Anda di halaman 1dari 50

SISTEM KARDIOVASKULAR I

DARAH
Anatomi Fisiologi Manusia 2
2013-2014

SISTEM KARDIOVASKULAR
Komponen penyusun
sistem kardiovaskular
yi:
1.Cairan sirkulasi:
darah
2.Pompa: jantung
3.Pipa penghubung:
pembuluh darah

DARAH
Darah merupakan
jaringan ikat berbentuk
cairan, terdiri dari sel
darah dan matriks
ekstraseluler yg disebut
plasma.
Darah berperan dalam
homeostasis dg cara
mentranspor O2, CO2,
nutrisi dan hormon ke dan
dari seluruh tubuh

Photomicrograph of a human blood smear stained with Wrights


stain.

FUNGSI DARAH
1.

Transport (alat angkut);

darah mengangkut O2 dari paru-paru ke slrh tubuh dan CO2 dari


slrh tubuh ke paru-paru
Mengangkut nutrisi dr saluran pencernaan ke slrh tubuh
Mengangkut hormon dr kelenjar endokrin ke slrh tubuh
Mendistribusikan panas & zat sisa dari berbagai organ u/
dikeluarkan dr tubuh

2.

Regulasi (pengaturan);

Sirkulasi darah membantu menjaga homeostasis slrh cairan tubuh


Mengatur pH tubuh dg perantaraan dapar (buffer) dan asam-asam
amino
Menjaga tekanan osmosis yg mempengaruhi kandungan air dlm sel

3.

Proteksi (perlindungan);

Darah memberi perlindungan dg cara menyumbat luka


Sel darah putih melindungi dari serangan penyakit dg cara
fagositosis

KARAKTERISTIK DARAH

Darah mengalir melalui semua pembuluh darah


kecuali pembuluh limfa
Darah lebih kental dan lebih adhesif drpd air
Viskositas darah berkisar antara 4,5 5,5
Suhu darah 38oC
pH 7,35 7,45
Volume darah laki-laki dewasa 5-6 liter; perempuan
dewasa 4-5 liter

PEMBENTUKKAN SEL DARAH


Hemopoiesis atau
Hematopoiesis adl proses
pembentukkan elemen darah (sel
darah merah/RBC, sel darah
putih/WBC & platelet)
Sebelum lahir: hemopoiesis
berlangsung di kantung yolk (yolk
sac) pd embrio, selanjutnya
dibentuk di hati, limfa, thymus, dan
nodus limfa pd fetus.
3 bln menjelang kelahiran
hingga lahir dan dewasa:
hemopoiesis berlangsung di
sumsum tulang merah (red bone
marrow)
Di sumsum tulang merah tdpt
pluripotent stem cell atau
hemocytoblast berkembang
menjadi bbrp tipe sel

Distribution of red bone marrow (hematopoietic active) in the adult. This


type of bone marrow tends to be located in cancellous bone tissue.
(Reproduced, with permission, from Krstc RV: Human Microscopic
Anatomy. Springer-Verlag, 1991.)

Diferensiasi pluripotential stem cells selama Hematopoiesis

Gambar Eritrosit, Leukosit & Platelet masuk ke dlm aliran darah melalui Sinusoid

KOMPONEN DARAH
Darah tdd 2 komponen, yi:
1. Plasma Darah
2. Sel & fragmen sel (Elemen pembangun darah
yg terlarut dlm plasma darah)

The major components of whole blood. When a blood sample is centrifuged, it separates into layers, the heaviest
particles (erythrocytes) moving to the bottom of the test tube. The least dense component is plasma, which is the top
layer.

PLASMA DARAH
Terdiri dari protein plasma (7%), zat-zat terlarut (1%), air (92%).
Protein plasma utama : albumin, globulin, fibrinogen.
Albumin : berperan mengatur tekanan osmotik serta
mentransport asam-asam lemak dan hormon-hormon.
Globulin : berperan dalam pertahanan tubuh (immunoglobulin)
serta mentransport ion-ion, hormon-hormon dan lipid.
Fibrinogen : berperan dalam proses pembekuan darah
Zat terlarut:
Elektrolit: membantu menjaga tekanan osmotik dan membantu
fungsi sel. Spt Na2+, K+, Ca2+, Mg2+, Cl-, HPO42-, SO42-, dan HCO3-.
Nutrisi: asam amino, glukosa, asam lemak, glisero, vitamin &
mineral
Gas: oksigen, karbondioksida, N2.
Substansi pengatur: enzim, hormon dan vitamin (kofaktor pd reaksi
enzimatis)
Zat sisa metabolisme: kebanyakan dr hsl perombakan metabolisme
protein, diangkut oleh darah utk dieksresikan. Mis: urea, asam urat,
kreatin, kreatinin, bilirubin dan amonia.

