Anda di halaman 1dari 4

Fendy Wijaya

1401010060- NFT

TP FIDAS 1
Due date: 16 September 2014
1. Eksperimen tidak langsung memberikan nilai benar dari hasil eksperimen, melainkan
memberikan hasil rata-rata yang mendekati nilai benar. Hasil rata rata yang didapatkan di
imbuhi dengan nilai besar kesalahan yang di beri simbol . Dengan nilai benar itu sediri adalah
. Namun demikian bukan berarti kita tidak dapat mendapatkan hasil eksperimen yang sesuai
dengan nilai benar, kemungkinan ini tetap ada namun kecil.
2. Kesalahan acak adalah kesalahan yang terjadi karena faktor lingkungan pada saat melakukan
suatu eksperimen yang terjadi secara tidak terduga. Perubahan suhu, tiupan angin mendadak,
gerakan yang tidak stabil. Cth: saat memanaskan gelas beker namun karena berada di depan
AC, sehingga tiupan dari AC membuat api spiritus tidak stabil. Panas pun tidak menyebar
dengan baik.
Kesalahan sistematis adalah kesalahan yang terjadi karena faktor alat dan pengamat. Saat
melakukan pengamatan, posisi pengamat yang kurang tepat dengan ketentuan dasar dalam
mengamati suatu eksperimen, pengamat yang kurang terampil menggunakan alat, dan
pengamat yang melakukan kesalahan dalam pengukuran dan penulisan data. Alat tidak
berfungsi dengan baik juga merupakaan kesalahan sistematis. Cth: Saat mengukur dengan
Amperemeter, kabel capit nya sudah usang sehingga tidak mampu menghantarkan listrik
dengan baik, hasil arus yang didapat lebih kecil dari seharusnya. Juga pengamat yang
mengamati tidak tegak lurus di depan melainkan melihat dari samping.
3. Yang menjadi penentu nilai angka penting adalah skala terkecil dari alat ukur yang digunakan
untuk mengukur serta nilai pecahan dari skala terkecil tersebut yang ditujukan agar lebih
detail dengan mengira-gira. Penggunaan jumlah angka penting yang banyak ( dikarenakan
menggunakan alat ukur yang skala minimalnya lebih kecil) lebih menghasilkan sebuah besaran
yang lebih detail dan lebih bisa di pertanggung jawabkan (reliable).
4.

A.
> Data yang didapat: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12.

= (0+1+2+3+4+5+6+7+8+9+10+11+12)/ 13
= 78/13 = 6
Rata rata yang didapat adalah 6.
> Lebar sebaran RMS s.
2 =

1
( )2
1

2 = 1/ (13-1). [(0-6)2+(1-6)2+(2-6)2+(3-6)2+(4-6)2+(5-6)2+(6-6)2+(7-6)2+(8-6)2+(9-6)2+(106)2+(11-6)2+(12-6)2]
=1/12.( 36+25+16+9+4+1+0+1+4+9+16+25+36)
=1/12.(182)
2 =15,167

S=15,167
S=3,8944
Lebar RMS s adalah 3,8944.
>Akurasi nilai rata-rata.
=
=

= 3,8944/13^1/2
= 1,08009

B.
Data yang didapat : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12
(n) kali percobaan : 0,1,2,3,4,5,6,5,4,3,2,1,0
Rata rata data:

= [(0.0)+(1.1)+(2.2)+(3.3)+(4.4)+(5.5)+(6.6)+(7.5)+(8.4)+(9.3)+(10.2)+(11.1)+(12.0)] /
(0+1+2+3+4+5+6+5+4+3+2+1+0)
= 0+1+4+9+16+25+36+35+32+27+20+11+0/36
=6
Rata rata data tsb: 6
Standar deviasi:
2

( )
=
1
2

=[0(0-6)^2+1(1-6)^2+2(2-6)^2+3(3-6)^2+4(4-6)^2+5(5-6)^2+6(6-6)^2+5(7-6)^2+4(86)^2+3(9-6)^2+2(10-6)^2+1(11-6)^2+0(12-6)^2]/(0-1)+(1-1)+(2-1)+(3-1)+(4-1)+(5-1)+(61)+(5-1)+(4-1)+(3-1)+(2-1)+(1-1)+(0-1)
=[1(25)+2(16)+3(9)+4(4)+5(1)+6(0)+5(1)+4(4)+3(9)+2(16)+1(25)+0(36)] / 23
=(25+32+27+16+5+6+5+16+27+32+25)/ 23
=216/23
=9,391
S = 9,391
S = 3,0645

Akurasi nilai rata-rata:


=


= 3,0645 / 23^1/2
= 0,6389

x
-2
0
2
4

y
2,1
2,4
2,5
3,5

tao
0,2
0,2
0,5
0,1

a
25
25
4
100
zigma 154

b
-105
0
20
1400
1315

0,245077149

2,498457017

c
-50
0
8
400
358

d
52,5
60
10
350
472,5

e
25
25
4
100
154

f
100
0
16
1600
1716

g
-50
0
8
400
128164