Anda di halaman 1dari 9

DAMPAK PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, BAHAN TERLARANG,

DAN PSIKOTROPIKA
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah

Narkotika, Bahan Terlarang, dan Psikotropika


yang dibimbing oleh
Ibu Novida Pratiwi, S.Si., M.Sc. dan Ibu Safwatun Nida, S.Si., M.Pd.

Oleh:
Endik Irniawan

(120351402787)

M.Miftakhul Huda

(120351402780)

Maulidiyani Fuadati

(120351410917)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN IPA
JANUARI 2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Narkotika, bahan terlarang, dan psikotropika atau juga bisa disebut narkoba sudah
menjadi suatu istilah yang tidak asing lagi bagi kita. Istilah ini sudah menjadi ciri dari obatobatan terlarang yang beredar dan dapat merusak generasi bangsa kita. Peredaran yang kian
marak dan disertai dengan peningkatan jumlah kasus yang berhubungan dengan narkotika,
bahan terlarang, dan psikotropika menimbulkan kecemasan pada setiap orang. Narkoba
sebenarnya memiliki manfaat yang besar dalam penelitian dan kesehatan, akan tetapi juga
memiliki dampak yang sangat berbahaya apabila disalah gunakan.
Menurut Gono (2011) narkoba telah menyebar ke dalam masyarakat luas akan tetapi
tidak begitu banyak yang memahami dampaknya. Jika narkoba masuk kedalam tubuh
manusia baik secara dihirup, melalui mulut, ataupun disuntik akan dapat berpengaruh
terhadap kinerja otak dan juga susunan saraf pusat. Zat ini memiliki kemampuan adiksi
(ketagihan), toleran (penyesuaian), dan juga habitual (kebiasaan) yang tinggi, yang membuat
pemakai tidak dapat melepaskan ketergantungannya.
Dari berbagai kondisi yang disebutkan diatas pada makalah ini, penulis akan
menjelaskan dampak dari penggunaan narkotika, bahan terlarang, dan psikotropika. Sehingga
penyalahgunaan bahan-bahan terlarang tersebut bisa dihindari setelah mengetahui bagaimana
dampaknya bagi kesehatan manusia.
1.2 RumusanMasalah
Berdasarkan pemaparan pada latar belakang di atas, maka dapat dibuat rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Apa alasan penyalahgunaan narkotika, bahan terlarang, dan psikotropika ?
2. Bagaimana ciri-ciri pengguna narkotika, bahan terlarang, dan psikotropika ?
3. Apa dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkotika, bahan terlarang, dan
psikotropika ?
1.3 Tujuan
Berdasarkan pada rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penulisan makalah ini
yaitu:
1. Mengetahui alasan penyalahgunaan narkotika, bahan terlarang, dan psikotropika.
2. Mengetahui bagaimana ciri-ciri pengguna narkotika, bahan terlarang, dan psikotropika.
3. Mengetahui apa saja dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkotika, bahan
terlarang, dan psikotropika.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Alasan Penyalahgunaan

Penyalahhgunaan narkoba yang terjadi saat ini tentunya akan mengundang rasa ingin
tahu masyarakat. Apa sebenarnya yang menjadi alasan penggunanya. Puspitasari (2005)
dalam laporan KKN nya menyatakan bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan generasi
muda banyak melakukan penyalahgunaan narkoba, diantaranya yaitu rasa ingin tahu, ada
sarana dan prasarana, ada kesempatan, rasa rendah diri (tidak PD), emosional dan mental
yang labil, dan solidaritas teman (negatif).
Alasan-alasan penyalahgunaan narkoba selanjutnya oleh BNN (2012) dibagi atas tiga
faktor yaitu faktor narkotika, lingkungan, dan individu.
1. Faktor Narkotika
Semua jenis narkotika bekerja pada bagian otak yang menjadi pusat penghayatan
kenikmatan, termasuk stimulasi seksual. Oleh karena itu penggunaan narkotika ingin diulangi
untuk mendapatkan kenikmatan tersebut.
Potensi setiap jenis narkotika untuk menimbulkan ketergantungan tidak sama besar.
Makin luas pusat penghayatan kenikmatan yang dipengaruhi oleh narkotika, makin kuat
potensi narkotika untuk menimbulkan ketergantungan.
2. Faktor Individu
Kebanyakan penyalahgunaan narkotika dimulai atau terdapat pada remaja, sebab
remaja yang sedang mengalami perubahan biologik, psikologik maupun sosial yang pesat
merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunaakan narkotika.
a. Perubahan Biologik
Pada awal masa remaja tinggi badan dan berat badan bertambah cepat. Postur badan
juga mulai berubah. Perubahan cepat pada masa peralihan ini sering menimbulkan
kebingungan dan keresahan. Kebingungan dan keresahan ini diakibatkan karena perubahan
dirinya secara fisik yang sudah pantas untuk bergaul dengan orang dewasa, sedangkan
perubahan psikologis mungkin ia belum siap untuk bergaul dengan orang yang lebih tua.
Kebingungan,

