Anda di halaman 1dari 6

# 38

ISSN 2085-3548

## KOMPARASI SIKLUS IDEAL DAN AKTUAL PADA AC SPLIT 1 PK DENGAN

MENGGUNAKAN REFRIGERAN HIDROKARBON
(Ideal and Actual Cycle Comparation at AC Split 1 HP by Using Refrigerant Hydrocarbon)
Puji Saksono
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Balikpapan
Email: saksono_puji@yahoo.co.id

ABSTRACT
Alternative substitution of synthetic refrigerant is hydrocarbon refrigerant (HC), because it
has some benefit than others, which is the value of COP (coeffcient of performance) has higher
level of synthetic refrigerant which is used in the present day. The ideal cycle and actual represent
is the matter which need to be noticed in thermodynamics analysis, to give the accurate data for the
consumer of refrigeration system. This research is conducted in Refrigeration System Laboratory of
Industrial Faculty Technology at Balikpapan University by using appliance test. It is AC Split with
the power 1 HP, which is this appliance has been modified by putting the control appliance
addition. The mean ideal value of COP cycle in the condition of steady state until 25 minutes of
operation uses hydrocarbon refrigerant of MC-22 equal to 3.70, while R-22 equal to 3.48.
Meantime, actual cycle value of COP mean at the condition of steady state until 25 minutes
operation uses hydrocarbon refrigerant of MC-22 equal to 2.64 and R-22 equal to 2.45.
Key words: Type of refrigerant, Ideal cycle, Actual cycle, COP

PENDAHULUAN
Indonesia sebagai negara yang beriklim
tropis dimana sebagian besar bangunannya
dibuat dengan ketinggian ruang tidak lebih dari
3 m, sehingga mengakibatkan temperatur
menjadi tinggi. Sebagai solusi maka diperlukan
suatu alat untuk mengkondisikan udara di dalam
ruangan bangunan-bangunan tersebut supaya
nyaman yaitu Air Conditioner (AC).
Penggunaan AC yang selama
ini
menggunakan fluida kerja (refrigeran) sintetik
seperti: R-11, R-12, R-22 yang ternyata akan
menyebabkan kerusakan lingkungan hidup
maka pemakaian refrigeran hidrokarbon MC-22
akan sangat menguntungkan.
Performansi sebuah sistem AC selalu
berubah-ubah
besarnya.
Dengan
membandingkan dua jenis refrigeran ditinjau
dari siklus ideal dan aktual, kita akan dapatkan
losses (kerugian) dari keduanya. Dengan

## demikian nilai performansi aktual dapat kita

ketahui.
untuk mengkaji seberapa besar perbedaan dari
siklus ideal dan aktual pada sistem AC split
kapasitas 1 PK dengan menggunakan R-22 dan
Hidrokarbon MC-22. Manfaatnya yaitu sebagai
analisa seberapa besar nilai kerugian (losses)
dari aplikasi kedua jenis refrigeran pada AC
Split kapasitas 1 PK.
METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat
penelitian
dilakukan
di
laboratorium Mesin Pendingin Program Studi
Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri
Universitas Balikpapan (UNIBA). Sedangkan
Januari s/d November 2011.
Bahan dan Alat

## 1. Satu unit uji sistim refrigrasi (berupa

seperangkat AC Split 1 PK merk National
yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa
dengan menambahkan beberapa perangkat
monitor berupa pressure gauge dan port
untuk titik pengukuran temperatur)
2. Pompa vakum
3. Gauge manifold
4. Termometer (Digital)

39
ISSN 2085-3548

## 5. Timbangan refrigeran (Digital)

6. Refrigeran R-22 (HCFC-22) merk Dupont
dan refrigerant hidrokarbon (HC) merk
Musicool MC-22 produksi Pertamina
7. Leak detector (Alat uji kebocoran
refrigeran)
8. Multimeter (Gigital)
9. Peralatan workshop

