapasitas cadangan di
node jaringan, misalnya saat sesi fase pembentukan.
Selama sesi dapat memantau tingkat kinerja yang dicapai,
misalnya data rate dan delay, dan control secara dinamis prioritas
penjadwalan di simpul jaringan. Sebuah layanan atau jaringan best
effort tidak mendukung kualitas layanan. Sebuah alternatif untuk
mekanisme kontrol QoS (Quality of Service) adalah untuk
menyediakan komunikasi berkualitas tinggi melalui jaringan best
effort oleh pengadaan kapasitas yang lebih sehingga cukup untuk
puncak beban trafik yang diharapkan.
Dibidang telepon, kualitas pelayanan didefinisikan dalam
standar ITU X.902 sebagai satu set persyaratan kualitas pada
perilaku kolektif dari satu atau lebih objek. QoS (Quality of Service)
terdiri dari persyaratan pada semua aspek sambungan, seperti
pelayanan waktu response, loss sinyal to noise ratio, cross talk,
echo, interrupt, response frekuensi, tingkat kenyaringan, dan
seterusnya. Bagian dari telephony QoS (Quality of Service) adalah

19

persyaratan Grade of Service (GoS), yang terdiri dari sambungan


aspek yang berhubungan dengan kapasitas dan jangkauan jaringan,
misalnya menjamin probabilitas blocking maximum dan probabilitas
outage.
QoS (Quality of Service) kadang kadang digunakan sebagai
ukuran kualitas, dengan banyak alternatif definisi, bukan mengacu
pada kemampuan sumber daya cadangan. QoS (Quality of Service)
kadang kadang mengacu pada tingkat kualitas pelayanan, yaitu
jaminan kualitas layanan.
2.4.2 Parameter QoS (Quality of Service)
Pada jaringan packet switched, kualitas layanan dipengaruhi
oleh berbagai faktor, yang dapat dibagi menjadi faktor manusia
dan faktor teknis. Faktor faktor manusia meliputi stabilitas
layanan, ketersediaan layanan, delay, dan informasi pengguna.
Faktor faktor teknis meliputi realibility, scalability, effectiveness,
maintainability, Grade of Service (GOS). Terdapat banyak hal bisa
terjadi pada paket ketika mereka melakukan perjalanan dari asal ke
tujuan, yang mengakibatkan masalah masalah berikut dilihat dari
sudut pandang pengirim dan penerima, atau yang sering disebut
sebagai parameter QoS (Quality of Service) :
1. Throughput
Karena beban yang bervariasi dari pengguna lain yang
menggunakan

resource

yang

sama,

bit-rate

(Throughput

maksimum) yang dapat diberikan kepada aliran data tertentu


mungkin terlalu rendah untuk layanan multimedia real-time jika
semua aliran data yang mendapatkan prioritas penjadwalan yang
sama.

20

2. Packet Loss
Packet loss atau error adalah ukuran error rate dari transmisi
paket data yang diukur dalam persen. Packet hilang (bit loss)
yang biasanya dikarenakan buffer yang terbatas, urutan paket
yang salah termasuk dalam error rate ini. Packet loss=frame dari
transmitter-frame dari receiver.
3. Delay
Mungkin dibutuhkan waktu yang lama untuk sebuah paket
mencapai tujuan, karena adanya antrian yang panjang, atau
mengambil rute yang lain untuk menghindari kemacetan data.
Dalam beberapa kasus, penundaan yang berlebihan dapat
membuat aplikasi seperti VoIP (Voice over Internet Protocol)
atau online game tidak dapat digunakan.
4. Jitter
Paket dari sumber akan mencapai tujuan dengan berbagai
penundaan. Sebuah paket delay bervariasi dengan posisinya
dalam antrian dari router sepanjang jalur antara sumber dan
tujuan dan posisi ini dapat bervariasi secara tak terduga. Variasi
dalam

penundaan

ini

dikenal

sebagai

jitter

dan

dapat

mempengaruhi kualitas streaming audio dan video.


5. Out of Order
Ketika sebuah paket yang disalurkan melalui internet, paketpaket yang berbeda dapat mengambil rute yang berbeda, masing
masing mengakibatkan penundaan yang berbeda. Dan akibatnya
adalah bahwa paket-paket tiba dalam urutan yang berbeda dari
mereka dikirim. Masalah ini memerlukan protokol tambahan
khusus bertanggung jawab untuk mengatur kembali out of order
untuk paket paket ke sebuah isochronous state setelah mereka
mencapai tujuan mereka. Hal ini terutama penting bagi VoIP
(Voice over Internet Protocol) stream video dan kualitas secara

21

dramatis dimana dipengaruhi oleh kedua latensi dan kurangnya


isochronicity.
6. Echo
Kadang kadang paket yang salah arah, atau rusak. Penerima
harus mendeteksi ini, sama seperti jika paket rusak, meminta
pengirim untuk mengulang sendirinya.
2.5

Asterisk Elastix
Elastix adalah opensource software yang membuat sebuah platform
media komunikasi terpadu atau Unified Communications Platform, yang
terdiri dari komponen atau modul berbagai teknologi media komunikasi
yang lazim digunakan dewasa ini seperti email server, instant messaging, a
fax server, VoIP dan video conference. Hampir semua modul dapat dikelola
dan dikonfigurasi melalui antarmuka grafis, dimana Elastix mendukungan
fitur-fitur terdepan seperti voicemail, fax-to-email, softphones, termasuk
sistem CRM (Customer Relationship Management) dan banyak lainnya.
Elastix 2.0.1 dengan lisensi GPLv2 untuk arsitektur x86 tersedia baik
untuk sistem 32 dan 64 bit. Pembaruan pada Elastix 2.0 termasuk
pengelolaan add-on yang membantu penyesuaian Elastix dengan kebutuhan
pengguna termasuk kemungkinan untuk menambahkan aplikasi pihak
ketiga. Disamping itu, pengguna Elastix akan menerima pemberitahuan dari
sistem sehubungan dengan update untuk add-on yang terpasang.
Tampilan Dashboard juga diperbaiki agar pengguna dapat memantau
informasi tentang status dan kinerja sistem lebih baik, seperti misalnya
untuk panggilan yang terabaikan (mised calls), Email dan pesan dari vendor.
Pengguna diberi pilihan dalam mengatur komponen atau informasi yang
ingin ditampilkan di Dashboard.
Sebuah Panel untuk operator berfungsi sebagai pengelola panggilan
(telepon) secara realtime yang secara simultan menampilkan informasi
tentang aktifitas yang sedang berlangsung.

22

Mendukung pertemuan virtual, tersedia fitur Elastix Conference Room


yang bisa mengorganisasi sebuah Teleconference, termasuk presentasi yang
didukung pertukaran berkas berbagai format, disamping menyediakan
fasilitas untuk chatting antar peserta konferensi jarak jauh.
Modul Email diperbaiki dan lebih mudah disambungkan dengan server
email eksternal. Sistem kini langsung mendukung Mailman, yaitu program
pengelola milis yang dapat dipasang via antarmuka Elastix-Interface.
Elastix 2.0 menyediakan falititas untuk Faksimili yang dikirim melalui
antarmuka berbasis web (Web interface). Fax dapat ditulis langsung atau
diunggah dari berkas dengan format PDF, Tiff atau Teks. Disamping itu
modul Agenda juga telah ditingkatkan dengan iCal-Export.

Sumber : http://gudanglinux.info/info2012/info/index.php/enterprise/35products/635-elastix-20-distro-sistem-teleponi-terpaduhtml.html
Gambar 2.5 Media Elastix

23

2.5.1 IP PBX (Private Branch Exchange)


IP PBX atau Internet Protocol Private Branch Exchange
adalah PABX yang menggunakan teknologi IP. IP PBX adalah
perangkat switching komunikasi telepon dan data berbasis teknologi
Internet Protocol (IP) yang mengendalikan Ekstension Telepon
Analog (TDM) maupun ekstension IP Phone. Fungsi-fungsi yang
dapat dilakukan antara lain penyambungan, pengendalian, dan
pemutusan hubungan telepon, translasi protokol komunikasi,
translasi media komunikasi atau transcoding, serta pengendalian
perangkat-perangkat IP Teleponi seperti VoIP Gateway, Access
Gateway, dan Trunk Gateway.
Solusi berbasis IP PBX merupakan konsep jaringan komunikasi
generasi masa depan atau dikenal dengan istilah NGN (Next
Generation Network) yang dapat mengintegrasikan jaringan telepon
konvensional

(PSTN/POTS),

jaringan

telepon

bergerak

(GSM/CDMA), jaringan telepon satelit, jaringan Cordless (DECT),


dan jaringan berbasis paket (IP/ATM).
IP PBX membawa kemampuan multilayanan di jaringan IP ke
dunia komunikasi teleponi, sehingga akan memungkinkan semakin
banyak layanan komunikasi yang dapat berjalan di atas jaringan IP.
Multilayanan tersebut adalah Voicemail & Voice Conference,
Interactive Voice Response (IVR), Automatic Call Distribution
(ACD), Computer Telephony Integration (CTI), Unified Messaging
System (UMS), Fax Server & Fax on Demand, Call Recording
System, Billing System, serta Web-based Management System.
IP PBX dapat mendukung antarmuka trunk Analog FXO/FXS;
Digital E1-MFC R2, ISDN BRI, ISDN PRI; IP (H.323/SIP/IAX);
dan Analog Tie Line E&M. Selain itu, IP PBX dapat mendukung
antarmuka ekstension Analog FXO/FXS; ekstension Digital; ISDN
Interface BRI (2B+D); dan TCP IP (H.323/SIP/IAX).

