Anda di halaman 1dari 17

Selamat datang, selamat menyunting, dan selamat berkompetisi bagi ke-90 peserta

Kompetisi menulis di Wikipedia bahasa Indonesia: "Bebaskan Pengetahuan 2010" 1


April-20 Juni 2010.

Manajemen
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno mnagement, yang memiliki arti seni
melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan
diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen
sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa
seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan
organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses
perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk
mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat
dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada
dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Etimologi
Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti
"mengendalikan," terutamanya "mengendalikan kuda" yang berasal dari bahasa latin
manus yang berati "tangan". Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis mange
yang berarti "kepemilikan kuda" (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni
mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.[1] Bahasa
Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi mnagement, yang memiliki
arti seni melaksanakan dan mengatur.

Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen


Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui
bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan
adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang
selama 20 tahun.[2] Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang
tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika ituyang merencanakan apa
yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan
mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa
segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.

Piramida di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya
seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan
mengontrol pembangunannya.
Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota
Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana.
Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan
banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di
gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap
perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip
dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk
merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem
penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya
manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak
pendapatan dan biaya.[3]
Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa
pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin
ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan
keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of
labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang.
Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa
dengan sepuluh orangmasing-masing melakukan pekerjaan khususperusahaan peniti
dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap
orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila
mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa
pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya
keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam
pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat
tenaga kerja.
Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah
Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin,
menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari
rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan
manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka
meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan

tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu
manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
Di awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan
gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah,
mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan
sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan
terus berlangsung hingga sekarang.
Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber
menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasibentuk
organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas,
peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal. Namun,
Weber menyadari bahwa bentuk "birokrasi yang ideal" itu tidak ada dalam realita. Dia
menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan
untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar.
Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang
ini.[4]
Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett
melahirlkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan
teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan "Sains Manajemen", mencoba
pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang
logistik dan operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Druckersering disebut sebagai Bapak
Ilmu Manajemenmenerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan:
"Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred
Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.

Teori manajemen
[sunting] Manajemen ilmiah

Frederick Winslow Taylor.


Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, pertama
kali dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul
Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor
mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah "penggunaan metode ilmiah untuk
menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan." Beberapa penulis seperti
Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori
manajemen modern.
Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan
ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesienan itu muncul karena mereka
menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang samanyaris
tak ada standar kerja di sana. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap gampang
pekerjaannya. Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga
dari yang seharusnya. Taylor kemudian, selama 20 tahun, berusaha keras mengoreksi
keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah "teknik
paling baik" dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.
Berdasarkan pengalamannya itu, Taylor membuat sebuah pedoman yang jelas tentang
cara meningkatkan efesiensi produksi. Pedoman tersebut adalah:
1. Kembangkanlah suatu ilmu bagi tiap-tiap unsur pekerjaan seseorang, yang akan
menggantikan metode lama yang bersifat untung-untungan.

2. Secara ilmiah, pilihlah dan kemudian latihlah, ajarilah, atau kembangkanlah


pekerja tersebut.
3. Bekerja samalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja untuk menjamin
bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu yang
telah dikembangkan tadi.
4. Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara manajemen
dan para pekerja. Manajemen mengambil alih semua pekerjaan yang lebih sesuai
baginya daripada bagi para pekerja.
Pedoman ini mengubah drastis pola pikir manajemen ketika itu. Jika sebelumnya pekerja
memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih diri semampu mereka, Taylor
mengusulkan manajemenlah yang harus memilihkan pekerjaan dan melatihnya.
Manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan
pekerja, terutama bagian perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengontrolan.
Hal ini berbeda dengan pemikiran sebelumnya di mana pekerjalah yang melakukan tugas
tersebut.
Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank
dan Lillian Gilbreth. Keduanya tertarik dengan ide Taylor setelah mendengarkan
ceramahnya pada sebuah pertemuan profesional.
Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan mikronometer yang dapat mencatat setiap
gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk
melakukan setiap gerakan tersebut. Gerakan yang sia-sia yang luput dari pengamatan
mata telanjang dapat diidentifikasi dengan alat ini, untuk kemudian dihilangkan.
Keluarga Gilbreth juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi nama tujuh belas
gerakan tangan dasar (seperti mencari, menggenggam, memegang) yang mereka sebut
Therbligs (dari nama keluarga mereka, Gilbreth, yang dieja terbalik dengan huruf th
tetap). Skema tersebut memungkinkan keluarga Gilbreth menganalisis cara yang lebih
tepat dari unsur-unsur setiap gerakan tangan pekerja.
Skema itu mereka dapatkan dari pengamatan mereka terhadap cara penyusunan batu bata.
Sebelumnya, Frank yang bekerja sebagai kontraktor bangunan menemukan bahwa
seorang pekerja melakukan 18 gerakan untuk memasang batu bata untuk eksterior dan 18
gerakan juga untuk interior. Melalui penelitian, ia menghilangkan gerakan-gerakan yang
tidak perlu sehingga gerakan yang diperlukan untuk memasang batu bata eksterior
berkurang dari 18 gerakan menjadi 5 gerakan. Sementara untuk batu bata interior, ia
mengurangi secara drastis dari 18 gerakan hingga menjadi 2 gerakan saja. Dengan
menggunakan teknik-teknik Gilbreth, tukang baku dapat lebih produktif dan berkurang
kelelahannya di penghujung hari.

