Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan teknologi komunikasi dalam hal ini handphone terjadi sangat
pesat. Pemanfaatan teknologi yang multifungsi menjadikan segala sesuatunya
menjadi praktis membuat perangkat komunikasi sebagai kebutuhan primer bagi
masyarakat, salah satunya adalah telepon seluler (handphone). Dari handphone yang
awalnya memiliki fungsi sebagai alat komunikasi (telepon dan SMS), berkembang
menjadi telepon genggam dengan layar berwarna yang memiliki kamera dan speaker
yang dapat digunakan untuk memutar musik. Pola konsumsi konsumen saat ini yang
selalu menginginkan kemudahan dalam berkomunikasi mendorong produsen ponsel
untuk menciptakan smartphone. Smartphone seperti yang kita kenal saat ini,
berkembang dengan inovasi model berupa touchscreen serta beberapa fitur tambahan
misalnya dapat digunakan browsing dengan basis jaringan 4G serta kamera tambahan
di depan yang berfungsi untuk melakukan video call ataupun selfie.
Semakin cepatnya perubahan dan perkembangan teknologi dan informasi
menyebabkan persaingan dalam dunia bisnis semakin kompetitif. Hal tersebut dapat
dilihat dengan semakin maraknya muncul produk-produk dengan inovasi yang
cemerlang. Seiring dibukanya AFTA (ASEAN Free Trade Area) pada tahun 2015,
membuat marketing perusahaan berpikir keras tentang strategi-strategi penjualan

produknya. Selain harus bersaing dalam hal kualitas, developer perusahaan juga
dituntut untuk memahami pola perilaku konsumen yang tidak mudah di tebak, sesuai
dengan ragam budaya yang dimiliki mereka.
Apple sebagai perusahaan yang meluncurkan smartphones, pertama kali pada
tahun 2007 tidak henti melakukan inovasi dalam produknya. Iphone 6 dan iphone 6+
merupakan inovasi terbaru yang mereka keluarkan. Harga untuk iphone 6 64GB di
Indonesia saat ini adalah Rp. 12.400.000 sedangkan iphone 6+ 64GB adalah Rp.
14.000.000 (Pulsa.com, 2015). Dengan harga yang relatif mahal tersebut ternyata
tidak mempengaruhi penjualan produk mereka, produk Apple mencatat rekor
penjualan yaitu 10 juta unit iphone 6 dan 6+ terjual dalam waktu 72 jam di dunia
(businesswire.com, 2014). Di Indonesia sendiri telah banyak perusahaan smartphone
yang menjual produk dengan spesifikasi tidak jauh berbeda dengan produk Apple,
misalnya Samsung, Oppo, XiaoMi dll dengan harga yang relatif lebih murah.
Misalnya produk Samsung Galaxy S5 yang dibandrol dengan harga Rp. 6.600.000
(Pulsa.com, 2015). Produk Samsung ini memiliki spesifikasi yang tidak jauh berbeda
dengan iphone 6, bahkan beberapa spesifikasinya lebih unggul seperti pada tabel 1.1
di bawah ini:
Tabel 1.1
Perbedaan spesifikasi Samsung S5 Galaxy dan Iphone 6 64GB
Aspek
Harga
Memori
RAM

Samsung S5 Galaxy S5 SM-G900I


Rp. 6.600.000

Iphone 6 64GB
Rp. 12.400.000

2GB RAM

1GB RAM

Kamera
Memori Data

16 MP kamera primer & 2 MP


kamera sekunder
32 GB & Available memori eksternal

8 MP kamera primer & 1.2 MP


kamera sekunder
64 GB & Unavaible

Sumber: Pulsa.com (2015).

Seorang pemuda di China bernama Wei Chu memilih menyewakan kekasihnya


untuk berkencan dengan pria lain untuk mendapatkan uang membeli iphone 6
(detik.com, 2014). Lain lagi yang terjadi di Detroit, Amerika Serikat. Seorang pria
rela menjual rumahnya demi iphone 6 (sidomi.com, 2014). Hal ini menunjukkan
bahwa harga bukan satu-satunya faktor yang dapat menghambat seseorang dalam
keputusan pembelian.
Nitisusastro (2012) menyatakan bahwa keputusan membeli atau tidak membeli
merupakan bagian dari unsur yang melekat pada diri individu konsumen yang disebut
behavior dimana ia merujuk kepada tindakan fisik yang nyata dapat dilihat dan
diukur oleh orang lain. Keller dan Kotler (2008) menambahkan bahwa dalam suatu
pengambilan keputusan pembelian, individu akan melalui lima tahap diantaranya:
pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian,
dan perilaku pascapembelian.
Ditinjau dari pemaparan tentang latar belakang di atas, terlihat bahwa harga
bukan lagi satu-satunya hal yang dipertimbangkan dalam proses pengambilan
keputusan pembelian smartphone produk Apple. Banyaknya faktor-faktor psikologis
dalam pengambilan keputusan tersebut membuat peneliti tertarik untuk mengkaji

lebih mendalam tentang faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi individu dalam
proses pengambilan keputusan pembelian smartphone Apple.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka masalah yang
diajukan dalam penelitian ini adalah Faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi
individu dalam proses pengambilan keputusan pembelian smartphone Apple.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang
melatarbelakangi individu dalam proses pengambilan keputusan pembelian
smartphone Apple.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis
Memberikan sumbangan dalam bidang psikologi industri dan organisasi,
khususnya mengenai faktor-faktor yang melatarbelakangi individu dalam proses
pengambilan keputusan.

1.4.2 Manfaat Praktis


a. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan
smartphone Apple dan perusahaan smartphone serupa, untuk melihat aspek

psikologis yang juga berperan dalam proses pengambilan keputusan pembelian


smartphone sehingga dapat meningkatkan penjualan produknya.
b. Bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan
baru mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi individu dalam proses
pengambilan keputusan pembelian smartphone Apple.
c. Bagi Peneliti Lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk mengkaji lebih
lanjut seputar faktor-faktor yang mempengaruhi individu dalam proses
pengambilan keputusan pembelian smartphone Apple.