Anda di halaman 1dari 35

BAB II

MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

BAB II
MANAJEMEN PROYEK
2.1

URAIAN UMUM
Proyek adalah suatu rangkaian kegiatan yang bersifat khusus untuk mencapai
suatu tujuan tertentu yang dibatasi oleh waktu dan sumber daya yang terbatas.
Setiap proyek memiliki tujuan khusus, dimana di dalamnya terdapat batasan
yang mendasar yaitu biaya (anggaran) yang dialokasikan, jadwal dan mutu yang harus
dipenuhi. Ketiga batasan tersebut dikenal dengan tiga kendala (triple constraint).

Gambar 2.1 Triple Constrain

Dari gambar 2.1 dapat jelaskan sebagai berikut:


1. Anggaran proyek tidak boleh melebihi anggaran yang ada (sesuai dengan
kontrak).
2. Jadwal proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu tertentu dan tidak
boleh melebihi batas waktu yang ditentukan.
3. Mutu produk harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan,
sehingga mampu memenuhi target yang dimaksudkan (fit for intended use).
Manajemen konstruksi adalah semua perencanaan, pelaksanaan, pengendalian,
dan koordinasi suatu proyek dari awal (gagasan) sampai berakhirnya proyek secara
efektif dan efisien, untuk menjamin pelaksanaan proyek secara tepat waktu, tepat biaya,
dan tepat mutu (Wulfram I. Ervianto, 2008).
Organisasi kerja dalam pelaksanaan proyek sangat diperlukan untuk
mendapatkan suatu urutan pekerjaan yang merupakan bagian dari manajemen suatu
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 1

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

proyek yang sesuai serta saling berhubungan dan berjalan sesuai peraturan atau tata
tertib yang telah ditentukan.
Untuk memperoleh suatu prestasi pekerjaan yang tinggi sesuai dengan yang telah
direncanakan, maka diperlukan manajemen proyek yang baik. Sehingga hasil akhir dari
pekerjaan yang dikehendaki menjadi optimal dengan mutu yang baik, waktu dan biaya
sesuai dengan rencana. Manfaat organisasi kerja:

Pekerjaan dapat dilaksanakan secara teratur.

Kewenangan dan tanggung jawab yang tumpang tindih dapat dihindari


dengan dilaksanakannya pembagian tugas serta tanggung jawab sesuai
keahlian.

Meningkatkan pendayagunaan dana, fasilitas, serta kemampuan yang tersedia


secara maksimal.

2.2

MANAJEMEN PROYEK SABO DAM


Proyek pembangunan sabo dam adalah rangkaian kegiatan yang berupa
perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan sabo dam dengan tujuan tertentu yang dibatasi
oleh waktu dan sumber daya yang terbatas. Tujuan pembangunan sabo dam ini adalah
menahan, mengontrol, dan menampung sedimen sehingga dapat meminimalisir volume
endapan yang hanyut pada saat musim penghujan di hulu sabo dam terutama Kali
Krasak.
Pada proyek Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang, kegiatan
yang dihadapi sudah sangat kompleks dengan permasalahan dan resiko yang sangat
besar. Oleh karena itu, pelaksanaan proyek Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang ini
dilakukan secara optimal mulai dari perencanaan, serta pembangunan fisik yang
melibatkan bermacam-macam unsur dan komponen pendukung dimana antara satu
dengan lainnya saling berkaitan.
Di Indonesia mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim
penghujan. Cuaca sangat berpengaruh pada waktu pelaksanaan konstruksi sehingga
harus diperhitungkan. Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak

KR-C/Kembang

ini sangat rawan dilaksanakan pada musim hujan. Karena kondisi ini menjadi tidak
menguntungkan, apabila ternyata musim hujan tidak sesuai dengan perkiraan, akibatnya
waktu penyelesaian proyek Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang dapat terganggu.
Apapun alasannya, perpanjangan waktu pelaksanaan konstruksi harus dihindari, kecuali
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 2

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

alasan tersebut yang dapat diterima dan sesuai dengan kontrak (pekerjaan tambah,
perubahan desain, keadaan di luar kehendak seperti bencana alam, dan sebagainya).
Tahapan Proyek Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang adalah
sebagai berikut:
1. Tahap Perencanaan
2. Tahap Perancangan (Design)
3. Tahap Pelaksanaan
Untuk lebih memahami tahapan proyek di atas, maka penyusun menjelaskan satu
per satu tahap proyek Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang ini.
1. Tahap Perencanaan
Tahapan ini merupakan awal dari pekerjaan konstruksi yang merupakan suatu
konsep perencanaan proyek sabo dam. Tahap ini meliputi gagasan dasar proyek yang
kemudian dilanjutkan dengan survey, identifikasi dan studi kelayakan yang
mencakup aspek teknis, ekonomis, dan lingkungan dengan adanya pembangunan
sabo dam terutama Kali Krasak. Adapun hasil dari tahapan ini berupa:
a. Gagasan dan ide pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang.
b. Hasil studi kelayakan dan AMDAL proyek Sabo Dam Kali Krasak.
Pada tahapan ini pihak pengelola proyek yang terlibat adalah Pemilik Proyek
dan dibantu Konsultan Perencana.
2. Tahap Perancangan (Design)
Dalam tahapan perancangan Sabo Dam Kali Krasak dibagi menjadi beberapa
tahapan, sebagai berikut:
a. Tahap pra-rancangan; mencakup kriteria desain sabo, skematik desain
sabo, serta estimasi anggaran secara global.
b. Tahap pengembangan rancangan; merupakan pengembangan dari tahap
pra-rancangan dengan melakukan perhitungan yang lebih detail, seperti
perhitungan desain struktur sabo, gambar detail bangunan sabo, outline
spesifikasi, serta estimasi anggaran secara terperinci.
c. Desain akhir dan penyiapan dokumen pelaksanaan; merupakan akhir dari
tahap perancangan, hasilnya berupa gambar pelaksanaan beserta detailnya,
spesifikasi sabo, syarat-syarat umum administrasi dan peraturan umum.
Pada tahapan ini pihak pengelola proyek yang terlibat adalah Konsultan
Perencana.
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 3

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

3. Tahap Pelaksanaan Konstruksi (Construction)


Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan hasil perancangan dan dilakukan
setelah ada Surat Perintah Kerja (SPK) dan dilanjutkan dengan penandatanganan
kontrak. Pekerjaan pelaksanaan pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KRC/Kembang, meliputi:
1. Umum/ Pekerjaan Persiapan (General Preparation)
2. Pekerjaan Pembukaan dan Pembersihan Lahan (Land Clearing)
3. Pekerjaan Penghancuran/ Pembongkaran Batu dan Bangunan Eksisting
(Demolishing)
Pekerjaan Galian Tanah (Excavation)
Pekerjaan Timbunan (Embankment)
Pekerjaan Penimbunan Kembali (Backfill)
Pekerjaan Pembetonan (Concrete Work)
Pekerjaan Pasangan Batu (Masonry Work)
Pekerjaan Lain-lain (Others Work)

4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pekerjaan pelaksanaan di atas membutuhkan perencanaan kegiatan lapangan,


pengawasan dan evaluasi, pengorganisasian, koordinasi serta pengendalian proyek
yang bertujuan menghasilkan pekerjaan yang tepat waktu, tepat biaya serta
memenuhi mutu yang disyaratkan. Pada tahapan ini pihak pengelola proyek yang
terlibat adalah Pemilik Proyek, Konsultan Pengawas, dan Kontraktor Pelaksana.
2.3