Fungsi manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di
dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan
kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh

seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia
menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah,
mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas
menjadi tiga, yaitu:
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan
sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan
perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu.
Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan
dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan
untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting
dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya
tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan
besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian
mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang
yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus
dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut
dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan
mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua
anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan
manajerial dan usaha

Sarana manajemen

Man dan machine, dua sarana manajemen.

Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools
merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut
dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.
Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam
manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat
tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada
manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh
karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk
mencapai tujuan.
Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang
merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur
dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat
(tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan
secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan
untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta
berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia
usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya
juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab
materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang
dikehendaki.
Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan
keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer.
Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas
dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitasfasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu
diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti
atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan
demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan)
produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang
yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses
kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan
hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat
dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya
beli (kemampuan) konsumen.

Prinsip manajemen
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Prinsip manajemen

Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan
sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry
Fayol, seorang pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip
umum manajemen ini terdiri dari:
1. Pembagian kerja (Division of work)
2. Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)
3. Disiplin (Discipline)
4. Kesatuan perintah (Unity of command)
5. Kesatuan pengarahan (Unity of direction)
6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
7. Penggajian pegawai
8. Pemusatan (Centralization)
9. Hirarki (tingkatan)
10. Ketertiban (Order)
11. Keadilan dan kejujuran
12. Stabilitas kondisi karyawan
13. Prakarsa (Inisiative)
14. Semangat kesatuan, semangat korps
Selamat datang, selamat menyunting, dan selamat berkompetisi bagi ke-90 peserta
Kompetisi menulis di Wikipedia bahasa Indonesia: "Bebaskan Pengetahuan 2010" 1
April-20 Juni 2010.

Manajemen proyek
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Manajemen projek)
Langsung ke: navigasi, cari
Manajemen proyek adalah cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang
penting untuk menyelesaikan proyek.
Hal pertama yang harus dianggap sebagai manajemen proyek adalah bahwa proyek ini
diantarkan dengan batasan yang ada. Hal kedua adalah kemungkinan terbaik distribusi
sumber daya. Manajemen proyek adalah seni mengontrol baik hal selama proyek, dari
sejak dimulai sampai selesai.[1]
Selamat datang, selamat menyunting, dan selamat berkompetisi bagi ke-90 peserta
Kompetisi menulis di Wikipedia bahasa Indonesia: "Bebaskan Pengetahuan 2010" 1
April-20 Juni 2010.

Manajemen pengetahuan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Langsung ke: navigasi, cari
Manajemen pengetahuan (Bahasa Inggris: knowledge management) adalah suatu
rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk
mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk
digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya
terkait dengan objektif organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu
seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat
inovasi yang lebih tinggi.
Transfer pengetahuan (salah satu aspek dari manajemen pengetahuan) dalam berbagai
bentuk, telah sejak lama dilakukan. Contohnya adalah melalui diskusi sepadan dalam
kerja, magang, perpustakaan perusahaan, pelatihan profesional, dan program mentoring.
Walaupun demikian sejak akhir abad ke-20, teknologi tambahan telah diterapkan untuk
melakukan tugas ini, seperti basis pengetahuan, sistem pakar, dan repositori pengetahuan.
Selamat datang, selamat menyunting, dan selamat berkompetisi bagi ke-90 peserta
Kompetisi menulis di Wikipedia bahasa Indonesia: "Bebaskan Pengetahuan 2010" 1
April-20 Juni 2010.

Manajemen pemasaran
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh
perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang,
dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barangbarang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan
harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan
terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan
(Dharmmesta & Handoko, 1982).
Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan
pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan
(Kotler, 1980).
Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting
untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang
terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut "Konsep Pemasaran".

Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian
keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan
mencapat sasarannya. Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi,
pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta
mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan
pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas
dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi.
Manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun
oleh dewan direktur dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut.
Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat
dengan bidang perilaku organisasi.

Dunia Rieko
Rieko Kristian's Blog

Home
e-Book
KAMUS IT
Padangpanjang
Tentang Diriku

Prinsip Organisasi-Manajemen Proyek


14 Votes

BAB I
MANAJEMEN PROYEK
1.1 Pengertian
Manajemen telah banyak disebut sebagai seni unruk merealisasikan pekerjaan melalui
orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajemen mencapai tujuan
organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang
diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan pekerjaan itu sendiri.

Manajemen memang mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi
tersebut memberikan kenyataan kepada kita bahwa kita berutama mengelola sumber daya
manusia, bukan material atau financial. We are managing human resources. Selain
manajemen mencakup fungsi perencanaan (penetapan apa yang akan dilakukan),
pengorganisasian (perancangan dan penugasan kelompok kerja), penyusun personalia
(penarikan, seleksi, pengembangan pemberian kompensasi dan penilaian prestasi kerja),
pengarahan (motivasai, kepemimpinan, integritas, dan pengelolaan konflik) dan
pengawasan.
Pengertian manajemen begitu luas, sehingga dalam kenyataannya tidak ada definisi yang
yang digunakan secara konsisten oleh semua orang. Seperti yang dikemukakan oleh
Stoner ebagai berikut :
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan
usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya
agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Dari devinisi diatas terlihat bahwa Stoner telah menggunakan kata proses bukan seni.
Mengartikan manajemen sebagai seni mengandung arti bahwa hal itu adalah kemampuan
dan keterampilan pribadi. Suatu proses adalah cara sistematis untuk melakukan
pekerjaan. Manajemen didefinisikan sebagai proses karena semua manajer, tanpa
memperdulikan keahlian atau keterampilan khusus mereka. Harus melaksanakan
kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang mereka
inginkan.
Proses tersebut terdiri dari kegiatan-kegiatan manajemen, yaitu perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengwasan.
1.2 Unsur-Unsur Manajemen
Komponen-komponen sistem yang berupa unsur atau subsistem terkait satu dengan yang
lain dalam suatu rangkaian yang membentuk sistem Fungsi dan efektifitas sistem dalam
usaha maencapai tujuannya tergantung dari ketepatan susunan rangkaian atau struktur
tehadap tujuan yang telah ditentukan.
Bersifat Dinamis
Sistem menunjukan sifat yang dinamis, dengan prilaku tertentu. Prilaku sistem umumnya
dapat diamati pada caranya mengkonversikan masukkan (input) menjadi hasil (output ).
Sistem Terpadu Lebih Besar Daripada Jumlah Komponen-komponennya
Bila elemen atau bagian tersebut tersusun atau terorganisir secara benar, maka akan
terjalin satu sistem terpadu yang lebih besar dari pada jumlah bagiannya.
Mempunyai Arti yang Berbeda

Satu sistem yang sama mungkin dipandang atau diartikan berbeda, tergantung siapa yang
mengamatinya dan untuk kepentingan apa.
Mempunyai Sasaran yang Jelas
Salah satu tanda keberadaan sistem adalah adanya tujuan atau sasaran yang jelas.
Umumnya identifikasi tujuan merupakan langkah awal untuk mengetahui perilaku suatu
sistem dan bagiannya.
Mempunyai Keterbatasan
Disebabkan oleh factor luar dan dalam. Faktor luar berupa hambatan dari lingkungan,
sedangkan factor dari dalam adalah keterbatasan sumber daya.
1. Siklus dan Proses system
Aspek penting dari pendekatan system terletek pada siklus system dan prosesnya, yaitu
perubahan teratur yang mengikuti pola dasar tertentu dan terjadi selama system masih
aktif.
Penahapan Dalam Siklus Sistem
Proses mewujudkan sisrtem untuk keperluan operasi atau produksi sampai siklus system
berhenti berfungsi dikelompokan menjadi beberapa tahap yang dibedakan atas jenis
kegiatan yang dominant.
1. Siklus Sistem dan Siklus Biaya
Dalam rangka mewujudkan gagasan menjadi kenyataan fisik, maka perlu penilaian
menyeluruh terhadapsistem yang bersangkutan. Yang dinilai adalah karakteristik system
yang dijabarkan sebagai parameter, spesifikasi,dan criteria terhadap biaya yang
diperlikan. Siklus biaya (life cycle cost), mencakup semua biaya yang diperlukan selama
periode siklus system, yaitu dari penelitian dan pengembangan, desain engineering,
manufaktur dan kontruksi, sampai pada opersai atau produksi atau utilisasi dan
pemeliharaan.
BAB II
ORGANISASI PROYEK
2.1. Konsep Organisasi
Bentuk lain dari pembagian atau pengelompokan teori-teori organisasi adalah konsepsi
prespektif yang ditemukan oleh Edgar Huse dan James Bowditch. Pada aslinya konsep
perspektif ini digunakan kelompok manajemen didekati dari teori system. Akan tetapi inti

