Anda di halaman 1dari 17

GANGGUAN CEMAS

MENYELURUH
Pembimbing: dr. elly ingkiriwang, sp.kj

MARDHA DHIAN HASTARINI


11.2014.015
FK UKRIDA

DEFINISI

Gangguan anxietas menyeluruh (Generalized Anxiety


Disorder, GAD) adalah anxietas kekhawatiran yang
berlebihan mengenai beberapa peristiwa atau aktivitas
hampir sepanjang hari selama sedikitnya 6 bulan. (DSM-IVTR)

TABEL 1. PERBEDAAN GANGGUAN


CEMAS NORMAL DENGAN GANGGUAN
CEMAS MENYELURUH

Cemas Normal

Gangguan Cemas Menyeluruh

Kecemasan tidak menghalangi kegiatan sehari- Kecemasan menggangu kegitan sehari-hari,


hari

pekerjaan dan kehidupan social

Kecemasan dapat terkontrol

Kecemasan tidak terkontrol

Kecemasan tidak menyebabkan penderitaan Kecemasan yang menyebabkan penderitaan


yang signifikan

yang signifikan (stress)

Kecemasan realities dan dapat membatasinya

Cemasakan

berbagai

hal

dan

cenderung

berpikiran negatif.
Kecemasan dalam waktu singkat

Kecemasan hampir setiap hari dan paling sedikit


6 bulan.

ETIOLOGI

1. Teori Biologik
Neurotransmitter: Norepinefrin, serotonin, dan GABA
2. Teori Genetik
3. Faktor psikososial
perilaku kognitif: pasien dengan gangguan cemas
menyeluruh memberikan respon pada hal-hal yang
secara tidak benar dan tidak akurat dianggap sebagai
bahaya.
psikoanalitik mendalikan bahwa anxietas adalah gejala
konflik yang tidak disadari dan tidak terselesaikan.

FAKTOR RISIKO

Wanita
Kesulitan pada masa kecil.
Penyakit
Stres.
Kepribadian.
Genetik.
Penggunaan zat.

EPIDEMIOLOGI

o Perempuan:laki-laki 2:1
o Diperkirakan jumlah mereka yang menderita gangguan
kecemasan ini mencapai 5% dari jumlah penduduk.
o Insidens yang cukup tinggi pada usia 35-45 tahun.

GAMBARAN KLINIS

Gejala utama:
Anxietas
ketegangan motorik
hiperaktivitas autonom
kewaspadaan secara kognitif.

DIAGNOSIS (DSM-IV-TR)
a. Kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan yang timbul
hampir setiap hari, sepanjang hari, terjadi selama sekurangnya 6
bulan, tentang sejumlah aktivitas atau kejadian (seperti pekerjaan
atau aktivitas sekolah)
b. Penderita merasa sulit mengendalikan kekhawatirannya
c. Kecemasan atau kekhawatiran disertai tiga atau lebih dari enam
gejala berikut ini (dengan sekurangnya beberapa gejala lebih
banyak terjadi dibandingkan tidak terjadi selama enam bulan
terakhir). Catatan : hanya satu nomor yang diperlukan pada anak :
1.

Kegelisahan

2.

Merasa mudah lelah

3.

Sulit berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong

4.

Iritabilitas

5.

Ketegangan otot

6. Gangguan tidur (Sulit tertidur atau tetap tidur, atau tidur


gelisah, dan tidak memuaskan.)

LANJUTAN.

d. Fokus kecemasan dan kekhawatiran tidak terbatas pada gangguan aksis I,


misalnya kecemasan atau ketakutan adalah bukan tentang menderita suatu
serangan panik (seperti pada gangguan panik), merasa malu pada situasi umum
(seperti pada fobia sosial), terkontaminasi (seperti pada gangguan obsesif
kompulsif), merasa jauh dari rumah atau sanak saudara dekat (seperti
gangguan anxietas perpisahan), penambahan berat badan (seperti pada
anoreksia nervosa), menderita keluhan fisik berganda (seperti pada gangguan
somatisasi), atau menderita penyakit serius (seperti pada hipokondriasis) serta
kecemasan dan kekhawatiran tidak terjadi semata-mata selama gangguan stres
pasca trauma.
e. Kecemasan, kekhawatiran, atau gejala fisik menyebabkan penderitaan yang
bermakna secara klinis, atau gangguan pada fungsi sosial, pekerjaan, atau
fungsi penting lain.
f. Gangguan yang terjadi adalah bukan karena efek fisiologis langsung dari
suatu zat (misalnya penyalahgunaan zat, medikasi) atau kondisi medis umum
(misalnya hipertiroidisme), dan tidak terjadi semata-mata selama suatu
gangguan mood, gangguan psikotik, atau gangguan perkembangan pervasif.