ELEMEN PEMBANGUN
Terdiri dari:
DARAH

Eritrosit (Sel Darah Merah),


yang bertugas mengangkut
oksigen
Leukosit (Sel Darah Putih),
yang berfungsi sebagai
pertahanan tubuh
Platelet (Trombosit/Keping
Darah), suatu fragmen sel
yang berperan dalam
pembekuan darah.

Dalam keadaan normal,


kandungan eritrosit dalam
darah adalah 45% dari total
volume darah.
kadar leukosit dan platelet
kurang dari 1% dari volume
total darah

ERITROSIT

Eritrosit = Red Blood Cells (RBC) = Sel


Darah Merah
Bentuk cakram bikonkaf
Tidak memiliki nukleus, sedikit terdapat
mitokondria
Mengandung hemoglobin yg dpt mengikat O2
Hemoglobin tdd protein yg dsbt globin dan
pigmen nonprotein yg dsbt heme. Pd bagian
tengah heme tdpt ion besi (Fe2+) yg mengikat
O2
Pd laki-laki dewasa = 5,4 juta sel/L darah;
pd wanita dewasa = 4,8 juta sel/L darah
Masa hidup sel darah merah = 120 hari
sel darah merah yg telah rusak akan di
hancurkan dg cara difagositosis oleh
makrofag di hati dan limfa

Structure of hemoglobin. (a) Hemoglobin is composed of the protein globin bound to the iron-containing heme
pigments. Each globin molecule has four polypeptide chains: two alpha () chains and two beta () chains. Each
chain is complexed with a heme group, shown as a circular green structure with iron at its center. (b) Structure of
a heme group.

PEMBENTUKKAN ERITROSIT

Eritrosit dibtk dr stem sel proeritroblas yg mengalami serangkaian


pembelahan. Setiap pembelahannya menghasilkan sel yg berbeda dan
semakin matang (dewasa). Pd akhirnya eritrosit yg matang akan
kehilangan inti sel dan mengandung banyak hemoglobin.

Pd proses pembelahan selnya memerlukan:

folat dan vit B12 yg diperlukan utk sintesis DNA;

zat besi yg diperlukan utk produksi hemoglobin.

Kekurangan komponen di atas mengakibatkan menurunnya produksi


eritrosit.

Produksi eritrosit distimulasi oleh menurunnya kadar oksigen darah.


Penyebab menurunnya kadar oksigen darah diantaranya:

berkurangnya sejumlah eritrosit,

ketinggian tempat,

ketidakmampuan sistem kardiovaskular dlm mengedarkan darah ke


seluruh jaringan, dan
bertambahnya kebutuhan oksigen spt pd saat melakukan latihan
ketahanan

PEMBENTUKKAN ERITROSIT
Kadar oksigen
darah

Ginjal

Kadar oksigen
darah

Produksi eritrosit di
sumsum tulang merah

Eritropoietin

1. Menurunnya kadar oksigen darah meningkatkan produksi eritrosit dg cara


meningkatkan pembemtukkan glikoprotein eritropoietin oleh ginjal.
2. Eritropoietin menstimulasi sumsum tulang merah utk memproduksi lebih banyak
eritrosit. Sehingga ketika kadar oksigen dlm darah menurun, produksi eritropoietin
meningkat yg mana akan meningkatkan produksi eritrosit.
3. Peningkatan sejumlah eritrosit meningkatkan kemampuan darah dlm mengangkut
oksigen.
4. Mekanisme ini mengembalikan kadar oksigen mjd normal kembali dan mjg homeostasis
dg cara meningkatkan pengangkutan oksigen ke seluruh jaringan.
5. Dan sebaliknya, jk kadar oksigen darah meningkat, akan sedikit eritropoietin yg
dilepaskan, dan produksi eritrosit pun berkurang.

