Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG

2. TUJUAN
Untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar bisnis yang
digunakan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir.
3. RUMUSAN MASALAH
A. Apakah yang dimaksud dengan perusahaan perorangan,
firma, komanditer, dan perusahaan terbatas.
B. Apakah keutungan, kebaikan dan kelemahan dari masingmasing perusahaan tersebut?
C. Bagaimanakah mekanisme/prosedur pendirian masing-masing
perusahaan tersebut ?

BAB II
PEMBAHASAN

1. PERUSAHAAN PERORANGAN
Perusahaan Perseorangan
Adalah perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu orang, dimana
pengelola perusahaan memperoleh semua keuntungan perusahaan, tetapi ia
juga menanggung semua resiko yang timbul dalam kegiatan perusahaan.
Pendirian perusahaan perseorangan tidak diatur dalam KUHD dan tidak
memerlukan perjanjian karena hanya didirikan oleh satu orang pengusaha
saja.
Perusahaan perseorangan dibagi dalam 2 kelompok yaitu:
1. Usaha Perseorangan Berizin
memiliki izin operasional dari departemen teknis. Misalnya bila
perusahaan perseorangan bergerak dalam bidang perdagangan, maka dapat
memiliki izin seperti Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP), Surat Izin
Usaha Perdagangan (SIUP).
2. Usaha Perseorangan Yang Tidak Memiliki Izin
Misalnya usaha perseorangan yang dilakukan para pedagang kaki lima,
toko barang kelontong, dsb.
Kebaikan dan keutungan perusahaan perseorangan:
Mudah dibentuk dan dibubarkan
Bekerja dengan sederhana
Pengelolaannya sederhana
Tidak perlu kebijaksanaan pembagian laba
Kelemahan perusahaan perseorangan
Tanggung jawab tidak terbatas
Kemampuan manajemen terbatas
Sulit mengikuti pesatnya perkembangan perusahaan
Sumber dana hanya terbatas pada pemilik
Resiko kegiatan perusahaan ditanggung sendiri
2. Firma
2

Firma (dari bahasa Belanda venootschap onder firma; secara harfiah:


perserikatan dagang antara beberapa perusahaan) atau sering juga disebut
Fa, adalah sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua
orang atau lebih dengan memakai nama bersama. Pemiliki firma terdiri dari
beberapa orang yang bersekutu dan masing-masing anggota persekutuan
menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang tercantum dalam akta pendirian
perusahaan.
Proses pendirian dan pembubaran
Berdasarkan Pasal 16 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, Persekutuan
Firma

adalah

persekutuan

yang

diadakan

untuk

menjalankan

suatu

perusahaan dengan memakai nama bersama. Menurut pendapat lain,


Persekutuan

Firma

adalah

setiap

perusahaan

yang

didirikan

untuk

menjalankan suatu perusahaan di bawah nama bersama atau Firma sebagai


nama yang dipakai untuk berdagang bersama-sama. Persekutuan Firma
merupakan

bagian

dari

persekutuan

perdata,

maka

dasar

hukum

persekutuan firma terdapat pada Pasal 16 sampai dengan Pasal 35 Kitab


Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) dan pasal-pasal lainnya dalam Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang terkait. Dalam Pasal 22
KUHD disebutkan bahwa persekutuan firma harus didirikan dengan akta
otentik tanpa adanya kemungkinan untuk disangkalkan kepada pihak ketiga
bila akta itu tidak ada. Pasal 23 KUHD dan Pasal 28 KUHD menyebutkan
setelah akta pendirian dibuat, maka harus didaftarkan di Kepaniteraan
Pengadilan Negeri dimana firma tersebut berkedudukan dan kemudian akta
pendirian

tersebut

harus

diumumkan

dalam

Berita

Negara

Republik

Indonesia.
Selama akta pendirian belum didaftarkan dan diumumkan, maka pihak
ketiga menganggap firma sebagai persekutuan umum yang menjalankan
segala macam usaha, didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas serta
semua sekutu berwenang menandatangani berbagai surat untuk firma ini
3

sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 29 KUHD. Isi ikhtisar resmi akta


pendirian firma dapat dilihat di Pasal 26 KUHD yang harus memuat sebagai
berikut:
1. Nama, nama kecil, pekerjaan dan tempat tinggal para sekutu firma.
2. Pernyataan firmanya dengan menunjukan apakah persekutuan itu
umum ataukah terbatas pada suatu cabang khusus perusahaan
tertentu dan dalam hal terakhir dengan menunjukan cabang khusus
itu.
3. Penunjukan para sekutu yang tidak diperkenankan bertanda tangan
atas nama firma.
4. Saat mulai berlakunya persekutuan dan saat berakhirnya.
5. Dan selanjutnya, pada umumnya bagian-bagian dari perjanjiannya
yang harus dipakai untuk menentukan hak-hak pihak ketiga terhadap
para sekutu.
Pada umumnya Persekutuan Firma disebut juga sebagai perusahaan yang
tidak berbadan hukum karena firma telah memenuhi syarat/unsur materiil
namun syarat/unsur formalnya berupa pengesahan atau pengakuan dari
Negara berupa peraturan perundang-undangan belum ada. Hal inilah yang
menyebabkan Persekutuan Firma bukan merupakan persekutuan yang
berbadan hukum.
Proses Pembubaran
Pembubaran Persekutuan Firma diatur dalam ketentuan Pasal 1646
sampai dengan Pasal 1652 KUH Perdata dan Pasal 31 sampai dengan Pasal
35 KUHD. Pasal 1646 KUHPerdata menyebutkan bahwa ada 5 hal yang
menyebabkan Persekutuan Firma berakhir, yaitu :
4

1. Jangka waktu firma telah berakhir sesuai yang telah ditentukan dalam
akta pendirian;
2. Adanya

pengunduran

diri

dari

sekutunya

atau

pemberhentian

sekutunya;
3. Musnahnya barang atau telah selesainya usaha yang dijalankan
persekutuan firma;
4. Adanya kehendak dari seorang atau beberapa orang sekutu;
5. Salah seorang sekutu meninggal dunia atau berada di bawah
pengampuan atau dinyatakan pailit.
Sekutu
Dalam Persekutuan Firma hanya terdapat satu macam sekutu, yaitu
sekutu komplementer atau Firmant. Sekutu komplementer menjalankan
perusahaan dan mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga
sehingga bertanggung jawab pribadi untuk keseluruhan. Pasal 17 KUHD
menyebutkan bahwa dalam anggaran dasar harus ditegaskan apakah di
antara para sekutu ada yang tidak diperkenankan bertindak keluar untuk
mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga. Meskipun sekutu kerja
tersebut dikeluarkan wewenangnya atau tidak diberi wewenang untuk
mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga, namun hal ini tidak
menghilangkan

sifat

tanggung

jawab

pribadi

untuk

keseluruhan,

sebagaimana diatur dalam Pasal 18 KUHD.


Keuntungan
Perihal pembagian keuntungan dan kerugian dalam persekutuan Firma
diatur dalam Pasal 1633 sampai dengan Pasal 1635 KUHPerdata yang
mengatur cara pembagian keuntungan dan kerugian yang diperjanjikan dan
5

yang tidak diperjanjikan di antara pada sekutu. Dalam hal cara pembagian
keuntungan dan kerugian diperjanjikan oleh sekutu, sebaiknya pembagian
tersebut diatur di dalam perjanjian pendirian persekutuan. Dengan batasan
ketentuan tersebut tidak boleh memberikan seluruh keuntungan hanya
kepada salah seorang sekutu saja dan boleh diperjanjikan jika seluruh
kerugian hanya ditanggung oleh salah satu sekutu saja. Penetapan
pembagian keuntungan oleh pihak ketiga tidak diperbolehkan.
Apabila cara pembagian keuntungan dan kerugian tidak diperjanjikan,
maka pembagian didasarkan pada perimbangan pemasukan secara adil dan
seimbang dan sekutu yang memasukkan berupa tenaga kerja hanya
dipersamakan dengan sekutu yang memasukkan uang atau benda yang
paling sedikit.