UNSUR-UNSUR PENGELOLA PROYEK


Dalam kegiatan Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang terdapat
tiga unsur yang terlibat, yang ketiganya merupakan satu kesatuan yang saling terkait.
Ketiga unsur tersebut memiliki tanggung jawab dan wewenang masing-masing yang
bersinergi sehingga terwujud kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Adapun unsur-unsur dalam organisasi pengelolaan kegiatan Pembangunan Sabo
Dam Kali Krasak KR-C/Kembang ini terdiri dari:
1. Pemilik Proyek (Owner)
Pemilik Proyek adalah suatu badan hukum/ instansi atau perorangan, baik
pemerintah maupun swasta, yang memiliki proyek dan menyediakan dana untuk
membiayai kegiatan sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Dalam
kegiatan pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang, pemilik kegiatan
adalah Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak.
2. Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 4

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas (Consultant) adalah badan


atau organisasi yang telah memiliki badan hukum yang berfungsi sebagai penyedia
jasa perencana dan pengawas pelaksanaan pembangunan suatu bangunan kepada
pemberi tugas. Pada kegiatan pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang
yang bertindak sebagai Konsultan Perencana sekaligus Konsultan Pengawas adalah
Yachiyo Engineering Co.Ltd & Association.
3. Kontraktor Pelaksana
Kontraktor Pelaksana (Contractor) adalah badan hukum yang penawarannya
telah diterima oleh pemilik kegiatan untuk melaksanakan pekerjaan di bawah
persyaratan dan harga kontrak yang telah ditentukan. Pada kegiatan pembangunan
Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang yang bertindak sebagai Kontraktor
Pelaksana adalah Shimizu Co. - PT Wijaya Karya (Persero)Tbk. JO (Join
Operation).
2.3.1

Hubungan Kerja Unsur Pengelola Proyek


Hubungan kerja pengelola Proyek Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang
dapat digambarkan sebagai berikut.
PEMILIK PROYEK (OWNER)
Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak
PPK Pengendalian Lahar Gunung Merapi
Provinsi D.I. Yogyakarta

KONSULTAN PERENCANA

KONTRAKTOR

DAN KONSULTAN PENGAWAS

PELAKSANA

Yachiyo Engineering, Co.Ltd. & Ass.

Shimizu-Wijaya Karya JO.

Gambar 2.2 Hubungan kerja pengelola dalam Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang

Keterangan:
Alur instruksi / perintah
Alur koordinasi kontrol / konsultasi

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 5

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Berdasarkan Dokumen Kontrak Pekerjaan Sipil JBIC Loan No.IP-524 Paket


No.3 Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak, dapat dijelaskan hubungan kerja
pengelola proyek Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang dapat
digambarkan sebagai berikut;
1. Hubungan kerja antara Pemilik Proyek dengan Konsultan (Konsultan Perencana
dan Konsultan Pengawas):
a. Ada ikatan kontrak kerja.
b. Konsultan Perencana bertugas merencanakan proyek dan
mempertanggungjawabkan hasil perencanaannya pada Pemilik Proyek.
c. Konsultan Pengawas bertugas mengawasi pelaksanaan proyek dan
mempertanggungjawabkan hasil pengawasannya pada Pemilik Proyek.
d. Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas memiliki hak berkonsultasi
kepada Pemilik Proyek jika sewaktu-waktu terjadi permasalahan dalam
proyek, begitu pula sebaliknya.
e. Pemilik Proyek memberikan imbalan jasa pada Konsultan Perencana dan
Konsultan Pengawas.
f. Pemilik Proyek berhak menegur, memberi sanksi, dan memberhentikan
pekerjaan Konsultan, baik Konsultan Perencana maupun Konsultan Pengawas
jika terbukti terjadi pelanggaran kontrak.
2. Hubungan kerja antara Pemilik Proyek dengan Kontraktor Pelaksana:
a. Ada ikatan kontrak kerja.
b. Kontraktor Pelaksana bertanggung jawab melaksanakan proyek sesuai kontrak,
dan menyerahkan hasil pekerjaannya kepada Pemilik Proyek.
c. Kontraktor Pelaksana diperbolehkan berkonsultasi kepada Pemilik Proyek
ketika terjadi permasalahan di lapangan.
d. Kontraktor Pelaksana wajib melaksanakan pekerjaan konstruksi sesuai dengan
spesifikasi serta tepat waktu sesuai dengan kontrak yang telah disepakati oleh
kedua belah pihak.
e. Pemilik Proyek membayar biaya pelaksanaan proyek dan imbalan jasa
konstruksi kepada Kontraktor Pelaksana sesuai dengan kontrak.
f. Pemilik Proyek berhak menegur, memberi sanksi, dan memberhentikan
pekerjaan Kontraktor Pelaksana jika terbukti terjadi pelanggaran kontrak oleh
Kontraktor Pelaksana.
3. Hubungan kerja antara Konsultan (Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas)
dengan Kontraktor Pelaksana:
a. Ada ikatan peraturan pelaksanaan proyek.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 6

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

b. Kontraktor Pelaksana berhak berkonsultasi dengan pihak Konsultan, baik


Konsultan Perencana maupuan Konsultan Pengawas, jika terjadi permasalahan
dalam proyek, begitu pula sebaliknya.
c. Kontraktor Pelaksana melaksanakan proyek sesuai dokumen kontrak.
d. Konsultan Pengawas memberikan pengendalian teknis terhadap pelaksanaan
pekerjaan Kontraktor Pelaksana.
2.3.2

Tugas dan Kewajiban Unsur Pengelola Proyek


Berdasarkan Dokumen Kontrak Pekerjaan Sipil JBIC Loan No.IP-524 Paket
No.3 Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak, dapat dijelaskan tugas dan kewajiban
unsur pengelola proyek Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang dapat
diuraikan sebagai berikut;
1. Pemilik Proyek
Tugas:
a. Mengendalikan proyek secara keseluruhan untuk mencapai sasaran baik segi
kualitas fisik proyek maupun batas waktu yang telah ditetapkan.
b. Menunjuk Kontraktor Pelaksana pemenang tender untuk melaksanakan
kegiatan proyek.
c. Menetapkan pekerjaan tambahan atau pengurangan pekerjaan dengan
pertimbangan-pertimbangan yang diberikan oleh Konsultan.
d. Mengadakan kontrak dengan Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas serta
Kontraktor Pelaksana yang memuat tugas, kewajiban dan tanggung jawab
masing-masing unsur secara jelas dan sesuai prosedur hukum.
Kewajiban:
a. Menyediakan dana yang diperlukan untuk merealisasikan proyek.
b. Menandatangani surat perjanjian pemborongan dan surat perintah kerja.
c. Mengeluarkan semua instruksi dan menyerahkan semua dokumen pembayaran
kepada Kontraktor Pelaksana.
d. Menerima hasil pekerjaan dari pelaksana proyek atau Kontraktor Pelaksana.
2. Konsultan (Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas)
Tugas:

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 7

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

a. Membuat perencanaan lengkap, meliputi gambar bestek, rencana kerja dan


syarat, hitungan struktur serta perencanaan anggaran biaya.
b. Memberi usulan, saran, dan pertimbangan kepada pemberi tugas tentang
pelaksanaan proyek.
c. Melaksanakan pengawasan sesuai dengan prinsip dan kebijakan dari Pemilik
Proyek.
d. Memberikan pengarahan teknis perihal pelaksanaan proyek pada waktu
sebelum, selama dan sesudah pekerjaan.
e. Membantu pemimpin proyek dalam menjalankan tugas, sehingga pekerjaan
proyek dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, spesifikasi, dan dokumen
kontrak.
Kewajiban:
a. Membantu dalam pelelangan proyek seperti memberikan penjelasan dalam
rapat penjelasan pekerjaan dan membuat berita acara rapat penjelasan
(anveoalling bestek).
b. Memberikan jawaban dan penjelasan kepada Kontraktor Pelaksana tentang
hal-hal yang kurang jelas dari gambar bestek dan rencana kerja serta syarat.
c. Menghadiri rapat koordinasi pengelola proyek.
d. Memberi laporan kemajuan pekerjaaan proyek kepada Pemilik Proyek.
2. Kontraktor Pelaksana
Tugas:
a. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan peraturan dan syarat-syarat yang telah
ditetapkan dalam dokumen kontrak.
b. Membuat dokumen tentang pekerjaan yang telah dilaksanakan dan diserahkan
kepada Pemilik Proyek (Owner).
c. Membuat laporan hasil pekerjaan yaitu laporan harian, laporan mingguan dan
laporan bulanan untuk mengetahui kemajuan proyek.
Kewajiban:
a. Mengasuransikan pekerjaan dan kecelakaan kerja bagi tenaga kerja.
b. Melakukan perbaikan atas kerusakan atau kekurangan pekerjaan akibat
kelalaian selama pelaksanaan dengan menanggung seluruh biayanya.
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 8

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

c. Menyerahkan hasil pekerjaan kepada Owner setelah pekerjaan proyek selesai.


