Anda di halaman 1dari 3

Nyeri akut

Tujuan : selama dilakukan MANDIRI:


intervensi

keperawatan

2x24 jam, pasien tidak

mengalami nyeri.

Mengkaji tanda-tanda vital.


R:
peningkatan
tanda-tanda
menunjukkan

respon

fisiologis

vital
tubuh

terhadap nyeri
Kriteria Evaluasi:

Pertahankan imobilisasi bagian yang sakit


R: Menghilangkan nyeri dan mencegah

Ibu tampak rileks dan

kesalahan posisi tulang yang cedra

santai
Ibu mau berpartisipasi

Evaluasi

dalam aktivitas/tidur/

perhatikan karakteristik, lokasi, termasuk

istirahat yang tepat


Ibu
mampu

intensitasnya

menggunakanan

tanda vital dan emosi).


R: Mempengaruhi pilihan

intervensi.

(skala

0-10).

Perhatikan

Tingkat

keefektifan

intensitas

dapat

mempengaruhi persepsi reaksi terhadap nyeri.

dalam batas normal


:

nyeri/ketidaknyamanan,

petunjuk nyeri non verbal (perubahan tanda-

ketrampilan relaksasi
tanda-tanda
vital

TD

keluhan

110-133/63-83

Dorong menggunakan teknik manajemen

mmHg

stres (relaksasi, latihan nafas dalam, imajinasi

N : 75-100 x/menit

visualisasi, sentuhan terapeutik.


R:
Menfokuskan
kembali
meningkatkan

RR : 15-20 x/menit

koping

dalam

rasa

kontrol

manajemen

perhatian,
kemampuan
nyeri

yang

mungkin menetap untuk periode lebih lama


KOLABORASI:

Pemberian terapi analgetik bersama dokter

Resiko infeksi Tujuan : selama dilakukan MANDIRI:


intervensi

keperawatan

2x24 jam, resiko infeksi

Kaji tanda-tanda infeksi dan vital sign.


R : Mengetahui tanda-tanda infeksi dan

tidak terjadi

menentukan intervensi selanjutnya.

Kriteria Hasil:
Tidak

ada

Gunakan tehnik septik dan antiseptik.


R : Dapat mencegah terjadinya kontaminasi
dengan kuman penyebab infeksi.

tanda-tanda

infeksi (rubor, dolor, kalor,

Ganti balutan post SC tiap 3 hari atau


sebelum pulang
R : Verban yang basah dan kotor dapat

tumor, fungsio laise)

menjadi tempat berkembang biaknya kuman


Luka post SC sembuh
dengan baik

penyebab infeksi.

Berikan edukasi kepada Ibu tentang cara


pencegahan infeksi.
R : Memberikan pengertian kepada klien
agar dapat mengetahui tentang perawatan
luka.

KOLABORASI:

Penatalaksanaan pemberian obat antibiotik.


R : Obat antibiotik dapat membunuh kuman
penyebab infeksi.

Tujuan

Meningkatka

dilakukan

keperawatan selama 2x24

perawatan bayi secara mandiri.


R : Meningkatkan kemandirian ibu dalam

Pengetahuan

jam,

perawatan bayi.

Ibu

Lahir

Setelah
tindakan

Ibu

dapat

Beri kesempatan ibu untuk melakukan

tentang memperoleh pengetahuan

Perawatan
Bayi

Kesiapan

mengenai perawatan bayi

Baru baru

lahir

dan

dapat

Libatkan suami dalam perawatan bayi.


R : Keterlibatan bapak/suami dalam
perawatan

merawat bayinya

bayi

akan

membantu

meningkatkan keterikatan batih ibu dengan


bayi.

Kriteria Hasil:

Ibu

dapat

Latih ibu untuk perawatan payudara secara


mandiri dan teratur.
R : Perawatan payudara secara teratur akan

menyebutkan

cara

produksi

ASI

secara

perawatan bayi yang

kontinyu sehingga kebutuhan bayi akan ASI

benar

tercukupi.

seperti

memandikan,
merawat tali pusat,

mempertahankan

menyusui.
Ibu

bila tidak terdapat komplikasi pada ibu atau


bayi.
R : perawatan gabung akan meningkatka

dapat

mempraktikan secara

ikatan antara ibu dan bayi sedini mungkin

mandiri cara merawat


bayi

yang

dan untuk meningkatkan kemandirian ibu

benar

seperti memandikan,
merawat tali pusat,

Lakukan rawat gabung sesegera mungkin

terhadap perawatan bayi

Beri informasi kepada Ibu tentang perawatan


bayi baru lahir
R : informasi yang benar akan membantu ibu

dan menyusui

untuk memberikan perawatan yang terbaik


untuk bayinya.

Beri

reinforcement

positif

kepada

Ibu

terhadap pengetahuan yang sudah dikuasai


R : reinforcement positif akan memberikan
semangat dan menigkatkan motivasi Ibu
untuk senantiasa memberikan perawatan
bayinya dengan baik dan benar