Anda di halaman 1dari 12

PERTEMUAN KE V

KOMPONEN UTAMA MESIN REFRIGERASI

Kompresor
Kompresor adalah jantung dari system kompresi uap. Empat jenis kompresor refrigerasi
yang paling umum adalah kompresor torak, kompresor sekrup, kompresor semi
hermatik dan kompresor hermatik.

Kompresor torak kecepatan tinggi


Kecepatan putar yang tinggi dipergunakan apabila diperlukan kapasitas yang lebih
besar. Namun pada kompresor torak yang konvensional kecepatan putar tersebut ada
batasnya. Hal itu disebabkan terbatasnya kekuatan material dan terjadinya getaran yang
disebabkan oleh bagian mesin yang bekerja bolak balik. Kecepatan putar kompresor
berkisar 900-1800 rpm dan untuk memperolah kapasitas yang lebih besar dipakai
kompresor yang lebih banyak. Daya penggerak kompresor berkisar 3,7 200 kW.

Kompresor Sekrup
Kompresor sekrup yang semula dirancang untuk memperoleh kompresor udara tanpa
minyak pelumas, memiliki dua buah rotor yang berpasangan, berturut-turut dengan gigi
jantan dan betina. Kompresor sekrup memiliki keuntungan, yaitu lebih sedikit jumlah
yang bergesekan, perbandingan kompresi yang tinggi dalam satu tingkat, relatif stabil
terhadap pengaruh kotoran yang terserap dalam refrigeran.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

Gambar Pandangan terpotong dari sebuah kompresor torak


Gambar Konstruksi kompresor sekrup

Kompresor Semi Hermatik


Pada kompresor semi hermatik listrik dibuat menjadi satu dengan kompresor. Jadi, rotor
motor listrik tersebut berada dalam perpanjangan ruang engkol dari kompresor tersebut.
Dengan jalan demikian tidak diperlukan penyekat poros, sehingga dapat dicegah
terjadinya kebocoran gas refrigeran. Disamping itu, konstruksinya lebih kompak dan
bunyi mesin lebih halus. Namun demikian haruslah diperhatikan agar dipergunakan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

isolator listrik (motor listrik)) yang sebaik-baiknya, yaitu tahan terhadap gas refrigeran.
Dari segi konstruksinya, semi hermatik juga dapat dibuat bersilinder, dengan momen
putar start yang rendah, seperti terlihat pada gambar.

Gambar Kompresor Semi Hermatik

Kompresor Hermatik
Pada dasarnya kompresor hermatik hampir sama dengan kompresor semi hermatik.
Perbedaannya hanya terletak pada penyambungan rumah (baja) kompresor dengan
stator motor penggeraknya. Pada kompresor hermatik dipergunakan sambungan las,
sehingga rapat udara, seperti terlihat pada gambar. Pada kompresor semi hermatik
dengan rumah terbuat dari besi tuang, bagian-bagian penutup dan penyambungannya
masih dapat dibuka. Sebaliknya dengan kompesor hermatik, rumah kompresornya
dibuat dari baja dengan pengerjaan las, sehingga baik motor listrik maupun kompresor
tak dapat diperiksa tanpa memotong rumah kompresor. Oleh karena itu komponen dari
kompresor hermatik haruslah terpercaya dan dapat diandalkan. Kompresor hermatik
biasanya dibuat untuk unit berkapasitas rendah.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

Gambar Kompresor Hermatik

KONDENSOR
Untuk mencairkan uap refrigeran yang bertekanan dan bertemperatur tinggi, diperlukan
usaha

melepaskan

kalor

sebanyak

kalor

laten

pengembunan,

dengan

cara

mendinginkan uap refrigeran itu. Jumlah kalor yang dilepaskan oleh uap refrigeran
kepada air pendingin atau uap pendingin, di dalam kondensor, sama dengan selisih
entalpi uap refrigeran pada seksi masuk dan seksi keluar kondensor.
1. Kondensor Tabung dan pipa
Horizontal
Kondensor tabung pipa banyak dipergunakan pada unit kondensor berukuran kecil
sampai besar. Unit pendingin dan penyegar udara paket baik untuk amonia maupun
freon. Didalam kondensor tabung dan pipa terdapat banyak pipa pendingin, dimana air
pendingin mengalir didalam pipa-pipa tersebut. Ujung dan pangkal pipa pendingin terikat
pada pelat pipa, sedangkan diantara pelat pipa dan tutup tabung dipasang sekat-sekat,
untuk membagi aliran air yang melewati pipa-pipa tersebut tetapi juga mengatur agar
kecepatannya cukup tinggi. Air pendingin masuk kedalam kondensor dari bagian bawah,
kemudian masuk kedalam pipa-pipa pendingin dan keluar pada bagian atas. Jumlah
saluran air yang pendingin yang terbentuk oleh sekat-sekat itu diberi nama jumlah
saluran. Jumlah saluran maksimum yang biasa digunakan adalah 12. Tahanan aliran air
pendingin air di dalam pipa bertambah besar dengan bertambah banyaknya jumlah

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

saluran. Pipa pendingin ammonia biasanya terbuat dari baja, sedangkan untuk freon
terbuat dari pipa tembaga.