2.4

STRUKTUR ORGANISASI UNSUR PENGELOLA PROYEK

2.4.1

Pemilik Proyek
Dalam kegiatan Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang, selaku
Pemilik Proyek adalah Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak. Gambar berikut
adalah struktur organisasi dari pemilik proyek Sabo Dam Kali Krasak KRC/Kembang.

KEPALA BALAI BESAR


WILAYAH SUNGAI SERAYU-OPAK
Ir. Bambang Hargono, Dipl.HE. M. Eng
NIP. 110 022 420
KEPALA SNVT
PPSDA SERAYU-OPAK
Mudjadi, ST, MM
NIP. 110 034 980

Pejabat Yang Melakukan Pengujian & PerintahBendahara


Pembayaran
Pengeluaran
Ika Rachamawati, SE

Budhi Hartono

NIP. 490 025 193

NIP. 110 044 825

PPK Pengendalian Lahar Gunung Merapi


Ir.Sahril, SP 1
NIP. 110 054 398

PUMK

PELAKSANA TEKNIK

PELAKSANA ADMINISTRASI

Bambang Sukoco, BE

Nurwakhid, SST

Sutaryono

NIP. 110 042 286

NIP. 110 041 258

NIP. 110 025 586

DIREKSI PEKERJAAN
A. Heri Priyatno, SST
NIP. 110 042 638

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 9

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Gambar 2.3 Struktur Organisasi Pemilik Kegiatan Pembangunan Sabo Dam


Kali Krasak KR-C/Kembang

Pemilik Proyek memiliki beberapa personil yang terlibat dalam pelaksanaan


kegiatan dimana tiap personilnya memiliki beberapa tugas dan tanggung jawab
sebagai berikut:
1. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak
Tugas Kepala Balai Besar adalah:

Melakukan pengawasan umum terhadap pelaksanaan tugas Kepala Satuan


Kerja, terutama pelaksanaan perencanaan kerja yang telah ditetapkan dan
dituangkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

Memberikan pengarahan dan petunjuk kepada Kepala Satuan Kerja untuk


kelancaran pelaksanaan tugas Satuan Kerja.

Menetapkan struktur organisasi dan Pembantu Pejabat Inti Satuan Kerja.

Tanggung jawab Kepala Balai Besar adalah:

Bertanggung jawab terhadap keberhasilan program yang berada di bawah


koordinasinya.

Bertanggung jawab atas penyusunan program yang mengacu pada Renstra


dalam rangka mewujudkan rencana out come yang akan dituangkan didalam
RKA-KL/ DIPA untuk tahun berikutnya.

Bertanggung jawab kepada Menteri Pekerjaan Umum selaku Pengguna.

2. Kepala SNVT Pelaksana Pengelolaan SDA Serayu-Opak


Tugas Kepala SNVT adalah:

Melakukan seluruh tugas pelaksanaan SNVT, terutama pelaksanaan rencana


kerja yang telah ditetapkan dan dituangkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran (DIPA) dan menjamin terwujudnya output yang telah ditetapkan.

Menandatangani Surat Keputusan/ Surat Perintah Kerja/ Kontrak.

Menyetujui setiap Surat Perintah Kerja/ Kontrak yang ditandatangani Pejabat


yang melakukan tindakan yang mengakibatkan Pengeluaran Anggaran Belanja.

Tanggung jawab Kepala SNVT adalah:

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 10

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Bertanggung jawab atas pelaksanaan seluruh kegiatan/ rencana kerja yang


tertuang dalam DIPA dan terwujudnya output yang telah ditetapkan.

Bertanggung jawab atas semua pengeluaran SNVT yang membebani APBN.

Bertanggung jawab atas kebenaran material setiap Surat Keputusan yang


ditandatangani dan yang timbul akibat dari SK/ SPK/ Kontrak tersebut.

3. Pejabat yang Melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran


Tugas Pejabat yang Melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran adalah:

Menerima berkas SPP yang disampaikan oleh Pejabat yang melakukan


tindakan yang mengakibatkan Pengeluaran Anggaran Belanja.

Memeriksa kelengkapan berkas SPP, mengisi check-list kelengkapan berkas


SPP dan mencatat dalam buku pengawasan penerimaan SPP.

Memeriksa secara rinci keabsahan dokumen pendukung SPP sesuai dengan


ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Memeriksa ketersediaan pengeluaran anggaran dalam DIPA untuk memperoleh


keyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pengeluaran anggaran.

Tanggung jawab Pejabat yang Melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran


adalah:

Bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pengujian dan perintah


pembayaran serta akibat yang timbul atas tindakan meliputi aspek hukum,
peraturan perundang-undangan dan tujuan pengeluaran.

Bertanggung jawab kepada Kepala SNVT.

4. Bendahara Pengeluaran
Tugas Bendahara Pengeluaran adalah:

Menyelenggarakan pembukuan seluruh transaksi keuangan yang dilaksanakan


SNVT pada Buku Kas Umum (BUK), Buku Pembantu, Buku Tambahan serta
buku-buku tambahan lainnya.

Menyiapkan rincian jumlah Pengajuan SPP-UP, SPP-TUP, SPP-GUP serta


dokumen-dokumen pendukung lainnya.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 11

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Menandatangani Surat Perintah Pembayaran Uang Persediaan (SPP-UP) yang


diajukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen dan selanjutnya menyampaikannya
kepada Pejabat Yang Melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran.

Menandatangani SPP-LS yang pembayarannya melalui Rekening Bendahara.

Tanggung jawab Bendahara Pengeluaran adalah:

Bertanggung jawab atas pengelolaan uang persediaan.

Bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan Negara yang berada
dalam pengurusannya.

Bertanggung jawab kepada Kepala SNVT.

5. Pejabat Pembuat Komitmen


Tugas Pejabat Pembuat Komitmen adalah:
Melaksanaan sebagian tugas Kepala SNVT yaitu:

Menyusun perencanaan pengadaan barang/ jasa.

Menetapkan paket-paket pekerjaan disertai ketentuan mengenai peningkatan


penggunaan produksi dalam negeri dan peningkatan pemberian kesempatan
bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil serta kelompok masyarakat.

Menetapkan dan mengesahkan Harga Prakiraan Sendiri (HPS), jadwal, tata


cara pelaksanaan dan lokasi pengadaan yang disusun oleh panitia pengadaan.

Menyiapkan dan melaksanakan perjanjian/ kontrak dengan pihak penyedia


barang/ jasa dan diketahui oleh Kepala SNVT.

Menandatangani Surat Keputusan yang mengakibatkan pengeluaran.

Menetapkan dan menandatangani Surat Keputusan Susunan Anggota Panitia


Pengadaan Barang/ Jasa dengan persetujuan Kepala SNVT.

