Anda di halaman 1dari 31

MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN

RP 09-1321
1
FILSAFAT ILMU UNTUK PENELITIAN SOSIAL ENGGINERING

Oleh :
Dr. Ir. Rimadewi Suprihardjo, MIP

PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN


INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

FILSAFAT ILMU
Istilah falsafah mengandung banyak pengertian, namun untuk
tujuan pembahasan kita, falsafah diartikan sebagai :
Suatu cara berpikir yang radikal dan menyeluruh, suatu cara
berpikir yang mengupas sesuatu se dalam-dalamnya
Tak satu hal yang bagaimanapun kecilnya terlepas dari pengamatan
kefalsafahan
Tak ada suatu pernyataan yang bagaimanapun sederhananya yang
kita terima begitu saja tanpa pengkajian yang seksama
Falsafah menanyakan segala sesuatu dari kegiatan berpikir kita
dari awal sampai akhir
Tugas falsafah yang sebenarnya bukanlah menjawab pertanyaan
kita, namun mempersoalkan jawaban yang diberikan

HUBUNGAN ILMU DAN FILSAFAT


AWAL KELAHIRAN :
Ilmu pertama kali adalah filsafat, sering disebut sebagai induk atau
ibu dari ilmu pengetahuan atau mater scientiarum
Ilmu-ilmu khusus (psikologi, biologi, astronomi, dsb) menjadi anak asuh
atau bagian dari filsafat
PERKEMBANGAN BERIKUTNYA :
Obyek material filsafat sangat umum, yaitu seluruh kenyataan
Ilmu-ilmu berkembang membutuhkan obyek khusus
Ilmu-ilmu mulai berpisah dengan filsafat
Kekhususan ilmu memberikan batasan-batasan yang tegas antar ilmu
(psikologi berbeda dengan sosiologi, dsb)
MASALAH YANG MUNCUL :
Ilmu-ilmu berkembang pesat dan hubungan antar ilmu menjadi semakin
jauh, tidak ada lagi penghubung antar ilmu-ilmu, muncul arogansi atau
kesombongan antar ilmu
Filsafat terpanggil untuk menyatu padukan ilmu-ilmu

PERSOALAN FILSAFAT
AWAL KEMUNCULAN :

Filsafat muncul karena manusia merasa kagum dan heran pada gejala
alam (banjir, petir, hujan, dsb)

Keheranan menunjukkan ketidaktahuan, berarti ada persoalan

Persoalan ini menantang para filsuf untuk memecahkannnya atau


mendapatkan jawabannya

Bagaimana mendapatkan jawabannya ? Melalui refleksi, yaitu berfikir


tentang pikirannya sendiri

CIRI-CIRI PERSOALAN FILSAFAT


1) Bersifat Sangat Umum/Mendasar :
Filsafat
berkaitan dengan ide-ide besar (misal: apa
keadilan itu ? Apa manusia seutuhnya itu ?)
2) Bersifat Spekulatif :
Mempertanyakan makna atau arti atau maksud
dibalik nampak
Misal : apa makna stupa dari Borobudur ?
3) Bersangkutan dengan Nilai-nilai (values) :
Nilai adalah suatu kualitas abstrak yang ada pada sesuatu
hal (misal : nilai moral, agama, estetika, sosial)

4) Bersifat Kritis :
Mempertanyakan secara kritis fenomena, konsep-konsep,
atau hal-hal yang telah dianggap biasa oleh ilmu atau
teknologi
Misal : Mengapa teknologi itu ada ? Bagaimana nilai
manusia ditengah-tengah perkembangan teknologi
informasi ? Apa yang sebenarnya terjadi dengan
fenomena kencan lewat telepon atau internet ?
5) Bersifat Sinoptik :
Menyangkut perihal secara keseluruhan
Filsafat adalah ilmu yang membuat susunan kenyataan
sebagai keseluruhan
Misal : perubahan suatu rumah BTN Tipe 21 menjadi Tipe
60 tidak dilihat sebagai suatu kenyataan tunggal
(berubahnya rumah), melainkan sebagai kenyataan
keseluruhan dari hal-hal yang ada dibalik perubahan
tersebut (kebutuhan, selera, estetika, kebanggaan, dsb)