Gambar Kondensor tabung dan pipa bersirip horizontal untuk freon


Kondensor Tabung dan Koil
Kondensor dan koil banyak dipergunakan pada unit dengan freon sebagai refrigeran
berkapasitas relatif kecil. Pada kondensor tabung dan koil, air mengalir didalam koil dan
pipa pendingin.

Gambar Kondensor tabung dan Koil


Kondensor Jenis pipa Ganda
ondensor jenis pipa ganda merupakan susunan dari dua pipa aksial, dimana refrigeran
mengalir melalui saluran yang terbentuk antara pipa dalam dan pipa luar, dari atas dan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

bawah. Sedangkan air pendingin mengalir didalam pipa dalam arah berlawanan dengan
arah aliran refrigeran.

Gambar Kondensor koil pipa ganda

Kondensor Berpendingin Udara


Kondensor pendingin udara terdiri dari koil pipa pendingin bersirip pelat. Udara mengalir
dengan arah tegak lurus terhadap bidang pendingin. Gas refrigeran yang bertemperatur
tinggi masuk ke bagian atas koil dan secara berangsur-angsur mencair dalam alirannya
kedalam bagian bawah koil.

Gambar Kondensor pendingin udara bersirip pelat

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

EVAPORATOR
ditinjau dari segi konstruksinya evaporator dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
Evaporator Tabung dan Koil
Seperti yang telah disampaikan pada gambar, pada evaporator tabung dan koil terdapat
koil pipa tunggal atau ganda didalam sebuah silinder. Refrigeran mengalir didalam koil
pipa untuk mendinginkan air atau larutan garam yang berada di bagian luar koil.
Evaporator tabung dan koil dapat dibuat dengan mudah. Sebab tidak memerlukan pelat
pipa untuk memasang ujung dan pangkal pipa, seperti yang terdapat pada kondensor
tabung dan pipa. Namun evaporator jenis ini hanya dipakai pada jenis mesin refrigerasi
yang kecil, karena laju perpindahan kalornya sangat rendah

Gambar Evaporator tabung dan koil

Evaporator Tabung dan Pipa Jenis Expansi Kering


Evaporator tabung dan pipa jenis expansi kering menggunakan banyak pipa yang
dipasang di dalam tabung. Refrigeran mengalir di dalam pipa, sedangkan cairan yang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

hendak didinginkan mengalir melalui bagian luar pipa refrigeran, yaitu di dalam tabung,
seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar

Evaporator tabung dan pipa jenis kering (menggunakan pipa bersirip


pada bagian dalam)

Koil dengan pendinginan udara


Koil dengan pendinginan udara, seperti yang dipakai untuk mendinginkan udara pada
penyegar udara, terdiri dari koil pipa bersirip pada bagian luarnya. Ada dua macam koil
dengan pendingin udara, yaitu jenis expansi langsung dan expansi tak langsung.
Pada jenis expansi langsung, refrigeran diuapkan secara langsung di dalam pipa
evaporator; sedangkan pada jenis expansi tak langsung udara didinginkan oleh
refrigeran sekonder seperti air atau larutan garam ysng mengalir melalui pipa tersebut.
Sirip-sirip yang dipasang pada bagian luar pipa digunakan untuk memperbesar luas
bidang perpindahan kalor yang berhubungan dengan udara, karena konduktivitas
termalnya kecil.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

Gambar

Evaporator koil bersirip pelat jenis ekspansi langsung

KATUP EKSPANSI/EXPANSION VALVE


Katup ekspansi dipergunakan untuk mengekspansikan secara adiabatik cairan
refrigeran yang bertekanan dan bertemperatur rendah, dan sebagai pengatur
pemasukan refrigeran sesuai dengan beban pendinginan yang harus dilayani oleh
evaporator.
1. Katup ekspansi otomatik termostatik
2. Katup Ekspansi manual
3. Katup ekspansi tekanan konstan
4. Pipa kapiler