pembahasannya dapat dipergunakan pula untuk bahasan-bahasan organisasi.Itulah


sebabnya berikut ini dikemukakan konsep prespektif tersebut.
Prespektif I
Intinya sama dengan paham tradisional yang melihat organisasi atau manajemen dari
prespektifrancangan yang berstruktur. Aliran-aliran prespektif ini hanya memikirkan isuisu tentang bagaimana organisasi seharusnya disusun, fungsi-fungsi yang seharusnya
dijalankan , siapa yang seharusnya menjadi pemimpin dan bawahan, dan gaya
kepemimpinan apa yang harus dijalankan.
Ada tiga komponen yang mempunyai sejarah, yaitu :
1. Aliran prinsip-prinsip universal dari manajemen atau organisasi.
2. Aliran struktural.
3. Aliran manajemen ilmiah.
Aliran Prinsip Universal, berpijak pada pendapat henri Fayol yang menyatakan bahwa
sesuatu organisasi itu diatur berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
Adanya pengembangan kerja
Adanya otoritas dan tanggung jawab
Adanya disiplin
Adanya kesatuan komando
Adanya kesatuan pengarahan
Adanya system pengkajian
Adanya sentralisasi
Adanya jenjang pengawasan
Aliran Strukrural, berdasarkan pondapat dari Max Weber, organisasi suatu tatanan
birokrasi yang berstruktur yang melangsungkan kegiatannya sesuai dengan aturan-aturan.
Aliran Manajemen Ilmiah, yang dipelopori oleh Frederick W Taylor memberikan lebih
banyak penekanan pada pengukuran kerja yang dilakukan oleh para pekerja dibandingkan
dari prinsip-prinsip organisasinya sendiri.
Prespektif II

Huse dan Browdrich menanamakan prespektif ini dengan aliran pekerjaan (work-flow).
Operasi ini mempergunakan teknik-teknik yang kemudian dikenal sebagai riset
operasional. Adapun cirri-ciri dari riset operasional ini antara lain :
Melakukan formulasi persoalan
Menyusun konstruksi model matematis untuk menampilkan suatu system yang sedang
dipelajari
Menarik suatu kesimpulan dari model yang disusun tersebut
Menguji model dan kesimpulan-kesimpulan yang ditarik model tersebut
Menetapkan control atas kesimpulan-kesimpulan yang diambil
Mengambil kesimpulan itu untuk melaksanakan implementasi
Prespektif III
Prespektif ini dinamakan prespektif kemanusiaan (the human prespective). Pandangan
pemikiran dalam prespektif ini ialah menekankan bahwa unsur manusia dalam setiap
kerja kelompok dirasakan lebih penting dari pada sekedar struktur dan hirarki yang
membentang pada setiap jajaran organisasi.
Ada tiga unsur yang menonjol sebagai komponen dari perspektif kemanusiaan ini. Ketiga
komponen itu antara lain :
1. Aliran Hubungan Kemanusiaan ( Human Relations School )
2. Aliran Pengembangan Organisasi ( Organizational Development School )
3. Aliran Pemikiran Multidimensional ( The Multidimensional Theorists )
2.2 Prinsip Prinsip Organisasi
Ciri-ciri organisai yang baik :
1. Adanya tujuan yang jelas.
2. Tujuan organisasi harus dipahami oleh semua orang.
3. Tujuan organisasi harus diterima oleh semua individu dalam organisasi.
4. Adanya kesatuan arah dalam organisasi
5. Adanya struktur organisasi.