BERPIKIR SECARA KEFILSAFATAN


1) Berpikir Secara Radikal :
Radikal berasal dari kata Yunani Radix = akar
Berpikir radikal adalah berpikir sampai ke akar-akarnya
Berpikir sampai ke hakekat, esensi, substansi yang dipikirkan
Misal : Apa itu arsitektur pasca-modern ? Apakah merupakan suatu aliran
atau sekedar reaksi ketidakpuasan terhadap arsitektur modern ? Mengapa
dia ada? Bagimanakah latar belakang pemikirannya ? Apakah inti
ajarannya ? Bagaimanakah implikasinya pada dunia pendidikan dan
profesi ?
2) Berpikir Secara Universal :
Bersangkutan dengan pengalaman universal (umum) dari umat manusia
Berakhir dengan kesimpulan-kesimpulan universal (umum)

3) Berpikir Secara Konseptual :


Berpikir melampaui (melewati) hal-hal yang tertangkap oleh indera
manusia
Misal : Tidak mungkin rel kereta api itu berimpit diujung sana! Konsep
kesejajaran telah mengalahkan tipuan pandangan mata manusia
4) Berpikir Secara Koheren dan Konsisten :
Berpikir secara runtut, tidak meloncat-loncat, tidak saling kontradiksi
Berpikir secara logis (koheren) dan berkait (konsisten)

5) Berpikir Secara Bebas :


Berpikir tidak dibawah tekanan, tidak dibawah prasangka sosial atau
politik
Memegang teguh otonomi keilmuan

DIMENSI ILMU PENGETAHUAN


A) DIMENSI FENOMENAL
Ilmu menampakkan diri sebagai :
1) Masyarakat, yaitu suatu masyarakat elit yang dalam kesehariannya perduli
dan terlibat pada kaidah-kaidah universalisme, dis-interesedness, dan
meragukan atau mempertanyakan segala sesuatu secara terarah dan
teratur
2) Proses, tercermin dalam kegiatan masyarakat elit melalui refleksi,
kontemplasi, imajinasi, observasi, eksperimentasi, komparasi, tanpa
mengenal titik henti dalam mencari kebenaran ilmiah
3) Produk, yaitu hasil aktifitas keilmuan yang berupa dalil-dalil, teori-teori,
paradigma-paradigma beserta penerapannya, baik yang berupa fisik
maupun non-fisik
B) DIMENSI STRUKTURAL
Ilmu tersusun atas komponen-komponen sbb:
4) Obyek sasaran yang ingin diketahui
5) Adanya pertanyaan-pertanyaan tanpa mengenal titik henti
terhadap obyek sasaran
3) Adanya alasan-alasan, sarana, dan metode tertentu
4) Temuan-temuan disusun dalam suatu sistem

DEFINISI ILMU
Ilmu adalah kumpulan pengetahuan (tidak boleh dibalik : kumpulan pengetahuan
adalah ilmu
Kumpulan pengetahuan dapat disebut ilmu apabila memenuhi syarat obyek
material dan obyek formal
Obyek Material (subject matter) atau Pokok Persoalan :
mencakup hal-hal yang konkrit (manusia, tumbuhan, binatang, bangunan,
dsb)
mencakup hal-hal yang abstrak (ide, ni;ai-nilai, kerohanian, kebudayaan,
pandangan hidup, dsb)
Obyek Formal :
cara atau sudut pandang terhadap obyek material
obyek formal ilmu akan membedakannya dengan ilmu-ilmu lain
obyek formal ilmu memberikan syarat-syarat dan metode kerja yang spesifik
misal: manusia dapat ditinjau dari berbagai macam obyek formal
(kedokteran, sosiologi, anthropologi, psikologi, dsb)
setiap bidang ilmu memiliki cara kerja dan metode tertentu =
otoritas/otonomi keilmuan (wewenang untuk mengembangkan ilmu tanpa
campur tangan pihak lain)

ILMU DALAM PERSPEKTIF

Manusia
Berpikir
Dasar
Berpikir

Upaya mendapatkan

Pengetahuan

1. "Apa" yang ingin diketahui (ONTOLOGI)


TEORI TENTANG "ADA"

2. "Bagaimana" memperoleh pengetahuan (EPISTIMOLOGI)