Menandatangani Surat Perintah Kerja/ Kontrak dengan persetujuan Kepala


SNVT.

Menandatangani Berita Acara Serah Terima Barang/ Pekerjaan yang harus


memuat secara lengkap identitas pekerjaan.

Tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen adalah:

Bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari
Kontrak/ SPK atau Keputusan dan surat bukti lainnya yang ditandatanganinya.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 12

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Bertanggung jawab kepada Kepala SNVT atas realisasi keuangan yang


ditetapkan dalam DIPA, serta mutu hasil/ output sesuai yang direncanakan.

Bertanggung jawab kepada Kepala SNVT.

6. PUMK
Tugas PUMK adalah:

Sebagai Pemegang Uang Muka Unit Kerja Pejabat Pembuat Komitmen,


menerima uang muka dari Bendahara Pengeluaran sesuai dengan rincian uang
persediaan atau tambahan uang persediaan yang telah disetujui oleh kuasa
pengguna anggaran.

Membantu menyiapkan Surat Permintaan Pembayaran Uang Persediaan (SPPUP/ TUP) dalam rangka pembiayaan keperluan sehari-hari Unit Kerja Pejabat
Pembuat Komitmen dan disiapkan pada Bendahara Pengeluaran.

Melakukan pengamanan kas serta surat-surat berharga lainnya yang berada


dalam pengurusan (brankas) sedemikian rupa sehingga terjaga dari perbuatan
yang dapat menimbulkan kerugian negara.

Melakukan pembayaran pada yang berhak atas persetujuan Bendahara


Pengeluaran.

Menyelenggarakan pembukuan mengenai pengurusan kas yang menjadi


tanggung jawab yaitu Buku Kas Umum (BKU), Buku Pembantu, Buku
Tambahan serta buku-buku tambahan lainnya.

Membantu menyiapkan rincian jumlah pengajuan SPPD-PU, SPPTU-UP/ TUP.


SPPGU-UP/ TUP serta dokumen-dokumen pendukung lainnya dan
disampaikan pada Bendahara Pengeluaran.

Menerima dan menyetorkan ke Rekening Kas Negara atas Pajak dari


penerimaan lainnya yang dipungut atas nama Bendahara Pengeluaran serta
menyiapkan laporan menurut ketentuan yang berlaku.

Menyiapkan Laporan Keadaan Kas Anggaran/ Pembangunan (LKKA/ P),


Laporan Realisasi Belanja Pembangunan Rupiah Murni, Daftar SPM/ SP2D
yang diterbitkan. Laporan Reaksi Penerimaan Negara Bukan Pajak dan
disampaikan kepada Bendahara Pengeluaran.

Tanggung jawab PUMK adalah:

Bertanggung jawab kepada Kepala SNVT.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 13

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

II - 14

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

7. Pelaksana Administrasi
Tugas Pelaksana Administrasi adalah:

Mengkoordinasikan penyusunan kebijakan dan tata kerja serta peraturan


pelaksanaan dalam bidang organisasi, administrasi kepegawaian, keuangan,
BMN, pengadaan, dan umum.

Mengkoordinasikan pengaturan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian,


pelaksanaan penata-usahaan kantor, administrasi kepegawaian, keuangan,
BMN, pengadaan dan umum.

Mengkoordinasikan pengaturan, pemeliharaan dan pengawasan operasional


kendaraan dinas roda 2, roda 4, maupun roda 6.

Mengkoordinasikan pengaturan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian,


pelaksanaan sistem manajemen mutu.

Membantu kegiatan persiapan dan pelaksanaan pengadaan atau pembebasan


tanah serta sertifikasi atas tanah.

Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas hubungan masyarakat, kerumah


tanggaan dan kesekretariatan kantor, kesejahteraan kerja dan pengelolaan
perpustakaan.

Mengkoordinasikan serta menyiapkan data yang diperlukan dalam rangka


pemeriksaan intern/ ekstern serta jawaban/ penyelesaian hasil temuan hasil
pemeriksaan.

Mengkoordinasikan penyusunan laporan pelaksanaan program/ kegiatan dan


anggaran yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Pejabat Pembuat
Komitmen.

Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas para pembantu pelaksana di


lingkungannya.

Membina dan meningkatkan disiplin kerja.

Tanggung jawab Pelaksana Administrasi adalah:

Bertanggung jawab kepada Kepala SNVT.

8. Pelaksana Teknik
Tugas Pelaksana Teknik adalah:

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 15

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Mengkoordinasikan pelaksanaan perencanaan umum, perencanaan teknik dan


penyusunan program/ rencana pelaksanaan kegiatan.

Mengkoordinasikan kegiatan Pejabat Pembuat Komitmen dengan kegiatan


lainnya, serta membantu menanggulangi permasalahan yang terjadi.

Mengkoordinasikan pengadaan jasa konstruksi, konsultan, pelaksanaan


swakelola.

Mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan pembangunan, peningkatan,


rehabilitasi serta penyiapan operasi dan pemeliharaan.

Mengkoordinasikan penanganan pengelolaan lingkungan yang mencakup studi


analisa, pengamatan dan penelitian aspek lingkungan, kaitannya dengan
pekerjaan fisik yang akan datang, sedang, dan telah dilaksanakan.

Mengkoordinasikan peraturan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian


pelaksanaan sistem manajemen mutu, informasi umum kegiatan dan
pengadaan barang/ jasa pekerjaan konstruksi dan konsultasi serta penyiapan
operasi pemeliharaan (OP).

Mengkoordinasikan serta menyiapkan data yang diperlukan dalam rangka


pemeriksaan intern/ ekstern serta jawaban/ penyelesaian hasil temuan hasil
pemeriksaan.

Mengkoordinasikan penyusunan laporan pelaksanaan program/ kegiatan dan


anggaran yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Pejabat Pembuat
Komitmen.

Menyelenggarakan administrasi, dokumentasi dan laporan untuk bidang


tugasnya.

Membina dan meningkatkan disiplin kerja.

Tanggung jawab Pelaksana Teknik adalah:

Bertanggung jawab kepada Kepala SNVT.

9. Direksi Pekerjaan
Tugas Direksi Pekerjaan adalah:

Melaksanakan pengendalian/ pengawasan pelaksanaan pekerjaan agar


pelaksanaan di lapangan sesuai dengan mutu, biaya, dan waktu yang
ditentukan serta tercapainya tertib administrasi.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 16

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Melaporkan secara periodik tentang hasil kemajuan pelaksanaan pekerjaan.

Menyusun metode dan melaksanakan pengendalian dan pengawasan


pekerjaan, sehingga dapat menjamin terpenuhinya kualitas (Quality
Assurance) pekerjaan sesuai dengan yang disyaratkan.

Membina Sumber Daya Manusia yang ada di unitnya.

Tanggung jawab Direksi Pekerjaan adalah:

Bertanggung jawab kepada Kepala SNVT.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 17

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

2.4.2

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Konsultan
Pada kegiatan Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang ini, yang
bertindak sebagai Konsultan Perencana sekaligus Konsultan Pengawas adalah PT
Yachiyo Engineering Co.Ltd & Ass, struktur organisasinya dapat dilihat pada bagan
dibawah ini:
J.Yokokura

Team Leader
Joko C.

Co. Team

A.Toyama

A.Toyama

Y.Otsu

Prof.A Const. Eng

Prof.A Const. Eng

Prof.A Const. Eng

Haryanto

Tjahjanto

Achmadi

Yance

Prof.B Const. Eng

Prof.B Const. Eng

Prof.B Const. Eng

Prof.B Const. Eng

Handoko

Roni S.

Prisakti

Asisten Eng.

Asisten Eng.

Asisten Eng.

