Anda di halaman 1dari 1

Sosiologi Umum

DRUG TRAFFICKER DARI CIANJUR


Seorang perempuan bernama Ola dan dua sepupunya divonis oleh
pengadilan Tangerang. Ola adalah seorang drug trafficker. Drug trafficker adalah
predikat bagi pengatur lalu lintas narkotik jenis heroin dan kokain. Ola mengaku
bahwa ia dipaksa oleh suaminya yang bernama Tajudin atau Tony untuk
mengantarkan pesanan narkotik. Ola terpaksa mematuhi perintah suaminya karena
jika tidak ia akan disiksa oleh Tony. Ola bertemu Tony sekitar bulan Oktober
1997. Tony adalah seorang pria asal Nigeria. Tidak lama setelah mereka bertemu,
keduanya menikah di rumah orang tua Ola di Cianjur.
Awalnya Tony mengaku bahwa ia memiliki bisnis pakaian jadi kepada
Ola. Menjelang kelahiran anak pertama mereka, bisnis pakaian pun dihentikan.
Tony kembali pada bisnis asalnya yaitu narkotik. Ola terpaksa membantu bisnis
suaminya. Ia beberapa kali mengantarkan pesanan narkotik ke wilayah di Jakarta
hingga ke luar negeri. Dari pekerjaan ini, Ola mendapatkan penghasilan US$ 200
untuk setiap kali mengirim kurir ke luar negeri. Uang itu didapat dari potongan
upah kurir, yang mencapai US$ 3.000. Dari hasil pekerjaan ini pula, Tony dan Ola
mengontrak dua rumah sekaligus di kawasan Bogor dan Cinere, Jawa Barat.
Dua sepupu Ola, Rani Andriani 25 tahun dan Deni Setia Maharwan 28
tahun juga ikut divonis oleh pengadilan Tangerang. Mulanya, mereka meminjam
uang kepada Ola sampai akhirnya mereka pun ikut dalam bisnis narkotik ini.
Pada tanggal 12 Januari 2003, Ola dan dua sepupunya ditangkap di
Bandara Soekarno-Hatta. Ola dibekuk petugas di tempat parkir mobil Bandara.
Sedangkan Rani dan Deni ditangkap di dalam pesawat Cathay Pacific yang akan
terbang menuju London melalui Hongkong. Dari Rani, petugas menemukan 3,5
kilogram heroin, sementara Deni diperoleh 3 kilogram kokain. Dirumah Ola di
Bogor polisi menemukan 3,6 kilogram heroin. Pada hari yang sama, Tony
bersama empat temannya tewas dalam baku tembak dengan polisi di
kontrakannya, dikawasan Cipete, Jakarta Selatan.