Anda di halaman 1dari 30

Teknik Berpidato

Dra. INDRA FITRIANI, MM.

Pidato
o penyampaiangagasan, pikiran atau
informasi serta tujuan dari pembicara
kepada orang lain (audience) dengan
cara lisan.
o theart of persuasion,yaitu sebagai seni
membujuk/ mempengaruhi.
o Berpidato ada hubungannya dengan
retorika(rhetorica), yaitu seni
menggunakan bahasa dengan efektif.

Berpidato bukanlah suatu pekerjaan


yang sederhana karena dalam
berpidato menyangkut beberapa
unsur penting seperti :
o
o
o
o
o
o

pembicara,
pendengar,
tujuan dan isi pidato,
persiapan,
terknik dan
etika dalam berpidato

Tujuan Pidato
a) informatif, bertujuan memberikan laporan/
pengetahuan atau sesuatu yang menarik untuk
pendengar;
b) persuasif and instruktif, berisi tentang usaha untuk
mendorong, meyakinkan dan mengajak audience
untuk melakukan sesuatu hal;
c) edukatif, berupaya menekankan pada aspek-aspek
pendidikan, misalnya tentang pentingnya hidup
sehat, ber KB, hidup rukun antar umat bergama
dan lain-lain;
d) entertain, bertujuan memberikan penyegaran
kepada audience yang sifatnya lebih santai.

Teknik Berpidato
1) Metode Naskah,
yaitu pidato yang digunakan untuk pidato resmi
dan dibacakan secara langsung. Cara demikian
dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan, karena
setiap kata yang diucapkan dalam situasi resmi,
akan disebarluaskan dan dijadikan figur oleh
masyarakat dan dikutuip oleh media massa;

2) Menghafal,
yaitu naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya
bukan untuk dibaca, melainkan untuk dihafal;

Teknik Berpidato.....
3) Metode Spontanitas,
yaitu metode pidato yang tidak dilakukan
persiapan/pembuatan naskah tertulis terlebih
dahulu. Biasanya dilakukan hanya oleh orangorang yang akan tampil secara mendadak;
4) Metode Penjabaran Kerangka.
materi yang akan disampaikan harus disiapkan
garis-grais besar isinya dengan menuliskan halhal yang dianggap paling penting untuk
disampaikan.

Materi Pidato
Pendahuluan,
yang berfungsi untuk mengantar ke arah pokok
persoalan yang akan dibahas dan sebagai upaya
menyiapkan mental audience.
Pada bagian ini yang terpenting kita berusaha
membangkitkan dan mengarahkan perhatian audience
pada pokok permasalahan yang akan dibicarakan;
Isi.
Pada bagian ini pokok pembahasan ditampilkan
dengan terlebih dahulu mengemukakan latar belakang
permasalahannya.
Pokok pembicaraan dikemukakan sedemikian rupa
sehingga tampak jelas kaitannya dengan kepentingan
para audience.

Materi Pidato.......
Pembahasan.
Bagian ini merupakan kesatuan, yang berisi alasanalasan yang mendukung hal-hal yang dikemukakan
pada bagian isi. Pada bagian isi ini biasanya berisi
berbagai hal tentang penjelasan, alasan-alasan, buktibukti yang mendukung, ilustrasi, angka-angka dan
perbandingan, kontras-kontras, bagan-bagan, model,
dan humor yang relevan;
Kesimpulan
Ini adalah bagian akhir dari sebuah pidato, yang
merupakan kesimpulan dari keseluruhan uraian
sebelumnya.

Persiapan Sebelum Berpidato


a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

Menentukan Tujuan Pidato;


Memilih Pokok Persoalan;
Mengetahui dan Menganalisa audience dan suasananya;
Mengumpulkan materi pidato;
Menyusun Kerangka Materi Pidato;
elakukan Latihan Pidato;
Menghilangkan Perasaan Demam Panggung yaitu dengan
cara: memfokuskan pikiran pada diri sendiri, percaya
diri(PD), menganggap audience tidak tahu tentang apa yang
kita bicarakan, memperdalam materi dengan baik,
mempersiapkan konsep pidato beberapa hari sebelumnya,
membaca berulang-ulang materi pidato, mempersiapkan diri
beberapa jam sebelum tampil dan jangan tergesa-gesa, serta
istirahat yang cukup. Terakhir sudah tentu adalah dengan
berdoa.

Persiapan Saat Berpidato


a) Pembukaan.
Pembukaan pidato merupakan bagian penting
dan meainkan peranan bagi pembicara, karena
bagian ini dapat memeberikan kesan pertama
bagi para audience..
Ada beberapa cara yang dapat digunakan
seorang pembicara untuk membuka pidatonya:
o dengan memperkenalkan diri; atau
o Membuka pidato dengan humor; atau
o membuka pidato dengan pendahuluan secara
umum.

Persiapan Saat Berpidato.....


b)Inti Pidato
Setelah selesai melakukan pembukaan
dengan salah satu cara di atas, maka
langsung dilanjutkan dengan menyajikan
pokok permasalahannya.

