Anda di halaman 1dari 5

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh SWT atas berkat dan karunia yang
dilimpahkan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan PROPOSAL ILMIAH yang
berjudul KERAJINAN ANYAMAN PANDAN DI UKM SEJATI HANDICRAFT
Penulis sangat menyadari bahwa dalam penyusunan proposal ini masih banyak
kekurangan, hal ini disebabkan karena keterbatasan waktu, kemampuan, dan pengetahuan
penulis. Meskipun demikian penulis berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan
kemampuan yang penulis miliki serta dari bimbingan dan arahan dari teman-teman yang
telah memberikan pengalaman dan pengetahuan sebagai masukan, sehingga penulis dapat
menyelesaikan proposal ini dengan baik.
Dengan adanya keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki penulis,
maka dengan kerendahan hati penulis mengharapkan saran dan kritik karena masih
banyak kekurangan di sana-sini. Dan semoga proposal ini dapat bermanfaat.

Kebumen,

Oktober 2013

Ucok Adi Setiawan

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Wilayah Kab. Kebumen khususnya wilayah desa Grenggeng, Klapagada
merupakan sentra pengrajin anyaman pandan. Dari situ kami melihat kekayaan atau
potensi yang masih bisa ditingkatkan untuk menambah corak/ragam kreasi dari anyaman
pandan tersebut. Karena di wilayah tersebut hanya menghasilkan lembaran anyaman
(complong) atau produk setengah jadi yang merupakan warisan keahlian turun temurun
dari nenek moyang mereka.
Berbekal 5 tahun pengalaman kerja kami di Surabaya yang juga membuat
kerajinan dari olahan Mendong / enceng gondok, tercetus ide untuk mengolah complong
menjadi produk jadi yaitu tas anyaman pandan yang disesuaikan dengan karakter
complong daerah kami tersebut.
Sekitar akhir tahun 2011, kami pindah ke tempat asal kelahiran kami di daerah
Gombong, Kab. Kebumen karena melihat potensi bisnis kerajinan anyaman pandan yang
masih cukup menjanjikan. Kami mencoba memadukan olahan anyaman pandan dengan
bahan lain seperti kain sintetis, kain motif untuk dijadikan sebuah tas untuk berbagai
keperluan dan model. Sedikit demi sedikit kami mulai menyerap ide dari berbagai
sumber, baik dari media cetak, media elektronik maupun dari teman-teman yang
berkecimpung di usaha sejenis.Sampai saat ini kami sudah bisa mempekerjakan tenaga
aktif 3 orang (ibu rumah tangga).
Untuk pemasaran produk kami masih menggunakan system yang sangat
konvensional yaitu dari mulut ke mulut.Hal ini mengingat keterbatasan banyak hal yang
sangat mempengaruhi produktifitas usaha kami.

Latar Belakang Perusahaan

Gambaran Umum Perusahaan


SEJATI HANDICRAFT merupakan usaha kecil menengah yang bergerak dalam
bidang pengolahan anyaman pandan. Usaha ini merupakan bisnis keluarga yang baru
berlangsung sekitar 2 tahun, terhitung sejak awal beroperasi Oktober 2011. Usaha ini
terletak di Ds. Semanding Kec.Gombong, Kabupaten Kebumen. Perusahaan ini didirikan
oleh Ucok Adi Setiawan selaku pemilik dari perusahaan ini.
Sampai saat ini, industri kerajinan ini baru mempekerjakan 5 orang pengrajin
dengan sistem borongan dan menghasilkan berbagai model tas anyaman.
3.1.1. Data Perusahaan
- Nama Perusahaan
- Bidang Usaha
- Jenis Produk / Jasa
- Alamat Perusahaan

:
:
:
:

SEJATI HANDICRAFT
Kerajinan Anyaman Pandan
Tas Anyaman Pandan
Rt 04 Rw VI Desa Semanding Kec.
Gombong, Kab. Kebumen, Prop. Jawa

- Nomor Telepon
- Bank Perusahaan

Tengah.
: 081331465525
: BRI Cabang Gombong

3.1.2. Biodata Pemilik / Pengurus


-

Nama
Jabatan
Tempat/tanggal lahir
Pendidikan terakhir
Alamat/tempat tinggal

:
:
:
:
:

Ucok Adi Setiawan


Direktur
Kebumen, 07 Maret 1978
STM
Rt 04 Rw VI Desa Semanding Kec.
Gombong, Kab. Kebumen, Prop. Jawa

- NomorTelepon

Tengah.
: 081331465525

VISI :
-

Menjadi salah satu badan usaha kerajinan olahan pandan yang diakui secara
nasional maupun internasional

MISI :
-

Memberdayakan Potensi Alam Dan Manusia Di Tempat Tinggal Kami.