PEROMBAKAN ERITROSIT

Eritrosit yg sdh tua, abnormal atau yg rusak akan dihilangkan dr


darah oleh makrofag yg trdpt di limpa dan hati.
Di dlm makrofag, bagian dari molekul globin dirombak mjd asam
amino yg akan digunakan kembali utk mbtk protein yg lain.
Zat besi yg dilepaskan dr heme diangkut dr darah ke sumsum tulang
merah dan digunakan utk menghasilkan hemoglobin baru.
Molekul heme diubah mjd bilirubin, yi molekul berwarna kuning. Scr
normal, bilirubin diserap oleh hati dan dilepaskan ke usus halus sbg
bagian dari getah empedu. Jk hati tdk berfungsi dg baik, atau jk aliran
getah empedu ke usus halus terhalang, maka bilirubin akan
terakumulasi dlm peredaran darah dan menyebabkan penyakit kuning
(jaundice).
Setelah mencapai usus halus, bilirubin diubah oleh bakteri mjd
pigmen lain (yi urobilinogen). Bbrp pigmen warna ini mberikan
warna coklat pd feses (yi sterkobilin), sedangkan yg lainnya diserap
dari usus halus ke darah, dimodifikasi oleh ginjal, dan dieksresikan
dlm urin, memberikan warna kuning pd urin (yi urobilin).

Siklus Hidup
Eritrosit

LEUKOSIT

1.
2.

Leukosit = White Blood Cells (WBC) = Sel Darah Putih


Sel bbtk bulat, berwarna putih krn tdk memiliki hemoglobin.
Ukurannya lebih besar dr eritrosit dan memiliki inti.
Fungsi leukosit:
Melindungi tubuh dari serangan mikroorganisme.
Menyingkirkan sel-sel mati dan partikel-partikel sisa dari
jaringan dg cara fagositosis.
Masa hidup sel darah putih bervariasi. Limfosit dpt hidup
hingga beberapa bulan bahkan tahun, sdk leukosit yg lain
terkadang hanya beberapa hari.
Kadar sel darah putih dlm tubuh sekitar 5.000 10.000 sel/L
darah
Dikelompokkan menjadi:
1. Granulosit, meliputi: neutrofil, eosinofil & basofil
2. Agranulosit, meliputi: limfosit & monosit

PENGELOMPOKKAN LEUKOSIT
Granulosit

NEUTROFIL: btk umum dr leukosit, memiliki


granul, memiliki inti yg berlobus (2-4 lobus), usia
netrofil dlm darah sktr 10-12 jam.
Fungsi: memfagosit mikroorganisme dan benda
asing.
Netrofil yg mati, sisa-sisa sel dan cairan mbtk
nanah pd lokasi infeksi.
BASOFIL: leukosit yg jmlhnya paling sedikit,
mengandung granul yg besar.
Inti memiliki 2 lobus
Melepaskan histamin, heparin & serotonin pd
reaksi antialergi yg mrpk bagian dr respon
inflamasi.
EOSINOFIL: Inti memiliki 2-5 lobus.
Melepaskan senyawa kimia yg melawan efek
histamin pd reaksi antialergi, fagosit kompleks
antigen-antibodi, menghancurkan bbrp cacing
parasit.

PENGELOMPOKKAN LEUKOSIT
Agranulosit
LIMFOSIT: leukosit yg berukuran paling kecil.
Berperan dl respon imun, meliputi reaksi antigenantibodi.
3 jenis limfosit:
1.Sel B: f/ menghancurkan bakteri dan menginaktifkan
racun yg dihasilkan bakteri tsb.
2.Sel T: f/ melawan virus, fungi, sel kanker, bbrp bakteri,
berperan dlm reaksi transfusi, alergi, dan penolakan thd
pencangkokan organ.
3.Natural killer cells: f/ menyerang bbg macam infeksi
mikroba dan sel tumor.
MONOSIT: leukosit yg berukuran paling besar.
Memiliki inti bbtk spt tapal kuda atau btk spt ginjal.
Setelah meningglakan darah dan masuk ke dlm
jaringan, berubah mjd makrofag, f/ fagosit bakteri,
sel-sel mati, fragmen sel.

Leukocytes. (a) Neutrophil. (b) Eosinophil. (c)


Basophil. (d) Small lymphocyte. (e) Monocyte. In each
case the leukocytes are surrounded by erythrocytes.
Note also the three platelets above the lymphocyte in
(d). (All 1600)

PLATELET

Platelet = Trombosit = Keping Darah


Usia dlm darah 5-9 hari
Terdapat banyak vesikel dlm sitoplasmanya, tp tidak memiliki inti.
Platelet berasal dari perombakan megakariosit pd sumsum tulang
merah
Jumlah normal dalam tubuh antara 150.000 400.000 sel/L darah
F/ pembentukkan sumbat platelet pd proses hemostasis, melepaskan
senyawa kimia yg mengawali vasokonstriksi pembuluh darah (vascular
spasm) dan pembekuan darah.

