Anda di halaman 1dari 14

PAPER

PERFORASI MEMBRAN TIMPANI

Disusun Oleh :
DIDIK EFENDI D.S
101001045
SYAFRINA INDRIANI 101001238
VELA ELSA
101001254
Pembimbing :

dr. Yuliani M Sp.THT,KL

KEPANITERAAN KLINIS SENIOR BAGIAN THT-KL


RS. HAJI MEDAN SUMATERA UTARA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
2014

PENDAHULUAN

Telinga merupakan organ yang paling sensitive


mengalami kerusakan akibat trauma. Trauma
dapat menyebabkan kerusakan multi system
dan cidera yang mengancam hidup. Pada
telinga, tekanan yang mengenai membrane
timpani berperan penting dan dipengaruhi oleh
orientasi kepala terhadap gelombang tekanan
sehingga jika terjadi trauma pada telinga dapat
menyebabkan cidera membrane timpani.

Anatomi Telinga
Telinga luar
terdiri dari daun telinga (aurikula) dan liang telinga (canal
auditory eksterna; CAE)

Telinga Tengah
telinga tengah terdiri dari membran timpani, kavum timpani,
tuba eustachius dan prosesus mastoideus

Telinga dalam
Telinga dalam terdiri dari koklea ( rumah siput ) yang berupa
dua setengah lingkaran dan vestibuler , dan kanalis
semisirkularis

Fisiologi Telinga
bunyi daun telinga gelombang yang dialirkan melalui udara
atau tulang ke koklea menggetarkan membran timpani
diteruskan ke telinga tengah rangkaian tulang pendengaran
mengamplifikasi getaran daya ungkit tulang pendengaran
Energi getar yang diamplifikasi ke stapes yang menggerakkan
tingkap lonjong perilimfa pada skala vestibule bergerak
membran Reissner mendorong endolimfa menimbulkan
gerak relative membran basilaris dan membran tektoria.
rangsang mekanik defleksi stereosilia sel-sel rambut, kanal
ion terbuka pelepasan ion bermuatan listrik dari badan sel
menimbulkan proses depolarisasi sel rambut melepaskan
neurotransmitter sinapsis potensial aksi pada saraf
auditorius nucleus auditorius korteks pendengaran di
lobus temporalis.

PERFORASI MEMBRAN TIMPANI


Defenisi
Perforasi membran timpani adalah suatu
keadaan dimana ditemukan lubang pada
gendang telinga. umumnya timbul sebagai
akibat dari trauma, otitis media atau
komplikasi bedah.

ETIOLOGI
Infeksi adalah sebab utama perforasi membran
timpani.
Perforasi traumatik dapat terjadi dari benda asing
yang masuk ke liang telinga (missal : dipukul
dengan tangan, jatuh ke air dengan kepala lebih
dulu masuk ke air).
Paparan tekanan tinggi dari sebuah ledakan dapat
merobek membran timpani dan objek yang
digunakan untuk membersihkan liang telinga juga
dapat mengakibatkan perforasi.

EPIDEMIOLOGI
Di Medan mendapatkan 36 telinga perforasi total,
perforasi sentral sebanyak 26 telinga, perforasi subtotal
dan atik masing-masing 1 telinga. Ologe dan Nwawolo
mendapatkan 6% siswa SD negeri di desa dengan
OMSK yang ditandai dengan perforasi persisten
membran timpani lebih dari 3 bulan.
GEJALA KLINIS
a. Telinga berair (Otorrhoe)
b. Gangguan pendengaran
c. Nyeri telinga (Otalgia)
d. Vertigo

JENIS JENIS PERFORASI


Perforasi membrana timpani, ada yang bersifat
akut ada pula yang kronik.
Perforasi akut, terutama yang berukuran kurang dari
atau sama dengan 25% secara teori dapat menutup
spontan dalam waktu beberapa hari sampai beberapa
bulan.
Perforasi membran timpani permanen adalah suatu
lubang pada membran timpani yang tidak dapat
menutup secara spontan dalam waktu tiga bulan
setelah perforasi.

Bentuk-Bentuk Perforasi
Perforasi sentral : Lokasi pada pars
tensa, bisa antero-inferior, postero-inferior
dan postero-superior, kadang-kadang sub
total.

