Anda di halaman 1dari 3

3.

Diagnostic Tests
Pada sapi yang diduga menderita trombosis vena cava pada ekor, tes pembekuan
glutaraldehid harus dilakukan terlebih dulu, diikuti oleh analisis hematologi dan biokimia
(lengkap dengan jumlah sel darah dan diagnosa differensial, konsentrasi total protein dan
fibrinogen dan aktivitas enzim pada hati). Penting juga untuk dilakukan adalah pemeriksaan
endoskopik pada saluran pernapasan, radiografi paru-paru dan pemeriksaan ultrasonografi
pleura, hati, serta perut. Prosedur diagnostik yang paling penting adalah USG dari vena cava
caudal di ruang intercostal ke-11 atau ke-12 di sisi sebelah kanan dekat dengan hati.
Abdominocentesis harus dilakukan pada sapi dengan ascites.
3.1. Hematologi dan biokimia
Hasil analisis hematologi dan biokimia tidak spesifik pada sapi dengan trombosis di
vena cava caudal. Anemia ringan dan peningkatan konsentrasi protein total dan fibrinogen
terjadi sebagai akibat dari peradangan kronis. Waktu pembekuan tes glutaraldehid lebih
pendek dari biasanya karena peningkatan kadar total padatan dan fibrinogen. Anemia sedang
hingga berat dapat terjadi pada sapi dengan perdarahan paru. Obstruksi pada vena cava
cadual menghasilkan kongesti di hati. Sehingga, aktivitas enzim-enzim di hati, khususnya
enzim saluran empedu c-glutamil transferase (c-GT), dan pada kasus lanjut juga enzim
parenkim, meningkat.
3.2. Endokopi
Pemeriksaan endoskopi pada saluran pernapasan dan sitologi serta evaluasi
bakteriologi dari sekresi trakea memastikan sebuah diagnosa bronkopneumonia supuratif
kronis. Jumlah eritrosit yang banyak, yang terlihat secara mikroskopis pada sekresi trakea
dan/atau darah di trakea mengindikasikan pendarahan paru.
3.3. Radiografi
Radiografi paru-paru sering menunjukkan tidak teraturnya densitas paru-paru (Breeze
et al, 1976.); dan adanya perluasan daerah absis (Rebhun et al., 1980; Braun et al., 2002).
Suatu daerah peningkatan densitas yang dekat dengan vena cava caudal pada tingkat
diafragma menunjukkan abses, yang mungkin menyangkut dengan hati, dan pada sapi dengan
gejala pernapasan pendek, merupakan indikator yang dapat diandalkan terjadinya trombosis
vena cava.
3.4. Ultrasonografi
Diperkenalkannya pemeriksaan ultrasonografi vena cava caudal dekat hati adalah
langkah yang besar dalam diagnosa trombosis pada pembuluh ini. Ultrasonografi dari ruang
interkostal ke-11 dan ke-12 mengungkapkan bahwa vena cava caudal pada sapi yang sehat
adalah berbentuk segitiga di cross section (Gambar 6;. Braun, 1990). Obstruksi vena cava
caudal merupakan hasil dari trombus yang menyumbat pembuluh (Braun, 1990, 1997, 2002;.
Braun et al, 2002, 2003, 2005). Akibatnya, diameter vena cava caudal membesar,
menghasilkan tampilan berbentuk oval ketika dicitrakan dengan cross section (Gambar 7).
Trombus jarang dapat dilihat melalui ultrasonografi (Gambar 8) karena biasanya terletak
lebih ke depan dan terhalang oleh paru-paru. Selain itu, dengan penyumbatan vena cava

caudal, pembuluh darah hati yang bergabung dengannya, terutama vena hepatika kanan,
semakin membesar dan sangat menonjol (Gambar 9). Kadang-kadang abses hati dan ascites
dapat dilihat. Pemeriksaan ultrasonografi pada thorax dapat menunjukkan tanda-tanda
bronkopneumonia supuratif seperti artefak komet-ekor dan abses paru-paru.

Gambar 6. Ultrasonogram hati dan vena


cava caudal normal yang dicitrakan dari
ruang interkostal ke-11 menggunakan
transduser linear 3.5 Mhz. Vena cava caudal
berbentuk segitiga pada cross section. 1
dinding perut, 2 hati, 3 vena cava caudal;
Ds (dorsal), Vt (ventral).

Gambar
7. Ultrasonogram hati dan
penyumbatan vena cava caudal yang
dicitrakan dari ruang interkostal ke-11
menggunakan transduser linear 3.5 Mhz.
Vena cava caudal berbentuk oval pada cross
section. 1 dinding perut, 2 hati, 3 vena
cava caudal; Ds (dorsal), Vt (ventral).

Gambar
8. Ultrasonogram hati dan
penyumbatan vena cava caudal yang
mengandung trombus echogenic, dicitrakan
dari ruang interkostal ke-11 menggunakan
transduser linear 3.5 Mhz. Vena cava caudal
berbentuk oval pada cross section, dan berisi
trombus echogenic. 1 dinding perut, 2
hati, 3 vena cava caudal, 4 trombus di
vena cava caudal; Ds (dorsal), Vt (ventral).
(dicetak ulang dari Braun et al., 2003).

Gambar
9. Ultrasonogram hati dan
penyumbatan vena cava caudal yang
dicitrakan dari ruang interkostal ke-11
menggunakan transduser linear 3.5 Mhz.
Vena hepatika kanan melebar. 1 dinding
perut, 2 hati, 3 vena hepatika kanan; Ds
(dorsal), Vt (ventral).