Anda di halaman 1dari 4

www.indonesianforest.

com
BAB IV
PEMANFAATAN HASIL

A. Sifat-sifat kayu
1. Kelompok Meranti merah (Shorea sp.)
1.1. Jumlah jenis
Jenis pohon yang termasuk kelompok Meranti merah terutama Shorea
acuminata, Shorea johorensis, Shorea lepidota, Shorea leprosula, Shorea
macrophylla, Shorea macroptera, Shorea ovalis, Shorea ovata, Shorea
paschyphylla, Shorea palembanica, Shorea parvifolia, Shorea pauciflora,
Shorea pinanga, Shorea platycarpa, Shorea platyclados, Shorea
quadrinervis, Shorea sandakanensis, Shorea selanica, Shorea smithiana,
Shorea stenoptera, Shorea teysmanniana, Shorea uliginosa.
1.2. Ciri-ciri kayu
Warna kayu terasnya bervariasi dari hampir putih, coklat pucat, merah
jambu, merah muda, merah kelabu, merah-coklat muda dan merah sampai
merah tuan atau coklat tua. Kayu gubal berwarna lebih muda dan dapat
dibedakan dengan jelas dari kayu teras, berwarna putih, putih kotor,
kekuning-kuningan atau kecoklat-coklatan sangat muda, biasanya kelabu,
tebal 2 8 cm.
Tekstur kayu agak kasar sampai kasar dan merata, lebih kasar dari meranti
putih dan kuning. Arah serat kayunya agak berpadu, kadang-kadang
hampir lurus, bergelombang atau sangat berpadu. Permukaan kayu licin
atau agak licin dan kebanyakan agak mengkilap.
Kayu yang mempunyai arah serat berpadu menunjukkan gambar berupa
pita pada bidang radial. Pada bidang tersebut terdapat juga gambar jarijari, tetapi biasanya tidak jelas, karena perbedaan warna yang tidak
menyolok.
1.3. Struktur kayu
Pori sebagian besar soliter, sebagian kecil bergabung 2 3 dalam arah
radial, kadang-kadang berkelompok dalam arah diagonal atau tangensial,
diameter umumnya 200 300 mikron kadang-kadang lebih dari 400 mikron,
frekuensi 2 8 per mm2, kadang-kadang berisi tilosis, gom atau damar
coklat.
Jari-jari hampir seluruhnya multiseriat, berukuran sedang dengan lebar
maksimum 75 mikron, tinggi bervariasi antara 125 3375 mikron, frekuensi
4 5 per mm, kadang-kadang berisi tilosis, gom atau damar berwarna
coklat.
Jari-jari hampir seluruhnya multiseriat, berukuran sedang dengan lebar
maksimum 75 mikron, tinggi bervariasi antara 125 3375 mikron, frekuensi
4 5 per mm, kadang-kadang berisi kristal Ca-oksala secara sporadis.

Vademikum Dipterocarpaceae - 42

www.indonesianforest.com
Kayu meranti merah umumnya mempunyai saluran aksial yang biasanya
tersusun dalam deretan tangensial yang kontinu, kadang-kadang terdapat
deretan yang pendek, diameter saluran aksial umumnnya lebih kecil dari
diameter pori, kecuali pada Shorea platycarpa yang keadaannya sebaliknya.
Saluran radial terdapat pada Shorea leprosula, Shorea ovata dan Shorea
teysmanniana, sedang pada Shorea parvifolia dan Shorea acuminata hanya
terdapat secara sporadis.
Saluran aksial dan radial umumnya berisi
endapan berwarna putih. Ukuran serat kayunya sebagai berikut (dalam
satuan mikron) :
Jenis kayu
Shorea johorensis
Shorea leprosula
Shorea palembanica
Shorea parvifolia
Shorea platyolados
Shorea smithiana
Shorea teysmanniana

Panjang

Diameter

1.412
1.352
1.150
1.253
1.530
1.271
1.193

Tebal dinding

26,0
20,1
22,4
19,2
23,3
24,2
26,0

Diameter lumen

4,6
3,3
3,7
2,5
3,8
3,3
2,4

16,8
13,6
15,0
14,2
15,7
17,6
19,3

1.4. Sifat fisis kayu


Jenis kayu
Shorea acuminata
Shorea johorensis
Shorea lepidota
Shorea leprosula
Shorea macrophylla
Shorea macroptera
Shorea ovalis
Shorea ovata
Shorea pachyphylla
Shorea palembanica
Shorea parvifolia
Shorea pauciflora
Shorea pinanga
Shorea platycarpa
Shorea platyclados
Shorea quadrinervis
Shorea sandakanensis
Shorea selanica
Shorea smithiana
Shorea stenoptera
Shorea taysmaniana
Shorea uliginosa

Berat jenis
0,51
0,50
0,48
0,52
0,40
0,49
0,51
0,75
0,77
0,55
0,45
0,63
0,42
0,72
0,67
0,57
0,54
0,46
0,50
0,49
0,59
0,64

(0,35
(0,32
(0,35
(0,30
(0,29
(0,36
(0,32
(0,52
(0,52
(0,37
(0,29
(0,54
(0,31
(0,50
(0,34
(0,44
(0,41
(0,39
(0,30
(0,43
(0,40
(0,42

0,70)
0,69)
0,78)
0,86)
0,60)
0,59)
0,86)
0,99)
0,92)
0,69)
0,83)
0,78)
0,57)
0,85)
0,86)
0,76)
0,69)
0,52)
0,72)
0,52)
0,81)
0,79)