TEORI TENTANG " PENGETAHUAN"

3. "Apakah" Nilai pengetahuan tersebut (AXIOLOGI)


TEORI TENTANG " NILAI"

Cara
Berpikir

Analisa
Kefalsafahan

Falsafah : Radikal - Menyeluruh - Mengupas


Mempersoalkan Jawaban

Hakekat
Buah pikiran
( PENGETAHUAN)

ILMU
1. Salah satu dari buah pikiran manusia
2.Kumpulan pengetahuan yang mempunyai
ciri tertentu yang membedakan ilmu dengan
pengetahuan yang lain

I. DASAR ONTOLOGI ILMU


Pengkajian teori tentang "ADA"
Apa yang ingin diketahui ILMU
CIRI ILMU : Orientasi terhadap
dunia Empiris

ILMU

EMPIRIS

Sifat-kejadian yang terjangkau


fitrah pengalaman manusia

FAKTA
EMPIRIS

Fakta yang dialami langsung


oleh manusia dengan menggunakan
"Panca Indra"

DUNIA
EMPIRIS

CIRI

OBYEK
EMPIRIS

HAKEKAT

PROSES
KEILMUAN

Ruang lingkup kemampuan


Panca Indra dan peralatan yang
dikembangkan sebagai pembantu
Panca Indra

DIANG GAP

SIFAT : Keragaman
Berulang
Terjalin teratur

ASUMSI

PENGETAHUAN
MENGENAI OBYEK

TIGA ASUMSI DALAM membangun ILMU

PENDEKATAN KEILMUAN I : KLASIFIKASI


Obyek tertentu mempunyai keserupaan dalam :
bentuk struktur sifat
Konsep ilmu (lanjut) :
Taxonomi
Komparasi
Kuantitatif

PENDEKATAN KEILMUAN II : KELESTARIAN YANG RELATIF


Obyek tertentu mempunyai kelestarian yang relatif karena
sifat pokok benda tidak berubah dalam jangka waktu tertentu

PENDEKATAN KEILMUAN III : DETERMINISME


Tiap gejala pada obyek tertentu tidak merupakan kejadian
KEBETULAN :

Mempunyai pola tertentu


Mempunyai urutan kejadian yang sama
Bukan suatu sebab akibat
Merupakan peluang / probabilistik

II DASAR EPISTEMOLOGI ILMU


Pengkajian Teori tentang Pengetahuan
( Bagaimana cara mendapatkan pengetahuan tentang
atau mengenai suatu obyek)

EPISTEMOLOGI :
Membahas secara mendalam segenap Proses yang terlihat untuk
memperoleh pengetahuan

ILMU :
Pengetahuan yang didapat melalui proses tertentu (metode keilmuan)

PENGETAHUAN KEILMUAN :
Ilmu Pengetahuan yang bersifat suatu kegiatan bukan produk
Kegiatan dalam mencari pengetahuan ( dengan obyek empiris) dan diperoleh
dengan
metode keilmuan

SIFAT ILMU :
Terbuka
Demokrasi
Kebenaran diatas segalanya

lanjutan

METODE KEILMUAN :
Diturunkan dari sejarah pola cara berpikir manusia

1. Berpikir Rasional : RASIONALISME


( Ide tentang kebenaran yang diperoleh secara rasional )

Kelemahan ( -- ) : timbul solipsisme


(benar menurut masing-masing)
2. Kembali ke proses alam : EMPIRISME
( Diperoleh dari pengalaman )

Kelemahan ( -- ) : fakta tidak mampu


menjelaskan tanpa adanya tafsiran

METODE KEILMUAN

( adalah gabungan antara)

PENDEKATAN
RASIONAL

dan

PENDEKATAN
EMPIRIS

Memberi kerangka
PENGUJIAN
dalam
MEMASTIKAN
KEBENARAN

Memberi kerangka
KOHEREN dan LOGIS

Dilakukan secara
DINAMIS

Menghasilkan
"PENGETAHUAN"

