Anda di halaman 1dari 19

OBAT ANALGESIK

Oleh :

Siswandono

Departemen Kimia Farmasi FF Unair

Obat Analgesik
Analgesik Narkotik

Turunan Morfin
Turunan Meperidin
Turunan Metadon

Analgesik-Antipiretik
Turunan p-Aminofenol
Turunan 5-Pirazolon

Obat Antiradang Non Steroid

Turunan Salisilat
Turunan 5-Pirazolidindion
Turunan Asam N-Arilantranilat
Turunan Asam Aril asetat

Interaksi Turunan Morfin


dengan Reseptor
HO
HO

Morfin
H
N

CH3

- Pusat muatan

Permukaan datar

Reseptor Analgesik

Lubang

Tempat anionik

Struktur Morfin
CH3
N

Gugus N tersier
Cincin piperidin

16
9

10
1

Cincin aromatik

11

15

Alisiklik tidak jenuh

14
7

12 13
3

HO

Gugus hidroksi fenol

Jembatan eter

OH

Atom C 13 kuarterner
(tidak mengikat atom H)
Gugus hidroksi alkohol

Hubungan Struktur-Aktivitas
CH3 H; alil; propil; isobutil
CH2CH2C6H5
N+(CH3)2

N
16
9

10

1-Cl/Br
2-NH2

11

15

CH2CH2

14
7

12 13
3

HO

CH3

OH

OCH3; OC2H5; OCOCH3 OCH3; OC2H5; OCOCH3; =O

Modifikasi

Gugus

Nama obat
Morfin

Hidroksil fenol

-OH

-OH

Hidroksil alkohol

Diasetil morfin (Heroin)


Alisiklik tidak jenuh

-CH=CH-

Jembatan eter

= C-O-CH-

N-tersier

N CH3

-OCH3

Kodein

-OCH2CH3

Etilmorfin
(Dionin)

-OCH3
-OCH2CH3
-OCOCH3
=O

Heterokodein
Asetilmorfin
Morfinon

-CH2-CH2- Dihidromorfin

Normorfin

N R (R = alil, propil, isobutil)


+
N(CH3)2
N CH2CH2
Substitusi lain

100
15
( + antibatuk)
10
( + kemosis)
500
240
420
37
250
120
13

=C-OH H2CN H

Aktivitas
analgesik

NH2 (pada posisi 2)


Cl/Br (pada posisi 1)
CH3 (pada posisi 6)

5
antagonis morfin
1
( + efek kurare kuat)
1400
aktivitas turun
50
280

HSA Turunan Meperidin


R1

Struktur umum :

1N

R3

R2

R4

R2

R3

R4

Nama obat

Aktivitas
analgesik

COOC2H5

CH3

Meperidin

COOC2H5

CH3

Bemidon

1,5

COOCH(CH3)2

CH3

Properidin

15

3-CH3

COOC2H5

CH3

Alfaprodin

3,6-diCH3 COOC2H5

CH3

Trimeperidin

7,5

Feneridin

2,5

Anileridin

3,5

R1
H
m-OH

H
H

COOC2H5

CH2CH2

COOC2H5

CH2CH2

NH2
C6H5

COOC2H5

CH2CH2

C6H5

Difenoksilat

(konstipan)

Loperamid

CN
C6H5
p-Cl

COOC2H5

CH2CH2

C6H5

(konstipan)

O C-N(CH3)2
H

N
COC2H5

CH2CH2

Fentanil

940

HSA Turunan Metadon

CH2
O

+ C CH2CH3

CH3

:N
CH3
CH3

R1
Struktur umum :