DIAGNOSIS (PPDGJ III)


1. Pasien harus menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang
berlangsung hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai
beberapa bulan, yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada
keadaan situasi khusus tertentu saja (sifatnya free floating atau
mengambang)
2. Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut :
Kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa seperti di ujung
tanduk, sulit konsentrasi, dan sebagainya);
Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak
dapat santai); dan
Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan, berkeringat,
jantung berdebar-debar, sesak napas, keluhan lambung, pusing
kepala, mulut kering dan sebagainya).
3. Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan
untuk ditenangkan (reassurance) serta keluhan-keluhan somatic
berulang yang menonjol

LANJUTAN.

4. Adanya gejala-gejala lain yang sifatnya sementara (untuk


beberapa hari), khususnya depresi, tidak membatalkan
diagnosis utama Gangguan Anxietas Menyeluruh, selama
hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari episode
depresif (F32), gangguan anxietas fobik (F40), gangguan
panik (F41.0), atau gangguan obsesif-kompulsif (F42).
Termasuk : Neurosis anxietas, Reaksi anxietas,
Keadaann anxietas
Keadaan anxietas
Tidak termasuk : Neurastenia ( F48.0)

DIAGNOSIS BANDING
Gangguan
panik

Fobia

OCD

Hipokondr Gangguan
iasis
Stres
pasca
trauma

Ansietas
berat
dalam kirakira satu
bulan.
Dapat
terjadi juga
anxietas
antisipatori
k

kecemasan
terjadi
terhadap
objek/hal
tertentu
sehingga
pasien
berusaha
untuk
menghinda
rinya

pasien
melakukan
tindakan
berulangulang
(kompulsi)
untuk
menghilang
kan
kecemasan
nya

pasien
merasa
cemas
terhadap
penyakit
serius
ataupun
gejalagejala fisik
yang
menurut
pasien
dirasakann

kecemasan
berhubung
an dengan
sutau
peristiwa
ataupun
trauma
yang
sebelumnya
dialami
oleh pasien

FARMAKOTERAPI

Obat: Buspiron, Benzodiazepine, SSRI, Venlafaksin


Mekanisme kerja: Sindrom anxietas disebabkan
hiperaktivitas dari system limbic SSP yang terdiri dari
dopaminergic, noradrenergic, serotonergic neurons
yang dikendalikan oleh GABA-ergic neurons (Gamma
Amino Butiric Acid, suatu inhibitory neurotransmitter).
Obat anti anxietas benzodiazepin akan bereaksi dengan
reseptornya (benzodiazepine receptor).
Efek samping: sedasi dan relaksasi otot.

TABEL 2. SEDIAAN OBAT ANTIANXIETAS DAN DOSIS ANJURAN


(MENURUT MIMS VOL. 30-2001)
No
1.

Nama Generik
Diazepam

Nama Dagang

Sediaan

Diazepin

Tab. 2-5 mg

Lovium

Tab. 2-5 mg

Stesolid

Tab. 2-5 mg

Dosis Anjuran
10-30 mg/h

Amp. 10mg/2cc
2.

3.

Chlordiazepoxide

Lorazepam

Cetabrium

Drg. 5-10 mg

Arsitran

Tab. 5 mg

Tensinyl

Cap. 5 mg

Ativan

Tab. 0,5-1-2 mg

Renaquil

Tab. 1 mg

15-30 mg/h

2-3 x 1 mg/h

4.

Clobazam

Frisium

Tab. 10 mg

2-3 x 1m mg/h

5.

Alprazolam

Xanax

Tab. 0,25-0,5 mg

0,75-1,50 mg/h

Alganax

Tab. 0,25-0,5 mg

6.

Sulpiride

Dogmatil

Cap. 50 mg

100-200 mg/h

7.

Buspirone

Buspar

Tab. 10 mg

15-30 mg/h

8.

Hydroxyzine

Iterax

Caplet 25 mg

3x25 mg/h

PSIKOTERAPI

Cognitive Behavioral Theraphy (CBT)


Dalam CBT, terapis akan memberikan latihan
pernafasan dan teknik relaksasi ketika menghadapi
kecemasan, dalam terapi ini terapis berusaha membantu
pasien menemukan ketenangan dengan menciptakan rileks
dalam diri individu, bersamaan dengan itu pasien juga
diberikan sugesti bahwa kecemasan-kecemasan yang
muncul itu tidak realistis.

PROGNOSIS

Ad vitam
: bonam
Ad Fungsionam : dubia ad malam
Ad Sanationam : dubia ad malam

THANK YOU