KONSISTEN

DINAMIS
dan

lanjutan

ASPEK DARI KEGIATAN KEILMUAN


1. Menyusun konsep penjelasan atau berpikir secara
teoritis, bersifat
logis dan sistimatis
2. Pendekatan Rasional dalam menyusun teori harus
dilengkapi dengan pendekatan Empiris untuk
menguji kebenaran teori yang diajukan
3. Suatu penjelasan yang belum teruji secara empiris
adalah hipotesis (sehingga harus diuji kebenarannya).
Kebenaran adalah : benar secara keilmuan didukung oleh
fakta empiris

lanjutan

KEKURANGAN- KELEMAHAN BERPIKIR SECARA


KEILMUAN
Bersumber pada landasan EPISTEMOLOGIS ILMU,
yaitu :
Mampu memperoleh pengetahuan yang bertumpu pada :
presepsi ingatan - penalaran

( kelemahan panca indra )

KONSEP dalam ILMU


Pengetahuan keilmuan itu harus :
Bersifat umum
Mempunyai ruang lingkup luas
dalam bentuk : teori hukum kaidah asas
Dengan derajat kerampatan (generalisasi) berbagai obyek
penelaahan berbeda, karena interaksi antar faktor sangat
dinamis

lanjutan

ANTARA METODE KEILMUAN UNTUK ILMU-ILMU ALAM


dan untuk ILMU-ILMU SOSIAL
Persamaan : menggunakan metode keilmuan yang sama
Perbedaan : 1. Obyek yang ditelaah
2. Teknik-teknik penelaahan
Teknik Penelaahan : untuk mendapatkan suatu kesimpulan yang bersifat umum

INDUKSI : suatu cara pengambilan

keputusan dengan menarik kesimpulan


yang bersifat umum dari kasus individual
(statistika dapat digunakan sebagai alat untuk menghitung besar
peluang secara kuantitatif)
DEDUKSI : sebuah proses dengan menarik kesimpulan yang bersifat
individual dari pernyataan yang bersifat umum ( digunakan logika
yaitu cara menarik kesimpulan dari premis mayor premis minor dan
kesimpulan yang merupakan konsekwensi logis dari duah buah
premis)
Premis : pengetahuan yang telah dianggap benar , contoh : logika matematik
Perlu adanya konsep pengukuran
Konsep pengukuran ini memungkinkan untuk mengetahui hubungan logis antar
faktor- faktor yang terlibat dalam satu gejala atau peristiwa dengan seksama

lanjutan

BENTUK MASALAH dalam KEGIATAN KEILMUAN


1. Masalah yang belum pernah diselidiki sehingga jawaban atas
permasalahan tersebut merupakan pengetahuan baru ( penelitian murni)
Contoh : fisika teori ( ilmu murni)
2. Mempelajari masalah yang berupa konsekwensi praktis dari pengetahuan
yang telah diketahui ( penelitian terapan)
Contoh : teknik (ilmu terapan)

MASALAH : pada hakekatnya adalah merupakan sebuah pertanyaan (???) yang


mengundang jawaban (bila dirumuskan dengan baik)

PERUMUSAN MASALAH :
mengandung peryataan tentang faktor-faktor atau aspek-aspek atau
unsur-unsur yang terlibat dalam satu masalah tersebut dan
hubungan logis yang ingin ditemukan diantaranya

HIPOTESIS : merupakan dugaan mengenai hubungan antara faktor/aspek/unsur


yang terlibat dalam suatu masalah
Dugaan :memungkinkan untuk menjelaskan hakekat suatu gejala

lanjutan

BAGAIMANA CARA MENEMUKAN PERTANYAAN YANG


MENGANDUNG HUBUNGAN LOGIS TERSEBUT
Pertanyaan-pertanyaan keilmuan dalam bentuk hukum kaidah
adalah pertanyaan yang mengandung hubungan logis antara
berbagai faktor

SIKAP KEILMUAN SKEPTIS (tidak menerima begitu saja)


Di atas dasar apa sebuah pertanyaan bisa menyatakan bahwa

pengetahuan yang dikandung itu benar


ATURAN MAIN dari suatu KEGIATAN KEILMUAN

Suatu pernyataan adalah syah (benar) secara keilmuan, kalau


pernyataan tersebut didukung oleh FAKTA

FAKTA : dapat diturunkan secara deduktif dan deduksi yang


menghasilkan konsekwensi logis dari pernyataan yang diajukan

INTISARI
KEGIATAN KEILMUAN :
Sebagai suatu proses yang keseluruhan prosesnya
terikat oleh suatu jalinan hubungan LOGIS- DINAMIS
yang secara DEDUKTIF dapat dijabarkan menjadi
langkah-langkah tertentu