Perforasi marginal : Terdapat pada


pinggir membran timpani dengan adanya
erosi dari annulus fibrosus yang sering
disertai jaringan granulasi.

Perforasi atik :Terjadi pada pars


flasida, berhubungan dengan primary
acquired cholesteatoma.

Anamnesa

Awal mula penyakit,


Riwayat penyakit terdahulu
Faktor risiko
Gejala klinis serta hal-hal lainnya

Diagnosa

Pemeriksaan
fisik dan
Pemeriksaan
penunjang

Pemeriksaan otoskopi,
Pemeriksaan audiometri
Pemeriksaan radiologi
Pemeriksaan bakteriologi

Komplikasi
Komplikasi OMSK terbagi dua, yaitu komplikasi
intratemporal dan komplikasi ekstratemporal. Komplikasi
intratemporal terdiri dari parese n. fasial dan labirinitis.
Komplikasi ekstratemporal terdiri dari abses ekstradural, abses
subdural, tromboflebitis sinus lateral, meningitis, abses otak
dan hidrosefalus otitis. Pada OMSK ini walaupun telinga
berair sudah bertahun-tahun lamanya telinga tidak merasa
sakit, apabila didapati telinga terasa sakit disertai demam, sakit
kepala hebat dan kejang menandakan telah terjadi komplikasi
ke intrakranial.

Penatalaksanaan
Prinsip penatalaksanaan dapat dibagi atas penatalaksanaan
medis dan bedah. Penatalaksanaan medis adalah aural toilet,
yaitu pembersihan telinga dari sekret, dan terapi antimikroba
topikal, yaitu pemberian tetes telinga antibiotik topikal.
Penatalaksanaan bedah dari adalah operasi mastoidektomi,
yang terdiri dari mastoidektomi sederhana yang bertujuan
untuk mengevakuasi penyakit yang hanya terbatas pada
rongga mastoid, dan mastoidektomi radikal yang bertujuan
untuk mengeradikasi seluruh penyakit di mastoid dan telinga
tengah, di mana rongga mastoid, telinga tengah, dan liang
telinga luar digabungkan menjadi satu ruangan sehingga
drainase mudah. Untuk kasus-kasus yang akan dilakukan
perbaikan fungsi pendengaran dilakukan timpanoplasti.

KESIMPULAN
Telinga merupakan organ pendengaran yang terdiri atas telinga luar, telinga
tengah, dan telinga dalam.
Perforasi membran timpani adalah suatu keadaan dimana ditemukan lubang
pada gendang telinga. Umumnya timbul sebagai akibat dari trauma, otitis
media atau komplikasi bedah. Gejala klinis biasanya telinga berair
(Otorrhoe), gangguan pendengaran, nyeri telinga (Otalgia) danVertigo.
Perforasi membrane timpani memiliki tipe yaitu: tipe sentral, tipe marginal,
dan tipe atik.
Komplikasi terbagi dua, yaitu komplikasi intratemporal (komplikasi
ekstrakranial) dan komplikasi ekstratemporal. Penatalaksanaan dapat kita
lakukan aural toilet, yaitu pembersihan telinga dari sekret, dan terapi
antimikroba topikal, yaitu pemberian tetes telinga antibiotik topikal juga
dapat dilakukan bedah dari adalah operasi mastoidektomi tetapi hanya batas
mastoid sedangkan untuk kasus-kasus yang akan dilakukan perbaikan
fungsi pendengaran dilakukan timpanoplasti

DAFTAR PUSTAKA
World Health Organization. PMCT SATRATEGI VISION 20102015: Preventing mother-to-child tranmission of HIV to reach
the UNGASAS and millennium Development Goals,2010
Maj Kedokt Indon. Tatalaksana Pencegahan Penularan
Vertikal dari Ibu Terinfeksi HIV ke Bayi yang Dilahirkan.
Volum: 59, Nomor: 10, Oktober 2009
Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Tatalaksana
Klinis dan Terapi Antiretroviral pada Orang Dewasa, 2011
Harim: 2012. Perforasi membrane timpani.
http;//www.perhati.kl.or.id/v1/wp-content
emedicine: L,Matthew. 2008. Tympanic Membrane
Perforation. http;//www.emedicine.com /ent/topic206.html.
jurnal.unismus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/116
/97
Repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/38669/4/chapter
%20II.pdf