TR RD 8

AP RD 1a

WO RD 6

Dwi

Rahmat
Asisten Eng.
BE C 10

Asisten Eng.

Rahmadi
Asisten Eng.
BE RD1

Asisten Eng.

PU RD1

Ridwan

Fitri

Darsono

Asisten Eng.

Asisten Eng.

Asisten Eng.

Rahman

SE RD 5

AP RD 2

WO RD 4

Anton

Yuli K.

Anwar

R.D. Yoga

Asisten Eng.

Asisten Eng.

Asisten Eng.

Asisten Eng.

SE RD 6a

TR - RD1

WO RD 3

PU RD3

Aditya

Teguh D.K.

Deni

Rifki

Asisten Eng.

Asisten Eng.

Asisten Eng.

Asisten Eng.

BL RD 3

PA RD 2

PU RD 6

PU RD4

PU RD2

Bhayu P.

Rahmadi

Didit

Asisten Eng.

Asisten Eng.

Asisten Eng.

PA RD 5

PU RD 7

PU RD5

Yuli K.
Asisten Eng.
KR C

Anwar
Asisten Eng.
KU RD1

Gambar 2.4 Struktur Organisasi Konsultan Perencana dan Pengawas


Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 18

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

1. Kepala Proyek/ Team Leader


Tugas dari Kepala Proyek/ Team Leader adalah:

Mentaati petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan, terutama sehubungan

dengan kegiatan proyek.


Mengkoordinasi kepada semua anggota tim dalam melaksanakan perencanaan

atau desain bangunan.


Memiliki pemahaman yang benar tentang spesifikasi bangunan yang akan

dikerjakan.
Melakukan inspeksi suatu saat ke proyek yang sedang berlangsung untuk

mengecek hal-hal yang terjadi di lapangan.


Membuat pernyataan penerimaan (Acceptance) atau penolakan.
Melakukan pemantauan kontrak dengan ketat atas prestasi kontraktor.
Konsultan harus segera melaporkan kepada pengguna anggaran bila kemajuan

kegiatan mengalami kelambatan dari batas toleransi.


Menyusun laporan bulanan tentang kemajuan fisik dan finansial, serta

menyerahkannya kepada Pengguna Anggaran, dalam hal ini fisik.


Mengecek dan menandatangani dokumen pembayaran bulanan (Monthly

Certificate).
Mengecek dan menandatangani dokumen-dokumen tentang pengendalian mutu
dan volume pekerjaan.

Tanggung jawab Kepala Proyek/ Team Leader adalah:

Bertanggung jawab penuh atas hasil perencanaan.


Bertanggung jawab atas mutu semua produk yang dihasilkan kontraktor baik
hasil job mix, kualitas bahan dan lain-lain serta melakukan pengecekan secara
cermat atas semua pengukuran uitset di lapangan, dan secara khusus harus ikut

serta dalam proses opname hasil pekerjaan.


Bertanggung jawab atas hasil kerjanya kepada Pemilik Proyek.

2. Profesional A Ahli Konstruksi


Tugas Profesional A Ahli Konstruksi mencakup:

Sebagai ketua tim dalam melaksanakan desain konstruksi.

Memberikan perintah dalam melaksanakan desain konstruksi.

Mengecek dan mengukur volume bahan dan pekerjaan yang dihasilkan


oleh perencana untuk dipakai sebagai dasar pelaksanaan konstruksi.

Mengecek hasil perencanaan dari Profesional B Ahli Konstruksi


sebelum diberikan kepada Kepala Proyek.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 19

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Mengawasi dan membuat pengendalian pelaksanaan pekerjaan.

Tanggung jawab dari Profesional A Ahli Konstruksi adalah:

Bertanggung jawab terutama atas aspek desain, pengukuran volume bahan dan
pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor Pelaksana berdasarkan ketentuan

dan persyaratan yang telah ditentukan dalam Dokumen Kontrak.


Bertanggung jawab kepada Kepala Proyek/ Team Leader mengenai
perencanaan yang berhubungan dengan bidang konstruksi.

Bertanggung jawab penuh atas hasil desain dan gambar perencanaan


konstruksi bangunan kepada Kepala Proyek/ Team Leader.

Bertanggung jawab atas kebenaran pelaksanaan pekerjaan sesuai


dengan shop drawing yang ditandatanganinya.

3. Profesional B Ahli Konstruksi


Tugas Profesional B Ahli Konstruksi adalah:

Membantu dan memantau tugas Asisten Profesional B Ahli Konstruksi dalam


pembuatan desain konstruksi dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan.

Mengkoordinasi tim yang terdiri dari Asisten Profesional B Ahli Konstruksi.

Membuat rencana dan inspeksi.

Mengendalikan produk agar sesuai dengan mutu yang disyaratkan.

Mengendalikan produk dan bahan perencanaan yang tidak sesuai dengan


spesifikasi yang direncanakan.

Tanggung jawab Profesional B Ahli Konstruksi adalah:

Bertanggung jawab atas kebenaran pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan shop


drawing yang ditandatanganinya.

Bertanggung jawab atas hasil kerjanya kepada Profesional A Ahli Konstruksi.

4. Asisten Profesional B Ahli Konstruksi


Tugas Asisten Profesional B Ahli Konstruksi adalah:

Melaksanakan pengawasan harian, agar pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan


oleh Kontraktor Pelaksana sesuai dengan desain yang ditentukan.

Setiap saat mengikuti petunjuk teknis dan spesifikasi yang tercantum dalam
Dokumen Kontrak.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 20

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Menyiapkan data terinci serta rekomendasi teknis sehubungan dengan variasi


volume kontrak.

Mengecek dan mengukur volume bahan dan pekerjaan yang dihasilkan oleh
Kontraktor Pelaksana, untuk dipakai sebagai dasar pembuatan sertifikat
pembayaran bulanan (Monthly Certificate).

Melaporkan segera kepada Profesional B Ahli Konstruksi atau Kepala Satuan


Kerja/ Pemimpin Bagian Pelaksana Kegiatan Fisik apabila ternyata
pelaksanaan pekerjaan akan mengakibatkan terlampauinya volume pekerjaan
yang tercantum dalam Dokumen Kontrak.

Membuat catatan yang lengkap tentang pembayaran kepada Kontraktor


Pelaksana, sehingga tidak terjadi pembayaran berganda atau pembayaran lebih.

Mengawasi dan membuat pengendalian pelaksanaan pekerjaan yang


PROJECT MANAGER

didasarkan kepada sistem pembayaran Day Work .


Sadahiro Sato

Tanggung jawab Asisten Profesional B Ahli Konstruksi adalah:

Bertanggung jawab atas kebenaran pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan shop


drawing yang ditandatanganinya.
DEPUTY PROJECT MANAGER

ST
Bertanggung jawab atasSuronto,
hasil kerjanya
kepada Profesional B Ahli Konstruksi.

CONSTR. MANAGER

ENGINEER

Ir. Hendro Maryono

MANAGER

2.4.3

Kontraktor Pelaksana
Hitler, ST

ADM. MANAGERHEALTHY-SAFETY-ENV. MANAGER

Rina Susanti

Trisno Widodo

Dalam kegiatan Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang,


SITE ENGINEER 1

QA/QC ENGINEER

ACCOUNTING

Wasiat

Adhan

Agus Kristianto

SITE ENGINEER 2

QS ENGINEER

PURCHASER

Prastawa

Sutopo

Boby

SITE ENGINEER 3

BATCHING PLANT ENGINEER

Karjono

Ekstri Warimanto

sebagai Kontraktor Pelaksana adalah Shimizu Co. - PT Wijaya Karya (Persero)Tbk.


JO., struktur organisasinya dapat dilihat pada bagan dibawah ini.