24

(http://www.clarisense.co.id/index.php?option=com_content&task=
view&id=13&Itemid=46)
2.6

Interkoneksi
Hal yang menarik tentang VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah
banyaknya cara untuk melakukan panggilan. Saat ini ada 3 jenis metode
yang berbeda yang paling sering digunakan untuk melakukan kelayakan
VoIP (Voice over Internet Protocol), yaitu:
1. ATA (Analog Telephony Adaptor)
Cara yang paling sederhana dan paling umum adalah dengan
menggunakan suatu alat yang disebut ATA (Analog Telephony Adaptor).
ATA

(Analog

Telephony

Adaptor)

memungkinkan

kita

untuk

menghubungkan pesawat telepon biasa ke komputer atau disambungkan


ke internet untuk dipakai VoIP (Voice over Internet Protocol).
ATA (Analog Telephony Adaptor) adalah alat pengubah sinyal dari
analog menjadi digital. Cara kerjanya adalah mengubah sinyal analog
dari telepon dan mengubahnya menjadi data digital untuk ditransmisikan
melalui internet. Provider seperti VONAGE dan AT&T Callvantage
membuat alat ATA (Analog Telephony Adaptor) dan memberikannya
secara gratis kepada pelanggannya sebagai bagian dari service mereka.
Mereka tinggal membuka ATA (Analog Telephony Adaptor), memasang
kabel telepon ke alat, dan VoIP (Voice over Internet Protocol) sudah
bisa digunakan. Beberapa jenis ATA (Analog Telephony Adaptor)
dipaket dan dibundel beserta software tambahan yang harus diinstalkan
pada komputer untuk melakukan konfigurasi ATA (Analog Telephony
Adaptor), tetapi pada umumnya hanya setting yang sangat mudah.

25

Sumber : http://www.syednetworks.com/best-voip-phone-for-your-needs
Gambar 2.6 Analog Telephony Adaptor
2. IP Phone
Pesawat telepon khusus ini kelihatannya sama dengan telepon biasa.
Tapi selain mempunyai konektor RJ-11 standar, IP Phone juga
mempunyai konektor RJ-45. IP Phone menghubungkan langsung dari
telepon ke router, dan di dalam IP Phone sudah ada semua perangkat
keras maupun lunak yang sudah terpasang di dalamnya yang menunjang
melakukan pemanggilan IP (Internet Protocol). Tidak lama lagi, IP
Phone nirkabel (Wireless) akan tersedia, dan memungkinkan para
pengguna untuk melakukan panggilan VoIP (Voice over Internet
Protocol) dari hotspot yang tersedia.

26

Sumber : http://www.pingtone.com/resources/supported-phone-types/cisco/7961g
Gambar 2.7 IP Phone
3. Computer to Computer
Cara ini jelas merupakan cara paling mudah untuk melakukan
panggilan VoIP (Voice over Internet Protocol), bahkan tidak perlu
membayar satu sen pun untuk melakukan panggilan SLJJ (Sambungan
Langsung Jarak Jauh). Ada beberapa perusahaan yang menawarkan
program yang harganya murah bahkan gratis yang dapat digunakan untuk
melakukan panggilan VoIP (Voice over Internet Protocol). Yang harus
disediakan hanya program (software), mikrofon, speaker, soundcard dan
koneksi internet, lebih diutamakan koneksi internet yang relative cepat
seperti koneksi kabel. Selain biaya bulanan ISP (Internet Service
Provider), biasanya tidak ada lagi biaya untuk panggilan Computer-toComputer, seberapa jauh pun jaraknya.

27

2.7

Aplikasi Pendukung VoIP (Voice over Internet Protocol)


Penggunaan VoIP (Voice over Internet Protocol) sebagai jaringan
komunikasi selain telepon juga didukung dengan penggunaan beberapa
aplikasi berupa perangkat lunak yang dapat meningkatkan kinerja VoIP
(Voice over Internet Protocol).
2.7.1 Skype
Skype

adalah

sebuah

program

komunikasi

dengan

teknologi P2P (peer to peer). Program ini merupakan program bebas


(dapat diunduh gratis) dan dibuat dengan tujuan penyediaan sarana
komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan
internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia. Pengguna
Skype dapat berbicara dengan pengguna Skype lainnya dengan
gratis, menghubungi telepon tradisional dengan biaya (skypeOut),
menerima panggilan dari telepon tradisional (SkypeIn), dan
menerima

pesan

suara.

Teknologi

skype

ditemukan

oleh

wirausahawan Niklas Zennstrm dan Janus Friis, orang yang sama


yang menemukan Kazaa dan Joost (P2P untuk televisi). Skype lalu
berkompetisi dengan protokol terbuka VoIP (Voice over Internet
Protocol) yang sudah ada seperti SIP, IAX, dan H.323. Grup Skype
yang dibentuk pada bulan September 2003 lalu dibeli oleh
perusahaan lelang internet raksasa di Amerika e-Bay pada bulan
September 2005 dan bermarkas di Luxembourg, Jerman dengan
kantor-kantor di London, Inggris, Praha, Rusia dan San Jose,
California, A.S.
Sejak diluncurkan skype telah mengalami pertumbuhan pesat
baik dari penggunaannya yang populer maupun pengembangan
perangkat lunaknya, jasa yang ditawarkan pun menjadi beragam
mulai dari penggunaan gratis maupun berbayar.

28

Hanya dalam beberapa tahun saja pada bulan April 2006 Skype
memiliki 100 juta pengguna. (Enterprise:2010:71)
2.7.2 Netmeeting
Netmeeting adalah salah satu aplikasi yg disertakan semenjak
sistem operasi Windows 98. Netmeeting ini sudah ada semenjak
tahun 1998. Aplikasi netmeeting ini dipersiapkan untuk keperluan
rapat yang penggunaannya pada satu lokasi yg sama. Netmeeting
adalah jenis aplikasi yang berbasis VoIP (Voice over Internet
Protocol) yang artinya kita dapat sharing program, chat, dan yang
terpenting adalah kita dapat berkomunikasi seperti telepon yg
dilengkapi dg fasilitas gambar.
2.7.3 X-lite
X-lite adalah sebuah aplikasi opensource pendukung VoIP
(Voice over Internet Protocol) yang menggunakan teknologi SIP
(Session Initiation Protocol). X-lite dikembangkan pertama kali oleh
Counter Path. Ada 2 realease yang telah dikeluarkan untuk aplikasi
ini yang mempunyai perbedaan fitur. X-lite 2.0 digunakan untuk
Macintosh dan Linux yang menggunakan X-Pro code base dan X-lite
3.0 untuk Windows yang menggunakan eve Beam code base. X-lite
2.0 hanya untuk suara saja sedangkan X-lite 3.0 sudah memiliki fitur
suara, video dan instant messanging atau media untuk chatting.
X-lite dapat dikatakan sebagai sarana untuk melakukan
komunikasi

VoIP

(Voice

over

Internet

menggunakan PC (Personal Computer).

