Anda di halaman 1dari 10

Analisa Data

No
1

Tanda

Etiologi
Riwayat DM keluarga

DS :
- Pasien

Problem
Risiko

mengatakan

sedang hamil 32 minggu


- Pasien
mengatakan
3

Ketidakstabilan
terdiagnosa DM 3 tahun Kadar
yang lalu

Glukosa

Darah

tahun yang lalu masuk RS


karena kencing manis dn
menjalani

pengobatan

glibenclamyd
- Pasien mengatakan hanya
rutin menjalani pengobatan
selama

berhenti

karena

sehat
- Pasien

bulan

lalu

merasa

mengatakan

ayahnya meninggal karena


penyakit DM
- Pasien mengatakan

jika

luka lama sembuh


- Pasien mengatakan tidak
ada pantangan makanan

mendapatkan terapi untuk


pengobatan glibenclamyd
pasien

hanya

rutin

meminum obat 1 bulan


kemudian berhenti
tidak ada
pantangan makanan
kondisi kadar glukosa
darah belum stabil
asupan

gula

pada

DO :

konsumsi makanan tidak

- GDA pasien :

terkontrol

Saat

masuk

UGD

200

mg/dL

ketidak

stabilan

18.00 tgl 27 : 200 mg/dL

glukosa darah

kadar

08.00 tgl 28 : 250 mg/dL


hiperglikemi
jika megalami luka sulit
sembuh karena viskositas
darah meningkat
2

Do :

Kerusakan sekresi insulin

Resiko

Gangguan

GDS : 250 mg/dL


TD : 140/90 mmHg
Usia
kehamilan

minggu
DJJ : 155x / menit
Proteinuria +2

Hubungan
32

kadar

gula

dalam darah

Pasien

mengatakan

didiagnosa

diabetes

mellitus type 2
Pasien
mengatakan
setiap

transport Janin

Peningkatan

tahun yang lalu pernah

glukosa ke dalam intrasel

Ds :
-

Gangguan

Ibu

hari

minum

Diagnosa DM tipe 2
Putus obat gibenklamid
Tidak pernah monitor
gula darah

gelas kopi
Kadar

gula

darah

tidak

terkontrol
Resiko

ketidakstabilan

kadar gula darah

Pusing, lemah.
Riwayat DM

DS :
- Pasien mengatakan 6 hari

jaringan

yang lalu main dihalaman,

Mengalami luka pada

kemudian terkena kerikil

ekstremitas

dan terluka. Diberi betadin


tetapi tak kunjung sembuh
- Pasien mengatakan dari
dulu jika ada luka lama
sembuh
- Pasien
lukanya

mengatakan
growing,

berlubang,

ada

nyeri,
cairan

kekuningan dan bau tidak


enak
DO :
- Hasil pemeriksaan fisik :

Gangguan integritas

Terjadi reaksi inflamasi


Aktivasi mediator
inflamasi seperti
histamine
Aktivasi reseptor nyeri
Respon nyeri

pada kaki kanan terlihat

Luka lama sembuh

ada luka dibawah ibu jari

karena terjadi

kaki ukuran 2x2cm, luka

peningkatan kadar

terlihat

dalam,

dengan

lapisan kulit hilang


- Pada luka terdapat lubang
dalam seperti terowongan
berbatas

tegas,

tidak

mencapai dasar luka


- Terdapat jaringan
nekrotik

kekuninagn

dengan

efek dari inflamasi


Produksi eksudat
meningkat sebagai
hasil proses inflamasi
Proses perbaikan

Warna

kulit

merah

kehitaman,
ada,

jaringan kulit sebagai

jumlah

sedang

tidak

Terjadi kerusakan

luka

lengket
- Terdapat eksudat purulent
berbau

glukosa darah

sekitar

luka

jaringan secara alami

edema

endurasi

3cm

terjadi granulasi

meluas ke 1-2 % sekitar


luka,

granulasi

20

kemerahan, epitalisasi 25 %,
CRT 3 detik

warna kulit sekitar luka


menjadi hitam
kemerahan
luka berbentuk
terowongan
gangguan perfusi
darah
CRT 3 detik

Intervensi Keperawatan
Dx

Tgl/

Tujuan

Kep
1

Jam
28.10.2

Setelah

014/

diharapkan

Jam

menunjukkan

11.00

dengan kriteria :

Intervensi Keperawatan &


dilakukan

tindakan

Rasionalisasi
keperawatan Monitor kadar glukosa darah pasien

selama

5x24

jam

klien

R : Mengetahui pengobatan dan mengetahui

kadar

glukosa

yang

stabil

kestabilan gula darah

Monitor tanda dan gejala hiperglikemi, poliuri,

Kadar glukosa pasien dalam batas normal

polidipsi, polifagi, kelelahan, mata kabur dan

GD puasa (60-100), GD Sewaktu ( kurang

sakit kepala

dari 200)

R : dengan mengetahui gejala bisa dilakukan

Pasien

dapat

memanagmen

diabetesnya

segera pengobatan yang sesuai agar tdak

sendiri dengan kriteria :