SITE ENGINEER 4

Muhammad Destrial
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRCHIEF SURVEYOR
C/KEMBANG
KABUPATEN
SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
Soleh Sujadi
YOGYAKARTA

II - 21

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Gambar 2.5 Struktur Organisasi Kontraktor Pelaksana Pembangunan Sabo Dam


Kali Krasak KR-C/Kembang

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 22

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

1. Project Manager dan Deputy Project Manager


Tugas Project Manager dan Deputy Project Manager adalah:
Koordinasi seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan
Bangunan Pengendali Sedimen di Kali Krasak, dari segi administrasi,
keuangan, maupun teknis sehingga pekerjaan dapat selesai tepat waktu, tepat
mutu dan tepat biaya.
Mempelajari dokumen kontrak, syarat kerja dan mengoordinasikan review
kontrak kantor.
Membayar pelaksanaan pekerjaan dan karyawan.
Tanggung jawab Project Manager dan Deputy Project Manager adalah:
Bertanggung jawab kepada pemilik pekerjaan (PPSDA Serayu-Opak BBWS
SO) atas pelaksanaan pekerjaan yang diserahkan kepadanya sesuai dengan
Dokumen Kontrak yang ditandatangani.
2. Construction Manager
Tugas Construction Manager adalah:
Menyelenggarakan urusan administrasi untuk mendukung kelancaran jalannya
perusahaan secara umum maupun yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan di
lapangan sejak diterimanya surat keputusan sebagai Penyedia Jasa dari Pemilik
Pekerjaan hingga pekerjaan diserahkan yang kedua kalinya dan diterima dengan
baik oleh Pemilik Pekerjaan.
Adapun tugas administrasi, antara lain:
Pemberitahuan mulai kerja.

Pembertahuan mulai uitset.

Pengiriman bahan/ material.

Mencatat kegiatan harian pelaksanaan proyek.

Menyiapkan laporan Mingguan dan Bulanan.

Membuat dokumentasi 0%, 50% dan 100%.

Menyiapkan buku-buku lapangan.

Menyimpan/ memelihara bukti-bukti kerjanya.

Tanggung jawab Construction Manager adalah:


Bertanggung jawab atas hasil kerjanya kepada Project Manager dan Deputy
Project Manager.
Mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada Koordinator Pelaksana.
3. Engineer Manager
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 23

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Tugas dari Engineer Manager adalah:


Membuat Rencana Mutu Kontrak.

Mengkoordinir pelaksanaan pekerjaan berdasarkan Rencana Mutu Kontrak dan


melakukan revisi bila ada perubahan Rencana Mutu Kontrak.
Mengevaluasi dan menerima serta mendata perubahan (terhadap kontrak)
termasuk pekerjaan tambahan.
Mengkoordinir pelaksanaan penyelesaian keluhan customer.

Memonitor pembuatan laporan rutin ke wilayah tentang progres pekerjaan dan


laporan keluhan customer.
Memimpin Rapat Tinjauan Manajemen di proyek.

Menempatkan personil yang cakap selama pelaksanaan pekerjaan.

Memastikan bahwa sistem mutu di proyek berjalan dengan baik/ efektif,


dengan mengontrol secara berkala sistem mutu di proyek tersebut.
Melaporkan semua permasalahan yang menyangkut pelaksanaan sistem mutu
dari proyek pada saat rapat tinjauan manajemen di tingkat proyek.
Menindaklanjuti semua hasil laporan yang dilaporkan oleh pelaksana lapangan
terhadap semua kegiatan yang terkait dengan pekerjaan.
Mengarahkan Sistem Keselamatan dan Kesehatan serta Lingkungan.

Menyimpan/ memelihara bukti-bukti kerjanya.


Tanggung jawab Engineer Manager adalah:
Bertanggung jawab terhadap Sistem Mutu yang diterapkan.

Mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan kepada Project Manager dan


Deputy Manager.

4. Site Engineer
Tugas Site Engineer adalah:
Memahami gambar desain dan spesifikasi teknis.

Menyusun metoda konstruksi dan jadwal pelaksanaan teknik kerja alokasi


sumber daya.
Memimpin langsung pelaksanaan pekerjaan lapangan (Biaya-Mutu-Waktu).

Membuat program kerja mingguan dan petunjuk kerja harian.

Melakukan koodinasi kegiatan fungsional para pelaksana dan mitra kerja.

Membuat evaluasi dan laporan berkala atas hasil kerja.

Membuat revisi program dan melakukan tindakan perbaikan.

Memeriksa hasil kerja dan memproses berita acara kemajuan.

Menerapkan program K3/ 5R.

Menyimpan/ memelihara bukti-bukti kerjanya.


Tanggung jawab Site Engineer adalah:
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 24

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada Construction Manager.

5. Chief Surveyor
Tugas dan tanggung jawab Chief Surveyor adalah:
Melakukan tugas pengukuran lokasi pekerjaan.

Melaksanakan disposisi terhadap hasil kerjanya yang tidak sesuai dengan


persyaratan (LPTS).
Menyimpan/ memelihara bukti-bukti kerjanya.
Tanggung jawab Chief Surveyor adalah:
Mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada Site Engineer dan Site
Manager.

6. Pelaksana
Tugas Pelaksana adalah:
Mengendalikan progress proyek, melaporkan prestasi dan memantau terhadap
rencananya (Master Schedule), serta melaporkan kepada Site Engineer bila
terjadi keterlambatan.
Membuat rencana kerja mingguan sesuai kesepakatan dalam RTM mingguan
dan memantau realisasinya secara berkala serta melaporkan pada waktu RTM.
Mengisi buku-buku laporan.

Melaksanakan disposisi terhadap hasil kerjanya yang tidak sesuai dengan


persyaratan, terutama pekerjaan yang kritis terhadap mutu dan dilaksanakan
sebelum suatu item pekerjaan dilaksanakan serta menyimpan dokumen
tersebut dan memantau hasilnya.
Menyimpan gambar kerja status terkendali dari Direksi Pekerjaan.

Menerapkan program K3/ 5R.

Menyimpan/ memelihara bukti-bukti kerjanya.


Tanggung jawab Pelaksana adalah:

Mempertanggung jawabkan hasil kerjanya kepada Site Engineer.

7. Purchaser
Tugas Purchaser adalah:
Melakukan seleksi Supplier perorangan di proyek dan melakukan penilaian
untuk kerja baik Supplier perorangan itu sendiri.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 25

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Melakukan pembelian barang sesuai dengan tingkatan proyek dan menggambil


rekanan (Supplier) kepada rekanan yang telah memiliki ijin perdagangan di
wilayah kabupaten dimana pekerjaan tersebut berada.

Melaporkan supplier yang dipakai di proyek melalui Daftar Rekanan


(Supplier).

Menyediakan tempat yang layak serta memelihara dengan baik barang,


langsung termasuk barang/ alat yang dipasok customer.

Memberi label keterangan pada setiap barang yang disimpannya untuk


menghindari kesalahan pengguna.

Menyimpan/ memelihara bukti-bukti kerjanya.


Tanggung jawab Purchaser adalah:
Bertanggung jawab terhadap cara penyimpanan barang dan mencatat keluar
masuknya barang-barang gudang.

Mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada Pelaksana, Site Engineer,


dan Administration Manager.