Protocol)

dengan

29

2.8

Aplikasi Virtual Machine


Virtual machine adalah sebuah software yang mempunyai kemampuan
untuk membuat komputer virtual yang mempunyai kemampuan sama
seperti komputer asli tergantung spesifikasi yang diatur dari software virtual
machine itu sendiri.
2.8.1 Microsoft Virtual PC
Windows Virtual PC (pengganti Microsoft Virtual PC 2007,
Microsoft Virtual PC 2004, dan CONNECTIX Virtual PC ) adalah
virtualisasi program untuk Microsoft Windows. Pada bulan Juli 2006
Microsoft merilis versi Windows sebagai produk gratis. Pada bulan
Agustus 2006 Microsoft mengumumkan versi Macintosh tidak akan
porting ke Intel berbasis komputer Macintosh, efektif menghentikan
produk sebagai Power PC berbasis komputer Macintosh tidak lagi
diproduksi. Rilis terbaru, Windows Virtual PC, tidak berjalan di
versi Windows lebih awal dari Windows 7, dan tidak resmi
mendukung MS-DOS atau sistem operasi sebelum Windows XP
Professional SP3 sebagai tamu. Versi yang lebih tua, yang
mendukung lebih luas host dan sistem operasi tamu, tetap tersedia.
Virtual PC virtualizes standar PC dan perangkat keras yang
terkait. Didukung sistem operasi Windows dapat dijalankan di dalam
Virtual PC.Sistem operasi lain seperti Linux dapat berjalan, tetapi
tidak secara resmi didukung, dan Microsoft tidak menyediakan
driver yang diperlukan (disebut "Penambahan Virtual Machine")
untuk Linux.
2.8.2 VirtualBox
Oracle VM VirtualBox (sebelumnya Sun VirtualBox ) adalah
Virtualisasi x86 paket perangkat lunak, yang diciptakan oleh

30

perusahaan software Innotek GmbH, dibeli oleh Sun Microsystems,


dan sekarang dikembangkan oleh Oracle Corporation sebagai bagian
dari keluarganya produk Virtualisasi. Oracle VM VirtualBox
terinstal pada sistem operasi host yang ada sebagai aplikasi, aplikasi
ini memungkinkan sistem host operasi tamu tambahan, masingmasing dikenal sebagai OS Tamu, yang akan diambil dan dijalankan,
masing-masing dengan lingkungan maya sendiri.
Sistem host operasi yang didukung termasuk Linux, Mac OS,
Windows

XP,

Windows

Vista,

Windows

7,

Solaris,

dan

OpenSolaris, ada juga port ke FreeBSD. Sistem operasi yang


didukung tamu termasuk versi dan derivasi dari Windows, Linux,
BSD, OS / 2, Solaris dan lainnya. Sejak rilis 3.2.0, VirtualBox juga
memungkinkan virtualisasi terbatas Mac OS tamu pada hardware
Apple.
Menurut

survei

2010

oleh

LinuxJournal.com,

dan

LifeHacker.com, VirtualBox adalah produk virtualisasi yang paling


populer dengan lebih dari 50% suara.
Sejak versi 4.1, Windows tamu pada hardware yang didukung
bisa mengambil keuntungan dari baru ini menerapkan WDDM sopir
termasuk dalam penambahan tamu, ini memungkinkan Windows
Aero harus diaktifkan bersama dengan Direct3D dukungan.
2.8.3 VMware
VMware,

Inc ( NYSE : VMW )

adalah

perusahaan

yang

menyediakan virtualisasi perangkat lunak, didirikan pada tahun 1998


dan berbasis di Palo Alto, California, Amerika Serikat. Perusahaan
ini diakuisisi oleh EMC Corporation pada tahun 2004, dan
beroperasi sebagai anak perusahaan perangkat lunak terpisah.
Perangkat lunak desktop VMware berjalan pada Microsoft
Windows, Linux, dan Mac OS, sementara VMware perusahaan

31

perangkat lunak hypervisors untuk server, VMware ESX dan


VMware ESXi, adalah baremetal hypervisors teratanam yang
berjalan secara langsung pada server yang keras tanpa memerlukan
tambahan mendasari sistem operasi. (Wijaya:2008:1)

BAB III
DATA DAN PEMBAHASAN
Perancangan Jaringan Komunikasi VoIP (Voice over Internet
Protocol) Dengan Server Asterisk Elastix Pada PT.Infomedia
Nusantara Bandung

Pada bab ini penulis akan menyajikan informasi-informasi yang diperoleh


setelah melakukan observasi dan dimaksudkan untuk menjawab identifikasi
masalah yang telah dibuat. Bab ini terdiri dari gambaran umum PT.Infomedia
Nusantara Bandung, penyajian data, pembahasan data.
3.1

Gambaran Umum PT.Infomedia Nusantara Bandung


Perkembangan teknologi saat ini sudah semakin pesat, terutama
teknologi informasi yang membawa banyak perubahan bagi dunia
telekomunikasi. Dalam teknologi komunikasi, komunikasi suara merupakan
satu hal yang akan menjadi bagian yang sangat penting, karena saat ini
komunikasi suara dianggap komunikasi yang praktis. PT.Infomedia
Nusatara adalah perusahaan pertama penyedia layanan informasi telepon di
Indonesia yang di dalamnya khusus di Bandung menyediakan layanan call
center untuk Garuda, Telkomsel, Jamsostek, Cititrans, Merpati, Gentong
mas. Sebagai salah satu instansi yang berkembang di Indonesia,
PT.Infomedia Nusantara Bandung mempunyai visi dan misi, tata nilai, dan
strategi

perusahaan

yang

berhubungan

dengan

kemajuan

karyawannya. Adapun visi PT.Infomedia Nusantara Bandung yaitu :

32

kinerja

33

1. Visi
Visi dari PT.Infomedia Nusantara yaitu, Menjadi penyedia jasa dan
informasi terkemuka, penghubung penjual dan pembeli yang berjangkauan
global.
2. Misi
Adapun misi dari PT.Infomedia Nusantara yaitu, Menyediakan jasa
informasi dalam bentuk cetak, elektronik dan berperan dalam pelayanan jasa
Informasi dan Komunikasi (INFOKOM).
3. Tata Nilai
a. Ukuran keberhasilan kita adalah kepuasan pelanggan.
b. Kita membutuhkan laba untuk mendukung pertumbuhan
c. Orang orang yang istimewa dan berdedikasi tinggi akan mampu
membuat perusahaan berhasil, terutama apabila mereka bekerjasama
dalam sebuah tim.
d. Inovasi adalah kekuatan pendorong untuk bertahan dan berkembang.
4. Strategi Perusahaan
a. Database informasi yang dinamis dan berkembang
b. Infrastruktur yang berbasis teknologi dan keterampilan sumber daya
manusia
c. Dukungan sistem IT dan perkembangan teknologi.
3.1.1 Sejarah Singkat PT.Infomedia Nusantara
Tahun 1975 merupakan awal perjalanan usaha PT.Infomedia
Nusantara menjadi perusahaan pertama penyedia layanan informasi
telepon di Indonesia. Di bawah sub divisi Elnusa GTDI dari anak
perusahaan Pertamina. Beberapa tonggak bersejarah yang patut
dicatat dalam perkembangannya antara lain adalah berubahnya sub
divisi tersebut menjadi PT.Elnusa Yellow Pages pada tahun 1984,
dan kemudian

menjadi

PT.Infomedia

Nusantara

pada

saat

34

PT.Telkom menanamkan investasinya, dan bersama PT.Elnusa


menjadi pemegang saham. Komposisi kepemilikan saham saat ini
adalah PT.Telkom 50% dan PT.Elnusa 49%.
Infomedia merupakan perusahaan penerbit Buku Petunjuk
Telepon (BPT) White Pages atau Yellow Pages yang telah
berpengalaman dalam pengolahan data pelanggan telepon dan data
bisnis di seluruh Indonesia, dengan demikian dinamisnya kehidupan
masyarakat, informasi menempati posisi sentral dalam mendorong
berbagai perubahan. Besarnya peranan informasi dalam informasi
budaya di masyarakat mengakibatkan tuntutan atas kualitas layanan
informasi semakin meningkat. Selama lebih dari 25 tahun infomedia
telah memberikan layanan jasa direktori telepon di Indonesia.
Infomedia

adalah

perusahaan

yang

dipercaya

PT.Telekomunikasi Indonesia, Tbk (PT.TELKOM) untuk menjadi


pusat

pemeliharaan

dan

pengembangan

database

telepon.