METODE KEILMUAN :
Merupakan suatu cara berpikir teoritis dalam mencari
pengetahuan, dengan perpaduan antara pendekatan
RASIONALISME dan EMPIRISME

PENGETAHUAN KEILMUAN
Merupakan sumber pengetahuan yang membantu kita
untuk menjelaskan hubungan-logis antara berbagai
faktor yang terlibat dalam sebuah masalah

PEMIKIRAN KEILMUAN
( mencakup dua ruang lingkup kegiatan)

PENYUSUNAN TEORI (konsep-gagasan):

Teori disusun sebagai kerangka pemikiran yang


menjelaskan STRUKTUR HUBUNGAN antara faktorfaktor yang terlibat dalam suatu masalah
( seperti hipotesis yang kemudian harus diuji secara
empiris)

PENGUJIAN TEORI (konsep-gagasan):

Pengujian dilakukan dengan men-deduksi-kan


konsekwensi dari hipotesis tersebut dan kemudian
memeriksa apakah konsekwensi tersebut ada atau
tidak

SKEMA METODE KEILMUAN


Logika Matematik
menggunakan

DEDUKSI

DUNIA RASIONAL
K HA SAN AH
IL M U
( T E O R I)

RAMALAN

DUNIA EMPIRIS

INDUKSI

menggunakan
Statistika

FAKTA

VERIVIKASI
(pengujian)

menggunakan
Metode Penelitian
keilmuan

III DASAR AXSIOLOGI ILMU


PENGKAJIAN MORAL DAN ETIKA
APAKAH NILAI KEGUNAAN ILMU ITU BAGI MANUSIA

MASIH BERLANJUT

Diskusi 16 Feb 2015_Kelas B


Grup 1:
Bahasa filsafat seharusnya falsafah
Inti filsafat mencari kebenaran dari suatu hal
Tujuan: Mendalami unsur pokok ilmu memahami
sejarah dan perkembangan ilmu, pedoman utk
persoalan ilmih dan non ilmiah, konsistensi, ilmu
vs agama tdk ada pertentangan
Penelitian harus obyektif dan bisa diterima
semua pihak

Diskusi 16 Feb 2015_Kelas B


Grup 2:
Filsafat : output akhir bukan sesuatu yang
pasti /berupa alternatif. Kebenaran tidak selalu
pasti.
Tinjauan kritis antara pendapat lama dan
modern
Bgmn ilmu seharusnya ada dan terjadi
Manfaat: mampu berpikir terbuka, komprehensif,
kritis, dinamis, tidak sempit, mudah memahami
permasalahan, tidak mudah menganggap
sesuatu itu biasa

Diskusi 16 Feb 2015_Kelas B


Grup 3:
Filsafat sudah ada lama namun belum
bisa memberikan jawaban mutlak, namun
memberikan alternatif (menyentuh)
Filsafat melahirkan ilmu lainnya, sehingga
sebaiknya berangkat dari filsafat
Satu hal yang dicari dari filsafat adalah
kebenaran

Diskusi 16 Feb 2015_Kelas B


Poin Debat/Diskusi:
Unsur bahasa falsafah dan filsafat itu
beda. Perhatikan: filsafat ilmu dan
falsafah hidup. Mazhab analitikal bahasa.
Logosentrisme filsafat utk mendapat
klarifikasi logis dari pemikiran.
Inti Filsafat: mencari kebenaran.
Kebenaran bersifat relatif/tidak mutlak.

Diskusi 16 Feb 2015_Kelas B


Poin Debat/Diskusi:
Inti Filsafat: mencari kebenaran.
Kebenaran bersifat relatif/tidak mutlak.
Bagaimana mungkin kebenaran sifatnya
relatif? Kebenaran absolut (sifatnya pasti)
dan kebenaran relatif (sifatnya dinamis)
Filsafat metodologi: Descartes (mulai
meragukan segala sesuatu), skeptismetodis, cogito ergosum. Saya melihat,
saya mendengar; tingkatan ilmiah diatas