3. Perusahaan komanditer
Persekutuan Komanditer (commanditaire vennootschap atau CV)
adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang
yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa
orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.
Dari pengertian di atas, sekutu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

Sekutu

aktif

atau

sekutu

Komplementer,

adalah

sekutu

yang

menjalankan perusahaan dan berhak melakukan perjanjian dengan


pihak ketiga. Artinya, semua kebijakan perusahaan dijalankan oleh
sekutu aktif. Sekutu aktif sering juga disebut sebagai persero kuasa
atau persero pengurus.

Sekutu Pasif atau sekutu Komanditer, adalah sekutu yang hanya


menyertakan modal dalam persekutuan. Jika perusahaan menderita
rugi, mereka hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disertakan
dan begitu juga apabila untung, uang mereka memperoleh terbatas
tergantung modal yang mereka berikan. Status Sekutu Komanditer
dapat disamakan dengan seorang yang menitipkan modal pada suatu
perusahaan, yang hanya menantikan hasil keuntungan dari inbreng
yang dimasukan itu, dan tidak ikut campur dalam kepengurusan,
pengusahaan, maupun kegiatan usaha perusahaan. Sekutu ini sering
juga disebut sebagai persero diam.

Persekutuan komanditer biasanya didirikan dengan akta dan harus


didaftarkan. Namun persekutuan ini bukan merupakan badan hukum (sama
dengan firma), sehingga tidak memiliki kekayaan sendiri. Berdasarkan
perkembangannya, bentuk perseroan komanditer adalah sebagai berikut:

Persekutuan komanditer murni

Bentuk ini merupakan persekutuan komanditer yang pertama. Dalam


persekutuan ini hanya terdapat satu sekutu komplementer, sedangkan yang
lainnya adalah sekutu komanditer.

Persekutuan komanditer campuran

Bentuk ini umumnya berasal dari bentuk firma bila firma membutuhkan
tambahan modal. Sekutu firma menjadi sekutu komplementer sedangkan
sekutu lain atau sekutu tambahan menjadi sekutu komanditer.

Persekutuan komanditer bersaham

Persekutuan komanditer bentuk ini mengeluarkan saham yang tidak


dapat diperjualbelikan dan sekutu komplementer maupun sekutu komanditer
mengambil satu saham atau lebih. Tujuan dikeluarkannya saham ini adalah
7

untuk menghindari terjadinya modal beku karena dalam persekutuan


komanditer

tidak

mudah

untuk

menarik

kembali

modal

yang

telah

disetorkan.
Prosedur Pendirian
Dalam KUH Dagang tidak ada aturan tentang pendirian pendaftaran,
maupun

pengumumannya,

sehingga

persekutuan

komanditer

dapat

diadakan berdasarkan perjanjian dengan lisan atau sepakat para pihak saja
(Pasal 22 KUH Dagang). Dalam praktik di Indonesia untuk mendirikan
persekutuan komanditer dengan dibuatkan akta pendirian/berdasarkan akta
notaris, didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang berwenang dan
diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RI. Dengan kata lain prosedur
pendiriannya sama dengan prosedur mendirikan persekutuan firma.
Tanggung Jawab Keluar
Sekutu bertanggung jawab keluar adalah sekutu kerja atau sekutu
komplementer (Pasal 19 KUH Dagang).

Berakhirnya Persekutuan
Karena persekutuan komanditer pada hakikatnya adalah persekutuan
perdata (Pasal 16 KUH Dagang), maka mengenai berakhirnya persekutuan
komanditer sama dengan berakhirnya persekutuan perdata dan persekutuan
firma (Pasal 1646 s/d 1652 KUH Perdata)
4. Perseroan Terbatas.

