Anda di halaman 1dari 11

Silogisme Hipotetis dan Bentukbentuk Umum Argumen yang Sahih

Reza Rahmadi
1406610175

Silogisme Hipotetis
Silogisme yang terdiri atas premis
mayor (premis pertama)yang bersifat
hipotesis, dan premis minor (premis
kedua) serta kesimpulannya bersifat
kategorial.
3 bentuk silogisme Hipotesis adalah :
Kondisional
Disjungtif
Dilema

Silogisme
Kondisional
Silogis
me
Hipoteti
s

Silogisme
Disjungtif

Dile
ma

PETA KONSEP SILOGISME HIPOTETIS

Silogisme Kondisional
Disebut juga sebagai bentuk dasar silogisme Hipotesis
Premis pertama menyatakan suatu bentuk kondisi (anteseden) yang diikuti oleh akibat dari kondisi
tersebut (konsekuen) dan premis minor menyediakan kondisi penyelesaian bagi premis pertama
Apabila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen (modus
ponens). Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen(modus tollens).
Contoh:
Modus ponens
Jika banyak hutan yang gundul , maka akan terjadi global warming
(premis mayor )
Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).
Modus tollens
Jika Pak Beno seorang tukang ojek, maka ia mengendarai motor
Pak beno tidak mengendarai motor
Pak beno bukan seorang tukang ojek
Silogisme Rantai
Apabila hari ini hujan, saya tidak ikut rapat warga
Apabila saya tidak ikut rapat warga, maka saya akan dicari Pak RT
Apabila hari ini hujan, saya akan dicari oleh Pak RT

Silogisme Kondisional

Silogisme Disjungtif
Pada silogisme disjungtif, premis mayor menyatakan
keputusan disjungtif (memiliki alternatif) sedangkan premis
minornya keputusan kategorika yang mengakui atau
mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis
mayor.
Terbagi menjadi 2 yaitu:
Disjungtif dalam arti sempit (premis mayor kontradiktif)
Contoh:
Kamil makan atau tidak makan
Kamil makan
Jadi, kamil bukan tidak makan

Disjungtif dalam arti luas (premis mayor tidak kontradiktif


Contoh:
Said berada di Kos atau Mall
Said berada di Mall
Said tidak berada di kampus

Silogisme Disjungtif

Dilema
(Mundiri:2006) Dilemadalahargumentasi ,
bentuknyamerupakancampuran antarapremis mayornya terdiri dari
dua proposisi hipotetik dan premis minornya satu proposisi disjungtif.
Konklusinya, bisa berupa proposisi atau proposisi kategorika. Dalam
dilema, terkandung konsekuensi yang kedua kemungkinannya sama
berat.
Terbagi menjadi 2, yaitu:
Dilema Konstruktif
Contoh:
:Jika mahasiswa absenketika harus belajar dikelas, itu berarti bahwa ia lalai, Dan jika iamasuk kelas,
tetapi tertidur, itu pun berarti bahwa ialalai.Mahasiswa itu absen Atau tertidur.Konklusinya: Mahasiswa
itu lalai ( yang manapun yang dipilih, konklusinya tetap sama

.Silahkan perbanyak contoh supaya lebih mengerti dan faham


Dilema Destruktif
Contoh:
Jika ia benar-benar pintar, ia akan berhasil meraih peringkat pertama, dan jikaia benar-benarpintar, ia
akan memperoleh hadiah kejuaraan yang dijanjikan.Ia tidak berhasil meraih peringkat pertama atau ia
tidak memperoleh hadiah kejuaraan yangdijanjikan.Konklusi: Ia tidak pintar.

Dilema

Dilema

Daftar Pustaka
Mundiri,Logika,( Jakarta, Raja
Grafindo Persada, 2006) hal. 100
http://sepitri.staff.gunadarma.ac.id