Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

Corporate Sosial Responsibility pada Bisnis Industri Semen (Studi pada PT.
Semen Baturaja)

Oleh:
1.
2.
3.
4.
5.

Erick Ferdiawan
Rangga Agy Pamungkas
Rahman Burhanulmakin Khan
Aditya Bayu Suwanda
Jodie Thanri Thabara

(115030406111004)
(115030401111009)
(115030407111015)
(115030407111011)
(115030405111001)

ADMINISTRASI PERPAJAKAN
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
BAB I

PENDAHULUAN

A. Gambaran Umum
1. Definisi Corporate Sosial Responsibility
Defnisi CSR menurut World Bank adalah komitmen bisnis untuk
berkontribusi

terhadap

perekonomian

berkelanjutan,

mempekerjakan

pekerja, komunitas lokal keluarga pegawai, dan masyarakat pada umumnya


untuk meningkatkan kualitas hidup baik untuk bisnis maupun pembangunan.
Untuk tujuan investasi perusahaan jangka panjang hanya dapat dicapai
dalam lingkungan social dan keuangan yang stabil, sehat dan bebas. Oleh
karena itu perusahaan perlu bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat
sipi, lembaga pengembangan,dan warga Negara.
Menurut William and Siegel dalam jurnal Corporate Social Responsibility:
A Theory of the Firm Perspective 117-227, 2001, CSR merupakan suatu
tindakan bisnis yang terjadi untuk meningkatkan barang social, memperluas
keuntungan perusahaan, yang diisyaratkan oleh regulasi hukum. Sedangkan
Maignan dan Ferrel dalam Corporate Social Responsibility and Marketing:
An Integrative Framework 3-19, 2004 mendefiniskan CSR sebagai suatu
perilaku bisnis, dimana suatu pengambilan keputusan mempertimbangkan
tanggung jawab social dan memberikan perhatian secara lebih seimbang
terhadap kepentingan stakeholder yang beragam. Akhirnya melalui CSR
dukungan stakeholder terhadap perusahaan akan tercipta dan meningkat.
Di Indonesia, belum ada Undang-undang khusus yang mengatur tentang
CSR, namun banyak Undang-undang yang diterbitkan pemerintah terkait
dengan korporasi yang mencantumkan kewajiban untuk melakukan CSR.
Sehingga definisi CSR diinterprtasikan berbeda-beda.Karena belum ada
regulasi khusus yang mengatur CSR. Dalam UU No.42 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas, CSR dianggap sebagai komitmen perseroan untuk
berperan

serta

dalam

pembangunan

ekonomi

berkelanjutan

guna

meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik

bagi perseroan sendiri, komunitas setempat maupun masyarakat pada


umumnya. Dalam UU Penanaman Modal, CSR secara implisit dijelaskan
sebagai alokasi dana yang harus disediakan oleh perusahaan yang
mengusahakan sumber daya alam tak terbarukan untuk pemulihan lokasi
secara bertahap.
Berdasarkan beberapa pengertian diatas CSR merupakan suatu komitmen
dari perusahaan kepada stakeholdernya sebagai tanggungjawab atas dampak
social yang diakibatkan dari operasional yang dilakukan perusahaan. Saat ini
komitmen tersebut masih dianggap sebagai kompensasi/ganti rugi dari
dampak negative operasional perusahaan ataupun dana yang dialokasikan
sebagai bentuk program social untuk keluarga karyawan dan masyarakat
sekitar perusahaan.

2. Ruang Lingkup dan Peran CSR


Ruang lingkup CSR di Indonesia beragam.CSR mencakup berbagai isu yang
berkaitan dengan perilaku bisnis, dari tata kelola perusahaan dan
konservasi/perlindungan lingkungan, isu-isu inklusi social, penegakan HAM
dan ekonomi nasional pembangunan.Archie Carrol menyebutkan ada 4 tipe
alasan perusahaan dalam menerapkan CSR.
a. Tanggung Jawab Ekonomi
Perusahaan sebagai pelaku ekonomi bertanggungjawab untuk
menyediakan barang dan jasa serta memiliki motif utama yaitu
menghasilkan keuntungan. Keuntungan tersebut mmerupakan
fondasi perusahaan untuk bertahan dan berkembang agar
perusahaan tidak mengalami kerugian.