1. Katup expansi otomatik termostatik


jenis penyama tekanan external
Pada katup ini, refrigeran mengalir masuk melalui lubang masuk (1) dan keluar melalui
lubang keluar (3), melaui katup jarum (2).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

Gambar Katup expansi otomatik thermostatic penyama tekanan external


Ruang luar dari diafragma (5) dihubungkan dengan lubang keluar dari evaporator
melalui pipa penyama tekanan (8). Oleh karena diafragma (4) diisolasikan dari lubang
keluar (3) oleh paking internal (11), maka diafragma (4) menerima tekanan seksi keluar
dari evaporator.
Oleh karena tabung sensor termal ditempelkan dekat pada seksi keluar evaporator,
tekanan dari uap refrigeran jenuh yang ada di dalamnya akan menjadi tekanan jenuh
yang sesuai dengan temperatur (temperatur penguapan+ derajat super panas) dari
evaporator.
Maka tekanan di dalam ruangan dalam dari diafragma (6) yang dihubungkan dengan
tabung sensor termal adalah sama dengan tekanan jenuh tersebut diatas.
Sehubungan dengan hal tersebut, pembukaan katup expansi tergantung dari perbedaan
gaya (tekanan ruangan dalam dari diafragma (6) x luas efektif diafragma) dan (tekanan
ruangan luar dari diafragma (5) x luas efektif diafragma) Oleh karena itu perbedaan
kedua gaya tersebut adalah sama dengan gaya pegas. Hal tersebut berarti bahwa jika
perbedaan antara tekanan di dalam tabung sensor termal dan tekanan di dalam
evaporator berubah, maka derajat super panas yang berkaitan dengan perbedaan
tekanan tersebut akan berubah pula.
Derajat super panas yang diinginkan dapat diatur dengan memutar sekrup pengatur
(13). Apabila sekrup pengatur di putar ke kanan (arah putaran jarum jam), maka pegas
(12) akan tertekan dan derajat super panas akan bertambah besar. Jadi, putarlah sekrup
pengatur ke kanan untuk mengurangi jumlah refrigeran masuk ke dalam evaporator.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

10

Apabila sekrup pengatur diputar ke kiri (berlawanan dengan arah putaran jarum jam),
maka pegas (12)) akan mengendor, sehingga derajat super panas akan berkurang
(jumlah aliran refrigeran masuk ke dalam evaporator akan bertambah besar). Dengan
cara penyetelan di atas, derajat super panas harus dapat dipertahankan dalam batas
tertentu.
Katup Expansi Manual
Katup expansi manual adalah katup expansi dengan trotel yang diatur secara manual,
yaitu menggunakan katup jarum yang berbeda dari katup stop yang biasa.
Konstruksi katup expansi manual dapat dilihat pada gambar. Pada katup tersebut
refigeran masuk melalui lubang masuk (1) dan keluar melalui katup jarum (2). Fiting (4)
dihubungkan dengan batang pengatur (6), sehingga katup jarum tersebut dapat dibuka
dan ditutup dengan memutar knob pengatur (7). Kebocoran refrigeran dapat dicegah
dengan menggunakan bellow (5).

Gambar Katup expansi manual


Katup expansi tekanan konstan
Katup expansi tekanan konstan adalah katup expansi, dimana katup digerakkan oleh
tekanan di dalam evaporator, untuk mepertahankan supaya tekanan di dalam
evaporator konstan. Pada jenis katup ini, below dan katup jarum dihubungkan oleh
batang penunjang . Bagian bawah dari below berhubungan dengan lubang keluar
sehingga menerima tekanan evaporator. Sebuah pegas dipasang pada bagian atas dari
below. Gaya pegas dapat diatur dengan memutar knob pengatur. Pipa cairan refrigeran
dihubungkan dengan katup expansi pada bagian lubang masuk dari katup expansi.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

11

Gambar Katup expansi tekanan konstan


Pipa Kapiler
Pipa kapiler sering dipakai pada mesin refrigerasi berkapasitas rendah, seperti pada
pengkondisian udara, pendingin air minum, dan sebagainya. Pipa kapiler adalah pipa
kecil berdiamater dalam 0,8 sampai 2,0 mm dan panjangnya kurang lebih 1 meter.
Pipa kapiler dipasang sebagai pengganti katup expansi. Tahanan dari pipa kapiler inilah
yang dipergunakan untuk mentrotel dan menurunkan tekanan. Diameter dan panjang
pipa kapiler ditetapkan berdasarkan kapasitas pendinginan, kondisi operasi dan jumlah
refrigeran dari mesin refrigerasi yang bersangkutan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

12