Anda di halaman 1dari 10

BAB I

STATUS PASIEN
I

II

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Tn.D
Umur
: 20 thn
Alamat
: Jl. Pepaya
Anamnesis

KU

: Benjolan dipergelangan tangan kiri 1 tahun.

RPS

: Benjolan dipergelangan tangan kiri 1 tahun. Sebesar telur


puyuh, terasa nyeri dan ngilu.

RPD

: Tidak pernah operasi dan dirawat. Dulu tidak pernah ada benjolan
dibagian lain.

RPK

: Dianggota keluarga ada tidak yang mengalami benjolan


Dipergelangan tangan,

Riwayat psikososial : Makannya teratur tidak dan olahraga tidak teratur.


Riwayat alergi dan penggunaan obat : tidak ada alergi obat-obatan dan
makanan. Sebelumnya belum pernah diobati.
III

IV

Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran
: composmentis
Vital sign
T : 37,50C
TD : 110/80 mmHg
N : 78 x/menit
RR : 18 x/menit
GCS : E4 V5 M6 = 15
St. generalisata
Kepala : dbn
Mata : isokor, CA(-), SI (-)
Mulut : mukosa basah
Leher : tidak ada pembesaran KGB
Thoraks : bunyi jantung normal, Gallop, irama jantung reguler
Abdomen : tidak dilakukan pemeriksaan
Ekstremitas : akral hangat, CRT ,< 3 detik
Pemeriksaan penunjang

VI

VII

Laboratorium
Hb
: 12,4 g/dl
Leukosit : 6.800 mm3
Trombosit : 238.000 mm3
Eritrosit : 4,79 juta
Ht
: 36,9 %
Rontgen
Diagnosis kerja
Kista ganglion
ICD X : M67.4 (Ganglion)
Tingkat kemampuan : 2
Diagnosis banding
Lipoma
kista sebasea
nodul rheumatoid arthritis
Terapi
Operasi exterpasi kista ganglion
Jenis operasi : sedang

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Kista ganglion adalah tumor atau pembengkakan di atas sendi atau
selubung tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang), paling sering di
pergelangan tangan. Bentuknya seperti kantung yang berisi cairan bening seperti
jeli yang kental, lengket dan tidak berwarna. Tergantung pada ukurannya, kista ini
mungkin terasa keras atau lembut3.
EPIDEMIOLOGI
Kista ganglion adalah benjolan yang sering muncul disekitar sendi dan
tendon pada tangan dan kaki. Ukurannya dapat bervariasi. Paling sering muncul

pada pergelangan tangan (80%) dan sendi jari. Biasanya muncul pada usia 20-60
tahun dan wanita lebih banyak (3 kali lipat) mengalaminya daripada
pria.PenyebabPenyebab timbulnya kista ganglion belum diketahui secara pasti.
Dipercaya disebabkan oleh penggunaan sendi secara berlebihan seperti atlet
angkat berat, pramusaji, dan pemain musik (terutama pemain bass). Kista yang
terbentuk mengandung cairan yang sama seperti cairan sendi. Kista ganglion
bukan merupakan kantung sinovial (sendi) yang keluar dari kapsul sendi3.
ANATOMI
Ganglion terjadi pada sendi, oleh karena itu perlu diketahui mengenai
anatomi sendi. Ganglion ditemukan pada sendi diartrodial yang merupakan jenis
sendi yang dapat digerakkan dengan bebas dan ditemukan paling sering pada wrist
joint. Hal ini mungkin diakibatkan banyaknya gerakan yang dilakukan oleh wrist
joint sehingga banyak gesekan yang terjadi antar struktur di daerah tersebut
sehingga memungkinkan terjadinya reaksi inflamasi dan pada akhirnya
mengakibatkan timbulnya ganglion. Selain itu wrist joint merupakan sendi yang
kompleks karena terdiri dari beberapa tulang sehingga kemungkinan timbulnya
iritasi atau trauma jaringan lebih besar1.