b. Tanggung Jawab Hukum


Dalam mencari keuntungan perusahaan menaati kebijakan dan
regulasiyang telah ditetapkan oleh pemerintah.Hukum dipandang

sebagai ukuran penilaian baik atau buruknya perusahaan dalam


menjalankan kegiatan operasional.
c. Tanggung Jawab Etis
Perusahaan memiliki kewajiban untuk menjalankan bisnis secara
etis yaitu dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat
d. Tanggung Jawab Filantropis
Dalam memperoleh keuntungan perusahaan bertujuan untuk
memberikan kontribusi yang dirasakan oleh masyarakat secara
langsung.Perusahaan juga harus meningkatkan kualitas kehidupan
seluruh pelaku, baik pemilik, pegawai yang bekerja di perusahaan
maupun masyarakat sekitar.
Secara filosofis, CSR sifatnya sukarela yng timbul karena kewajiban moral
dan etika bisnis.CSR memiliki peran sebagai penguhung antara
perusahaan dengan stakeholder yang ada disekitarnya. Penerapan program
yang baik sesuai denga kebutuhan stakeholderakan menimbulkn
keterkaitan yang konstruktif antara perusahan dengan lingkungan.
Masyarakat aan menerima bantuan dari perusahan dan perusahaan akan
mendapatkan citrea positif dari masyarakat berkat adanya kegiatan CSR.
B. Program Corporate Social Responsibility pada PT. Semen Baturaja
1. Dasar Hukum PT. Semen Baturaja melakukan Kegiatan CSR
Dalam pasal 74 UU Perseroan Terbatas dijelaskan bahwa perseron yang
menjalankan usahanya pada bdang yang berkaitan dengan SDA wajib
melaksanaka tanggung jawab social perusahaan dan lingkungan, dimana
kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya
Perseroan. Kemudian berdasarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor
05/MBU/2007, BUMN wajib menganggarkan dana program kemitraan
yang bersumber dari penyisihan laba perusahaan setelah pajak maksimal
sebesar 2% dan dana program bina lingkungan yang bersumber dari
penyisishan laba perusahaan setelah pajak maksimal sebesar 2%. Besarnya
kedua dana tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham

(RUPS). Sesuai dengan regulasi diatas maka PT. Semen Baturaja wajib
menganggarkan dana untuk kegiatan CSR.

2. Profil PT. Semen Baturaja


PT. Semen Baturaja merupakan perusahaan yang memproduksi semen di
Palembang yang berdiri sejak tahun 1974.Saat ini memiliki hampir 600
karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut. Meskipun tak sebesar
PT. Semen Gresik, namun PT. Semen Baturaja mampu mencetak
keuntungan mulai tahun 2003 dan selalu meningkat sampai sekarang.
Volume produksi PT. Semen Baturaja pada tahun 2011 mencapai 1,2 ton.
Perusahaan iini telah membukukan laba bersih perusahaan Rp. 251 Milyar
pada thun 2011 tumbuh sekitar 14,25% dibandingkan denga tahun 2010.
Tabel 1
Volume Produksi dan Penjualan PT. Semen Baturaja tahun 2007-2011
Deskripsi
Produksi

2007
1.010.226

2008
1.070.910

2009
1.047.300

2010
1.131.299

2011
1.250.015

(ton)
Penjualan

1.015.877

1.062.516

1.041.808

1.140.441

1.253.833

(ton)

3. Kegiatan CSR pada PT. Semen Baturaja


Dengan volume penjualan yang terus meningkat, PT. Semen Baturaja
menyalurkan alokasi CSR dari peningkatan penjualan tahun 2008 hingga
2011.
a. Bentuk Kegiatan CSR PT. Semen Baturaja
Setelah mengidentifikaisi stakeholder dan kepentingannyaa, PT.
Semen Baturaja merumuskan kegiatan CSR nya yang sesuai
dengan keinginan stakeholdernya.Besarnya nilai yang digunakan
untuk kegiatan CSR pada PT Semen Baturaja berbanding lurus
dengan volume produksi dan penjualan perusahaan. Porsi nilai
CSR dalam waktu 4 tahun yaitu 1,53% pada tahun 2008, 1,72
tahun 2009, 1,18% tahun 2010 dan 1,15% tahun 2011. CSR yang

