Anda di halaman 1dari 11

Laporan

Praktikum MPD

BAB I
PENDAHULUAN

Tinjauan Umum
Motor bakar adalah nama lain dari mesin panas. Adapun yang disebut
dengan mesin panas adalah peralatan yang mampu merubah energi kima yang
dimiliki bahan bakar menjadi energi panas yang untuk selanjutnya dirubah dengan
suatu mekanisme menjadi energi mekanis.
Dalam praktikum ini motor bakar yang di maksud adalah motor
pembakaran dalam, khususnya motor diesel dan motor bensin.
1.1.

Latar Belakang
Motor pembakaran dalam merupakan salah satu peralatan penggerak mula

yang berfungsi sebagai penggerak awal peralatan baik peralatan yang memiliki
kapasitas kecil maupun besar. Motor pembakaran dalam termasuk jenis motor
dengan konversi energi tak langsung, hal ini berarti bahwa energi bahan bakar
tidak langsung dimanfaatkan menjadi energi mekanis, akan tetapi energi bahan
bakar diubah menjadi eenergi panas melalui proses pembakaran untuk selanjutnya
di ubah menjadi energi mekanis.
Selama proses pembakaran ( perubahan energi ) tersebut, terjadi beberapa
kerugian, antara lain kerugian karena pendinginan mesin, kerugian mekanis
peralatan, kerugian karena pembakaran yang tidak sempurna, dan kerugian lain
seperti kandungan air pada bahan bakar. Sebagai konsekuensinya, daya yang
dihasilkan motor akan jauh lebih kecil dari pada energi yang dihasilkan dari
pembakaran bahan bakar tersebut. Biasanya effisiensi kendaraan bermotor yang
ada sekarang ini berkisar 35 45 %.
Dari penjelasan di atas, untuk mengetahui besarnya effisiensi motor bakar
serta berbagai variable yang memengaruhi effisiensi motor, maka perlu diadakan
percobaan percobaan terhadap motor bakar.

D-3 Teknik Mesin FTI -

Laporan
Praktikum MPD

1.2.

Tujuan
Sesuai dengan program studi yang ada di jurusan D3 Teknik Mesin,

Mahasiswa ditekankan untuk dapat mengerti tentang mata kuliah yang didapatnya
di bangku kuliah serta dapat mengaplikasikannya dalam suatu kegiatan nyata,
seperti kerja praktek serta praktikum, dimana salah satunya adalah praktikum
motor bakar.
Sedang tujuan dari praktikum motor bakar ini sendiri adalah
- Agar mahasiswa dapat mengoperasikan motor bakar, khususnya untuk
motor bensin dan motor diesel.
- Mencari karakteristik sebuah mesin, khususnya motor bensin dan motor
diesel.
1.3.

Batasan Masalah
Pada praktikum motor bakar ini, pembahasan hanya dilakukan pada motor

diesel dan motor bensin. Untuk perhitungan diutamakan pada Daya motor,
Momen Torsi, SFC, dan Tekanan Rata rata.
1.4.

Metodologi
Secara garis besar, metodologi yang digunakan dalam penulisan laporan

praktikum ini dapat di sebutkan sebagai berikut ini:


1. Studi Literatur
Mempelajari literature literature yang ada untuk menambah pemahaman
tentang Motor Bensin dan Motor Diesel.
2. Studi Lapangan
Melakukan pengoperasian secara langsung baik untuk motor bensin
maupun motor diesel.
3. Praktikum
Melakukan praktikum untuk mendapatkan data data praktikum yang di
butuhkan.
4. Analisa Data Praktikum

D-3 Teknik Mesin FTI -

Laporan
Praktikum MPD

Melakukan analisa data hasil praktikum secara statistic maupun


analisis.
5. Kesimpulan
Mendapatkan kesimpulan pasti dari analisis data khususnya dan
kesimpulan hasil praktikum umumnya.
1.5.