C
R2

R1
COC2H5

R2
CH2 CH-N(CH3)2

Nama obat

Isomer, Aktivitas
garam analgesik

Metadon

(), HCl

CH3
COC2H5

CH2 CH-N(CH3)2

Levanon

(-), bitartrat

1,9

Isometadon

(), HCl

0,65

CH3
COC2H5

CH CH2-N(CH3)2
CH3

COC2H5

CH2 CH2-N(CH3)2

Normetadon

0,44

CHC2H5

CH2 CH-N(CH3)2

-Asetilmetadol (), HCl

1,3

(), HCl

2,3

(), HCl

0,21

OCOCH3

CH3

OCOC2H5

CH CH2-N(CH3)2
CH3

Propoksifen

ANALGESIK-ANTIPIRETIK

HSA Turunan anilin & p-aminofenol


Struktur umum :

R1

Aktivitas

Toksisitas

Anilin

M++++

Asetanilid

++

M+

Benzanilid

R1

R2

Nama obat

COCH3

NH R 2

Salisilanilid

(antijamur)

HO

OH

p-Aminofenol

M+++

OCH3

Anisidin

++

Fenetidin

+++

M+++
M+++

COCH3

Asetaminofen

+++

M+; H+

COCH3

Fenasetin

++++

COCH3

Fenetsal

+++++

OCH2CH3
OH
OCH2CH3
O

O C
HO

M = Met Hb; H = Hepatotoksik; N = Nefrotoksik

M+; H+; N++


M+

Hubungan struktur-aktivitas
1.

Anilin efek antipiretik (+), toksisitas besar (metHb)

2.

Substitusi gugus amino sifat kebasaan


aktivitas dan toksisitas . Asetilasi gugus amino
(asetanilid) toksisitas , pada dosis terapi
aman,
dosis > metHb (+) dan mempengaruhi
jantung.

3.

Turunan aromatik asetanilid (benzanilid), kelarutan


dalam air << efek analgesik (-), salisilanilid
antijamur.

4.

para-Aminofenol
toksisitas .

5.

Asetilasi gugus amino p-aminofenol (asetaminofen)


toksisitas , pada dosis terapi relatif aman, pada
dosis > dan pemakaian jangka panjang metHb dan
kerusakan hati (+).

produk

metabolik

anilin,

6. Eterifikasi gugus hidroksi para-aminofenol dengan gugus metil (anisidin) atau etil (fenetidin)
aktivitas analgesik , gugus amino bebas (+)
metHb .
7. Pemasukan gugus polar (karboksilat/sulfonat) ke
inti benzen aktivitas (-).
8.

Etil eter asetaminofen (fenasetin) aktivitas


analgesik >, penggunaan jangka panjang
metHb, kerusakan ginjal dan efek karsinogenik
(+) dilarang.

9.

Ester salisil asetaminofen (fenetsal) toksisitas


dan aktivitas analgesik .

HSA Turunan 5-Pirazolon


R
Struktur umum :

CH3
N

N
CH3

Aktivitas

Toksisitas

Nama obat

Dosis

-H

Antipirin

300 mg

A+++

-CH(CH3)2

Profifenazon

250 mg

AR+; S+

Ag+++
Ag +

-N(CH3)2

Amidopirin

300 mg

A+++

Ag+++

Metampiron

500 mg

A++

Ag+

N CH2SO3Na
CH3

A = Analgesik; AR = Antirematik; S = Spasme otot; Ag = Agranulositosis

OBAT ANTIRADANG NON STEROID


Turunan Asam Salisilat
Struktur umum :

R1

R2

OR1 O
C R2

Nama obat

Aktivitas

OH

Asam salisilat

Antijamur

OCH3

Metil salisilat

Counter Irritant

NH2

Salisilamid
Asam asetilsalisilat

Analgesik
Analgesik
Antipiretik
Antiradang
Iritasi +

Diflunisal

Analgesik++
Iritasi -

Karbetil salisilat

Analgesik +
Iritasi -

COCH3

OH

COOH

F
F

OH

COOCH2CH3
O

C O
2

Hubungan struktur-aktivitas
1.

Senyawa yang aktif antiradang anion salisilat. Gugus COOH


penting untuk aktivitas, letak gugus OH harus berdekatan. Ester
metil pada gugus OH (asetosal) pra obat.