Kompetensi utama (Core Competence) infomedia adalah dalam


pengelolaan informasi direktori yang meliputi data inti (nama,
alamat, nomor telepon), data pelengkap (bidang usaha, profile
perusahaan), dan data pendukung (informasi wisata, pemerintah,
sosial).
Sejalan dengan berkembangnya teknologi Informasi dan
Komunikasi (INFOKOM), PT.Telkom telah menempatkan bisnis
INFOKOM ini meliputi Phone Net, yang berbasis pada jaringan Fix
Telephone, Mobile Net berbasis pada jaringan telepon selular, video
net untuk jaringan TV Cable, internet untuk jaringan multimedia
akses, dan Service yang meliputi Directory, Call Center, dan Data
Konten. Pada pelaksanaannya PT.Telkom lebih fokus pada core
bussinessnya yaitu jaringan Fixed Telephone dan Multimedia Access.
Bisnis yang lainnya PT.Telkom mempercayakan pengelolaannya
pada anak perusahaannya yang tergabung dalam Telkom Groups,
yaitu PT.Telkomsel dipercaya untuk mengelola bisnis jaringan

35

telepon selular, PT.Indonusa dipercaya untuk mengelola bisnis TV


Cable, dan PT.Infomedia Nusantara dipercaya untuk mengelola
bisnis service.
Infomedia mengembangkan bisnis service-nya menjadi tiga pilar
bisnis, yaitu Directory Service, Call Center Service, dan Content
Service, yang dalam pelaksanaannya ketiga pilar itu dapat berjalan
secara sinergi. Pilar layanan directory berfokus pada penerbitan
beragam directory dengan beragam media, pilar layanan Call Center
berfokus pada penyedia jasa Inbound Call Center maupun Outbound
Call Center, dan pilar layanan konten yang berpusat pada
pengembangan dan pemasaran database unggulan yang dimiliki
PT.Infomedia Nusantara. Masing masing pilar dijalankan oleh
seorang direktur yang telah memiliki pengalaman dan kompetensi
dibidangnya dengan orientasi World Class. Fokus bisnis dalam
pengembangannya yang berbasis data pelanggan telepon diseluruh
Indonesia.
3.1.2 Transformasi Bisnis PT.Infomedia Nusantara
Pada awalnya infomedia mengemas layanan directory informasi
dalam bentuk Buku Petunjuk Telepon (BPT). Produk utama yang
pertama kali diterbitkan adalah Buku Petunjuk Telepon (BPT) untuk
5 (lima) kota besar di Indonesia pada tahun 1976. Saat ini Infomedia
Nusantara telah menerbitkan 68 Buku Petunjuk Telepon (BPT) di 57
kota utama dan total sirkulasi mencapai lima juta eksemplar.
Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi di
Indonesia pada era 1990-an, mendorong akan kebutuhan informasi.
Infomedia

nusantara yang bergerak dalam bisnis

directory

menangkap fenomena sebagai tantangan dan sekaligus peluang yang


harus dimanfaatkan. Menanggapi fenomena tersebut, Infomedia
Nusantara melakukan penyelarasan visi dan misi perusahaan yang

36

diikuti perubahan-perubahan konseptual produk dan layanan serta


strategi perusahaan.

Dengan dukungan trend

perkembangan

teknologi dan budaya, Infomedia Nusantara masuk ke dalam tahap


pengembangan layanan informasi directory dalam bentuk elektronik
dan audio.
Pada tahun 1996 Infomedia Nusantara meluncurkan produkproduk layanan informasi baru disamping Buku Petunjuk Telepon
(BPT) melalui 6 directory khususnya yaitu situs Yellow Pages di
internet (www.yellowpages.co.id), CD ROM Yellow Pages dan
layanan Directory melalui Hallo Yellow, serta 108 nasional. 108
Nasional diluncurkan pada tahun 1997, infomedia bersama
PT.Telkom meluncurkan produk layanan ini.
3.1.3 Struktur Organisasi ITCC (IT Contact Center) PT.Infomedia
Nusantara Bandung
Pada dasarnya setiap perusahaan mempunyai struktur organisasi
dalam melaksanakan operasionalnya guna mewujudkan kinerja yang
teratur dan terarah. Struktur organisasi menggambarkan hubungan
antara karyawan-karyawan perusahaan sesuai dengan jabatannya,
selain itu dengan adanya struktur organisasi ini, maka akan membuat
jelas setiap tanggung jawab dan wewenang masing-masing
karyawan.
Struktur Organisasi ITCC (IT Contact Center) PT.Infomedia
Nusantara adalah sebagai berikut :

37

ANE MARDIANA
Manager CC Area Bandung

Riza Ariefiandhi
Koordinator ITCC

Arief Gumasyah
Spv. ITCC

Staf ITCC

Maintanence and Support IT

Sumber : Arsip PT.Infomedia Nusantara Bandung


Gambar 3.1 Struktur Organisasi ITCC PT.Infomedia Nusantara

3.1.4 Job Description pada ITCC (IT Contact Center) PT.Infomedia


Nusantara Bandung
Setelah mengetahui tentang struktur organisasi pada ITCC (IT
Call Center), maka selanjutnya penulis akan membahas mengenai
job description pada bidang ITCC PT.Infomedia Nusantara
Bandung.
1. Manager Contact Center Area Bandung
Tugas Manager Contact Center area Bandung adalah sebagai
berikut:
a. Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pelayanan call
center telkomsel
b. Mendayagunakan caroline officer telkomsel, perangkat sistem
informasi dan database pelanggan

38

c. Mengelola kompetensi pelayanan bagi caroline

officer

telkomsel
d. Meningkatkan kinerja pelayanan dan citra pelayanan.
e. Menjamin semua pelanggan telkomsel mendapatkan layanan
yang sesuai dengan SLA yang ditetapkan
2. Koordinator ITCC (IT Contact Center)
Tugas Koordinator ITCC (IT Contact Center) PT.Infomedia
Nusantara Bandung adalah sebagai berikut:
a. Mengkoordinasikan sumber daya untuk menjaga layanan IT
berjalan dengan baik
b. Memberikan solusi jika terjadi permasalahan dalam layanan IT
c. Membuat dan memberikan laporan tentang pencapaian dan
kecenderungan dari tingkat layanan
3. Supervisor ITCC (IT Contact Center)
Tugas Supervisor ITCC (IT Contact Center) PT.Infomedia
Nusantara Bandung adalah sebagai berikut:
a. Bertanggung jawab terhadap infrastruktur call center telkomsel
dan menjamin seluruh teknologi berfungsi secara optimal
b. Bertanggung jawab terhadap kinerja dan pembinaan IT staff
dan Maintenance and Support IT yang menjadi bawahannya
serta menyusun jadwal shifting IT staff dan Maintenance and
Support IT yang bertugas
c. Memastikan
operasional

kelancaran

berlangsungnya

layanan dari segi kualitas

kegiatan

di

dan kuantitas,

memonitoring performansi pekerja serta menjamin tercapainya


target Key Performance Indicator (KPI) layanan.

39

4. Staff ITCC (IT Contact Center)


Tugas Staff ITCC (IT Contact Center) PT.Infomedia
Nusantara Bandung adalah sebagai berikut:
a. Melakukan monitoring, koordinasi, dan evaluasi pengendalian
teknis terhadap infrastruktur call center telkomsel untuk
menjamin seluruh teknologi yang terkait dengan pelayanan
berfungsi secara optimal
b. Menjaga aktifitas infrastruktur call center telkomsel berjalan
dengan baik
5. Maintenance and Support ITCC (IT Contact Center)
Tugas Maintenance and Support ITCC (IT Contact Center)
PT.Infomedia

Nusantara

Bandung

adalah

menyelesaikan

permasalahan seperti gagal login, koneksi terputus, pemasangan


perangkat baru, penambahan kabel LAN (Local Area Network)
sesuai dengan yang telah dilaporkan user kepada bagian staff
ITCC.
Semua bagian di ITCC (IT Contact Center) harus saling bekerja sama
dalam mewujudkan kinerja yang baik dan dapat meningkatkan tingkat
kualitas ke level maksimal. Setiap bagian pada ITCC (IT Contact Center)
merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena bagian satu
dengan yang lainnya tergabung dalam bagian ITCC (IT Contact Center).
3.2

Penyajian Data
Pada bagian ini, berisi mengenai data-data yang diperoleh penulis
selama mengikuti observasi di PT.Infomedia Nusantara Bandung. Berikut
ini penulis akan menguraikan data-data yang telah diperoleh yaitu sebagai
berikut.

40

3.2.1 Data yang digunakan dalam perancangan jaringan komunikasi


VoIP (Voice over Internet Protocol) dengan server Asterisk
Elastix pada PT.Infomedia Nusantara Bandung
Dalam melakukan pembuatan jaringan komunikasi VoIP
sederhana, ada beberapa poin yang perlu diketahui seperti arsitektur
jaringan

yang

digunakan,

spesifikasi

komputer

server

dan

interkoneksi yang digunakan.