Genesis of platelets. The hemocytoblast gives rise to cells that undergo several mitotic divisions unaccompanied by
cytoplasmic division to produce megakaryocytes. The cytoplasm of the megakaryocyte becomes compartmentalized by
membranes, and the plasma membrane then fragments, liberating the platelets. (Intermediate stages between the
hemocytoblast and megakaryoblast are not illustrated.)

HEMOSTASIS
(PENGHENTIAN PENDARAHAN)

Hemostasis normal, penting bagi


kehidupan organisme, karena jika
terganggu, maka luka yang kecil
sekalipun dapat menyebabkan
perdarahan yang membahayakan
jiwa.
Hemostasis: serangkaian respon
utk menghentikan perdarahan
Hemostasis terbagi menjadi 2
yaitu: hemostasis primer dan
hemostasis sekunder.
3 Mekanisme hemostasis:
1.
2.
3.

Vasokonstriksi pembuluh darah


Pembentukan sumbat platelet
(platelet plug)
Pembekuan darah (koagulasi)
Scanning electron micrograph of erythrocytes trapped in a fibrin mesh. (3000)

HEMOSTASIS PRIMER

Proses penghentian keluarnya darah dari pembuluh darah


yang mengalami luka
Trombosit melekat pada serabut ikat jaringan kolagen pada
tepi luka. Selama pembuluh yang luka tidak begitu besar,
akan membentuk tutup yang berupa sumbat (agregasi
trombosit)
Trombosit mengalami peleburan dan membebaskan faktorfaktor trombosit.
Masuk dan melekatnya endotelium pembuluh ikut
menunjang penghentian perdarahan.
Waktu dari mulai terlukanya pembuluh sampai terbentuknya
sumbat yang belum stabil pada daerah luka disebut waktu
perdarahan (Bleeding Time).
Waktu perdarahan biasanya berlangsung sekitar 2-3 menit.

HEMOSTASIS SEKUNDER
Sumbat

trombosit yang terbentuk pada proses


hemostasis primer tidak dapat menutup luka
selamanya
Fungsi hemostasis sekunder adalah menutup
secara tuntas bagian yang terluka dengan
pembentukan jaringan parut yang secara
mekanis bersifat stabil.
Proses pembentukan benang-benang fibrin
melibatkan faktor-faktor pembekuan darah
dalam suatu reaksi berantai.

MEKANISME HEMOSTASIS

1. VASOKONSTRIKSI PEMBULUH
DARAH

Ketika arteri atau artetiol


mengalami kerusakan, secara
otomatis otot polos pd dinding
arteri maupun arteiol dg
segera berkontraksi, proses ini
disebut vascular spasm.
Proses ini bertujuan utk
mengurangi kehilangan darah
utk bbrp menit hingga bbrp
jam. Selama fase ini
berlangsung, serangkaian
mekanisme hemostasis
lainnya berlangsung.

2. PEMBENTUKKAN SUMBAT
PLATELET

Di dlm platelet tdpt bbrp senyawa kimia yg disimpan dlm vesikula yi


faktor-faktor pembekuan, ADP, ATP, Ca2+, dan serotonin.
Juga terdapat enzim yg menghasilkan tromboaksan A2, yi
prostaglandin; faktor penstabil fibrin (fibrin-stabilizing factor) yg
membantu memperkuat bekuan darah; lisosom; bbrp mitokondria;
sistem membran yang berperan penyimpanan kalsium dan
menyediakan saluran utk pelepasan isi granul; dan glikogen.
Di dlm platelet jg terdapat PDGF (platelet-derived growth factor) yi
hormon yg dpt menyebabkan proliferasi sel endotel pembuluh darah,
serabut otot polos pembuluh darah, dan fibroblas yg membantu pd
proses perbaikan kerusakan dinding pembuluh darah.

PROSES PEMBENTUKKAN SUMBAT


1. PLATELET
Adhesi platelet

Pd awalnya, platelet kontak dan menempel pd bagian pembuluh darah


yg rusak, misal pd serabut kolagen pd jaringan konektif di bagian
bawah sel endotel yg rusak. Proses ini dsb adhesi platelet.

2.