2.5

SISTEM PELAKSANAAN PROYEK


Proyek Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang merupakan
proyek pemerintah. Secara ideal, proyek pemerintah tidak berorientasi pada segi
keuntungan, akan tetapi memprioritaskan pada pelayanan publik serta pembangunan
negara dan masyarakat sehingga tidak ada unsur persaingan pasar. Pemerintah
menerapkan proses normal yang mempunyai rentang waktu relatif lama, berbeda
dengan proyek swasta yang terkesan fast track. Perbedaan proyek pemerintah dan
proyek swasta antara lain:
a. Proyek swasta; proses fast track, dimana tidak menunggu semua proses selesai.
Akan tetapi, sebelum proses yang satu selesai sudah masuk ke proses selanjutnya
sehingga waktunya relatif cepat. Percepatan waktu ini sangat berguna bagi
kepentingan marketing.
b. Proyek pemerintah; proses normal, disesuaikan dengan RAPBN yang ada. Tidak
dipengaruhi oleh perubahan-perubahan pasar (untung/ rugi), sehingga memerlukan
waktu yang relatif lama. Karakteristik proyek pemerintah antara lain:
1. Pelaksanaan tender yang bertahap.
2. Desain bertahap.
3. Pembangunan bertahap.
4. Operasional bertahap.
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 26

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Di samping itu, untuk mendapatkan harga yang lebih ekonomis, maka


pelaksanaan proyek dipecah atau dibagi menjadi beberapa paket. Pembangunan Sabo
Dam Kali Krasak KR-C/Kembang termasuk dalam pekerjaan paket 3 dari serangkaian
kegiatan penanggulangan bencana Gunung Merapi.
2.6

SISTEM KONTRAK
Untuk melaksanakan suatu pekerjaan proyek pembangunan, maka antara
Pemilik Proyek dengan Kontraktor Pelaksana diadakan kontrak secara tertulis dengan
membuat surat perjanjian kerja. Beberapa cara perjanjian kontrak yang ada antara lain:
a. Lumpsum fix price contract atau kontrak harga pasti.
Kontrak ini merupakan jenis kontrak yang paling sederhana, dimana
Kontraktor Pelaksana bertanggung jawab penuh untuk melaksanakan seluruh
pekerjaan sesuai dengan gambar tender serta tertulis dalam spesifikasi harga
yang pasti. Volume yang tercantum dalam BoQ (Bill of Quantity) hanya
sebagai acuan yang tidak mengikat. Dalam kondisi kontrak seperti ini,
kegiatan perhitungan volume menjadi sangat penting karena kesalahan yang
terjadi pada perhitungan volume merupakan risiko yang harus ditanggung
oleh pihak Kontraktor Pelaksana. Pada pelaksanaannya di lapangan, jenis
kontrak harga pasti seperti ini sudah mulai jarang digunakan.
b. Unit price contract
Yaitu kontrak berdasarkan harga satuan per unit pekerjaan. Dalam
kondisi kontrak seperti ini, pihak Kontraktor Pelaksana hanya wajib mengisi
harga satuan pekerjaan untuk setiap item yang telah disediakan volumenya.
Pembayaran kepada Kontraktor Pelaksana akan didasarkan pada realisasi
volume yang dilaksanakan sehingga tidak ada risiko kesalahan volume yang
harus diperhitungkan atau dengan kata lain risiko yang mungkin akan
ditanggung oleh pihak Kontraktor Pelaksana relatif kecil.
c. Unit plus free contract
Yaitu kontrak dengan memperhitungkan biaya keseluruhan yang
dikeluarkan oleh Kontraktor Pelaksana ditambah dengan besarnya keuntungan
yang sudah disetujui bersama antara proyek dengan Kontraktor Pelaksana.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 27

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Proyek Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KR-C/Kembang ini menggunakan


sistem kontrak Unit Price Contract. Oleh karena itu, rencana anggaran biaya disusun
dengan memasukkan harga-harga satuan setiap item pekerjaan, kemudian dikalikan
dengan volume pekerjaan sehingga akan diperoleh harga masing masing-masing item,
dimana harga setiap item pekerjaan dinyatakan dalam Rupiah dan Yen. Harga-harga
satuan tersebut sudah mencakup ongkos-ongkos pelaksanaan pekerjaan, keuntungan
dan biaya lainnya, seperti: mobilitas, operasi peralatan, penyediaan akomodasi di
lapangan, biaya penjagaan dan lain sebagainya.
2.7
2.7.1

SISTEM KOORDINASI DAN LAPORAN PRESTASI KERJA


Sistem Koordinasi Pelaksanaan Pekerjaan
Koordinasi adalah salah satu unsur dalam proses manajemen. Koordinasi
dalam suatu proyek sangat diperlukan agar setiap pelaksanaan pekerjaan dapat
berjalan dengan baik dan pencapaian hasil serta masalah-masalah yang timbul dapat
segera diketahui dan diatasi.
Sistem koordinasi yang dilaksanakan biasanya berupa rapat koordinasi staf,
rapat bulanan yang isinya antara lain membahas tentang evaluasi hasil pekerjaan yang
telah dilaksanakan, ada tidaknya perubahan desain, langkah kerja selanjutnya serta
membahas masalah yang timbul beserta solusinya. Selain itu, juga ada rapat insidentil
yang dilakukan bila dalam pelaksanaan terjadi hal-hal di luar perencanaan dan adanya
masalah yang dapat menyebabkan pekerjaan terhambat atau bahkan terhenti. Adapun
rapat-rapat yang dilakukan adalah:
1. Rapat koordinasi
Rapat ini diadakan satu bulan sekali dan dihadiri wakil pemilik
proyek, konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana. Materi pembahasan
rapat menyangkut pelaksanaan pekerjaan dan hambatan-hambatan yang
terjadi.

2. Rapat Intern
Rapat intern merupakan rapat di dalam organisasi kontraktor sendiri.
Diadakan sewaktu-waktu atau berdasarkan inisiatif kepala proyek. Tujuan
utama rapat ini adalah untuk menyampaikan informasi kondisi pelaksanaan
di lapangan dan koordinasi dengan kepala proyek.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 28

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

3. Rapat Insidentil
Rapat ini dilaksanakan bila dalam pelaksanaan terjadi hal-hal di luar
perencanaan dan adanya masalah yang dapat menyebabkan pekerjaan
terhambat atau terhenti.
4. Rapat Progress
Rapat ini dilaksanakan dua minggu sekali dan membahas mengenai
perkembangan progress setiap minggunya.
5. Rapat Safety dan AMDAL
Rapat ini dilaksanakan satu bulan sekali dan membahas tentang
keselamatan kerja serta lingkungan.
2.7.2

Laporan Hasil Pekerjaan


Dalam pelaksanaan proyek terdapat kegiatan teknis dan non teknis. Sedangkan
salah satu contoh kegiatan non teknis adalah membuat laporan kemajuan kegiatan
proyek (progress kegiatan) yang dibuat oleh pihak kontraktor pelaksana dan berupa
notulen rapat koordinasi yang merupakan sistem pengawasan dan monitoring, agar
proyek dapat terkendali baik mutu, biaya, maupun waktunya.
Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan,
maka semua aktivitas pekerjaan di lapangan dicatat dalam buku sebagai laporan
berupa rencana dan realisasi pekerjaan. Semua pelaporan harus dibuat oleh pihak
kontraktor pelaksana dan disetujui oleh pihak pemilik proyek. Laporan hasil
pekerjaan yang dibuat tersebut berupa laporan harian (daily report), laporan mingguan
(weekly report), dan laporan bulanan (monthly report).
Laporan kemajuan proyek yang dibuat setiap hari oleh kontraktor pelaksana
mengenai kemajuan pelaksanaan pekerjaan, baik harian, mingguan maupun bulanan.
Adapun tujuannya adalah sebagai acuan untuk bahan kontrol bagi pemilik proyek.
Laporan kemajuan terdiri dari:
1. Laporan Harian
Laporan harian adalah laporan yang dibuat setiap hari secara tertulis
perihal kemajuan proyek yang telah dicapai oleh kontraktor. Laporan ini
ditandatangani oleh pihak Kontraktor Pelaksana, Pemilik Proyek, dan Konsultan
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 29

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Pengawas. Apabila kebenarannya diragukan, pekerjaan di lapangan dapat


diberhentikan untuk sementara dan akan dilakukan pemeriksaan.
Pada laporan harian berisikan tentang kuantitas dan macam bahan yang ada
di lapangan, penempatan tenaga kerja untuk tiap macam pekerjaan sesuai tugas
dan bidangnya, jumlah, jenis serta kondisi alat yang digunakan, jenis bahan yang
digunakan, kuantitas jenis pekerjaan yang dilaksanakan, keadaan cuaca termasuk
hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran
pekerjaan, dan catatan-catatan lain yang berkenaan dengan kelancaran pekerjaan.
Laporan harian, pada umumnya berisi hal-hal sebagai berikut:

Pekerjaan yang telah dilaksanakan.