1. Topologi Jaringan PT.Infomedia Nusantara Bandung
Topologi jaringan yang digunakan PT.Infomedia Nusantara
Bandung menggunakan topologi jaringan tree, dimana pada setiap
ruangan telah terpasang 1 buah hub yang nantinya semua hub
pada ruangan ditujukan pada server utama yang ada di ruangan
server.

Sumber : Arsip PT.Infomedia Nusantara


Gambar 3.2 Topologi Tree PT.Infomedia Nusantara

41

2. Spesifikasi Hardware Server


Dalam melakukan pembuatan komunikasi VoIP sederhana
dibutuhkan komputer server. Server yang digunakan adalah
Asterisk Elastix. Sebelum melakukan proses instalasi server ada
beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu spesifikasi hardware
yang mendukung untuk menjalankan Asterisk Elastix. Spesifikasi
minimum hardware server Asterisk Elastix adalah sebagai
berikut:
a. Prosesor 2.00 Ghz
b. RAM 512 MB
c. Harddisk 500 GigaByte
PT.Infomedia Nusantara Bandung menggunakan spesifikasi
hardware server sebagai berikut:
a. Komputer Lenovo Pentium (R) Dual Core CPU E5700 3.00
Ghz
b. RAM 2 GB
c. Harddisk 1 TeraByte
3. Interkoneksi
Interkoneksi yang dipakai dalam proses komunikasi VoIP
menggunakan IP Phone yang di dalamnya sudah ada port RJ45
yang dihubungkan ke komputer dan RJ11 yang dihubungkan ke
kabel

spiral

headset

sebagai

alat

microphone.

Selain

menggunakan IP Phone, interkoneksi yang dilakukan yaitu


menggunakan sistem computer to computer dimana VoIP (Voice
over Internet Protocol) dilakukan menggunakan komputer ke
komputer yang sudah menggunakan aplikasi pendukung X-lite
didalamnya

dan pemakaian

handphone

sebagai

komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol).

alternatif

42

3.2.2 Data mengenai pembuatan jaringan komunikasi VoIP (Voice


over

Internet

Protocol)

dengan

server

asterisk

elastix

menggunakan metode SIP (Session Initiation Protocol) pada


PT.Infomedia Nusantara Bandung
Pembuatan komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol)
sangat sederhana, dimulai dari tahap instalasi server sampai tahap
setting pada setiap client. Server dihubungkan melalui komputer
disetiap ruangan dengan mendaftarkan komputer-komputer tersebut
menggunakan nomor extensions yang sudah disimpan di database
server. Setiap komputer user VoIP (Voice over Internet Protocol)
hanya tinggal menginstal software X-lite yang berfungsi sebagai
media untuk bertelepon atau dengan menggunakan IP phone karena
setiap agent PT.Infomedia Nusantara Bandung tidak semuanya
menggunakan aplikasi X-lite saja, sebagian sudah menggunakan IP
phone sebagai alat komunikasinya, tetapi tidak banyak dan sebagai
alternatifnya dapat menggunakan handphone.
VoIP (Voice over Internet Protocol) ini dibangun untuk
mengatasi

agent

PT.Infomedia

Nusantara

Bandung

apabila

mengalami gangguan baik dari perangkat hardware yang digunakan


rusak ataupun software yang bermasalah bisa menghubungi
workshop untuk segera memperbaiki hardware yang rusak dan
infratel untuk memperbaiki software yang bermasalah
3.2.3 Data mengenai pengujian hasil pembuatan jaringan komunikasi
VoIP (Voice over Internet Protocol) dengan server asterisk elastix
Pada PT.Infomedia Nusantara Bandung
Hal

yang

dilakukan

saat

pengujian

adalah

pertama

menghubungkan jaringan komunikasi VoIP (Voice over Internet


Protocol) ini dengan menggunakan komputer dengan komputer
kemudian handphone dengan komputer sampai menghubungkan

43

handphone dengan handphone melalui jaringan wireless. Selain


menghubungkan perangkat yang ada, komunikasi VoIP (Voice over
Internet Protocol) ini dapat diimplementasikan melalui web server
seperti voiprakyat yang nantinya dapat berkomunikasi melalui
jaringan internet dengan pihak lain.
Pada saat berkomunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol)
akan ada proses perubahan suara analog menjadi suara digital yang
disebut dengan ADC (Analog Digital Converter) karena frekuensi
suara manusia berbeda dengan proses pada komputer.
3.3

Pembahasan Data
Pada sub bab ini akan dibahas tentang perancangan jaringan
komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol), pembuatan jaringan
komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol), serta pengujian dalam
pembuatan jaringan komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol).
3.3.1 Perancangan jaringan komunikasi VoIP (Voice over Internet
Protocol) dengan server asterisk elastix
Dalam perancangan jaringan komunikasi VoIP (Voice over
Internet Protocol) ada beberapa hal yang harus dipersiapkan yaitu
sebagai berikut :
1. Topologi Jaringan
Salah satu faktor utama efisiensi jaringan komputer adalah
topologinya. Topologi tree merupakan salah satu topologi
jaringan yang sering digunakan untuk berkomunikasi VoIP (Voice
over Internet Protocol) karena dengan memakai topologi tree ini
lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan
mengaktifkan fungsi repeater yang dimiliki oleh hub dan topologi
ini dapat membagi seluruh jaringan menjadi bagian yang mudah
diatur.

44

2. Komputer Server
Server yang digunakan untuk melakukan komunikasi VoIP
(Voice over Internet Protocol) menggunakan server Linux
Asterisk Elastix. Di PT.Infomedia Nusantara sendiri server ini
disimpan ditempat khusus ruangan server yang kemudian di
monitoring oleh ahli server di ruangan infratel. Server ini
dihubungkan melaui hub/switch dan kemudian dihubungkan ke
ruangan agent Garuda dan Telkomsel dengan menggunakan kabel
jaringan yang sudah diatur jalurnya melalui ruang panel. Server
ini digunakan khusus untuk berkomunikasi VoIP (Voice over
Internet Protocol) antara agent dengan troubleshooter yang ada di
ruangan workshop maupun di ruangan infratel.
Perancangan yang dilakukan penulis sendiri yaitu server
Asterisk Elastix di install melalui aplikasi virtual machine tanpa
menggunakan PC Server sesungguhnya dan kemudian melakukan
komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) dengan berbagai
macam interkoneksi.
3. Interkoneksi yang digunakan
Untuk melakukan komunikasi VoIP dibutuhkan beberapa
interkoneksi diantaranya adalah IP Phone dan komputer sebagai
alternatif bisa menggunakan handphone. Pada perancangan bisa
mengunakan beberapa metode diantaranya bisa menggunakan
metode wired yaitu menghubungkan server ke switch/hub
kemudian

ditujukan

ke

semua

komputer

client

dengan

menggunakan kabel UTP (Unshield Twisted Pair). Perancangan


dengan menggunakan wired ini akan sulit apabila memiliki
komputer client lebih banyak karena dibutuhkan pula kabel UTP
(Unshield Twisted Pair) yang lebih banyak.

45

Sumber : Cisco Packet Tracer


Gambar 3.3 Perancangan Menggunakan UTP
Selain

menggunakan

komputer

sebagai

client

untuk

berkomunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol), perangkat


lain seperti handphone dapat digunakan untuk ber-VoIP (Voice
over Internet Protocol) caranya dapat menggunakan Wireless
Network dan dapat berkomunikasi antar handphone dengan
komputer bila pada setiap komputer client sudah menggunakan
Wireless Network Adapter. Perancangan ini lebih praktis karena
bila memiliki client lebih banyak maka client tersebut hanya
menghubungkan pada 1 koneksi yang disebut dengan Wireless
Access Point

46

Sumber : Cisco Packet Tracer


Gambar 3.4 Perancangan Menggunakan Wireless

3. Aplikasi Pendukung
Ada

beberapa

aplikasi

pendukung

untuk

melakukan

komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) diantaranya


adalah X-Lite. X-Lite ini diinstal didalam komputer client agar
dapat terhubung dengan client lain. Aplikasi ini diibaratkan
sebagai telepon untuk menghubungi client lain melalui nomor
extensions yang sudah didaftarkan pada server Asterisk Elastix.
Untuk handphone sendiri bisa download aplikasi zoiper bila
menggunakan handphone berbasis android dan handphone lain
yang sudah menggunakan fitur SIP (Session Initiation Protocol)
didalamnya.