Menjadikan Kerajinan Anyaman Pandan Lebih Mempunyai Nilai Ekonomis
Dan Nilai Estetika
Mensejahterahkan / Meningkatkan Income (Pendapatan) Keluarga

IDE DASAR :
Wilayah Kab. Kebumen khususnya wilayah desa Grenggeng, Klapagada
merupakan sentra pengrajin anyaman pandan. Dari situ kami melihat kekayaan atau
potensi yang masih bisa ditingkatkan untuk menambah corak/ragam kreasi dari anyaman
pandan tersebut. Karena di wilayah tersebut hanya menghasilkan lembaran anyaman
(complong) atau produk setengah jadi yang merupakan warisan keahlian turun temurun
dari nenek moyang mereka.
Berbekal 5 tahun pengalaman kerja kami di Surabaya yang juga membuat
kerajinan dari olahan Mendong/enceng gondok, tercetus ide untuk mengolah complong
menjadi produk jadi yaitu tas anyaman pandan yang disesuaikan dengan karakter
complong daerah kami tersebut.
Sekitar akhir tahun 2011, kami pindah ke tempat asal kelahiran kami di daerah
Gombong Kab. Kebumen karena melihat potensi bisnis kerajinan anyaman pandan yang
ada.
Kami mencoba memadukan olahan anyaman pandan dengan bahan lain seperti
kain sintetis, kain motif untuk dijadikan sebuah tas untuk berbagai keperluandan model.
Sedikit demi sedikit kami mulai menyerap ide dari berbagai sumber, baik dari media
cetak, media elektronik maupun dari teman-teman yang berkecimpung di usaha sejenis.
Sampai saat ini kami sudah bisa mempekerjakan tenaga aktif 5 orang (ibu rumah tangga).
Pemasaran produk kami berawal dari mulut ke mulut.

Kendala / hambatan
1. Bahan baku
- Kami kesulitan untuk memesan complong secara eceran karena kuantitas yang
kami butuhkan masih relative sedikit jadi terkadang kami hanya mendapatkan
sisa-sisa dari pemesan lain dari luar daerah / kota yang memesan dalam jumlah
besar.
- Kami kesulitan untuk memesan motif / corak anyaman yang dibutuhkan karena
kami masih mengambil / membeli dari produsen anyaman
2. Tenaga dan alat produksi
Kami memerlukan pelatihan-pelatihan mengenai menjahit yang untuk mencapai
taraf mahir dan mengerti membutuhkan waktu yang lama. Sementara ini masih

otodidak, belum ada yang memfasilitasi baik dari pihak pemerintah maupun
swasta.
Ketersediaan mesin jahit yang kurang sehingga apabila salah satu mesin jahit
mengalami kerusakan kegiatan produksi jadi terhambat.
3. Finansial / keuangan
- Pengelolaan managemen masih secara sederhana.
- Kekurangan modal usaha untuk memenuhi jumlah pesanan yang besar.
4. Pemasaran produk
Sampai saat ini belum ada instansi pemerintah maupun swasta yang membimbing
dan mengarahkan, media pemasaran hanya melalui media keluarga/dari mulut ke
mulut.
Berdasar uraian kami diatas,besar harapan proposal kami diterima untuk diikut
sertakan dalam ajang pameran produksi yang Bapak / Ibu kelola.
Karena untuk saat ini untuk pemasaran produk kami masih dipegang oleh pengusaha
yang lebih mengetahui atau sudah berpengalaman,jadi produksi kami belum mempunyai
nama tersendiri masih memakai atau mengikuti kemauan pengusaha tersebut. Kami
mempunyai harapan agar produksi kami diakui berasal dari daerah kami sendiri.
Atas semua perhatian Bapak / Ibu,kami ucapkan banyak terima kasih