keresahan,

dan

depresi

tersebut

dapat

mendorong

anak

untuk

menyalahgunakan narkotika.
b. Perubahan Psikologik
Pada masa remaja, mulai melepaskan ikatan emosional dengan orang tua. Selain itu
kemampuan intelektualnya bertambah. Daya abstraksi, kemampuan konseptual, dan
memahami suatu persoalan jadi berkembang, idealismenya masih tinggi dan keingintahuan
terhadap dunia sekitarnya bertambah. Mungkin ia ingin mencari tahu berbagai hal yang ada
di sekitarnya termasuk masalah seksual, narkotika, merokok, minuman beralkohol, dan lainlain.
c. Perubahan Sosial
Seseorang remaja yang sudah mulai mengenal dunia luar selain keluarganya akan juga
minat terhadap lawan jenis mulai timbul. Diterimanya seorang remaja dalam kelompok

merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang remaja, walaupun untuk diterima dalam
kelompok ia harus mengikuti nilai atau norma kelompok tersebut. bila kelompok tersebut
merokok, iapun tak keberatan akan merokok pula.
3. Faktor Lingkungan
Lingkungan dapat memberi dampak yang positif atau juga dampak negatif. Berikut
dijelaskan lingkungan merupakan faktor penyebab penyalahgunaan narkoba.
a. Lingkungan Keluarga
Faktor orangtua sering menjadi penyebab seorang anak menjadi penyalagunaan
narkotba antara lain:
1. Orangtua kurang komunikatif dengan anaknya
2. Orangtua terlalu banyak mengatur anak atau selalu menuruti kehendak anak
3. Disiplin orangtua tidak konsisten
4. Sikap ayah dan ibu tidak sepaham terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak
5. Orangtua tidak menanamkan norma-norma, nilai-nilai baik yang buruk ataupun baik
6.
b.
1.
2.
3.
c.
1.
2.
3.

kepada anak
Orangtua menjadi salah satu penyalahguna Narkotika
Lingkungan Kampus
Lingkungan kampus sering menjadi tempat penyalahgunaan narkoba sebab:
Kuliah yang membosankan
Dosen atau pejabat di kampus kurang komunikatif dengan mahasiswa
Kampus kurang memiliki fasilitas untuk menampung atau menyalurkan bakat mahasiswa
Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat berpengaruh terhadap penyalahgunaan narkotika sebab:
Mudah diperolehnya narkoba di lingkungan masyarakat
Harga narkoba makin murah
Kehidupan sosial, ekonomi, politik menyebabkan terjadinya perubahan sikap.

2.2 Ciri-Ciri Pengguna


Pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang memiliki ciri-ciri yang dapat dikenali.
Berdasarkan BNN (2012) ciri-ciri yang dimaksud yaitu sebagai berikut:
1. Ciri-ciri pengguna narkotika
Pengguna narkotika dapat mengalami beberapa perubahan, baik perubahan emosional
maupun fisik. Perubahan tersebut adalah sebagai berikut:
1) Tanda-tanda perubahan emosional
a. Perubahan mood yang drastis, dari perasaan senang berubah menjadi depresi dan
b.
c.
d.
e.
f.
g.
2)
a.
b.

penarikan diri secara tiba-tiba.


Marah tanpa alasan yang jelas.
Ketidaktertarikan pada kuliah atau kegiatan ekstrakurikuler lain.
Kesulitan berhubungan baik dengan orang lain.
Bermain peran.
Nilai-nilai menurun dan kemampuan akademik yang buruk.
Kesulitan fokus pada sesuatu hal
Tanda-tanda perubahan fisik
Mata merah.
Kecenderungan tertidur di dalam ruang kuliah.

c.
d.
e.
f.
g.
2.

Bicara yang tidak jelas


Tidak adanya perhatian di dalam ruang kuliah.
Mudah lupa.
Menolak memperhatikan kebersihan dan penampilan diri.
Gemetaran dan gerakan tubuh yang tidak terkoordinasi.
Ciri-ciri pengguna obat-obatan terlarang
Sama halnya dengan pengguna narkotika, pengguna obat-obatan terlarang juga

mengalami perubahan baik sosial dan emosional dan juga fisik. Diantara perubahan tersebut
adalah sebagai berikut:
1) Tanda-tanda perubahan sosial dan emosional
a. Perubahan suasana hati yang berlebihan, rasa antusiasme yang tinggi, rasa marah,
kekerasan, dan depresi.
b. Berbohong terus-menerus dan mencuri.
c. Menolak mengakui adanya efek berbahaya dari narkotika.
d. Menghindari teman-teman lama atau orang-orang yang mungkin akan mengungkapkan
e.
f.
g.
h.
i.
2)
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
3.

perubahan sikap dan perilakunya.