47

3.3.2 Pembuatan jaringan komunikasi VoIP (Voice over Internet


Protocol) dengan server asterisk elastix menggunakan metode
SIP (Session Initiation Protocol)
Ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam proses
pembuatan jaringan komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol)
sederhana, yaitu sebagai berikut :
1. Instalasi Asterisk Elastix
Asterisk Elastix diinstalkan ke PC (Personal Computer) yang
didalamnya sudah mengikutsertakan OS (Operating System)
Linux. Harddisk secara otomatis terformat oleh Linux, maka dari
itu dianjurkan untuk memakai harddisk yang benar-benar kosong
dan tidak berisikan tentang data-data penting. Tetapi agar
pemakaian komputer server dapat dijalankan bersamaan dengan
OS (Operating System) Host dalam 1 komputer maka penulis
menggunakan aplikasi virtual machine yaitu virtualbox agar tidak
membutuhkan lagi harddisk baru.
Berikut ini adalah langkah yang dilakukan saat instalasi
Linux Asterisk Elastix :
a. Setting booting yang ditujukan langsung ke CD Asterisk
Elastix yang ada di CD ROM pada bios, selanjutnya ketika
tampilan instalasi muncul seperti gambar dibawah ini tekan
Enter untuk masuk ke modus default instalasi

48

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.5 Instalasi Asterisk Elastix
b. Selanjutnya, pilih bahasa untuk instalasi. Berikut pilih
English

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.6 Pemilihan Bahasa Instalasi

49

c. Selanjutnya, pilih jenis keyboard sesuai dengan kebutuhan


Anda. Biasanya memilih 'us'

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.7 Pemilihan Jenis Keyboard

d. Berikutnya adalah operasi partisi. Terdapat empat pilihan


untuk memilih. Jika ingin menggunakan harddisk kosong, pilih
pengaturan default Use free space on selected drives and
create default layout. Jika ingin membuangnya, gunakan
pilihan Remove all partitions on selected drivers and create
default layout, jika ingin menyimpan data lama, pilih opsi
Create custom layout untuk melakukan partisi. Apa yang
gunakan di sini adalah harddisk baru. Dalam percobaan ini
penulis menggunakan harddisk virtual yang ada pada aplikasi
virtual machine dengan menggunakan virtual box sehingga
tidak menggunakan harddisk asli. Pilih pengaturan default dan
klik 'OK'

50

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.8 Tipe Partisi
e. Selanjutnya, muncul prompt berikut 'Review and modify
partitioning layout?' Pilih 'No' seperti pada gambar di bawah
ini

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.9 Memodifikasi Partisi

51

f. Selanjutnya, muncul prompt berikut Would you like to


configure the eth0 network interface in your system? Pilih
'Yes' di sini

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.10 Konfigurasi Jaringan eth0

g. Selanjutnya, memilih untuk mengkonfigurasi IPv4 atau IPv6.


Di sini pilih 'Activate on boot' dan 'Enable IPv4 support',
kemudian klik 'OK'

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.11 Pemilihan IPv4 dan IPv6

52

h. Selanjutnya, mengkonfigurasi alamat IP pilih secara manual


atau dinamis. Di sini kita pilih 'Manual address configuration',
masukkan alamat IP dan subnet mask di bawah ini, disini
diisikan alamat IP dengan 192.168.100.10 kemudian prefix
(Netmask) dengan 255.255.255.0 kemudian klik 'OK'

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.12 Konfigurasi IPv4 untuk eth0
i. Selanjutnya, masukkan alamat gateway, alamat DNS primer
dan alamat DNS sekunder, disini diisikan alamat gateway
dengan 192.168.100.1 menggunakan segmen yang sama
seperti alamat IP pada server yaitu 100 dan kelas IP yang sama
yaitu kelas C, alamat DNS primer dengan 8.8.8.8, alamat DNS
sekunder dengan 8.8.4.4 disini menggunakan DNS dari Google
dan kemudian klik 'OK'

53

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.13 Setting Gateway, DNS Primer, DNS Sekunder
j. Selanjutnya, menentukan bagaimana untuk mendapatkan nama
host secara otomatis melalui DHCP atau dimasukkan secara
manual. Di sini kita pilih 'manual' dan masukkan hostname
'Localhost' seperti gambar di bawah ini

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.14 Konfigurasi Hostname

54

k. Selanjutnya, pilih zona waktu sesuai dengan keadaan yang


sebenarnya. Di sini pilih Asia/Jakarta

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.15 Konfigurasi Time Zone
l. Selanjutnya, masukkan password sistem administrator disini
diisikan password dengan 123qwe

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.16 Root Password

55

m. Selanjutnya, partisi dan format harddisk dimulai. Setelah


semua file yang diinstal berhasil, PC akan restart secara
otomatis

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.17 Partisi dan Format Harddisk
n. Selama proses startup, prompt berikutnya akan muncul untuk
meminta password root MySQL baru. Isi password root
MySQL dengan qweasd

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.18 Konfigurasi Password Root MySQL

56

o. Masih dalam proses startup, prompt berikut akan muncul


untuk meminta password login web. Isi password dengan
qwe123

Sumber : Linux Asterisk Elastix


Gambar 3.19 Konfigurasi Password FreePBX

2. Login pada sistem


Pada tahap selanjutnya diperlukan bantuan software seperti
Internet Explorer, Mozilla Firefox atau Google Chrome untuk
melakukan browsing sistem utama Asterisk Elastix ini. Karena
Asterisk Elastix membutuhkan koneksi yang stabil kita coba
menggunakan aplikasi Google Chrome sebagai browsernya.
Masuk ke Google Chrome lalu pada tab halaman url ketikkan
IP Address Asterisk Elastix yang sudah dibuat sebelumnya yaitu
192.168.100.10. kemudian isi username dengan admin dan
password dengan qwe123

57

Sumber : Web Asterisk Elastix


Gambar 3.20 Tampilan Login Elastix

3. Konfigurasi PBX (Private Branch Exchange)


Konfigurasi PBX (Private Branch Exchange) dilakukan
untuk mengatur agar user dapat berkomunikasi VoIP (Voice over
Internet Protocol) melalui nomor extensions. Ada beberapa menu
option yang terdapat di dalam tab PBX yaitu PBX Configuration,
Operator Panel, Voicemail, Monitoring, Batch Configuration,
Conference, Tools, Flash Operator Panel, dan VoIP Provider.
Pertama kali kita harus membuat nomor extension untuk user
pertama dengan memilih tab PBX kemudian pilih extensions pada
menu basic sebelah kiri menu. Setelah itu akan muncul pilihan
option yang didalamnya terdapat option Generic SIP Device,
Generic IAX2 Device, Generic ZAP Device, Generic DAHDI
Device. Pada pembahasan kali ini akan mencoba menggunakan
metode SIP (Session Initiation Protocol) device untuk itu pilih
option Generic SIP Device seperti gambar dibawah ini

58

Sumber : Web Asterisk Elastix


Gambar 3.21 Konfigurasi SIP Device
Prompt berikutnya akan muncul beberapa kolom yang harus
di isi. Isi User Extensions dengan nomor 001. Extensions nomor
disini adalah nomor user VoIP (Voice over Internet Protocol)
yang nantinya nomor ini sebagai nomor tujuan yang akan
dihubungi. Display name diisi dengan Mughny, display name ini
adalah tampilan yang akan muncul ketika berkomunikasi VoIP
(Voice over Internet Protocol). Secret diisi dengan 123mughny,
secret merupakan sebuah password dari user VoIP (Voice over
Internet Protocol).

59

Sumber : Web Asterisk Elastix


Gambar 3.22 Add Extensions
Buat user extensions kedua dan ketiga agar dapat melakukan
komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) sesama
extensions. Caranya sama seperti pembuatan user extensions 001
hanya yang membedakan pada user kedua yaitu isi user
extensions dengan 002 kemudian display name isi dengan
Mughny PC, SIP alias isi dengan 002 dan secret isi dengan
123mughnypc. Pada user ketiga isi user extensions dengan 003
kemudian display name isi dengan Mughny HP, SIP alias isi
dengan 003 dan secret isi dengan 123mughnyhp.
Selanjutnya pada record incoming dan record outgoing
diketiga user pilih option always agar hasil percakapan saat
berkomunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) dapat di
rekam dan disimpan di database dan hasil rekaman tersebut dapat
diambil bila sewaktu-waktu terjadi kesalahan. Kemudian pilih
submit.