Perseroan

Terbatas

(PT),

dulu

disebut

juga

Naamloze

Vennootschaap (NV), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha


yang memiliki modal terdiri dari Saham, yang pemiliknya memiliki bagian
sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari sahamsaham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan
dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.
Perseroan terbatas merupakan Badan Usaha dan besarnya modal
perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah
dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan
sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi
bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab
yang

terbatas,

yaitu

sebanyak

saham

yang

dimiliki.

Apabila

Utang

perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut


tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan
mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan
ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian
keuntungan yang disebut Dividen yang besarnya tergantung pada besarkecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.
Selain berasal dari Saham, modal PT dapat pula berasal dari Obligasi.
Keuntungan

yang

diperoleh

para

pemilik

obligasi

adalah

mereka

mendapatkan Bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya


perseroan terbatas tersebut.

Mekanisme Pendirian PT
Untuk mendirikan PT, harus dengan menggunakan akta resmi ( akta yang
dibuat oleh notaris ) yang di dalamnya dicantumkan nama lain dari
9

perseroan Terbatas, Modal, bidang usaha, alamat Perusahaan, dan lain-lain.


Akta ini harus disahkan oleh menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman). Untuk mendapat izin dari menteri
kehakiman, harus memenuhi syarat sebagai berikut:
1. Perseroan terbatas tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan
kesusilaan
2. Akta pendirian memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang
3. Paling sedikit modal yang ditempatkan dan disetor adalah 25% dari
modal dasar. (sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1995 & UU No. 40 Tahun
2007, keduanya tentang perseroan terbatas)
Setelah mendapat pengesahan, dahulu sebelum adanya UU mengenai
Perseroan Terbatas (UU No. 1 tahun 1995) Perseroan Terbatas harus
didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat, tetapi setelah berlakunya UU
NO. 1 tahun 1995 tersebut, maka akta pendirian tersebut harus didaftarkan
ke Kantor Pendaftaran Perusahaan (sesuai UU Wajib Daftar Perusahaan tahun
1982) (dengan kata lain tidak perlu lagi didaftarkan ke Pengadilan negeri,
dan perkembangan tetapi selanjutnya sesuai UU No. 40 tahun 2007,
kewajiban pendaftaran di Kantor Pendaftaran Perusahaan tersebut ditiadakan
juga. Sedangkan tahapan pengumuman dalam Berita Negara Republik
Indonesia ( BNRI ) tetap berlaku, hanya yang pada saat UU No. 1 tahun 1995
berlaku pengumuman tersebut merupakan kewajiban Direksi PT yang
bersangkutan tetapi sesuai dengan UU NO. 40 tahun 2007 diubah menjadi
merupakan kewenangan/kewajiban Menteri Hukum dan HAM.
Setelah tahap tersebut dilalui maka perseroan telah sah sebagai badan
hukum

dan

perseroan

terbatas

menjadi

dirinya

sendiri

serta

dapat

melakukan perjanjian-perjanjian dan Kekayaan perseroan terpisah dari


kekayaan pemiliknya. Modal dasar perseroan adalah jumlah modal yang
10

dicantumkan dalam akta pendirian sampai jumlah maksimal bila seluruh


Saham dikeluarkan. Selain modal dasar, dalam perseroan terbatas juga
terdapat modal yang ditempatkan, modal yang disetorkan dan modal bayar.
Modal