Merahasiakan panggilan telepon.
Berteman dengan orang-orang yang tidak ingin dikenalkan.
Kehilangan motivasi.
Tidak tertarik akan kehidupan sehari-hari.
Bermain peran di kampus.
Tanda-tanda perubahan fisik
Mengantuk.
Tubuh gemetaran.
Mata merah dan pupil melebar.
Berbicara yang meracau.
Kehilangan atau peningkatan selera makan.
Gerakan tubuh yang tidak terkoordinasi dengan baik.
Lingkaran di bawah mata.
Kebiasaan tidur yang tidak semestinya.
Batuk dan flu yang terus menerus.
Penurunan berat badan.
Ciri-ciri Pengguna Psikotropika

Secara umum ciri-ciri pengguna Psikotropika adalah sebagai berikut :


1) Merasa senang atau bahagia secara berlebihan
2) Sikapnya acuh tak acuh
3) Malas bergerak
4) Agitasi psikomotor
5) Berkeringat (rasa dingin)
6) Mata tak terkendali
7) Kekakuan otot leher
8) Perubahan nafsu makan
9) Pupil mata mengecil atau melebar jika overdosis
10) Sering depresi
11) Denyut nadi dan tekanan darah meningkat
12) Sering menguap atau mengantuk

2.3 Dampak yang ditimbulkan


Dampak penyalahgunaan narkotika pada seseorang sangat tergantung pada jenis
narkotika yang dipakai, kepribadian pemakai, dan situasi atau kondisi pemakai. Secara
umum, dampak kecanduan narkotika, bahan terlarang dan psikotropika dapat terlihat pada
fisik, psikis, dan sosial seseorang. (BNN, 2012).
1) Dampak fisik
a. Gangguan pada sistem syaraf seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, dan
kerusakan syaraf tepi.
b. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah seperti: infeksi akut otot jantung dan
peredaran darah.
c. Gangguan pada kulit seperti: penanahan (abses), alergi, dan eksim.
d. Gangguan pada paru-paru seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, dan
pengerasan jaringan paru-paru.
e. Sering sakit kepala, mual dan muntah, suhu tubuh meningkat, pegecilan hati dan susah
tidur.
f. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan pada endrokin seperti: penurunan
fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, dan testosteron), serta gangguan fungsi
seksual.
g. Dampak terhadap kesehatan reproduksi perempuan seperti perubahan periode menstruasi,
ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid).
h. Bagi pengguna narkoba dengan jarum suntik khususnya pemakaian jarum suntik secara
bergantian resikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang saat ini
belum ada obatnya.
i. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi overdosis yaitu konsumsi
narkotika yang melebihi kemampuan tubuhnya. Overdosis bisa menyebabkan kematian.
2) Dampak Psikis
a. Malas belajar, ceroboh, sering tegang, dan gelisah.
b. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, dan penuh curiga.
c. Agitatif, menjadi ganas, dan bertingkah laku brutal.
d. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal, dan tertekan.
e. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.

3) Dampak Sosial

a. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan.


b. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
c. Pendidikan menjadi terganggun dan masa depan suram.
Dampak fisik, psikis, dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan
mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat dan dorongan
psikologis berupa keinginan yang sangat kuat untuk mngonsumsi. Gejala fisik dan psikologis
ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, teman,
mencuri, pemarah, manipulatif, dan lain-lain.

BAB III

PENUTUP
c.1 Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan dan penjelasan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut:
1. Alasan penyalahgunaan narkotika karena dipengaruhi oleh faktor narkotika, faktor
individu, dan faktor lingkungan.
2. Ciri-ciri pengguna narkotika, bahan terlarang, dan psikotropika dapat dikenali dari
perubahan sosial-emosional dan perubahan fisik.
3. Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan dampak fisik, dampak psikis, dan dampak
sosial.

DAFTAR RUJUKAN
BNN. 2012 .Mahasiswa & Bahaya Narkotika. Jakarta: Badan Narkotika Nasional.

Puspitasari, Chandra dewi, S.H. 2005. Narkoba: Ancaman Bagi Generasi Muda.
(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/chandra-dewi-puspitasari-shllm/narkoba-kkn-uii.pdf) (online) diakses tanggal 7 Januari 2015.
Gono, joyo nur suryanto. 2011. Narkoba: Bahaya Penyalahgunaan dan Pencegahannya.
(https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0CDcQFjAE&u
rl=http%3A%2F%2Fejournal.undip.ac.id%2Findex.php%2Fforum%2Farticle
%2Fdownload
%2F3162%2F2838&ei=V4usVLTdHYqxuASIyYCwAw&usg=AFQjCNHWnpl7DCe
gTeiDMKlkdE6Yo-Uh5g&sig2=_oqt-qakkyJa9RzTrEwFg&bvm=bv.83134100,d.c2E) (online) diakses tanggal 7 Januari 2015.
Icha, pamelia.2012. Ciri-Ciri Pengguna Zat Adiktif & Psikotropika.
(http://pamelia-icha.blogspot.com/2012/04/ciri-ciri-pengguna-zatadiktif.html) (online) diakses tanggal 19 Januari 2015