60

Sumber : Web Asterisk Elastix


Gambar 3.23 Recording
Untuk menyimpan perubahan yang telah dilakukan klik
Apply Configuration Changes Here seperti gambar dibawah ini

Sumber : Web Asterisk Elastix


Gambar 3.24 Tampilan Apply Configuration
Selanjutnya setting trunk, tujuan dari menu trunk ini adalah
untuk menghubungkan 2 buah server VoIP (Voice over Internet
Protocol) agar bisa saling berkomunikasi. Menghubungkan 2

61

buah server agar pemakai server VoIP 1 bisa berkomunikasi


dengan pemakai server VoIP 2. Pilih menu trunk, kemudian pilih
menu add SIP Trunk seperti gambar di bawah ini

Sumber : Web Asterisk Elastix


Gambar 3.25 Add SIP Trunk
Ada beberapa tahap yang harus dilakukan secara berurutan,
disini trunk di setting agar terhubung dengan forum VoIP
Indonesia yaitu voiprakyat.or.id. sebelumnya harus daftar terlebih
dahulu ke forum voiprakyat untuk mendapatkan username dengan
password-nya. Kemudian isi trunk name dengan voiprakyat.or.id,
outbound caller id dengan username yang sudah terdaftar pada
voiprakyat yaitu 144915, kemudian isi beberapa syntax dibawah
ini

62

host=voiprakyat.or.id
fromdomain=voiprakyat.or.id
username=144915
secret=YHY7PW
type=friend
fromuser=144915
authuser=144915
qualify=yes
canredirect=no
canreinvite=no
insecure=very
disallow=all
allow=ulaw&ilbc
dtmfmode=rfc2833
Syntax di atas diisi pada form Peer Details. Maksud syntax di
atas adalah untuk setting panggilan agar dapat berkomunikasi
dengan server lain. Proses konfigurasi yang benar dapat dilihat
pada gambar dibawah ini

63

Sumber : Web Asterisk Elastix


Gambar 3.26 Setting Trunk
Setelah form trunk sudah diisi dengan benar pilih submit
change untuk menyimpan dan apply configuration change here
untuk menerapkan setting yang sudah dibuat.
Kemudian setting outbond routes agar user dapat melakukan
panggilan keluar yaitu ke voip rakyat itu sendiri. Untuk
melakukan penyetingan outbond routes ada beberapa tahap yang
harus dilakukan, pertama pilih option outbond routes pada menu
PBX, selanjutnya akan muncul tampilan dari outbond routes itu
sendiri seperti gambar di bawah ini

64

Sumber : Web Asterisk Elastix


Gambar 3.27 Tampilan menu outbond routes
Pada routes name isi dengan voiprakyat, kemudian Dial
Pattern that will use route isi dengan 80. Maksud disini adalah
untuk menghubungi extensions voiprakyat menggunakan prefix
80. Misalnya salah satu user di voiprakyat memiliki ekstensi
VoIP 23789, maka men-dial dari client SIP sebagai: 8023789. Isi
trunk sequence pilih voiprakyat.or.id. pilih submit changes untuk
menyimpan

setting

outbond

routes

kemudian

apply

configuration change here untuk menerapkan setting yang sudah


dibuat. Setiap kali selesai melakukan penyetingan harus selalu
memilih option ini.

65

4. Konfigurasi X-lite
Untuk melakukan komunikasi VoIP (Voice over Internet
Protocol) harus menggunakan aplikasi yang memungkinkan ber
VoIP (Voice over Internet Protocol) antara computer to computer
yaitu menggunkan aplikasi X-lite. X-lite yang digunakan
menggunakan version 1.5.12.1 build 36652. Ada beberapa
langkah yang harus dilakukan sebelum menggunakan X-lite untuk
berkomunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) yaitu pertama
buka aplikasi X-lite kemudian klik kanan pilih SIP account setting
seperti pada gambar di bawah ini

Sumber : Desktop Xlite


Gambar 3.28 Tampilan X-lite

66

Kemudian pada prompt selanjutnya akan muncul daftar


account SIP disini X-lite masih belum mendaftarkan account SIP
maka dari itu untuk menambahkan account SIP pilih add seperti
gambar di bawah ini

Sumber : Desktop Xlite


Gambar 3.29 Add SIP Accounts
Selanjutnya akan muncul properties untuk account yang
pertama. Isi pada user details sebagai berikut
Display Name : Mughny
Username : 001
Password : 123mughny
Domain : 192.168.100.10
Display Name, Username dan password adalah data yang
sudah dibuat sebelumnya ketika add extensions dan domain
adalah alamat server Asterisk Elastix yang sudah di setting pada
awal penginstalan

67

Sumber : Desktop Xlite


Gambar 3.30 Properties Account 1
Lakukan hal yang sama pada account user kedua yaitu
extensions 002 yang sudah dibuat sebelumnya dengan mengisi
Display Name : Mughny PC
Username : 002
Password : 123mughnypc
Domain : 192.168.100.10
5. Setting menggunakan phone (Android)
Selain menggunakan komputer komunikasi VoIP (Voice over
Internet Protocol) dapat dilakukan menggunakan handphone.
Disini penulis akan membahas bagaimana setting yang dilakukan
agar handphone (android) dapat berkomunikasi VoIP (Voice over
Internet Protocol) dengan handphone bahkan komputer yang

68

sudah terinstal X-lite. Langkah pertama yaitu masuk ke setting


pada handphone android kemudian pilih call settings. Selanjutnya
prompt berikutnya akan muncul beberapa option untuk setting
call, pada internet call setting pilih Accounts untuk menambahkan
account call SIP pada handphone yang akan digunakan untuk
berkomunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) seperti
gambar di bawah ini

Sumber : Call Setting Sony Xperia Sola


Gambar 3.31 Internet Call Setting
Kemudian akan muncul internet calling (SIP) account pilih
add account untuk menambahkan account SIP. Account yang
dibuat diambil melalui user extensions 003. Ada beberapa hal
yang harus diisi yaitu sebagai berikut :

69

Username : 003
Password : 123mughnyhp
Server : 192.168.100.10
Display Name : Mughny HP
Display Name, Username dan password adalah data yang
sudah dibuat sebelumnya ketika add extensions dan Server adalah
alamat server Asterisk Elastix yang sudah di setting pada awal
penginstalan seperti gambar di bawah ini

Sumber : Call Setting Sony Xperia Sola


Gambar 3.32 SIP Account Details
Setelah mengisi semua dengan benar pilih save untuk
menyimpan account call SIP yang dibuat. Coba untuk melakukan
komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) dengan

70

menggunakan komputer dengan komputer atau komputer dengan


handphone.
3.3.3 Pengujian hasil pembuatan jaringan komunikasi VoIP (Voice
over Internet Protocol) dengan server asterisk elastix
Pengujian jaringan komunikasi VoIP (Voice over Internet
Protocol) ini berjalan dengan lancar. Komunikasi VoIP (Voice over
Internet Protocol) dapat digunakan pada komputer dengan dengan
komputer, handphone dengan komputer dan handphone dengan
handphone menggunakan jaringan wired maupun wireless dengan
aplikasi tambahan didalamnya menggunakan X-Lite atau Zoiper.
Ada beberapa hambatan yang membuat pembuatan komunikasi VoIP
(Voice over Internet Protocol) ini tidak berjalan maksimal. Pertama,
pada saat percobaan memakai server Asterisk Elastix dengan virtual
machine komunikasi antara host dengan client menggunakan sistem
wired tidak berjalan karena host only network pada virtual machine
digabungkan

dengan

Lan

connection

pada

komputer

host

menggunakan bridge connection harus menggunakan wireless


connection karena bila menggunakan wired atau kabel jaringan UTP
tidak akan ada koneksi. Bila ingin menggunakan metode wired
sebaiknya server yang digunakan betulbetul menggunakan server
PC (Personal Computer) asli bukan menggunakan PC (Personal
Computer) buatan atau virtual machine.
Saat komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) berjalan
terdapat proses converter dari suara yang dihasilkan dari microphone
yaitu suara manusia itu sendiri (analog) menjadi bentuk digital atau
disebut juga dengan ADC (Analog Digital Converter) yang dibaca
oleh komputer. Secara teori frekuensi suara manusia berkisar antara
20 hz 20 Khz dan komputer hanya mengenal sinyal digital 0 dan 1.
Ukuran bit sampel amplitude level suara adalah 8 bit dan 16 bit
semakin besar bit sampel yang digunakan akan semakin bagus range

71

dinamis suara yang dihasilkan. Bit resolusi pada suara ada dua, yaitu
mono (1 channel) dan stereo (2 channel). Secara perhitungan bila
suara yang dihasilkan saat berkomunikasi VoIP (Voice over Internet
Protocol) menggunakan mono (1 channel) dapat disimpulkan
perhitungan ADC nya dengan rumus:
Sampling

durasi

record

(detik)

bit

sampel X number of channel/8


Bila suara yang dihasilkan menggunakan stereo (2 channel)
dapat disimpulkan perhitungan ADC nya dengan rumus:
Sampling

durasi

record

(detik)

bit

sampel X number of channel/8


Maksud sampling diatas adalah frekuensi suara yang dihasilkan,
durasi record adalah lamanya waktu pembicaraan dalam detik, bit
sampel adalah amplitude level suara yang dipakai, number of
channel adalah stereo (2 channel) atau mono (1 channel)/8 bit (1
byte=8 bit).
Sebagai contoh frekuensi suara yang dihasilkan untuk berVoIp
sekitar 20 Hz dengan durasi selama 100 detik menggunakan 16 bit
sampel

dan

kualitas

suara

menggunakan

stereo.