yang

ditempatkan

merupakan

jumlah

yang

disanggupi

untuk

dimasukkan, yang pada waktu pendiriannya merupakan jumlah yang


disertakan oleh para persero Pendiri. Modal yang disetor merupakan modal
yang dimasukkan dalam perusahaan. Modal bayar merupakan modal yang
diwujudkan dalam jumlah Uang.
Pembagian perseroan terbatas
PT terbuka
Perseroan terbuka adalah perseroan terbatas yang menjual sahamnya
kepada masyarakat melalui pasar modal (go public). Jadi sahamnya
ditawarkan kepada umum, diperjualbelikan melalui bursa saham dan setiap
orang berhak untuk membeli saham perusahaan tersebut.
PT tertutup
Perseroan terbatas tertutup adalah perseroan terbatas yang modalnya
berasal dari kalangan tertentu misalnya pemegang sahamnya hanya dari
kerabat dan keluarga saja atau kalangan terbatas dan tidak dijual kepada
umum.
PT kosong
Perseroan terbatas kosong adalah perseroan terbatas yang sudah tidak
aktif menjalankan usahanya dan hanya tinggal nama saja.
Pembagian Wewenang Dalam PT
Dalam perseroan terbatas selain kekayaan perusahaan dan kekayaan
pemilik modal terpisah juga ada pemisahan antara pemilik perusahaan dan
11

pengelola perusahaan. Pengelolaan perusahaan dapat diserahkan kepada


tenaga-tenaga
perseroan

ahli

terbatas

dalam
terdiri

bidangnya
dari

Profesional.

pemegang

Struktur

saham,

organisasi

direksi,

dan

komisaris.Dalam PT, para pemegang saham melimpahkan wewenangnya


kepada direksi untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan sesuai
dengan tujuan dan bidang usaha perusahaan. Dalam kaitan dengan tugas
tersebut, direksi berwenang untuk mewakili Perusahaan untuk mengadakan
perjanjian dan kontrak, dan sebagainya. Apabila terjadi kerugian yang amat
besar ( diatas 50 % ) maka direksi harus melaporkannya ke para pemegang
Saham dan pihak ketiga, untuk kemudian dirapatkan.
Komisaris memiliki Fungsi sebagai Pengawas kinerja jajaran direksi
perusahaan. Komisaris bisa memeriksa pembukuan, menegur direksi,
memberi petunjuk, bahkan bila perlu memberhentikan direksi dengan
menyelenggarakan RUPS untuk mengambil keputusan apakah direksi akan
diberhentikan atau tidak.
Dalam RUPS/Rapat Umum Pemegang Saham, semua pemegang saham
sebesar/sekecil

apapun

sahamnya

memiliki

hak

untuk

mengeluarkan

suaranya. Dalam RUPS sendiri dibahas masalah-masalah yang berkaitan


dengan evaluasi kinerja dan kebijakan perusahaan yang harus dilaksanakan
segera. Bila pemegang saham berhalangan, dia bisa melempar Suara
miliknya ke pemegang lain yang disebut Proxy Hasil RUPS biasanya
dilimpahkan ke komisaris untuk diteruskan ke direksi untuk dijalankan.
Isi RUPS :
1. Menentukan direksi dan pengangkatan komisaris
2. Memberhentikan direksi atau komisaris
3. Menetapkan besar Gaji direksi dan komisaris

12

4. Mengevaluasi Kinerja perusahaan


5. Memutuskan rencana Penambahan /Pengurangan saham perusahaan
6. Menentukan kebijakan Perusahaan
7. Mengumumkan pembagian laba ( dividen )

Kebaikan Membentuk Perusahaan Perseroan Terbatas


Kebaikan utama membentuk perusahaan perseroan terbatas adalah:
1. Kewajiban terbatas. Tidak seperti partnership, pemegang Saham
sebuah perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk obligasi dan
hutang perusahaan. Akibatnya kehilangan potensial yang terbatas
tidak dapat melebihi dari jumlah yang mereka bayarkan terhadap
saham. Tidak hanya ini mengijinkan perusahaan untuk melaksanakan
dalam

usaha

yang

beresiko,

tetapi

kewajiban

terbatas

juga

membentuk dasar untuk perdagangan di saham perusahaan.