Kelas kuat
IVIII
III-IV
III-(II-IV)
III-IV
III-IV
III-(V.)
III-IV
II-III
II-III
III-IV
III-IV
II-III
III-IV
II-III
II-(IV)
III-(II)
III
III
III-II
III
III-II
II-III

Vademikum Dipterocarpaceae - 43

www.indonesianforest.com
1.5. Sifat mekanis kayu
Shorea
leprosula
2

Shorea
ovalis
3

Shorea
parvifolia
4

Shorea
pauciflora
5

Shorea
platyclados
6

Shorea
smithinana
7

Shorea
stenoptera
8

Shorea
teysmanniana
9

Shorea
uliginosa
10

B
K
B
K
B
K
B
K
B
K

145
179
309
359
62
66
0,2
0,3
2,5
2,5

300
385
479
618
118
114
0,4
0,8
2,9
4,3

303
445
502
678
114
110
0,5
1,0
4,1
6,7

502
544
804
932
149
145
0,9
1,6
8,7
8,1

426
574
662
845
120
127
1,0
1,5
5,7
8,7

229
257
477
536
45
86
0,4
0,4
-

140
165
294
326
64
67
0,2
0,2
2,8
2,6

393
432
654
596
124
113
0,7
1,0
5,9
4,3

402
477
962
915
156
175
0,6
0,7
5,8
8,1

B
K
B
K

8,7
7,1
9,2
7,2

16,3
14,5
19,2
16,8

20,3
23,1
19,8
24,5

32,9
32,4
32,6
29,5

34,8
25,6
35,1
28,1

13,6
12,3
15,7
14,9

9,1
7,2
8,8
6,9

20,9
15,8
23,5
18,1

23,1
29,9
23,9
30,4

B
K
B
K

136
130
50
64

228
288
140
180

216
262
160

339
345
318

353
457
355
399

226
256
173
158

119
107
47,5
52

270
261
163
168

275
334
307

B
K
B
K

44,7
22,7
51,0
23,8

38,4
43,5
50,9
49,6

35,6
51,0
47,0
52,2

54,8
55,6
64,9
61,0

51,2
81,0
63,5
88,1

41
56
47
60

33,5
22,6
38,3
24,3

48,2
49,2
57,5
53,8

16,2
65,8
71,5
79,3

B
K
B
K

32,2
28,0
35,7
31,2

29,1
38,7
39,6
45,3

32,3
52,8
37,7
58,2

55,1
61,9
54,6
67,7

50,4
61,1
73,0
67,7

25,4
34,4
27,5
37,5

22,0
23,6
25,5
19,3

42,5
33,4
44,7
29,0

37,7
45,2
54,8
27,3

B
K
B
k

24,6
22,6
28,3
26,9

22,4
22,1
21,5
23,8

21,2
37,0
25,2
39,0

31,1
46,5
36,1
40,7

38,3
38,9
47,6
43,4

12,7
20,0
16,7
23,6

17,9
19,3
21,2
23,8

24,5
29,0
30,3
31,4

21,4
27,3
33,7
35,8

Keterangan
1
Keteguhan lentur statik
Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2)
Tegangan pada batas patah (kg/cm2)
Modulus elastisitas (1000 kg/cm2)
Usaha sampai batas proporsi (kg/dm3)
Usaha sampai batas patah (kgm/dm3)
Keteguhan pukul
Radial (kgm/dm3)
Tangensial (kgm/dm3)
Kekerasan (JANKA)
Ujung (kg/cm2)
Sisi (kg/cm2)
Keteguhan geser
Radial (kg/cm2)
Tangensial (kg/cm2)
Keteguhan belah
Radial (kg/cm)
Tangensial (kg/cm)
Keteguhan tariks tegak lurus arah serat
Radial (kg/cm)
Tangensial (kg/cm)

Vademikum Dipterocarpaceae - 44

www.indonesianforest.com
1.6. Sifat kimia
Kadar

Shorea
leprosula

Shorea
parvifolia

Shorea
Pinanga

Shorea
smithinana

Shorea
acuminata

Shorea
macroptera

50,76
30,60
12,74
0,68
0,29

50,70
33,00
12,16
0,24
0,19

50,65
32,31
16,76
0,68
0,06

51,45
31,62
24,21
0,86
0,86

49,6
36,6
10,2
-

56,1
33,7
8,2
-

Selulosa (%)
Lignin (%)
Pentosan (%)
Abu (%)
Silika (%)

Shorea
ovalis

52,9
34,4
11,0
-

1.7. Keawetan kayu


Kayu meranti merah secara umum termasuk kelas awet III Vatica, kecuali Shorea
ovata yang termasuk kelas awet III-II. Daya tahan kayu Shorea leprosula terhadap
rayap kayu kering Cryptotermes cynocephalus Light termasuk kelas III.
Keterawetan kayunya seperti Shorea parvifolia dan Shorea ovalis termasuk kelas
sedang sampai sukar, sedangkan kayu Shorea stenoptera yang diobat dengan asam
borat 3% menurut metode difusi memberikan hasil yang baik pada pengukuran 820C
selama 5 jam dan pada rendemen selama 2 hari, kedua-duanya dengan masa
penyimpanan 8 minggu.
1.8. Pengeringan
Papan meranti merah tebal 2,5 cm, 4 cm dan 5 cm yang dikeringkan secara alami
sampai kering udara memerlukan waktu berturut-turut 90, 130 dan 180 hari.
Papan meranti merah tebal 2,5 cm yang dikeringkan dalam dapur pengeringan
sampai kadar air 12% memerlukan waktu sekitar 9 hari. Bagan pengeringan yang
dianjurkan adalah suhu 480C - 720C dengan kelembaban nisbi 85% - 40%.

Vademikum Dipterocarpaceae - 45