Gambar 1. Alat uji sistem refrigerasi (AC Split 1 PK) Sumber: Lab. Mesin Pendingin Prodi Teknik
Mesin Universiras Balikpapan
Langkah-langkah Penelitian
sebagai berikut:
1. Menyiapkan peralatan uji sistim refrigerasi
dan perlengkapan lainnya
2. Sistim divakum terlebih dahulu dengan
menggunakan pompa vakum
3. Melakukan pengisian refrigeran R-22
sesuai dengan variasi pengisian muatan
4. Menghidupkan alat uji sampai dengan
kondisi konstan

## 5. Mencatat hasil pengukuran T1, T2, T3, T4, P1,

P2, TSubcooling, T Superheated
6. Mengulang semua
langkah dengan
menggunakan refrigeran hidrokarbon merk
Musicool MC-22
7. Mengolah data yang diperoleh dengan
penjabaran secara analisa ilmiah.
Variabel Penelitian
Variabel-variabel dalam penelitian:
1. Variabel bebas, yang meliputi:
- Refrigran Hidrokarbon MC-22 [HC]
- Refrigran Sintetik R-22 (HCFC)

40
ISSN 2085-3548

## - Temperatur ruang uji 29 - 30 0C.

- Kelembaban ruang uji 85 1
(relatif)

- Interval waktu
[menit]
2. Variabel terikat, yang meliputi:
- COP (coeffcient of performance)
3. Variabel
Kontrol,
yang
meliputi
penggunaan:

C.

Gambar 2. Skema unit alat uji sistem refrigerasi (AC split 1 PK) (Herlianika, 2005)
mendapatkan nilai COP dan analisa lain tentang
sistem refrigerasi. Maka dalam penelitian ini
peneliti menggunakan software yaitu Cool
Pack, version 1.46, tahun 2000.

## HASIL DAN PEMBAHASAN

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi belakangan ini maka beberapa
software
telah
dikembangkan
untuk

TEMPERATUR (C )
WAKTU
T3

T4

TEKANAN (bar)
T
Cabinet

ENTHALPI (kJ/kg)
Ampere

P 1=
P4

T1

T2

5 MENIT
10
MENIT

-8,00

72,68

47,00

-8,00

16,00

3,80

18

402,350

442,004

259,111

3,6

-8,00

74,05

48,00

-8,00

17,00

3,80

18,54

402,350

442,638

260,485

3,5

15 MENIT

-7,00

76,17

50,00

-7,00

18,00

3,93

19,42

402,738

443,348

263,253

3,7

20 MENIT

-7,00

75,00

49,00

-7,50

18,00

3,86

18,98

402,544

442,995

261,866

3,8

25 MENIT

-8,00

76,77

50,00

-8,00

19,00

3,80

19,42

402,350

443,897

263,253

3,8

## Refrigeran R-22 (HCFC-22) Saat ini merupakan

refrigeran yang paling banyak digunakan di
dalam mesin refrigerasi dan pengkondisian
udara. Saat ini beberapa perusahaan pembuat
Hasil Pengujian Jenis refrigeran
Spesifikasi refrigeran :
Tipe refrigeran
: R-22

P2=P3

h1

h2

h3=h4

## mesin-mesin refrigerasi masih menggunakan

refrigeran R-22. Berikut ini adalah data
refrigeran yang kami lakukan untuk pengujian.
Merek refrigran
Jumlah yang diisi ke dalam AC
Gram (isian penuh)

: Dupond
: 714

41
ISSN 2085-3548

TEMPERATUR (C )

TEKANAN (bar)

ENTHALPI (kJ/kg)