disalurkan oleh PT Semen Baturaja berbagai macam bentuk


diantaranya yaitu bencana alam, pendidikan dan pelatihan, sarana
dan prasarana, sarana ibadah, kesehatan dan pelestarian alam.
1. Bencana Alam
Tempat pemukiman masyarakat pada radius 1-3 km dari lokasi
PT Semen Baturaja sering sekali mengalami terkena bencana
alam seperti kebakaran rumah, banjir dan tanah longsor. Sejauh
ini alokasi dana CSR untuk bencana alam pada tahun 2009
mencapai Rp. 89,4 juta dan pada tahun 2010 Rp. 24 juta.
2. Pendidikan dan Pelatihan
Bantuan sumbangan pendidikan diperuntukkan kepada
masyarakat sekitar seperti pemberian buku pelajaran, alat-alat
tulis dll.Sedangkan pelatihandiberikan kepadaa masyarakat
sekitar seperti pelatihan computer, menjahit, menenun songker,
membaca al-quran dll. Pelatihan tersebut beberapa diantaranya
merupakan usulan dari masyarakat setempat sesuai dengan
kebutuhannya

sehingga

pemberian

CSR

dalam

bentuk

pelatihan akan benar-benar hal yang dibutuhkan.


3. Peningkatan Kesehatan
Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh PT Semen Baturaja
seperti khitan masal, posyandu, pengobatan gratis dll.
4. Sarana dan Prasarana
CSR dalam bentuk sarana dan prasarana yaitu berupa
pembangunan infrastruktur public seperti pembangunan jalan
bagi masyarakat setempat, perbaikan dan perluasan saluran air,
pembuatan MCK, pembuatan lapangan olahraga.
5. Pelestarian Alam
Kegiatan CSR dalam hal pelestarian alam contohnya adalah
pemberian bibit pohon, penanaman pohon buah, perawatan
lingkungan, pembuatan pembuangan sampah dll.
6. Sarana Ibadah
Membantu masyarakat dalam merayakan hari besar keagaman,
perawatan dan pembuatan infrastruktur keagamaan seperti
pembangunan masjid.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Analisis Kepentingan Stakeholder


1. Identifikasi Stakeholder
Identifikasi stakeholder merupakan proses mengidentifikasi orang,
kelompok atau organisasi yang dapat memberikan dampak atau yang
terkena dampak dari kegiatan operasional perusahaan. Dalam hal ini
stakeholder dari PT. Semen Baturaja yaitu:
Konsumen/Pelanggan PT. Semen Baturaja;
Masyarakat Sekitar;

Pemegang Saham;
Karyawan/Pegawai PT. Semen Baturaja;
Pemerintah;
Supplyer/Pemasok Bahan Baku;
Distributor/Agen.

Dalam melakukan kegiatan CSR, PT. Semen Baturaja tentunya harus


memperhatikan para stakeholdernya tersebut. Oleh Karena itu dalam
merumuskan kegiatan CSR yang akan dilakukannya harus benar-benar
mempertimbangkan

latar

belakang

para

stakeholder

dan

juga

lingkungannya.
b. Identifikasi Kepentingan
Identifikasi kepentingan dilakukan untuk menganalisa latar belakang
stakeholder PT. Semen Baturaja.Hal ini merupakan modal awal PT. Semen
Baturaja sebelum merumuskan kegiatan
stakeholder

memiliki

kepentingan

dan

CSR nya.Masing-masing
keinginan

yang

berbeda-

beda.Khusunya bagi masyarakat sekitar yang tinggal dalam radius 1-3 km


dari lokasi perusahaan memiliki tuntutan yang tinggi kepada perusahaan,
baik tuntutan materi maupun non materi.Begitu juga bagi karyawan PT.
Semen Baturaja, seiring dengan meningkatnya kinerja dan juga prestasi
pasti banyak tuntutan secara materi maupun non materi juga.
B. Analisis Kelemahan Praktek CSR pada PT. Semen Baturaja
Kegiatan operasional perusahaan yang dilakukan oleh PT. Semen Baturaja
memiliki dampak positif dan juga negatif bagi masyarakat sekitar. Untuk
mempertanggungjawabkannya, PT. Semen Baturaja melakukan kegiatan
CSR. Sejauh ini program CSR yang dilakukan oleh PT. Semen Baturaja
berjumlah 6 kegiatan yaitu bencana alam, pendidikan dan pelatihan,
kesehatan, sarana dan prasarana, pekestarian alam, dan sarana ibadah.
Namum beberapa dari kegiatan CSR tersebut masih memeliki beberapa
kelemahan, diantaranya dalam hal pelestarian lingkungan. Seperti yang
diketahui produksi utama PT. Semen Batu Raja yaitu produksi semen.
Sehingga masalah utama adalah pencemaran air dan juga pencemaran
lingkungan yang langsung dirasakan oleh masyrakat sekitar. Sedangkan
praktek CSR nya PT Semen Batu Raja melakukan pelestarian alam, hal ini

