Anda di halaman 1dari 8

Pertemuan 3

Hubungan Linear

Hubungan sebab-akibat antara berbagai variabel


ekonomi, misalnya antara permintaan dan harga,
antara investasi dan tingkat bunga, dapat dengan
mudah dinyatakan serta diterangkan dalam bentuk
fungsi. Di antara berbagai macam hubungan
fungsional yang ada, hubungan linear merupakan
bentuk yang paling dasar dan paling sering
digunakan dalam analisis ekonomi.

A. Penggal dan Lereng Garis Lurus


a:

penggal

garis

y=a+bx , yakni nilai


y
b:

pada
lereng

y
x
Pada

x=0 ,

y
=b
x

x=0
garis,

yakni

Pada

y
=b
x=1 ,
x

Pada

x=2 ,

y
=b
x

Lereng fungsi linear selalu konstan.


Dalam kasus-kasus tertentu, garis dari sebuah
persamaan linear dapat berupa garis horizontal
sejarar sumbu

atau garis vertikal sejajar sumbu

y . Gal ini terjadi apabila lereng garisnya sama


dengan 0 (nol), sehingga ruas kanan persaman
hanya
tinggal
sebuah
konstanta
yang
melambangkan penggal garis tersebut.

y=a
sejajar

berupa garis lurus


sumbu

horizontal

x , besar kecilnya nilai


x

tidak mempengaruhi

nilai

x=c
vertikal

berupa

y ,

garis

besar

mempengaruhi nilai

x .

y .
lurus

kecilnya

sejajar

sumbu
tidak

B. Pembentukan Persamaan Linear


1) Cara Dwi-Koordinat
Apabila diketahui dua buah titik

dan

dengan koordinat masing- masing (


dan

x 2 , y 2 ),

maka

rumus

x1, y1 )

persamaan

linearnya adalah:

y y 1 x x1
=
y 2 y 1 x 2x 1

2) Cara Koordinat-Lereng
Apabila diketahui sebuah titik
koordinat
adalah

dengan

x 1 , y 1 ) dan lereng garisnya

b , maka rumus persamaan linearnya

adalah:

y y 1=b( xx 1)
3) Cara Penggal-Lereng
Sebuah persamaan linear dapat pula dibentuk
apabila diketahui penggalnya pada salah satu
sumbu dan lereng garis yang memenuhi
persamaan tersebut.

y=a+bx

(
lereng)

a= penggal,

b=

4) Cara Dwi-Penggal
Sebuah persamaan linear dapat dibentuk
apabila diketahui penggal garis tersebut pada
masing- masing sumbu,
penggal pada sumbu vertikal (ketika

x=0 )

penggal pada sumbu horizontal (ketika

y=0 )
Apabila

dan

masing-masing dalah

penggal pada sumbu- sumbu vertikal dan


horizontal dari sebuah garis lurus, maka
persamaan garisnya adalah

a
y=a x
c
a= penggal vertikal
horizontal

c=

penggal

C. Hubungan Dua Garis Lurus


Dalam sistem sepasang sumbu silang, dua buah
garis lurus mempunyai empat macam kemungkinan
bentuk hubungan yang:
Berimpit

Sejajar

Berpotongan

Tegak lurus

D. Pencarian Akar-akar Persamaan Linear


Pencarian besarnya harga bilangan-bilangan anu
(bilangan tak-diketahui) dari beberapa persamaan
linear, dengan kata lain penyelesaian persamaanpersamaan linear secara serempak (simultaneously),
dapat dilakukan melalui tiga macam cara:
1. Cara substitusi
Contoh:

Carilah nilai variabel-variabel

dan

dari dua persamaan berikut:

2 x +3 y=21

dan

x+ 4 y =23

x+ 4 y =23 x=234 y
2 x +3 y=21

2 (234 y )+ 3 y=21
468 y +3 y=21

5 y =2146
y=

25
5

y=5 x=234 (5) x=3

2. Cara eliminasi
Dua persamaan dengan dua bilangan anu
dapat diselesaikan dengan cara menghilangkan
untuk sementara (mengeliminasi) salah satu
dari bilangan anu yang ada, sehingga dapat
dihitung nilai dari bilangan anu yang lain.

2 x +3 y=21

|x1|

2 x +3 y=21

x+ 4 y =23

|x2|

2 x +8 y =46

5 y =25 y=5

2 x +3 y=21
2 x +3 ( 5 )=21
x=

2115
x=3
2

3. Cara determinan
Cara determinan bisa digunakan untuk
menyelesaikan persamaan yang jumlahnya
banyak.
Determinan secara umum dilambangkan
dengan notasi.