Anda di halaman 1dari 19

Trauma Integumen

combustio/luka bakar
1. Tony fitriyansyah
2. Vivi novita sari
3.
Whisnu
prabowo
setiawan
4. Winda damayanti
5. Yola aprilia putri
6. Yuanita oktaviana
7. Yudha adi setiawan

Definisi
Kulit
Merupakan salah satu organ tubuh yang
mempunyai penahanan penting dalam
sistem fisiologi tubuh.
Combustio/luka bakar
Kerusakan atau kehilangan jaringan yang
disebabkan kontak dengan sumber panas
seperti api, air panas, bahan kimia, listrik,
dan radiasi.(Nanda nic noc, 2012)

Etiologi
Panas (thermis)

Zat kimia
(chermist)

Sinar (radiasi)

Api

Lisol

Sinar matahari

Air panas

Alkohol

Sinar leser

Minyak panas

Kreolin

Sinar X (rontgen)

Logam panas

Nitrat

Pasir

Prostek

Aliran listrik

Pepsida

Suhu yang tinggi

Asam kuat

Faktor penyebab beratnya luka


bakar
Keluasan luka bakar
Kedalaman luka bakar
Umur pasien
Agen penyebab
Fraktur atau luka-luka lain yang menyertai
Penyakit yang dialami terdahulu seperti :
diabetes, jantung, ginjal, dll.
Obesitas
Adanya trauma inhalasi

Fase luka bakar


1.
2.
3.

Fase akut
Fase sub akut
Fase lanjut

Patofisiologi
D:\bu leny\patofisiologi.docx

Manifestasi klinis
A. Luas luka bakar
Luas luka bakar dapat ditentukan dengan
cara role of nine yaitu dengan tubuh 9%
yaitu yang terjadi antara :
Kepala dan leher : 9%
Dada dan perut : 18%
Punggung hingga pantat : 18%
Anggota gerak atas masing-masing : 18%
Anggota gerak bawah masing-masing : 18%
Perineum : 18%

B. Derajat luka bakar


Grade I

Tampak merah dan agak menonjol dari kulit normal disekitarnya, kulit
kering, sangat nyeri dan sering disertai sensasi menyengat. Jaringan
yang rusak hanya epidermis, lama sembuh 5 hari dan hasil kulit
kembali normal.

Grade II
Grade IIa

Jaringan yang rusak sebagian epidermis, dimana folikel rambut dan


kelenjar keringat utuh disertai rasa nyeri dan warna lesi merah atau
kuning, lepuh, luka basah, lama sembuh 7 14 hari dan hasil kulit
kembali normal atau pucat.

Grade IIb

Jaringan yang rusak sampai epidermis, dimana hanya kelenjar keringat


saja yang utuh. Tanda klinis sama dengan derajat Iia, lama sembuh 14-

Grade III

Jaringan yang rusak seluruh epidermis dan dermis.


Kulit tampak pucat, abu abu gelap atau hitam,
tampak retak retak atau kulit tampak terkelupas,
avaskuler, sering dengan bayangan trombosis vena,
tidak disertai rasa nyeri. Lama sembuh >21hari dan
hasil kulitnya menjadi cikatrik dan hipertropi.

Grade IV

Luka bakar yang mengenai otot bahkan tulang.

C. Pengelolaan luka bakar


1. Luka bakar ringan
2. Luka bakar sedang
3. Luka bakar berat

Pemeriksaan penunjang
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Pemeriksaan DL
GDA
Elektrolit serum
Natrium urine
Alkali fosfat
Glukosa serum
Albumin serum
BUN/kreatinin
Loop aliran volume
Ekg
Fotografi luka

Penatalaksanaan
1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.
8.