Sistematika Penulisan Laporan


Dalam menyusun laporan ini kita menggunakan sistematika penulisan

dalam bab bab yang saling melengkapi, sebagai berikut:


BAB I. PENDAHULUAN
BAB II. DASAR TEORI
BAB III. PROSEDUR PERCOBAAN
BABV. PEMBAHASAN
BAB VI. KESIMPULAN

D-3 Teknik Mesin FTI -

Laporan
Praktikum MPD

BAB II
DASAR TEORI
Proses termodinamika dan kimia yang terjadi dalam motor baker torak
amat sangat kompleks untuk di analisa menurut teori dasar yang ada. Maka dari
itu, untuk memudahkan analisa proses tersebut perlu dilakukan pendekatan secara
teoritis (siklus ideal). Dimana apabila kita melakukan pendekatan yang semakin
ideal maka akan semakin mudah kita untuk menganalisa akan tetapi hasil yang
kita peroleh akan semakin jauh dari kondisi motor yang sebenarnya. Pendekatan
yang di ambil biasanya adalah siklus standart, untuk lebih jelasnya di jelaskan di
bawah ini.
2.1.

Siklus Otto ( Motor Bensin ).


Siklus otto dapat digambarkan dalam diagram P V diagram sebagai

berikut.

P
3

1
V
Gambar 1-1

P-V diagram untuk siklus Otto

Proses kerja:
1. Langkah Hisap (4-1)
Dimana piston bergerak turun dari TMA ( Titik Mati Atas ) ke TMB
( Titik Mati Bawah ), dan inlet valve terbuka sehingga bahan bakar
masuk ke ruang bakar. Proses yang terjadi disini adalah proses tekanan
konstan.

D-3 Teknik Mesin FTI -

Laporan
Praktikum MPD

2. Langkah Kompresi (1-2)


Dimana piston bergerak dari TMB ke TMA, dan inlet valve serta
exhaust valve dalam keadaan tertutup sehingga tekanan di ruang bakar
naik, beberapa saat sebelum TMA (12o) terjadi pembakaran bahan
bakar diruang bakar, proses yang terjadi adalah proses isentropic.
3. Langkah Ekspansi (2-3)
Akibat dari pembakaran bahan bakar, tekanan diruang bakar sangat
tinggi sehingga mampu menggerakkan piston kembali ke TMB dan
terjadi langkah ekspansi,
4. Langkah Buang (3-4)
Dimana piston bergerak ke bawah ( TMA ke TMB ), sedang exhaust
valve terbuka dan inlet valve tertutup sehingga sisa hasil pembakaran
akan terbuang.
Asumsi asumsi ideal yang di gunakan:
1. Fluida kerja ( campuran bahan bakar dengan udara ) dianggap sebagai gas
ideal yang memiliki kalor spesifik tetap.
2. Siklus yang terjadi dianggap tertutup, artinya pada saat siklus ini
berlangsung dengan fluida kerja yang sama atau gas yang berada dalam
silinder pada titik 1 dapat di keluarkan dari dalam silinder pada waktu
langkah buang, tetapi pada saat langkah hisap akan masuk fluida kerja
yang pula.
2.2. Siklus Diesel ( Motor Diesel )
Motor diesel adalah motor bakar torak yang berbeda deangan motor
bensin. Perbedaan utama keduanya adalah pada system penyalaan, yaitu pada
motor bensin penyalaan dilakukan oleh busi tetapi pada motor diesel penyalaan
terjadi karena temperature ruang bakar yang tinggi ( 400 oC ) akibat tekanan yang
terjadi di ruang bakar yang sangat tinggi baru bahan bakar di injeksikan, oleh
karena itu pada saat langkah hisap yang masuk ke ruang bakar hanya udara murni
sedang bahan bakar di injeksikan pada saat pembakaran dan ini berbeda dengan