Jenis sendi diartrodial mempunyai unsur-unsur seperti rongga sendi dan


kapsul sendi. Kapsul sendi terdiri dari selaput penutup fibrosa padat serta
sinovium yang membentuk suatu kantung yang melapisi seluruh sendi dan
membungkus tendon-tendon yang melintasi sendi. Sinovium tidak terlalu meluas
melampaui permukaan sendi tetapi terlipat sehingga memungkinkan gerakan
sendi secara penuh. Lapisan-lapisan bursa di seluruh persendian membentuk
sinovium. Sinovium menghasilkan cairan yang sangat kental yang membasahi
permukaan sendi. Cairan sinovial normalnya bening, tidak membeku, dan tidak
berwarna. Jumlah yang ditemukan pada tiap sendi relatif sedikit (1-3 ml). Asam
hialuronidase adalah senyawa yang bertanggung jawab atas viskositas cairan
sinovial dan disintesis oleh sel-sel pembungkus sinovial. Bagian cair dari cairan

sinovial diperkirakan berasal dari transudat plasma. Cairan sinovial juga bertindak
sebagai sumber nutrisi bagi tulang rawan sendi1.

ETIOLOGI
Penjelasan yang paling sering digunakan untuk mengungkapkan
pembentukan kista hingga degenerasi mukoid dari kolagen dan jaringan ikat.
Teori ini menunjukkan bahwa sebuah ganglion mewakili struktur degeneratif yang
melingkupi perubahan miksoid dari jaringan ikat. bahwa kista terbentuk akibat
trauma jaringan atau iritasi struktur sendi yang menstimulasi produksi asam
hialuronik. Proses ini bermula di pertemuan sinovial-kapsular. Musin yang
terbentuk membelah sepanjang ligamentum sendi serta kapsul yang melekat untuk
kemudian membentuk duktus kapsular dan kista utama. Duktus pada akhirnya
akan

bergabung

menjadi

kista

ganglion

soliter

yang

besar.

Seperti yang telah disebutkan, penyebab ganglion tidak sepenuhnya diketahui,


namun ganglion dapat terjadi akibat robekan kecil pada ligamentum yang
melewati selubung tendon atau kapsul sendi baik akibat cedera, proses degeneratif
atau abnormalitas kecil yang tidak diketahui sebelumnya3.

PATOFISIOLOGI
Kista ganglion dapat berupa kista tunggal ataupun berlobus. Biasanya
memiliki dinding yang mulus, jernih dan berwarna putih. Isi kista merupakan
musin yang jernih dan terdiri dari asam hialuronik, albumin, globulin dan
glukosamin. Dinding kista terbuat dari serat kolagen. Kista dengan banyak lobus
dapat saling berhubungan melalui jaringan duktus. Tidak terdapat nekrosis
dinding

atau

selularitas

epitel

atau

sinovia

yang

terjadi.

Normalnya, sendi dan tendon dilumasi oleh cairan khusus yang terkunci di
dalam sebuah kompartemen kecil. Kadang, akibat arthritis, cedera atau tanpa
sebab yang jelas, terjadi kebocoran dari kompartemen tersebut. Cairan tersebut

