Anda di halaman 1dari 9

Tugas dan Fungsi Lembaga Pemerintah Non-Kementrian Lengkap Bagian I

Dalam penyelenggaraan negara, terdapat lembaga-lembaga non-kementerian yang memiliki tugas untuk
membantu presiden dalam melaksanakan tugas pemerintahan tertentu. Dulu namanya adalah Lembaga
Pemerintah Non-Departemen saat ini menjadi Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK).
Lembaga Pemerintah Non-Kementerian berada di bawah presiden dan bertanggung jawab langsung
kepada presiden melalui menteri atau pejabat setingkat menteri terkait.

LPNK diatur dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia, yaitu Keputusan Presiden Republik
Indonesia Nomor 103 Tahun 2001 tentang kedudukan, tugas, fungsi, kewenangan, susunan organisasi,
dan tata kerja Lembaga Pemerintah Non-Kementrian. Kali ini kita akan mengupas tujuan dan fungsi
dari Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang dibagi menjadi empat bagian (Bagian I, Bagian II,
Bagian III, dan Bagian IV). Berikut penjelasaannya.

Tugas dan Fungsi Lembaga Pemerintah Non-Kementrian Lengkap (Bagian I)

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

Tugas

Melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kearsipan sesuai dengan ketentuan peraturan


perundang-undangan yang berlaku.

Fungsi

Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang kearsipan

Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas lembaga

Fasilitasi dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kearsipan

Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum,


ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum,
persandian, perlengkapan dan rumah tangga.

Badan Intelijen Negara


Tugas dan Fungsi

Melaksanakan tugas pemerintahan di bidang intelijen.

Badan Kepegawaian Negara


Untuk dapat menyelenggarakan fungsinya, BAKN mempunyai tugas sebagai berikut :

Merencanakan pembinaan kepegawaian sesuai dengan kebijaksanaan Presiden;

Merencanakan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian;

Menyelenggarakan tata usaha kepegawaian dan tata usaha pensiun;

Menyelenggarakan pengawasan, koordinasi dan bimbingan terhadap pelaksanaan peraturan


perundang-undangan di bidang kepegawaian dan pensiun pada departemen-departemen dan
lembaga-lembaga negara/Lembaga-lembaga Pemerintah Non departemen.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional


Tugas

Melaksanakan tugas pemerintahan dibidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fungsi

Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang Keluarga Berencana dan Keluarga
Sejahtera.

Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BKKBN.

Fasilitasi dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah, swasta, LSOM dan masyarakat
dibidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera.

Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum dibidang perencanaan umum,


ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum,
persandian, perlengkapan dan rumah tangga.

Badan Koordinasi Penanaman Modal


Tugas

Untuk merumuskan kebijakan pemerintah di bidang penanaman modal, baik dari dalam negeri
maupun luar negeri.

Badan Informasi Geospasial


Tugas

Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara
dan geofisika

Koordinasi kegiatan fungsional di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika

Memfasilitasi dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah dan swasta di bidang
meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika

Penyelenggaraan pengamatan, pengumpulan dan penyebaran, pengolahan dan analisis serta


pelayanan di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika

Penyelenggaraan kegiatan kerjasama di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan


geofisika

Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum,


ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum,
persandian, perlengkapan dan rumah tangga

Badan Narkotika Nasional


Tugas

Menyusun dan melaksanakan kebijakan nasional mengenai pencegahan dan pemberantasan


penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika;

Mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor
Narkotika;

Berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam pencegahan dan
pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika;

Meningkatkan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial pecandu Narkotika,
baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat;

Memberdayakan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap


Narkotika dan Prekursor Narkotika;

Memantau, mengarahkan dan meningkatkan kegiatan masyarakat dalam pencegahan


penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Psikotropika Narkotika;

Melalui kerja sama bilateral dan multiteral, baik regional maupun internasional, guna mencegah
dan memberantas peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika;

Mengembangkan laboratorium Narkotika dan Prekursor Narkotika;

Melaksanakan administrasi penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara penyalahgunaan dan


peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika; dan

Membuat laporan tahunan mengenai pelaksanaan tugas dan wewenang.

Selain tugas sebagaimana diatas, BNN juga bertugas menyusun dan melaksanakan kebijakan
nasional mengenai pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap
psikotropika, prekursor dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan
alkohol.