2.

Gugus karboksil amida (salisilamid) aktivitas = asetosal,


iritasi lambung , efek antiradang/antirematik (-).

3.

Turunan halogen (asam 5-klorsalisilat) aktivitas toksisitas

4.

Gugus amino pada posisi 4 aktivitas (-).

5.

Gugus metil pada posisi 3 metabolisme atau hidrolisis gugus


asetil lebih lambat masa kerja obat lebih panjang.

6.

Gugus aril yang bersifat hidrofob pada posisi 5 aktivitas .

7.

Gugus difluorofenil pada posisi meta gugus karboksilat


(diflunisal) aktivitas , masa kerja obat , efek samping
iritasi lambung (-), dan waktu pembekuan darah .

8.

Esterifikasi gugus karboksil efek iritasi lambung . Karbetil


salisilat (ester karbonat etil salisilat) iritasi lambung (-) dan
tidak berasa. Metil salisilat counter irritant.

Turunan 5-Pirazolidindion
N

O
H

Struktur umum :
R1
R1

R2

-CH2CH2CH2CH3

p-OH

-CH2CH2CH2CH3

CH2CH2 S
O
O H O

R2

N
O

Nama obat

Dosis

Aktivitas

Fenilbutazon
(pra-obat)
Oksifenbutazon

100 mg

Antirematik

100 mg

Antirematik

Sulfinpirazon

100 mg

Urikosurik

OH

N C C C N

N C C C N

R2

R2

Bentuk keto

atau

OH
N C C C N
R2

Bentuk enol

Turunan Asam N-Arilantranilat


COOH R1
2
NH
1

Struktur umum :

R3 6

R2

R1

R3

Tidak planar aktivitas


CH3
CH3
H

R2
3
4
5

Nama obat

Dosis

Asam mefenamat

250 mg 4 dd

CF3

Asam flufenamat

150 mg 2 dd

Cl

CH3

Cl

Asam meklofenamat

50 mg 3 dd

O
OH
C OCH2 CH CH2OH
3

NH 4

Elektronegativitas , anti rematik

Glafenin (R = 7-Cl)

200 mg 4 dd

Floktafenin (R = 8-CF3)

200 mg 4 dd

N1

8
6

Ester aktivitas , masa kerja

Turunan Asam Aril asetat


R3

R1

R2

R1
H

R2

CH

Nama

R3

H3C CHCH2
H3C CHCH2
O

Ibufenak

800 mg 3 dd 1

Ibuprofen

400 mg 3 dd 1

Loksoprofen

60 mg 3 dd 1

Flurbiprofen

50 mg 2 dd 1

Diklofenak

25-50 mg 3 dd 1

Ketoprofen

50-100 mg 2 dd 1

CH3
CH2

CH3

CH3

Dosis

CH3
CH3

COOH

Cl
H

NH

H
Cl

O
CH3

Hubungan Struktur-Aktivitas
1.

Mempunyai gugus karboksil atau ekivalennya yang terpisah


oleh satu atom C dari inti aromatik. Pemisahan lebih dari satu
atom C aktivitas .

2.

Gugus -metil pada rantai samping asetat aktivitas .


Contoh : ibufenak, gugus -metil (-), turunan -metilnya
(ibuprofen) aktivitas antiradang >. atom C aktivitas .

-substitusi senyawa optis-aktif. Konfigurasi yang aktif


bentuk isomer S-(+). Contoh : S-(+) ibuprofen lebih aktif
dibanding isomer S-(-), kecuali pada fenoprofen isomer S-(+)
dan S-(-) aktivitas sama.
4.

Mempunyai gugus lipofilik yang terikat pada posisi meta atau


para dari gugus asetat.

5.

Turunan ester dan amida aktivitas antiradang (+) secara


in vivo dihidrolisis menjadi bentuk asam. Demikian pula untuk
turunan alkohol dan aldehida.