D-3 Teknik Mesin FTI -

Laporan
Praktikum MPD

motor bensin yang pada saat langkah hisap yang masuk ke ruang bakar adalah
campuran bahan bakar dengan udara sedang pembakaran terjadi karena percikan
bunga api dari busi.
Motor diesel pada umumnya memiliki perbandingan kompresi antara 14
hingga 19. kompresi yang tinggi ini di perlukan untuk menciptakan temperature
pembakaran yang sesuai, dan biasanya motor diesel memiliki putaran rendah
( sekitar 4000 rpm ). Pada mulanya motor diesel diciptakan untuk memenuhi
siklus diesel ideal, seperti siklus otto tetapi pemasukan kalornya di lakukan pada
tekanan konstan dan pada operasinya mengalami siklus tekanan terbatas ( siklus
diesel ). Yang ditemukan oleh Dr.Rudolf Diesel tahun 1973.
Siklus diesel dapat digambarkan dalam diagram P V sebagai berikut:
P
3
2
4
1
Gambar 1-2

P-V diagram untuk siklus Diesel

Untuk siklus ini di gunakan pendekatan ideal seperti pada motor bensin
yaitu siklus volume ideal, kecuali pada pemasukan kalr q m diesel dilakukan pada
tekanan konstan.
Proses kerja:
1. langkah hisap (1-2)
pada saat langkah hisap berlangsung piston bergerak ke bawah ( dari
TMA ke TMB) dan katup hisap terbuka sedang katup exhaust tertutup
sehingga udara bersih masuk kedalam ruang bakar.

D-3 Teknik Mesin FTI -

Laporan
Praktikum MPD

2. langkah kompresi (2-3)


pada saat langkah kompresi katup buang dan katup hisap dalam
keadaan tetutup sehingga tidak ada udara yang masuk ataupun keluar
dari ruang bakar, dan pada langkah ini piston bergerak dari TMB ke
TMA sehingga tekanan dalam ruang bakar akan naik seiring naiknya
piston. Pada langkah kompresi ini, kira kira 15o sebelum TMA
bahan bakar di injeksikan kedalam ruang bakar yang sudah dalam
kondisi siap untuk pembakaran, sehingga terjadi pembakaran bahan
bakar.
3. langkah ekspansi (3-4)
pembakaran bahan bakar akan menyebabkan kenaikan tekanan yang
sangat tinggi, sehingga piston terdorong kembali untuk bergerak ke
TMB.
4. langkah buang (4-1)
pada saat langkah buang katup exhaust terbuka sedang katup hisap
tertutup sehingga sisa hasil pembakran yang berada dalam ruang bakar
keluar.
Asumsi asumsi ideal yang di gunakan:
1. Fluida kerja ( campuran bahan bakar dengan udara ) dianggap sebagai
gas ideal yang memiliki kalor spesifik tetap.
2. siklus yang terjadi dianggap tertutup, artinya pada saat siklus ini
berlangsung dengan fluida kerja yang sama atau gas yang berada
dalam silinder pada titik 1 dapat di keluarkan dari dalam silinder pada
waktu langkah buang, tetapi pada saat langkah hisap akan masuk
fluida kerja yang pula.

2.3. Unjuk kerja motor bensin dan diesel


2.3.1.

Daya

D-3 Teknik Mesin FTI -

Laporan
Praktikum MPD

Pada motor bakar torak, daya yang berguna ialah daya yang terjadi pada poros.
Karena poros itulah yang menggerakkan beban motor. Daya poros itu sendiri
dibangkitkan oleh daya indicator yang merupakan daya hasil pembakaran
yang menggerakkan piston. Sebagian besar daya indicator yang dihasilkan dari
hasil pembakaran bahan bakar di gunakan untuk mengatasi gerak mekanik pada
peralatan mesin itu sendiri, misalnya kerugian karena gesekan antara diding
silinder dengan ring piston, poros dengan bantalan. Disamping itu pula daya
indicator ini juga harus menggerkkan berbagai peralatan tambahan seperti pompa
pelumas, pompa air pendingin atau pompa bahan bakar dan generator
listrik,sehingga daya akir yang efektif yang dihasilkan dari proses pembaklaran
adalah
Ne = Ni ( Ng + Na )
keterangan:
Ne