Sehingga

perhitungannya adalah
20

100

16

2/8)

8000

byte

1111101000000 (biner)
Selain hambatan terhadap koneksi menggunakan wired, ada
beberapa hambatan lain yaitu ketika menggunakan fitur video call
pada aplikasi X-lite yang tidak berfungsi. Video call pada X-lite
sudah menyala tetapi ketika dijalankan aplikasi X-lite mengalami
error dan tiba tiba keluar dengan sendirinya. Solusi yang dilakukan

72

yaitu menambahkan beberapa vim pada sip_general_additional.conf


sebagai berikut :
allow=h264
allow=h263p
allow=h263
allow=h261
videosupport=yes
maxcallbitrate=384
externip=192.168.100.10
Maksud

dari

allow=h264,

allow=h263p,

allow=h263,

allow=h261 adalah bentuk video codec yang akan diterpakan,


videosupport=yes

maksudnya

adalah

menambahkan

dan

mengaktifkan fitur video saat berkomunikasi, maxcallbitrate=384


maksudnya

adalah

menggunakan

bitrate

384

kb/s

dan

externip=192.168.100.10 adalah alamat ip pada server yang


digunakan. Solusi lainnya yaitu menggunakan aplikasi X-lite version
terbaru. Tetapi hal ini tetap sama, solusi menambahkan vim pada
editor sip_general_additional.conf dan mengganti X-lite versi terbaru
tidak menghasilkan solusi yang benar dan video call tetap tidak
berjalan.
Pada proses pembuatan jaringan komunikasi VoIP (Voice over
Internet Protocol) ada beberapa hambatan saat komunikasi VoIP
(Voice over Internet Protocol) itu terjadi, diantaranya sebagai
berikut:

73

1. Packet Loss
Packet loss adalah hilangnya data yang sedang dikirim
kepada penerima. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan pada
router yang terlalu sibuk, sehingga data yang dikirim tidak dapat
terkirim dengan sempurna akibatnya suara yang didengar oleh
lawan bicara putus-putus bahkan bisa tidak ada sama sekali.
Pada masalah ini pembagian bandwitch perlu diperhatikan
agar setiap user mendapatkan perlakuan yang sama. Karena data
internet yang dipakai bukan hanya untuk VoIP (Voice over
Internet Protocol) saja tetapi dipakai untuk kebutuhan lainnya
seperti e-mail, browsing, download, upload, dan chatting.
2. Echo
Echo atau gema dapat disebabkan oleh kesalahan perangkat
pengirim dan penerima suara dalam mengonversikan atau
mengubah data dari suara menjadi digital atau sebaliknya
biasanya disebabkan karena adanya impedansi dalam rangkaian
analog peralatan.
3. Keamanan Data
Karena percakapan dilakukan pada jaringan internet, maka
ada kemungkinan percakapan tersebut disadap oleh orang-orang
yang tidak bertanggung jawab dengan maksud tersendiri dari
suatu tempat tertentu. Hal ini disebabkan karena VoIP (Voice over
Internet Protocol) berbeda dengan telepon biasa pada umumnya.
Telepon rumah dan telepon genggam sudah memberikan privasi
kepada para user sehingga mereka bebas melakukan komunikasi
dengan siapa saja dan dimana saja.
Sedangkan pada VoIP (Voice over Internet Protocol)
komunikasi dilakukan di jalur komunikasi data. Dimana pada saat
ini sudah banyak muncul orang orang yang tidak bertanggung
jawab membobol portal dari jaringan internet. Diharapkan para

74

pengguna VoIP (Voice over Internet Protocol) berhati-hati dalam


menggunakannya.
Agar menghasilkan kualitas yang lebih baik, Beberapa
hardware untuk koneksi yang lebih baik lagi dengan menambahkan
kualitas dan kuantitas dari hardware tersebut. Dan beberapa buku
panduan sebagai pedoman dalam pembuatan ini.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini penulis memberikan kesimpulan dan saran

mengenai

Perancangan Jaringan Komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) Dengan


Server Asterisk Elastix Pada PT.Infomedia Nusantara Bandung.
4.1

Kesimpulan
Setelah selesai melakukan beberapa proses pembuatan VoIP (Voice
over Internet Protocol) dan melakukan tahap uji coba penulis menarik
beberapa kesimpulan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Perancangan jaringan komunikasi Voip (Voice Over Internet Protocol)
dengan server asterisk elastix pada PT.Infomedia Nusantara Bandung
telah berhasil dilakukan. Ada beberapa poin yang harus diperhatikan
dalam perancangan jaringan VoIP (Voice Over Internet Protocol) antara
lain topologi jaringan yang dipakai, spesifikasi server asterisk elastix,
sampai

interkoneksi

yang

dipasang.

Perancangan

VoIP

bisa

menggunakan wired dengan kabel UTP atau wireless network.


2. Pembuatan jaringan komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol)
berhasil dibuat. Pembuatan dilakukan menggunakan metode SIP (Session
Initiation Protocol) dengan membuat nomor extensions yang nantinya
akan disimpan pada database server Asterisk Elastix sebagai nomor
telepon saat melakukan panggilan.
3. Pada tahap pengujian saat komunikasi VoIP berjalan masih ada beberapa
hambatan diantaranya adanya packet loss, delay, dan keamanan data
yang kurang begitu baik dan perlu diperhatikan pada perangkat yang
digunakan agar komunikasi VoIP dapat berjalan maksimal.

75

76

4.2

Saran
Pada perancangan tugas akhir ini, penulis mencoba memberikan
saran-saran untuk pengembangan dan perbaikan lebih lanjut seiring
kebutuhan dan kemajuan teknologi
1. Untuk pengembangan lebih lanjut sistem keamanan data pada VoIP
(Voice over Internet Protocol) seharusnya menggunakan VPN (Virtual
Private Network) dengan server International.
2. Pembuatan VoIP (Voice over Internet Protocol) lebih baik menggunakan
Wireless Network karena perancangannya lebih praktis dan efisien
3. Perlu pengembangan lebih lanjut seperti penerapan IVR (Interactive
Voice Respons)

DAFTAR PUSTAKA

Enterprise, Jubilee (2010). Step by Step Ponsel Android. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo
Tim MADCOM (2010). Sistem Jaringan Komputer Untuk Pemula. Yogyakarta:
ANDI Publisher
Maryono, Y., Patmi Istiana, B. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Jakarta: Quadra
Siewiorek, D.P., Gordon Bell, C., Newell, Allen (2009). Computer Structure:
Principles and Examples. Singapore: McGraw-Hill Book Company.
Simons, G.L. (2008). Toward Fifth-Generation Computers. Manchester: The
National Computing Centre Limited.
Suryadi, H.S, D. (2011). Pengenalan Komputer. Jakarta: Gunadarma
Syafrizal, Melwin (2010). Pengantar Jaringan Komputer. Yogyakarta: ANDI
Wijaya, Ir. Hendra (2008). Belajar Sendiri Vmware Workstation. Jakarta: PT Elex
Media Komputindo
Zaki, Ali (2008). Berkomunikasi Murah via Internet. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo
Sumber Lainnya :
http://www.clarisense.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=13&I
temid=46
Arsip Dokumen PT,Infomedia Nusantara Bandung

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Peer Details Trunk


host=voiprakyat.or.id
fromdomain=voiprakyat.or.id
username=144915
secret=YHY7PW
type=friend
fromuser=144915
authuser=144915
qualify=yes
canredirect=no
canreinvite=no
insecure=very
disallow=all
allow=ulaw&ilbc
dtmfmode=rfc2833

Video Call sip_general_additional.conf


allow=h264
allow=h263p
allow=h263
allow=h261
videosupport=yes
maxcallbitrate=384
externip=192.168.100.10

xiii