Debriment
Skin grafting
Resustasi A,B,C
Infus, kateter, CVP, oksigen, Laboratorium,
kultur luka
Resusitasi cairan Baxter
Monitor urine dan CVP
Topikal dan tutup luka
Obat obatan

ASKEP
Pengkajian
1. Aktifitas/istirahat:
Tanda: Penurunan kekuatan, tahanan; keterbatasan rentang
gerak pada area yang sakit; gangguan massa otot,
perubahan tonus.
2. Sirkulasi:
Tanda (dengan cedera luka bakar lebih dari 20% APTT):
hipotensi (syok); penurunan nadi perifer distal pada
ekstremitas yang cedera; vasokontriksi perifer umum
dengan kehilangan nadi, kulit putih dan dingin (syok listrik);
takikardia (syok/ansietas/nyeri); disritmia (syok listrik);
pembentukan oedema jaringan (semua luka bakar).
3. Integritas ego:
Gejala: masalah tentang keluarga, pekerjaan, keuangan,
kecacatan.Tanda: ansietas, menangis, ketergantungan,
menyangkal, menarik diri, marah.

4. Eliminasi:
Tanda: haluaran urine menurun/tak ada selama fase
darurat; warna mungkin hitam kemerahan bila terjadi
mioglobin, mengindikasikan kerusakan otot dalam.
5. Makanan/cairan:
Tanda: oedema jaringan umum; anoreksia;
mual/muntah.
6. Neurosensori:
Gejala: area batas; kesemutan.Tanda: perubahan
orientasi; afek, perilaku; penurunan refleks tendon
dalam (RTD) pada cedera ekstremitas; ruptur
membran timpanik (syok listrik
7. Nyeri/kenyamanan:
Gejala: Berbagai nyeri; contoh luka secara eksteren
sensitif untuk disentuh; ditekan; gerakan udara dan
perubahan suhu.

Pernafasan:
Gejala: terkurung dalam ruang tertutup; terpajan
lama (kemungkinan cedera inhalasi). Tanda: serak;
batuk mengii; partikel karbon dalam sputum;
ketidakmampuan menelan sekresi oral dan
sianosis
Keamanan:
Tanda: Kulit umum: destruksi jaringan dalam
mungkin tidak terbukti selama 3-5 hari
sehubungan dengan proses trobus mikrovaskuler
pada beberapa luka.
Area kulit tak terbakar mungkin dingin/lembab,
pucat, dengan pengisian kapiler lambat pada
adanya penurunan curah jantung sehubungan
dengan kehilangan cairan/status syok.

Diagnosa
1.

2.

3.

4.

5.

6.

Nyeri berhubungan dengan serabut saraf yang terbuka,


kesembuhan luka dan penanganan luka bakar
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan
dengan edema dan efek inhalasi asap
Kekuranngan volume cairan berhubungan dengan
peningkatan permeabilitas kapiler dan kehilangan lewat
evaporasi dari luka bakar
Resiko terhadap infeksi berhubungan dengan hilangnya
barler kulit
Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan luka
bakar terbuka
Kurang pengetahuan berhubungan dengan proses
penanganan luka bakar.

Rencana asuhan
keperawatan
1. Resiko terhadap infeksi berhubungan dengan hilangnya barler
kulit
Tujuan : tidak adanya infeksi yang lokal atau sistemik
Kriteria hasil :
Kultur luka memperlihatkan jumlah bakteri yang minimal.
Hasil kultur darah, urin dan sputum normal.
Tidak adanya tanda-tanda dan gejala yang menunjukan infeksi dan sepsis.
Intervensi :
Gunakan tindakan asepsis dalam semua aspek perawatan pasien.
Inpeksi luka untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi, drainase yang purulen
atau perubahan warna.
Pantau hitung leukosit, hasil kultur dan tes sensitivits.
Berikan antibiotk sesuai dengan preskripsi medik.
Berikan cairan dan preparat vasoaktif sesuai dengan ketentuan medik.
Kaji respon.

Rasional :
Tehnik aseptik akan meminimalkan risiko
kontaminasi silang dan penyebaluaskan
bakteri.
Tanda-tanda tersebut menunjukan infeksi
lokal.
Peningkatan jumlah leukosit menunjukan
infeksi. Pemeriksaan kultur dan sensitivitas
menunjukan mikroorganisme yang ada dan
antibiotik yang tepat yang harus diberikan.
Antibiotik mengurangi jumlah bakteri.
Preparat ini digunakan untuk
mempertahankan perfusi jaringan dalam
keadaan sepsis.