2. Masa hidup abadi. Aset dan struktur perusahaan dapat melewati masa
hidup

dari

menyebabkan

pemegang
stabilitas

sahamnya,
Modal

pejabat

(ekonomi),

atau

yang

direktur.

dapat

Ini

menjadi

Investasi dalam proyek yang lebih besar dan dalam jangka waktu yang
lebih panjang daripada aset perusahaan tetap dapat menjadi subyek
disolusi dan penyebaran. Kelebihan ini juga sangat penting dalam
periode pertengahan, ketika Tanah disumbangkan kepada Gereja
(sebuah perusahaan) yang tidak akan mengumpulkan biaya Feudal
yang seorang tuan tanah dapat mengklaim ketika pemilik tanah
meninggal. Untuk hal ini, lihat Statute of Mortmain
13

3. Efisiensi manajemen. Manajemen dan spesialisasi memungkinkan


pengelolaan modal yang efisien sehingga memungkinkan untuk
melakukan Ekspansi. Dan dengan menempatkan orang yang tepat,
efisiensi maksimum dari modal yang ada. Dan juga adanya pemisahan
antara pengelola dan pemilik perusahaan, sehingga terlihat tugas
Pokok dan fungsi masing-masing
Kelemahan Perusahaan Perseroan Terbatas
1. Kerumitan perizinan dan organisasi. Untuk mendirikan sebuah PT
tidaklah

mudah.

Selain

biayanya

yang

tidak

sedikit,

PT

juga

membutuhkan Akta Notaris dan izin khusus untuk usaha tertentu. Lalu
dengan besarnya perusahaan tersebut, biaya pengorganisasian akan
keluar sangat besar. Belum lagi kerumitan dan kendala yang terjadi
dalam tingkat personel. Hubungan antar perorangan juga lebih formal
dan berkesan kaku.
Hal-hal hasil RUPS yang harus mendapatkan pengesahan dan yang
hanya cukup didaftarkan
Menurut Undang-undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 hal-hal
dari hasil RUPS yang perlu mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum
dan Ham adalah :
1. Perubahan atas nama perseroan dan/atau tempat kedudukan
Perseroaan;
2. Perubahan Maksud dan Tujuan serta kegiatan usaha perseroaan;
3. Perubahan jangka waktu berdirinya Perseroaan;
4. Perubahan besarnya modal dasar;
5. Perubahan pengurangan modal ditempatkan dan disetor; dan/atau
14

6. Perubahan Perseroaan dari status tertutup menjadi terbuka atau bisa


juga sebaliknya
Sementara itu hasil RUPS yang cukup didaftarkan saja adalah:
1. Pengangkatan dan pemberhentian Dewan Komisaris dan Direksi
2. Penambahan modal ditempatkan atau disetor.

BAB III
PENUTUP
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis
usaha yang bersifat tetap dan terus menerus yang didirikan, bekerja, serta
berkedudukan alam wilayah Negara Indonesia dengan tujuan memperoleh
keuntungan dan atau laba. Pengusaha Adalah orang yang menjalankan
perusahaan atau menyuruh orang lain menjalankan perusahaan. Pengusaha
mengeluarkan sejumlah modal yang digunakan untuk menjalankan kegiatan
usaha.
Dalam hal ini terdapat 3 kategori pengusaha:
1. Pengusaha yang bekerja sendiri
2. Pengusaha yang bekerja dengan bantuan pekerja
15

3. Pengusaha yang memberi kuasa kepada orang lain untuk


menjalankan perusahaan.
Bentukbentuk organisasi bisnis:
Perusahaan Perseorangan

Persekutuan Firma

Perseroan Komanditer (Commanditer Vennootschap / CV)

Perseroan Terbatas

koperasi

Yayasan

BUMN

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Firma
http://id.wikipedia.org/wiki/Persekutuan_komanditer
http://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-tentang-perseroanterbatas-/

16