WAKTU

Ampere
T1

T2

T3

T4

P1=
P4

T Cabinet

P2=P3

h1

h2

h3=h4

5 MENIT

-9,00

46,53

40,00

-10,00

15,00

3,40

13,60

562,48

627,10

304,96

3,3

10 MENIT

-10,00

47,81

41,00

-11,00

16,00

3,13

13,97

561,38

628,67

307,80

3,4

15 MENIT

-10,00

49,96

43,00

-11,00

17,00

3,30

14,60

561,38

630,49

313,51

3,4

20 MENIT

-9,00

49,75

43,00

-10,00

16,00

3,40

14,60

562,48

630,37

313,51

3,4

25 MENIT

-10,00

50,93

44,00

-10,50

17,00

3,30

14,97

561,93

631,68

316,39

3,4

## Refrigeran MC-22 merupakan senyawa

hidrokarbon sebagai pengganti refrigeran R-22,
MC-22 digunakan untuk pendingin ruangan
(AC) jenis split, window maupun central.
Refrigeran ini memerlukan kandungan propane
(C3H8) yang sangat tinggi yaitu 99,7 % wt
Spesifikasi refrigerant :
Tipe refrigeran
: Hidrokarbon propane
(C3H8)
Merk refrigerant
: MUSICOOL (MC-22)

## dengan impuritis butane dan olefin yang

serendah mungkin atau mendekati nol agar
kinerja sistem pendingin berjalan optimal.
international dinamai dengan R-290.
Produksi
Jumlah yang diisi
ke dalam sistem

: Pertamina
: 344 Gram (isian penuh)

COP

4,5
4
3,5
3
2,5
2
1,5
1

MC-22
R-22
5

10

15

20

25

## Gambar 3. Grafik Interval waktu vs COP siklus ideal

Hasil pengujian R-22 dengan MC-22
pada sistem AC split 1PK dimana fluida kerja
evaporator dan suhu kondensor sehigga terjadi
perbedaan nilai koefisien performansi yang
mencapai nilai COP Ideal maksimum sebesar

## 3.61 sedangkan COP ideal MC-22 maksimum

mencapai nilai 3.99 dari lima kali pengambilan
data pada waktu sampai 25 menit operasi. Nilai
state sampai waktu 25 menit operasi pada
refrigeran hidrokarbon MC-22 sebesar 3,70
sedangkan R-22 sebesar 3,48.

42
ISSN 2085-3548

3
COP

2,5
2
MC-22

1,5

R-22

1
5

10

15

20

25

## Gambar 4. Grafik Interval waktu vs COP siklus aktual

Hasil
pengujian
kondisi
aktual
menggunakan software coolpack dengan
dimasukkan nilai superheated atau panas lanjut
dan nilai subcooling atau bawah dingin maka
didapat nilai COP maksimum untuk R-22
sebesar 2.55 dan MC-22 sebesar 2.84, terjadi
kerugian (losses) atau ditunjukkan dengan
penurunan suhu di evaporator dan kondensor
dari lima kali pengambilan data pada waktu
sampai 25 menit operasi. Adapun nilai COP
sampai waktu 25 menit operasi pada refrigeran
hidrokarbon MC-22 sebesar 2,64 dan R-22
sebesar 2,45.
KESIMPULAN
1. Jumlah massa refrigran yang dimasukkan
pada system AC 1 PK untuk refrigran MC22 sebanyak 344 gram sementara untuk R-22
sebanyak 714 gram jadi MC-22 lebih
ekonomis dibanding R-22.
2. Nilai COP siklus ideal rata-rata pada kondisi
steady state sampai waktu 25 menit operasi
3,70 sedangkan R-22 sebesar 3,48.
3. Nilai COP siklus aktual rata-rata pada
kondisi steady state sampai waktu 25 menit

## operasi pada refrigeran hidrokarbon MC-22

sebesar 2,64 dan R-22 sebesar 2,45.
DAFTAR PUSTAKA
Dincer, I., 2003, Refrigeration System and
Application, Wiley, England.
Holman, J.P. Alih bahasa Jasjfy, E. 1988,
Perpindahan Kalor. Penerbit
Erlangga, Jakarta.
Herlianika, H, 2005, Eksperimen Dengan Alat
Peraga
Refrigerasi
Dasar,
Butterworth-Heinemann, Oxford.
Moran J. Michael & Shapiro, N, Howard,
Fundamentals of Engineering
Thermodinamics. John Wiley &
Son Ltd. England, 5th Edition.
Pasek, A.D., 2007, Retrofit Sistim Refrigerasi
Dan Pengkondisian Udara Ramah
Lingkungan, Pusat Pendidikan dan
Pelatihan
Kementerian
Lingkungan Hidup, Jakarta.
Stocker,

## W.F., 1996, Refrigerasi dan

Pengkondisian Udara, Erlangga,
Jakarta.