6. Adanya jaminan jabatan tersebut.


7. Adanya koordinasi.
Beberapa prinsip dasar penting yang dapat disimpulkan dari pendapat para tokoh
manajemenmodern adalah sebagai berikur :
1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan,
prosedur, prinsip).
2. Manajemen harus sistematuk, dan pendekatan yang digunakan harus dengan
pertimbangan secara hati-hati.
3. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk
pengawasan harus sesuai dengan situasi.
4. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja tehadap tujuan
organisasi sangat dibutuhkan.
2.3. Bentuk-Bentuk Organisasi
Agar proses diatas berlangsung dengan baik, dibutuhkan suatu wadah dalam bentuk
struktur organisasi. Struktur organisasi formal akan menunjukan hal-hal berikut :
Macam-macam pokok kegiatan organisasi
Pembagian menjadi kelompok atau subsistem
Adanya hirarki, wewenang dan tanggung jawab bagi kelompok dan pimpinan
Pengaturan kerjasama, jalur pelopor, dan komunikasi, meliputi jalur vertikal dan
horizontal
Bentuk struktur formal yang terkenal adalah fungsional, produk, area,, dan matriks.
2.3.1 Organisasi Fungsional
Disebut organisasi fungsional karena organisasi ini dipecah atau dikelompokkan menjadi
unit berdasarkan fungsinya. Ciri utama organisasi fungsional ialah memiliki strutur
piramida dengan konsep otoritas dan hirarki vertikal dengan sifat-sifat berikut :
Prinsip komando tunggal dimana masing-masing personil hanya memiliki satu atasan
Setiap personil mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas.
Arus informasi dan pelaporan bersifat vetikal.

Hubungan horizontal diatur dengan prosedur kerja, kebijakan, dan petunjuk pelaksana.
Mekanisme koordinasi perunit, bila diperlukan dilakukan, dengan rapat-rapat atau
membentuk panitia perwakilan.
Keuntungan-keuntungan organisasi fungsional :
Memudahkan pengawasan karena personil melapor hanya kepada satu atasan.
Adanya potensi meningkatkan keterampilan dan keahlian individu serta kelompok
untuk menjadi spesialis pada bidangnya.
Konsentrasi personil terpusat pada sasaran bidang yang bersangkutan.
Penggunaan sumber daya yang efisian sebai akibat pekerjaan yang sejenis dan
berulang-ulang.
Memudahkan pengendalian kinerja personil serta biaya, jadwal dan mutu produk.
Kesulitan yang Dihadapi
Sesuai dengan maksud pembentukannya,struktur fungsional ditujukan untuk menangani
kegiatan atau masalah yang dapat diantisipasi dan diklasifikasi. Kesulitan yang dihadapi
biasanya keterbatasan struktur fungsional, ialah :
Cenderung memprioritaskan kinerja dan keluaran masing-masing bidang. Hal ini dapat
mengurangi perhatian tujuan perusahaan secara menyeluruh.
Makin besar organisasi, makin panjang prosedur pengambilan keputusan, hal ini
memungkinkan terjadinya distorsi informasi dan urgensi.
Sulit mengkoordinasi dan mengintegrasikan pekerjaan yang multidisiplin dan
melibatkan banyak pihak diluar organisasi.
Kurangnya jalur komunikasi horizontal.
2.3.2. Organisasi Produk dan Area
Penyusunan struktur organisasi perusahaan-perusahaan besar yang kegiatan usahanya
menagani berbagai macam produk, didasarkan atas orientasi produk. Ini terjadi bilaman
perusahaan merasa bahwa jumlah dan keanekaragaman produk terlalu besar sehingga
sulit untuk ditangani dengan struktur fungsional.
2.3.3. Organisasi Matriks

Bila struktur organisasi mempunyai jalur pelaporan dan arus kegiatan vertical, maka pada
organisasi matriks disamping jalur formal vertical terdapat pula jalur formal horizontal.
2.3.4. Organisasi Proyek
Telah disebutkan sebelumnya bahwa organisasi adalah sarana untuk mencapai tujuan.
Adapun unsur-unsur konsep manajemen proyek yang berkaitan erat dan perlu
dicerminkan dalan struktur organisasi berkisar pada :
a. Arus vertical disamping horizontal
b. Penaggung jawab tunggal atas terselenggaranya proyek
c. Pendekatan dalam perencanaan dalam implementasi
Pendekatan yang diperlukan untuk membahas struktur organisasi proyek dalam dengn
mengindentifikasi dan menganalisis struktur organisasi yang digolongkan menjadi :
a. Organisasi proyek fungsional ( OPF ) dengan variasinya, yaitu organisasi proyek
koordinator ( OPK ).
b. Organisasi proyek murni ( OPMi )
c. Organisasi proyek matriks (OPM )
Kelemahan atau kekurangan adalah masih banyak hal-hal yang tidak jelas atau tidak
ditunjukan. Sebagai contoh, tidak menunjukan seberapa besar wewenang dan tanggung
jawab setiap manajerial, tidak menunjukan hubungan-hubungan informal dan saluran
komunikasi.