Anda di halaman 1dari 1

Patogenesis Treponema pallidum

Manusia merupakan hospes alami satu-satunya bagi Treponema pallidum, dan infeksi terjadi
melalui kontak seksual. Organisme ini menembus mukosa atau masuk melalui kulit yang mempunyai
luka kecil. Setelah berada di dalam hospes, organisme tersebut akan memperbanyak dan segera
memasuki aliran darah dan pembuluh limfe dan menyebar ke jaringan lain. Jaringan yang menjadi
sasaran meliputi kelenjar limfe, kulit, selaput mukosa, hati, limpa, ginjal, jantung, tulang, mata,
selaput otak, dan susunan syaraf pusat.
Pada wanita, lesi awal biasanya terdapat pada labia, dinding vagina, atau pada serviks. Pada
pria, lesi awal terdapat pada batang penis atau glans penis. Lesi primer dapat pula terjadi pada bibir,
lidah, tonsil, atau daerah kulit lainnya.
Setelah menembus aliran darah secara specifik Treponema pallidum menambatkan diri pada
sejumlah besar jaringan. Selain menambatkan diri, Treponema pallidum memiliki sedikitnya 3 faktor
virulensi yang secara parsial menetralkan respons imun.
1. Zat glikosaminoglikan yang serupa dengan asam hialuronat bekerja sebagai faktor
antikomplemen. Polisakarida berantai lurus panjang ini melapisi seluruh permukaan luar
organisme. Zat tersebut mengganggu daya bunuh bakteri Treponema pallidum melalui jalur
komplemen klasik(tergantung antibodi).
2. Disamping itu Treponema pallidum membawa asam sialat pada permukaannya, yang dapat
memperlambat aktivasi dan pembunuhan melalui jalur komplemen alternative(tidak tergantung
antibodi).
3. Treponema pallidum tampaknya memiliki suatu jalur siklooksigenase yang utuh dan mampu
membentuk prostaglandin E2-nya sendiri dan mampu menghambat pemrosesan imun dini
dengan cara merangsang kegiatan supresor dari makrofag.