43
ISSN 2085-3548

## Media Sains, Volume 7 Nomor 1, April 2014

Lampiran :
Tabel 3. Hasil analisa siklus ideal pengujian R-22 Pada AC Split 1 PK
TEMPERATUR (C )
WAKTU

TEKANAN (bar)

T1

T2

T3

T4

P1=P4

5 MENIT

-8,00

72,68

47,00

-8,00

3,8

10 MENIT

-8,00

74,05

48,00

-8,00

15 MENIT

-7,00

76,17

50,00

20 MENIT

-7,00

75,00

25 MENIT

-8,00

76,77

ENTHALPI (kJ/kg)

P2=P3

COP

H1

H2

H3=H4

18

402,350

442,004

259,111

3,61

3,8

18,54

402,350

442,638

260,485

3,52

-7,00

3,93

19,42

402,738

443,348

263,253

3,43

49,00

-7,50

3,86

18,98

402,544

442,995

261,866

3,48

50,00

-8,00

3,8

19,42

402,350

443,897

263,253

3,35

TEMPERATUR (C )
WAKTU

T1

T2

T3

T4

ENTHALPI (kJ/kg)
A-I
(SUPER
HEAT)

E-F
(SUBCO
OLING)

COP
H1

H2

H3

H4

5 MENIT

-3,05

97,59

47,00

-8,00

4,95

0,98

405,777

463,903

257,772

257,772

2,55

10 MENIT

-3,20

99,00

48,00

-8,00

4,80

0,96

405,674

464,684

259,166

259,166

2,48

261,866

2,42

15 MENIT

-2,10

101,20

50,00

-7,00

4,90

1,00

406,148

465,67

261,866

20 MENIT

-2,70

100,00

49,00

-7,50

4,80

0,97

405,876

465,13

260,526

260,526

2,45

25 MENIT

-3,00

102,00

50,00

-8,00

5,00

0,98

405,812

466,731

261,893

261,893

2,36

TEMPERATUR (C )

TEKANAN (bar)

ENTHALPI (kJ/kg)
COP

WAKTU

T1

T2

T3

T4

P1=P4

P2=P3

H1

H2

H3=H4

0 MENIT

-9,00

46,53

40,00

-10,00

3,40

13,60

562,48

627,10

304,96

5 MENIT

-10,00

47,81

41,00

-11,00

3,13

13,97

561,38

628,67

307,80

3,77

10 MENIT

-10,00

49,96

43,00

-11,00

3,30

14,60

561,38

630,49

313,51

3,57

15 MENIT

-9,00

49,75

43,00

-10,00

3,40

14,60

562,48

630,37

313,51

3,67

20 MENIT

-10,00

50,93

44,00

-10,50

3,30

14,97

561,93

631,68

316,39

3,52

3,99

TEMPERATUR (C )
WAKTU
T1
0 MENIT
5 MENIT
10 MENIT
15 MENIT
20 MENIT

ENTHALPI (kJ/kg)

A-I
(SUPER
HEAT)

E-F
(SUBCO
OLING)

COP

T2

T3

T4

H1

H2

H3

H4

-5

63,94

40,00

-10,00

5,00

1,20

570,979

665,865

301,576

301,576

-6,2

65,47

41,00

-11,00

4,80

0,95

569,49

668,197

305,105

305,105

-6,1

67,96

43,00

-11,00

4,90

0,94

569,660

671,619

310,82

310,82

-5,2

67,35

43,00

-10,00

4,80

0,98

570,638

670,229

310,82

310,82

-5,6

68,90

43,02

-10,50

4,90

0,98

570,234

672,617

313,567

313,567

2,84
2,68
2,54
2,61
2,51