Reaksi pelepasan platelet

Adhesi platelet mengakibatkan platelet menjadi aktif dan karakteristik


nya berubah drastis. Platelet saling melekat satu sm lain dan
melepaskan vesikulanya. Fase ini disebut reaksi pelepasan platelet.
Pelepasan ADP dan tromboaksan A2 memegang peranan penting dg
mengaktivasi platelet di sebelahnya. Serotonin dan tromboaksan A2
berfungsi sbg vasokonstriktor, menyebabkan dan tetap menjaga
kontraksi otot polos pembuluh darah, dimana mengurangi aliran darah
melalui pembuluh yang mengalami kerusakan.
3.

Agregasi platelet
Pelepasan ADP membuat platelet yg lainnya saling melekat dan
membuat platelet2 tsb menjadi teraktivasi. Berkumpulnya platelet2 ini
dinamakan agregasi platelet. Akhirnya akumulasi dan pelekatan
sejumlah besar platelet membentuk suatu massa disebut sumbat platelet
(platelet plug).

PEMBENTUKKAN SUMBAT PLATELET

(1) Adhesi platelet

(2) Reaksi pelepasan platelet

(3) Agregasi platelet

3. PEMBEKUAN DARAH /
KOAGULASI

Pembekuan darah/koagulasi mrpk serangkaian proses reaksi


kimia yg mrpk puncak dlm pembentukkan benang-benang fibrin
Koagulasi melibatkan bbrp faktor koagulasi yi Ca 2+, bbrp enzim
inaktif yg disintesis oleh hepatosit (sel hati), dan molekulmolekul yg dilepaskan oleh jaringan yg rusak.
Koagulasi mrpk reaksi enzim berantai dimana msg2 faktor
mengaktivasi bbrp molekul yg akan memicu serangkaian reaksi
selanjutnya.
Koagulasi tdd 3 tahap:

1.

Jalur ekstrinsik dan jalur intrinsik mengawali pembentukkan


protrombinase.

2.

Protrombinase mengubah protrombin (plasma protein yg


dibentuk oleh hati) mjd enzim trombin.

3.

Trombin mengubah fibrinogen mjd fibrin. Fibrin mbtk benangbenang pd pembekuan darah.

JALUR EKSTRINSIK

Prosesnya berlangsung singkat dibanding jalur


intrinsik
Pd pembuluh darah yg rusak, sel-sel nya akan
melepaskan protein jaringan (tissue factor), dsbt
jg tromboplastin yg akan menginisiasi
pembentukkan protrombinase.
Dg adanya Ca2+, faktor jaringan akan memulai
serangkaian reaksi yg akhirnya akan
mengaktivasi faktor X dimana bersama dg
faktor V membentuk enzim aktif protrombinase.

JALUR INTRINSIK

Prosesnya berlangsung lebih lama dan lebih kompleks


dibandingkan dg jalur ekstrinsik
Ketika sel endotelium mengalami kerusakan, mk darah
akan melakukan kontak dg serabut kolagen d jaringan
konektif pembuluh darah.
Selain itu, kerusakan pd sel endotelium jg mengakibatkan
kerusakan pd platelet sehingga platelet melepaskan
fosfolipid platelet.
Adanya kontak dg serabut kolagen akan mengaktivasi
faktor XII yg akan memulai serangkaian reaksi yg
kemudian akan mengaktivasi faktor X.
fosfoli[pid platelet dan Ca2+ jg berperan dl aktivasi faktor
X.
Faktor X dan faktor V mengaktivasi enzim protrombinase.

JALUR UMUM (COMMON PATHWAY)


Pembentukkan protrombinase menandai
dimulainya jalur umum (common pathway).
Pd tahap kedua proses pembekuan darah,
protrombinase dan Ca2+ mengaktalisasi
perubahan protrombin trombin.
Pd tahap ketiga, trombin dg adanya Ca2+
mengubah fibrinogen benang2 fibrin.
Trombin jg mengaktivasi faktor XIII yg jg
dilepaskan oleh platelet yg terjebak pd bekuan.

TAHAP-TAHAP PEMBEKUAN DARAH

MEKANISME PENGENDALIAN
HEMOSTATIK

Pendarahan kecil sering tjd setiap saat di dlm tubuh. Krn


proses pembekuan darah melibatkan proses umpan balik
positif maka bekuan darah cenderung membesar dan hal ini
akan mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah yg
akhirnya akan menghambat aliran darah.
Sistem Fibrinolisis: menyingkirkan sejumlah kecil bekuan
yg berlebih atau menyingkirkan bekuan yg tdpt pd tempat yg
rusak ketika kerusakannya telah tertutup sempurna. Proses
ny disebut fibrinolisis.
Ketika bekuan terbentuk, plasma enzim yg inaktif disebut
plasminogen bergabung dg bekuan.
plasminogen plasmin (fibrinolisin)

Ketika plasmin terbentuk, plasmin dpt melarutkan bekuan


dengan mencerna benang fibrin dan menginakitivasi senyawa
spt fibrinogen, protrombin dan faktor V dan faktor XII

Simplified schematic of
events. The steps of
hemostasis are
illustrated as steps 1
3. are the major
phases of coagulation.
The color of the arrows
indicates their source
or destination: red from
tissue, purple from
platelets, and yellow to
fibrin.