sangat tidak sesuai dengan

dampak negatif yang diakibatkan oleh

perusahaan. Searusnya PT Semen Batu Raja melakukan kegiatan CSR yang


bisa diterima oleh masyarakat.
C. Desain Praktek CSR Strategis pada PT. Semen Baturaja
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas dan juga permasalahan yang
timbul dari aktivitas perusahaan, maka perlu dilakukan pengkajian ulang atas
kegiatan CSR yang dilakukan PT Semen Batu Raja. Dari hasil analisa yang
dilakuakan penulis, desain praktek CSR yang seharusnya dilakukan oleh PT
Semen Batu Raja adala sebagai berikut:
1. Bencana Alam
Bencana alam merupakan salah satu dari enam program CSR yang sudah
dilakukan oleh PT Semen Baturaja. Berdasarkan analisa penulis, maka
program CSR untuk bencana alam cocok untuk dilakukan oleh PT
Semen Baturaja. Selain untuk tanggung jawab sosial, program CSR
untuk bencana alam juga mengetuk hati nurani manusia. Sehingga sudah
memang seharusnya dilakukan oleh perusahaan.
2. Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan dan Pelatihan merupakan program CSR yang sangat penting
karena merupakan investasi yang sangat penting untuk menciptakan
SDM yang layak di masa depan. Seperti yang kita ketahui bahwa salah
satu permasalahgan di Indonesia adalah rendahnya tingkat pendidikan
dan juga keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Dengan
memberikan pendidikan dan pelatihan, maka PT Semen Baturaja telah
berinvestasi u ntuk menciptakan kelayakan SDM Indonesia di masa
depan
3. Peningkatan Kesehatan
Salah satu dampak negatif yang disebabkan oleh PT Semen Baturaja
adalah pencemaran air dan juga lingkungan. Oleh karena itu PT Semen
Baturaja harus memberikan CSR berupa pemberian fasilitas kesehatan
gratis bagi masyarakat sekitar.
4. Sarana dan Prasarana

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang industry semen, maka


peningkatan atau perbaikan sarana dan prasarana perlu dilakukan oleh
PT Semen Baturaja. Masyarakat juga layak untuk mendapatkan fasilitas
berupa sarana dan prasarana yang memadai.
5. Pengolahan Limbah
Dalam hal pengolahan limbah, ada hal yang harus dibenahi oleh PT
Semen Baturaja. Dampak yang disebabkan oleh PT Semen Baturaja
yaitu pencemaran air dan lingkungan. Oleh karena itu PT Semen
Baturaja harus melakukan terobosan yaitu bekerja sama dengan LSM
yang bergerak dibidang lingkungan, Komunitas Peduli Lingkungan, para
peneliti, akademisi dll. Karena menurut penelitian, limbah industry bisa
diolah untuk menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Sehingga dengan
hal tersebut maka masyarakat dapat memanfaatkan limbah tersebut
untuk sesuatu yang lebih berguna.
6. Sarana Ibadah
Membantu masyarakat dalam merayakan hari besar keagaman,
perawatan dan pembuatan infrastruktur keagamaan seperti pembangunan
masjid.
D. Strategi Proaktif PT Semen Baturaja
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa perumusan kegiatan
CSR PT Semen Baturaja tidak hanya keputusan pihak perusahaan, namun
juga mellui titik temu dengan masyarakat.Tindkan tersebut merupkan
strategi proaktif perusahaan.Dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan
satkeholdernya agar kegiatan CSR perusahaan dapat diterima dengan
baik.
E. Strategi Defensif PT Semen Baturaja
Berbeda dengan strategi proaktif, strategi defensif dilakukan oleh
perusahaan melalui pemdekatan legal atau jalur hukum.Hal ini dilakukan
untuk menghindarkan diri atau menolak tanggung jawab social.Karena
tidak semua permintaan stakeholder itu harus terpenuhi.Perusahaan harus
mempertimbangkan setiap permintaan dari stakeholdernya.Ada saatnya

dipenihu sebagai bentuk tanggung jawab social namun ada juga yang
harus ditolak karena tidak sesuai.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Menurut analisa penulis desain CSR yang dilakukan PT Semen Baturaja
yaitu bencana alam, sarana dan prasarana, tempat ibadah, pendidikan dan
pelatihan, pengolahan limbah, peningkatan kesehatan. Sedangkan PT
Semen Baturaja melakukan strategi proaktif dan strategi defensive untuk
melakukan CSR.