kental seperti madu, dan jika kebocoran tersebut kecil maka akan seperti lubang
jarum pada pasta gigi jika pasta gigi ditekan, walaupun lubangnya kecil dan
pasta di dalamnya kental, maka akan mengalir keluar- dan begitu keluar, tidak
dapat masuk kembali. Hal ini bekerja hampir seperti katup satu arah, dan akan
mengisi ruang di luar area lubang. Ketika kita menggunakan tangan kita untuk
bekerja, sendi akan meremas dan menyebabkan tekanan yang besar pada
kompartemen yang berisi cairan tersebut dapat menyebabkan benjolan.
Cairan pelumas mengandung protein khusus yang menyebabkannya kental
dan pekat dan menyulitkan tubuh untuk me-reabsorbsi jika terjadi kebocoran.
Tubuh akan mencoba untuk menyerap kembali cairan tersebut, tapi hanya
sanggup menyerap air yang terkandung di dalamnya sehingga membuatnya lebih
kental lagi. Biasanya, pada saat benjolan cukup besar untuk dilihat, cairan tersebut
telah menjadi sekental jelly. Kadang disebutkan bahwa ganglion berasal dari
protrusi dari membran sinovial sendi atau dari selubung suatu tendo. Namun,
kami tidak dapat memperlihatkan adanya hubungan antara rongga kista dengan
selubung tendon atau sendi yang berhubungan. Namun, terdapat kemungkinan
bahwa kista berasal dari bagian kecil membran sinovial yang mengalami protrusi
dan kemudian terjadi strangulasi sehingga terpisah dari tempat asalnya; bagian ini
kemudian berdegenerasi dan terisi oleh materi koloid yang berakumulasi dan
membentuk kista2,4.
GEJALA DAN TANDA
Meskipun kista ganglion umumnya asimtomatik, gejala yang muncul
dapat berupa keterbatasan gerak, parestesia dan kelemahan. Kista ganglion
umumnya soliter, dan jarang berdiameter di atas 2 cm. Dapat melibatkan hampir
semua sendi pada tangan dan pergelangan tangan. Dorsal wrist, volar wrist, volar
retinakular dan distal interfalangeal merupakan kista ganglion yang paling sering
ditemukan pada tangan dan pergelangan tangan. Ganglion terbesar terletak di
belakang lutut dan biasa disebut Kista Baker1.

DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis dan
kadang melalui pemeriksaan radiologik. Dari anamesis bisa didapatkan benjolan
yang tidak bergejala namun kadang ditemukan nyeri serta riwayat penggunaan
lengan yang berlebihan. Pada pemeriksaan fisis ditemukan benjolan lunak yang
tidak nyeri tekan. Melalui transiluminasi diketahui bahwa isi benjolan bukan
merupakan massa padat tapi merupakan cairan. Pada aspirasi diperoleh cairan
dengan viskositas yang tinggi dan jernih. Sering juga ditemukan adanya gangguan
pergerakan dan parestesia dan kelemahan pada pergelangan tangan ataupun
lengan5.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Untuk

lesi

pada

pergelangan

tangan,

digunakan

rontgen

standar

posteroanterior (PA),lateral dan oblik. MRI atau USG dapat digunakan ketika
diagnosa masih belum jelas.
1. Kista mukus dievaluasi dengan standar PA, lateral dan radiograf oblik
tegak pada jari-jari yang terkena.
2. Pada radiologi, ganglion interosseous mungkin di lokasi sentral atau sisi
tulang yang terkena. Radiologi juga dapat menggambarkan ganglion
juxtaosseous yang menembus tulang. Lesinya adalah radiolusen dengan
border sklerotik. Ganglion ini sering terjadi dekat permukaan sendi.

3. MRI digunakan untuk melihat ganglion yang tidak terlihat dengan


radiologi konvensional.
4. Axial, Coronal, atau Sagital CT-Scan digunakan untuk melihat kista
ganglion yang samara-samar.
5. Bone Scan dipakai untuk menentukan apakah suatu masa intraosseous
merupakan metabolik aktif dan menyebabkan nyeri.
DIAGNOSIS BANDING
Ganglion dapat didiagnosis banding dengan benjolan lain yang mungkin
didapatkan di tangan seperti lipoma, kista sebasea dan nodul rheumatoid arthritis
PENATALAKSANAAN
Terdapat

tiga

pilihan

utama

penatalaksanaan

ganglion.