Fungsi

Penyusunan dan perumusan kebijakan nasional di bidang pencegahan dan pemberantasan


penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan prekursor serta bahan adiktif

lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol yang selanjutnya disingkat dengan
P4GN.

Penyusunan, perumusan dan penetapan norma, standar, kriteria dan prosedur P4GN.

Penyusunan perencanaan, program dan anggaran BNN.

Penyusunan dan perumusan kebijakan teknis pencegahan, pemberdayaan masyarakat,


pemberantasan, rehabilitasi, hukum dan kerjasama di bidang P4GN.

Pelaksanaan kebijakan nasional dan kebijakna teknis P4GN di bidang pencegahan,


pemberdayaan masyarakat, pemberantasan, rehabilitasi, hukum dan kerjasama.

Pelaksanaan pembinaan teknis di bidang P4GN kepada instansi vertikal di lingkungan BNN.

Pengoordinasian instansi pemerintah terkait dan komponen masyarakat dalam rangka


penyusunan dan perumusan serta pelaksanaan kebijakan nasional di bidang P4GN.

Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi di lingkungan BNN.

Pelaksanaan fasilitasi dan pengkoordinasian wadah peran serta masyarakat.

Pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan
Prekursor Narkotika.

Pelaksanaan pemutusan jaringan kejahatan terorganisasi di bidang narkotika, psikotropika dan


prekursor serta bahan adiktif lainnya, kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol.

Pengoordinasian instansi pemerintah terkait maupun komponen masarakat dalam pelaksanaan


rehabilitasi dan penyatuan kembali ke dalam masyarakat serta perawatan lanjutan bagi
penyalahguna dan/atau pecandu narkotika dan psikotropika serta bahan adiktif lainnya kecuali
bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol di tingkat pusat dan daerah.

Pengkoordinasian peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial


pecandu narkotika dan psikotropika serta bahan adiktif lainnya, kecuali bahan adiktif untuk
tembakau dan alkohol yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat.

Peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi penyalahguna dan/atau pecandu narkotika dan


psikotropika serta bahan adiktif lainnya, kecuali bahan adiktif tembakau dan alkohol berbasis
komunitas terapeutik atau metode lain yang telah teruji keberhasilannya.

Pelaksanaan penyusunan, pengkajian dan perumusan peraturan perundang-undangan serta


pemberian bantuan hukum di bidang P4GN.

Pelaksanaan kerjasama nasional, regional dan internasional di bidang P4GN.

Pelaksanaan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan P4GN di lingkungan BNN.

Pelaksanaan koordinasi pengawasan fungsional instansi pemerintah terkait dan komponen


masyarakat di bidang P4GN.

Pelaksanaan penegakan disiplin, kode etik pegawai BNN dan kode etik profesi penyidik BNN.

Pelaksanaan pendataan dan informasi nasional penelitian dan pengembangan, serta pendidikan
dan pelatihan di bidang P4GN.

Pelaksanaan pengujian narkotika, psikotropika dan prekursor serta bahan adiktif lainnya, kecuali
bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol.

Pengembangan laboratorium uji narkotika, psikotropika dan prekursor serta bahan adiktif lainnya,
kecuali bahan adiktif tembakau dan alkohol.

Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan nasional di bidang P4GN.

Nama-Nama Mentri Kabinet Kerja

Presiden : Joko Widodo


Wakil Presiden RI: M. Jusuf Kalla
Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral: Sudirman Said
Menteri Pariwisata: Arief Yahya
Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Indroyono Soesilo
Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas: Andrinof
Chaniago
Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi: Yuddy Chrisnandi
Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly
Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
Menteri Koordinator Bidang Polhukam: Tedjo Edy Purdijatno
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Sofjan Djalil
Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
Menteri BUMN: Rini M Soemarno
Menteri Koperasi dan UMKM: Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga
Menteri Perindustrian: M Saleh Husin
Menteri Perdagangan: Rachmat Gobel
Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadi Muljono
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya Bakar
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: Ferry Mursyidan Baldan
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
Menteri Agama: Lukman Hakim Saefuddin
Menteri Kesehatan: Nila F Moeloek

Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohanan
Yambise
Menteri Kebudayaan dan Pedidikan Dasar dan Menengah: Anies
Baswedan
Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi: M Nasir
Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi: Marwan Jafar