= daya proses atau daya effektif (Ps)

Ni

= daya indicator (Pg)

Ng

= daya gesek (Ps)

Na

= daya aksesori (Pa)

Untuk mengetahui daya poros diperlukan beberapa peralatan laboratorium


dbutuhkan dinamometer untuk mengukur momen puter dan tacometer untuk
mengukur kecepatan putaran poros engkol kemudian daya poros dihitung dengan
persamaan :

BHP

N
g b 746

keterangan:
BHP (Ne )

= daya generator (effektif) mesin (Hp)

N(P)

= daya mesin ( V.I ) (watt)

= effisiensi generator

= effisiensi belt (0,96)

D-3 Teknik Mesin FTI -

Laporan
Praktikum MPD

dari persamaan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa ( Na + Ng ) harus dibuat


sekecil mungkin agar Ne yang diperoleh dapat sebesar mungkin.
2.3.2. Momen Torsi
Poros yang bergerak dengan kecepatan tertentu, akan menghasilkan
momen torsi atau momen puntir, waktu berputarnya dan torsi sendiri adalah
kemampuan mesin untuk menghasilkan kerja:
746.60.BHP
2 .n

keterangan:
T

= Torsi ( N.m)

BHP

= daya generator (daya effektif) (Hp)

= kecepatan putaran mesin (rpm)

2.3.3. Pemakaian bahan bakar spesifik (BSFC).


Pemakaian bahan bakar spesifik adalah suatu pernyataan yang dikonsumsi
motor untuk menghasilkan tenaga sebesar 1 KW selama selang waktu satu jam.
Jika dalam pengujian di peroleh data penggunaan bahan bakar bakar dengan masa
tertentu dalam 1 detik dan tenaga yang dihasilkan sebesar Ne (BHP),
maka pemakaian bahan bakar per-jamnya adalah:
BSFC

m
BHP.t

.
BHP.t

keterangan:
m = Massa bahan bakar ( . v ) (kg)

= Density bahan bakar ( bensin 0,73 kg/m3 = 730


kg/L dan untuk solar 0,84 kg/m3 = 840 kg/l)

D-3 Teknik Mesin FTI -

Laporan
Praktikum MPD

= Waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan bb 20


cc

2.3.4. Effisiensi Thermis


Effisiensi thermis tergantung dari pada BSFC dan LHV (Q) atau Law
Heating Value (nilai kalor karakter bawah, persamaannya yaitu :
th

632,5
.100%
BSFC.Q

keterangan :
BSFC

pemakaian

bahan

bakar

spesifik(

LHV (Q)

= nilai kalor bawah bahan bakar ( Kg )

Kg
)
Hp.Jam
KKal

2.3.5. Tekanan Effektif Rata Rata (BMEP)


Tekanan effektif rata rata (BMEP) dideffinisikan sebagai tekanan
hypothesis yang terjadi pada piston sepanjang langkah ekspansi. Sehingga
persamaan yang dapat digunakan:

BMEP

BHP.746.x
V L .n s .N rot

keterangan:
BMEP

= Tekanan effektif rata rata (N/m2)

VL

= Volume langkah silinder (cm3)

= Jumlah siklus tiap putaran


(x = 1 untuk mesin 2 langkah)
(x = 2 untuk mesin 4 langkah)

ns

= Jumlah silinder

Nrot

= kecepatan putaran mesin (rpm)

D-3 Teknik Mesin FTI -

10

Laporan
Praktikum MPD

D-3 Teknik Mesin FTI -

11

Anda mungkin juga menyukai