Jumlah tenaga kerja.

Waktu jam kerja.

Alat-alat yang digunakan.

Bahan-bahan yang digunakan.

Cuaca di sekitar lapangan.

Hal-hal lain yang terjadi dilapangan.

Laporan K3.

2. Laporan Mingguan
Laporan mingguan adalah laporan yang disajikan tiap seminggu sekali dan
telah disetujui oleh pengawas lapangan. Laporan ini berisi evaluasi pekerjaan
selama satu minggu dan berisi rencana kerja untuk minggu berikutnya.
Pada laporan mingguan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode
satu minggu serta hal-hal lain yang perlu dilaporkan. Laporan ini mengupas
gambaran keadaan proyek yang berkaitan dengan pencapaian kemajuan proyek
selama satu minggu. Secara garis besar, laporan mingguan berisi tentang:

Volume dan jenis pekerjaan proyek selama satu minggu.

Prosentase kemajuan proyek selama dan sampai minggu.

Masalah-masalah yang timbul mengenai tenaga kerja, bahan dan


peralatan serta solusi penanganannya.

Jumlah biaya yang telah dikeluarkan selama satu minggu.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 30

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Catatan mengenai penambahan maupun pengurangan pekerjaan di


lapangan.

Instruksi dan informasi serta keputusan yang diperlukan kontraktor


pelaksana untuk minggu mendatang dari pemilik proyek.

Laporan K3.

3. Laporan Bulanan
Laporan bulanan adalah uraian kegiatan proyek selama satu bulan, dimana
laporan tersebut memberi gambaran tentang kemajuan pekerjaan dan merupakan
rekapitulasi laporan harian dan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik dalam
periode satu bulan serta hal-hal penting lainnya yang harus dilaporkan. Selain itu
juga melampirkan foto-foto sebagai bukti kemajuan proyek. Laporan bulanan
berisi tentang:

Total pekerjaan yang telah dikerjakan selama satu bulan.

Total bahan bangunan yang telah dipasok ke proyek dan telah


digunakan selama satu bulan.

Total tenaga kerja yang telah dikerahkan untuk menyelesaikan


pekerjaan itu selama satu bulan.

Laporan keuangan yang berhubungan dengan pekerjaan selama satu


bulan.

Jumlah pekerjaan tambahan yang harus dikerjakan oleh kontraktor


pelaksana.

Lampiran foto-foto hasil pekerjaan di lapangan.

Laporan K3.

Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, maka dibuat foto-foto


dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang dapat memperlihatkan pada
kondisi 0%, 50% dan 100%. Di samping itu, Berita Acara Perhitungan Volume Akhir
Pekerjaan (MC-100%) juga dibuat laporannya.
2.8

SISTEM PEMBAYARAN
Sumber dana untuk pekerjaan Pembangunan Sabo Dam Kali Krasak KRC/Kembang adalah JBIC Loan No. IP-524. Sistem pembayaran dilakukan berangsurLAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 31

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

angsur dengan besar maksimal sesuai dengan prestasi yang dicapai. Tiap pengajuan
pembayaran angsuran disertai Berita Acara Termyn yang dibuat oleh PPP (Panitia
Pemeriksaan Pekerjaan) dan diketahui oleh pengguna anggaran dan dilampiri Laporan
Mingguan dan Laporan Bulanan yang disahkan oleh Pengawas Lapangan yang
bersangkutan.
Pembayaran uang muka maksimum sebesar 30% dari harga kontrak dengan
disertai:
a. Rencana Penggunaan dan Kebutuhan.
b. Surat Jaminan Bank Umum atas Perusahaan Asuransi yang mempunyai
program asuransi kerugian serta mempunyai dukungan reasuransi
sebagaimana persyaratan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
c. Pengembalian uang muka tersebut di atas akan diperhitungkan berangsurangsur sesuai dengan prestasi kemajuan pekerjaan dalam setiap pembayaran
angsuran dan selambat-lambatnya telah lunas pada saat prestasi pekerjaan
mencapai 80%.
2.9

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)


Kesehatan dan Keselamatan Kerja di proyek sangat penting artinya bagi
kelangsungan pelaksanaan pekerjaan. Tujuan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3) di proyek adalah untuk mengatur tata cara dalam mengendalikan aktivitas
yang mempunyai resiko kecelakaan dalam pelaksanaan proyek.
Berdasarkan UU No.1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja, Kontraktor
Pelaksana harus melaksanakan syarat-syarat keselamatan kerja seperti tercantum dalam
pasal 3 yaitu sebagai berikut :

Mencegah dan mengurangi kecelakaan.

Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran.

Mencegah dan mengurangi bahaya ledakan.

Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran


atau kejadian yang membahayakan.

Memberi pertolongan pada kecelakaan.

Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja.

Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarluasnya kelembaban,


debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar, suara, getaran.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 32

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja fisik maupun


psikis, peracunan, infeksi, dan penularan.

Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.

Menyelenggarakan penyegaran yang cukup.

Menyelenggarakan suhu dan kelembaban udara yang baik.

Memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban.

Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja dan lingkungan.

Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang dan barang.

Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan


penyimpanan barang.

Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya.

Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang


bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan.

Adapun fasilitas K3 yang disediakan pihak Kontraktor Pelaksana dalam


pelaksanaan pekerjaan antara lain adalah sebagai berikut :
1. Peralatan Kesehatan (kotak P3K)
Pengadaan dan penempatannya berada pada area yang mempunyai resiko
terjadi kecelakaan cukup tinggi yaitu direksi kit, batching plant, dan gudang. Kotak
P3K minimal berisi obat-obat umum yang bersifat pengobatan sementara seperti
obat merah, obat pembersih luka, alkohol, kapas, kain kasa steril, plester, dan obatobat generic.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 33

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026
Gambar 2.6 Kotak P3K yang ada di lokasi proyek

2. Rambu-rambu Pengaman dan Peringatan


Penempatan rambu atau tanda peringatan berada pada area atau lintasan yang
mempunyai resiko terjadi kecelakaan cukup tinggi seperti gudang, direksi kit, jalan
akses, daerah tertentu yang rawan longsor, area tebing yang berbatasan langsung
dengan jurang.

Gambar 2.7 Salah satu contoh penempatan Rambu Pengaman di lokasi proyek

Gambar 2.8 Sirine keselamatan

3. Media
Media berupa pemasangan spanduk K3, bendera K3, himbauan K3, poster
K3, serta pelaksanaan program konsultasi mengenai K3 kepada karyawan dan
pekerja.
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 34

BAB II
MANAJEMEN PROYEK

FAJAR ARIF BUDIMAN


L2A6 06 026

Gambar 2.9 Salah satu spanduk K3 yang dipasang di Direksi Kit

4. Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan proyek ini bekerjasama dengan puskesmas setempat.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan rutin setiap bulan sekali untuk mengontrol
kesehatan para pekerja.

Gambar 2.10 Pemeriksaan kesehatan rutin

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK SABO DAM KALI KRASAK KRC/KEMBANG
KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

II - 35