Pertama,

membiarkan ganglion tersebut jika tidak menimbulkan keluhan apapun. Setelah


diagnosis ditegakkan dan pasien diyakinkan bahwa massa tersebut bukanlah
kanker atau hal lain yang memerlukan pengobatan segera, pasien diminta untuk
membiarkan dan menunggu saja. Jika ganglion menimbulkan gejala dan
ketidaknyamanan

ataupun

masalah

mekanis,

terdapat

dua

pilihan

penatalaksanaan: aspirasi (mengeluarkan isi kista dengan menggunakan jarum)


dan pengangkatan kista secara bedah3.
Aspirasi melibatkan pemasukan jarum ke dalam kista dan mengeluarkan
isinya setelah mematirasakan daerah sekitar kista dengan anestesi lokal. Karena
diperkirakan bahwa inflamasi berperan dalam produksi dan akumulasi cairan di
dalam kista, obat anti inflamasi (steroid) kadang diinjeksikan ke dalam kista
sebagai usaha untuk mengurangi inflamasi serta mencegah kista tersebut terisi
kembali oleh cairan kista. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menggunakan
substansi lain seperti hialuronidase bersama dengan steroid setelah aspirasi
meningkatkan angka kesembuhan dari 57% (aspirasi dan steroid) menjadi 89%
dengan substansi tambahan.

Jika kista rusak, menimbulkan nyeri, masalah mekanis dan komplikasi


saraf (hilangnya fungsi motorik dan sensorik akibat tekanan ganglion pada saraf)
atau timbul kembali setelah aspirasi, maka eksisi bedah dianjurkan. Hal ini
melibatkan insisi di atas kista, identifikasi kista, dan mengangkatnya bersama
dengan sebagian selubung tendo atau kapsul sendi dari mana kista tersebut
berasal. Lengan kemudian dibalut selama 7-10 hari. Eksisi kista ini biasanya
merupakan prosedur minor, tapi dapat menjadi rumit tergantung pada lokasi kista
dan apakah kista tersebut melekat pada struktur lain seperti pembuluh darah, saraf
atau tendon.
KOMPLIKASI
Komplikasi yang mungkin terjadi tergantung pada lokasi dan ukuran
ganglion. Komplikasi utama adalah keterbatasan gerak pada sendi dimana
terdapat ganglion. Tidak seperti tumor lain, ganglion tidak pernah berubah
menjadi ganas5.
Komplikasi yang dapat terjadi akibat prosedur bedah yang dilakukan berupa
rekurensi walaupun kemungkinannya tidak besar. Selain itu juga terdapat resiko
infeksi, keterbatasan gerak, kerusakan serabut saraf atau pembuluh darah 1,3.
PROGNOSIS
Prognosis penyakit tergantung dari beberapa hal:

Kista yang berasal dari selaput tendon lebih mudah sembuh dengan
suntikan kortikosteroid dbandingkan dengan yang berasal dari sendi

Kista dari pergelangan tangan bagian depan (volar wrist ganglion)


akan lebih mudah kembali setelah pembedahan dibandingkan kista

pada bagian dorsal.


Tingkat rekurensi setelah penanganan nonoperatif mencapai 30-60%
dibandingkan dengan yang dioperasi (5-15%). Total ganglionektomi
menghasilkan angka kesembuhan 85-95% jika kista dan akar diangkat
bersamaan dengan pemotongan sedikit dari kapsul tendo. Rekurensi
setelah operasi biasanya diakibatkan oleh pengangkatan kapsul atau
membrane sinovial yang tidak lengkap5.

DAFTAR PUSTAKA
1. Kouris George J, Ganglion Cyst in www.emedicine.com accessed on June
21, 2007.
2. Hochwald Neal L & Green Steven M in Tumors, Spivak Jeffrey M ed. et al
in Orthopaedics A Study Guide, McGraw-Hill, New York, 2002.
3. Sjamsuhidajat R, Jong WD (ed.), Kulit dalam Buku Ajar Ilmu Bedah,
EGC, Jakarta, 1997.

4. Dandy David J. & Dennis J. Edwards, Disorders of the Wrist and Hand in
Essential Orthopaedics and Trauma 4th edition, Churchill Livingstone,
London, 2003.
5. Eaton Charles, Ganglion Cysts in www.e-hand.com accessed on June 21,

2007.