Anda di halaman 1dari 20

TINNITUS

THT RSAL MINTOHARDJO

Pendahuluan

Tinitus merupakan gangguan pendengaran


dengan keluhan perasaan mendengar
bunyi tanpa ada rangsang bunyi dari luar
Tinitus dapat dibagi 2
Tinitus subjektif
Tinnitus objektif

Berdasarkan durasi dibagi menjadi


Akut (3 bulan)
Subakut (4-12 bulan)
Kronik (> 1 tahun)

Anatomi telinga

Klasifikasi
1.

Subjektif

2.

Tinitus ini lebih sering terjadi dibandingkan tinitus objektif


Biasanya disebabkan oleh paparan suara bising atau
penuaan
Disebabkan proses iritatif / degeneratif traktur auditorius
Non Vibratorik
Tidak didengar oleh pemeriksa hanya penderita

Objektif

Jarang terjadi
Disebabkan oleh spasme otot kecil pada telinga tengah
Umumnya disebabkan kelainan vaskular
Vibratorik
Didengar oleh pemeriksa

Etiologi dan Patofisiologi

Penyebab dari tinitus biasanya tidak


diketahui
Tinitus nada rendah disebabkan oleh
gangguan konduksi
Jika disertai peradangan biasa terasa
berdenyut
Tinitus objektif sering ditimbulkan oleh
gangguan vaskuler

Patofisiologi

Aktifitas elektrik area auditorius


menimbulkan perasaan adanya bunyi
namun impuks bukan dari bunyi
eksternal melainkan dari sumber
impuks abnormal tubuh pasien sendiri

Faktor yang berperan sebagai etiologi


tinitus
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Faktor otologi
Faktor kardiovaskular
Gangguan fungsi metabolik
Penyakit neurologis
Faktor farmakologi
Kelainan gigi
Faktor psikologis

Gambaran klinis

Gejala klinis dari tinitus adalah suara


ribut yang umumnya berdengung dan
beriringan dengan detak jantung

Diagnosis

Anamnesis merupakan hal yang sangat penting dalam


penegakan diagnosis tinitus
Yang perlu ditanyakan adalah
Durasi tinitus
Bilateral atau unilateral
Kualitas dan kuantitas tinitus
Sifatnya
:
mendeging,mendesis,menderu,berdetak,gemuruh
riak
air.
Menggangu? Bertambah berat pada siang / malam?
Ada gangguan pendengaran?
Riwayat minum obat? Golongan aspirin
Riwayat kebiasaan : merokok dan kopi

Pada pemeriksaan fisik perlu dilakukan


pemeriksaan lengkap, antara lain
Otoskopi
Pemeriksaan garpu tala
Pemeriksaan fungsi saraf kranial

Pemeriksaan penunjangnya adalah


Pemeriksaan laboratorium
Darah lengkap
Profil lipid
FTA
Tiroid
Dll
Pemeriksaan CT scan dan MRI
MRI digunakan untuk mendeteksi tumor di telinga
tengah
MRI/CT-Scan diindikasikan untuk pasien muda
dengan tinitus pulsatif unilateral

Penatalaksanaan

Perlu diketahui penyebab tinitus agar


dapat diobati
Penatalaksanaan bertujuan
menghilangkan penyebab tinitus.
Penanganan yang paling penting
adalah menghindari paparan suara
bising, agen ototoksik, dan faktor
penyebab kerusakan koklear

Terapi medis
Lidokain merupakan suatu anestetik lokal

amid, telah diuji dalam berbagai penelitian


untuk mengontrol tinitus
Obat golongan benzodiazepine
mengembalikan keseimbangan inhibisi dan
eksitasi pada otak
Antidepresan juga berguna untuk
membantu pasien yang mengidap tinitus

Stimulasi elektrik
Stimulasi elektrik koklea, nervus

auditorius, kulit di belakang telinga telah


dicoba untuk mengatasi tinitus
Terjadi pengurangan gejala tinitus dengan
menggunakan stimulasi magnetik
transkranial

Masking
Prinsipnya adalah mengaplikasikan nada

akustik tertentu yang berkarakteristik yang


sama dengan tinitus

Pembedahan memiliki beberapa teknik,


yaitu:
Pemotongan nervus auditorius
MDV
simpatektomi

TRT
Tinitus retraining therapy (TRT) merupakan

terapi perilaku yang bersumber dari


hipotesis bahwa tinitus merupakan sensasi
phantom yang disebabkan ekspresi
plastisitas neural

Terdiri dari
Terapi psikologis
Paparan terhadap suara level moderat
Tujuannya adalah memicu dan menjaga

reaksi habituasi dan persepsi tinitus dan


atau suara lingkungan yang mengganggu

Algoritma Tinitus