Ttd

Dapat memonitor glukosa darah

terjadi komplikasi lanjutan

Monitor tekanan darah ortostatik dan nadi

Melakukan pengobatan dan cara mengobati

R : untuk mengetahui kondisi umum pasien

gejala

yang sudah mempunyai riwayat hipertensi dan


dalam keadaan hamil pasien bisa mengalami
eklamsi

Kolaborasi dengan dokter tentang dosis insulin


R : pemberian terapi sesuai dosis akan
menunjukan peningkayan kesehatan pasien

Berikan injeksi insulin sesuai dosis


R : Insulin diberikan karena gagal pengobatan
pada

oral

dan

managemen

untuk

krisis

hiperglikemi
Identifikasi pemicu hiperglikemia

R : mengetahui penyebab akan mempermudah


untuk mengatasi permasalahan
Ajarkan pasien cara mencegah, mengenali, dan

manajemen hiperglikemi
R : agar pasien mandiri dan tahu pencegahan
mengenali dan memanagemen hiperglikemi
Berikan diet yang sesuai untuk pasien

28/10/

Setelah

2014

antepartum diharapkan klien :

status nutrisi

Gula darah normal

berat badan

TD normal

tekanan darah

Tidak ada proteinuria

gula darah

nilai protein

DJJ

14.00

dilakukan

tindakan

keperawatan

Monitor

R : pemantauan nutrisi, berat badan, gula


darah, dan protein pasien menggambarkan
pasien dalam kondisi yang baik atau ada yang
membahayakan kondisinya. DJJ berfungsi
untuk

mengetahui

kondisi

janin

dalam

kandungan.
-

Minta pasien tetap melakukan latihan fisik

(misal senam hamil) dan juga tetap menjaga


istirahat yang cukup
R

latihan

fisik

dan

istirahat

dapat

menurunkan gula darah pasien


-

Instruksikan

pasien

untuk

melakukan

pemeriksaan kehamilan secara teratur


R : mengetahui kondisi janin pasien
-

Rujuk program suplemen makanan tambahan


yang sesuai
R : suplemen makanan yang sesuai anjuran
akan memperkecil resiko peningkatan gula
darah

Instruksikan klien untuk melakukan teknik


perawatan diri untuk meningkatkan kesehatan
(misal, diet, modifikasi aktifitas, pemeriksaan
gula darah)
R : dengan perawatan diri pasien dapat
menjaga

kesehatannya

yang

sbelumnya

pernah didiagnosa DM 2
-

Instruksikan pasien menggunakan obat sesuai


yang diresepkan
R : penggunaan obat yang teratur dan sesuai
resep dapat meningkatkan kesehatan pasien

Dokumentasi

edukasi

pada

klien,

hasil

laboratorium, hasil tes pada janin dan respon


pasien
3

28/10/2

Setelah

dilakukan

014

selama

6x24

jam

tindakan

keperawatan

diharapkan

Tekstur kulit membaik 13


CRT normal 14
Lesi berkurang 13
Granulasi berkurang 24
Erythema berkurang 24
Nekrosis berkurang 24
Indurasi berkurang 13
Drainase purulen menurun 13

R : membuat rekam medis pasien


Catat karakteristik luka (lokasi, warna,

ukuran, drainase, bau)


R : Mengetahui kondisi keparahan luka
Bersihkan dengan normal saline atau

integritas

jaringan membaik dan luka klien tertangani ,


dengan kriteria hasil:

pembersih antibakteri jika perlu


R : Normal saline atau antibakteri dapat

mencegah infeksi
Lakukan perawatan pada luka dan kulit

sekitar luka
R : Membersihkan luka
Gunakan obat salap dengan tepat pada
kulit atau luka bila perlu
R : Obat salap dapat

Bau pada luka berkurang 14


-

membantu

menyembuhkan luka
Lakukan pembalutan dengan tepat sesuai
dengan tipe luka
R : Pembalutan yang sesuai dengan tipe

luka dapat membantu


Gunakan tehnik steril dalam melakukan
pembalutan luka
R : Untuk melindungi diri dan terhindar dari

kontaminasi
Ganti balutan dengan segera jika terdapat
cairan atau balutan tampak kotor
R: Untuk membersihkan eksudat pada luka
Periksa luka setiap penggantian balutan
R Mengetahui kondisi luka

Bandingkan dan catat perubahan pada luka

secara rutin
R : Mengetahui apakah luka membaik atau

tidak
Posisikan pasien dengan nyaman dan tepat
(tidak menekan area yang luka)
R: Menekan area luka dapat memperparah

kondisi luka
Ajarkan klien dan keluarga tentang tehnik
perawatan luka yang benar dan tepat
R : Mengajarkan kemandirian pada

keluarga dalam merawat luka pasien


Instruksikan pada klien dan keluarga
tentang tanda dan gejala infeksi
R: Meningkatkan pengetahuan keluarga

tentang infeksi
Dokumentasikan

luka

(lokasi,

warna,

ukuran,drainase, bau)
R: Sebagai bukti dan memonitor keadaan
luka