Persiapan Saat Berpidato.....


c) Penutup
Penutup Pidato bisa dilakukan dengan:
o Membuat rangkuman atau simpulan; atau
o menyatakan kembali prinsip-prinsip yang
terkandung dalam pidato; atau
o menceritakan cerita singkat yang menarik; atau
o mengutip kata-kata mutiara, ungkapan, atau
beberapa bait pantun; atau
o mengajak atau menghimbau dan
mengemukakan sebuah pujian buat para
pendengar

ETIKA BERPIDATO

Berpidato Di Depan Umum


o Mengenakan pakaian yang sesuai dengan
suasana pertemuan, rapi, bersih dan sopan;
o Tampil dengan bersahaja, sopan dan rendah hati;
o Menyisipkan beberapa humor segar dalam
pidato;
o Gunakan kata-kata yang sopan, halus, dan
sederhana;
o Sebagai kata penutup jangan lupa mengucapkan
maaf bila terdapat tutur kata yang kurang
berkenan dan lain-lain.

Berpidato Di Depan Pejabat

o Menghilangkan rasa rendah diri;


o Jangan tampil seolah-olah
menggurui, sikap lebih tahu dan
lain-lain;
o Jangan terlalu memberikan
penghormatan yang berlebihan
pada audience.

Berpidato di Depan Pemuka Agama


o Jangan mengeluarkan kata-kata
yang bisa menyinggung umat
beragama;
o Jangan ada nada merendahkan
atau memuji agama tertentu;
o Perbanyak istilah-istilah
keagamaan

Berpidato Di Depan Para Wanita


o Bila pembicara seorang laki-laki,
hati-hati jangan sampai menyinggung
harkat dan martabat wanita;
o menggunakan istilah-istilah yang tepat
seperti ibu-ibu atau saudari sekalian;
o hindari kata-kata kasar, kurang
senonoh dan kurang sopan;

Berpidato Di Depan Pemuda / Mahasiswa


o Pidato harus mengutamakan penalaran
yang berikaitan dengan dunia anakanak muda;
o Jangan mengeluarkan kata-kata yang
bersifat menentang;
o Jangan mengkritik dan menyalahkan
anak-anak muda

Berpidato Di Depan Masyarakat Desa

o Jangan berbohong;
o Gunakan kata-kata yang sopan dan
sederhana,

o kapan perlu sisipkan beberapa


istilah dalam bahasa stempat.

Hal-hal Penting Dalam


Berpidato

Posisi Berbicara
o Seorang pembicara harus sedapat
mungkin dilihat oleh semua audience.
o Kalau boleh tidak duduk, usahakan
untuk berdiri, agar semua audience
dapat menatap wajah dan penampilan
pembicara; .

Mengatur Suara Dalam Berpidato


o Usahakan mengeluarkan suara
dengan jelas, tegas, dan nyaring
dan sesuaikan dengan ruang
pertemuan, apakah ruang kecil
atau ruang aula yang luas dan
besar

Volume, Intonasi dan Pelafalan


Pada saat berpidato, usaha
mengatur:
o volume suara,
o intonasi, dan
o pelafalan;

Humor
Sisipkan humor yang
o sopan,
o segar dan
o relevan;

Gerak Tubuh
Gerak Tubuh seperti tangan, telapak
tangan, jari, kepala, raut muka, dan
lain-lain juga mendukung daya tarik
dalam berpidato, namun jangan
terlalu berlebihan, dan harus sesuai
dengan apa yang sedang
dibacarakan

Penggunaan Mikropon
Bila ada mikropon,
o gunakanlah dengan sebaikbaiknya,
o jangan menempel di mulut,
namun agak jauh dari mulut pada
saat berbicara agar suaranya
bagus

Alat Peraga
Bila ada slide (berupa OHP dan
LCD), alat peraga, papan tulis,
sangat efektif untuk menunjang
kegiatan saat berpidato

Penutup
Pada saat kita membaca sebuah buku atau
mendengar ceramah tentang teknik berpidato,
tampaknya sangat sederhana.
Akan tetapi pada saat kita ingin mempraktekkannya,
kita akan menemui berbagai kendala. Diantaranya :
o
o
o
o
o

kurang menguasai materi,


kurang menguasai massa,
tidak terbiasa berdiri di depan orang banyak,
bagaimana mengatur sistematika pembicaraan,
mengatur suara, dan lain-lain.

Semua syarat ini akan membuat suasana menjadi


rumit.
Yang paling penting kita belajar dari sausana
yang sederhana dan kecil.
Setiap ada orang berpidato, baik sebagai
pemakalah maupun menyampaikan kata
sambutan, sebaiknya kita perhatikan dan
mencoba menilai kelebihan dan kelemahannya.
Kelebihannya kita ambil sebagai contoh,
sedangkan kelemahannya kita abaikan.

Terima Kasih