GOLONGAN DARAH
Penggolongan darah ada 2, yi:
1. Tipe

ABO

2. Tipe

Rhesus (Rh)

Golongan Darah Tipe ABO


Penggolongan darah tipe ABO berdasarkan dua antigen
glikolipid A dan B pd membran plasma sel darah merah.
Plasma darah mengandung antibodi yg disebut aglutinogen yg
bereaksi dg antigen A dan B jika keduanya bertemu.
Antibodi anti-A bereaksi dg antigen A dan antibodi anti-B
bereaksi dg antigen B.
Di dlm darah seseorang tdk terdapat antibodi yg dpt bereaksi
dg antigen pd sel darah merahnya sendiri, tetapi memiliki
antibodi yg berlawanan dg antigen yg terdapat pd sel darah
merah sendiri

TES GOLONGAN
DARAH

Ketika serum yg mengandung


anti-A atau anti-B ditambahkan
ke sampel darah, aglutinasi
terjadi antara aglutinin dan
aglutinogen yg cocok (A atau B).
Seperti diperlihatkan dlm
gambar, aglutinasi terjadi pd
kedua sera darah tipe AB; dg
serum anti-B pd darah tipe B,
dg serum anti-A pd darah tipe
A. Aglutinasi tdk terjadi pd
darah tipe O

GOLONGAN DARAH TIPE RHESUS

Disebut tipe Rhesus krn pertama kali dipelajari pd monyet rhesus


Orang dg Rhesus positif (Rh +) memiliki antigen Rh pd permukaan
membran eritositnya
Orang dg Rhesus negatif (Rh ) tdk memiliki antigen Rh

Golongan darah tipe ABO dan Rhesus biasanya ditulis bersamaan,


misal orang yg memiliki golongan darah A-positif berari org tsb
bergolongan darah tipe A dg Rhesus positif.
Di dlm tubuh tdk tdpt antibodi antiRh. Kecuali jika seseorang Rh
kontak dg eritrosit Rh +.
Hal ini bisa terjadi melalui proses transfusi atau transfer darah
melalui plasenta dari fetus ke darah ibu.
Ketika seseorang Rh mendapatkan transfusi darah dr org Rh +,
resipien akan sensitif thd antigen Rh dan menghasilkan antibodi antiRh. Jika utk kedua kalinya mdpt transfusi darah Rh +, maka akan
terjadi aglutinasi dan hemolisis eritrosit.

Hemolytic Disease of Newborn (HDN)


(a)Pd kehamilan, biasanya sjmlh kecil darah fetus akan mengalir melewati plasenta
masuk ke dlm sirkulasi darah ibu. Masalah dpt timbul jika darah ibu Rh dan darah
bayi Rh +.
(b)Krn mengenali adanya antigen Rh, sistem imun ibu merespon dg membuat antibodi
anti-Rh.
(c)Pd kehamilan berikutnya, antibodi ibu melewati plasenta masuk ke dalam sirkulasi
darah bay. Jika fetus kedua Rh +, reaksi antigen-antibodi menyebabkan aglutinasi dan
hemolisis eritrosit fetus. Hasilnya adalah HDN.

ALHAMDULILLAH...

Merangkum kembali materi yg telah disampaikan


membantu proses pemahaman ^_^
Minggu depan quiz ya....

1.
2.
3.
4.
5.

Tuliskan bagaimana proses pembentukkan


darah!
Tuliskan perbedaan antara eritrosit, leukosit
dan trombosit dari segi struktur dan fungsi!
Tuliskan pembagian leukosit
Apa yang dimaksud dengan hemostasis
primer dan hemostasis sekunder?
Seorang anak akan di tes golongan darah.
Ketika serum yg mengandung anti-A
ditambahkan ke darah, terjadi aglutinasi.
Sedangkan ketika darah ditambahkan serum
anti-B darah tidak mengalami aglutinasi.
Dari hasil tes tersebut, kesimpulan apa yg
dapat diambil? Jelaskan alasannya!