Anda di halaman 1dari 2

SODIUM HIDROKSIDA

Sodium hidroksida merupakan padatan yang tidak berbau dan dapat menyerap
kelembapan dari udara. Benda ini digunakan untuk membuat tekstil, kertas, bahan
sabun dan detergen, dan dapat sebagai bahan electroplating. NaOH jika bereaksi
dengan air atau uap air dapat menghasilkan panas yang cukup untuk menyalakan kayu
bakar.
Efek kesehatan akut
Efek ini dapat timbul segera/ setelah pemaparan Sodium Hidroksida:
-

Karena merupakan zat yang sangat korosif, sodium hidroksida dapat


mengiritasi dan memberikan rasa terbakar pada kulit dan mata yang

memungkinkan kerusakan mata secara permanen dan berlanjut pada kebutaan


Mengiritasi mulut, hidung dan tenggorokan
Menghirup NaOH dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru. Pemaparan yang
terlalu tinggi akan menimbulkan penumpukan cairan dalam paru-paru (edema
pulmoner), yang merupakan suatu kegawatdaruratan medis.

Efek kesehatan kronis


Efek ini dapat timbul sesudah pemaparan dan bertahan sampai beberapa bulan-tahun:
-

Pemaparan yang berulang akan mengakibatkan bronkitis yang dimulai dengan


batuk, pleghm, atau dapat disertai dengan napas pendek, dan kemudian
berkembang menjadi kerusakan paru-paru secara permanen.

Jika ada tumpahan, yang harus dilakukan adalah:


-

Evakuasi personel dan mengamankan area


Eliminasi sumber pembakaran
Untuk Sodium Hidroksida dalam larutan, serapkan cairan ke dalam pasir
kering, tanah, atau material yang sama dan tempatkan dalam kotak terisolasi

untuk dibuang
Kumpulkan material solid dengan cara yang aman dan masukkan ke dalam

tempat terisolasi untuk dibuang


Jangan menggunakan air/ metode yang basah
Jangan mencuci di tempat pembuangan air

Pertolongan pertama:
-

Kontak mata: membersihkan sisa zat dari wajah dengan segera. Lepaskan
lensa kontak jika menggunakan dan setelah itu alirkan wajah dengan air dalam
jumlah yang banyak selama 30 menit, dengan membuka kelopak mata atas dan

bawah. Cari petugas medis secepatnya.


Kontak kulit: segera lepaskan baju yang terkontaminasi. Lalu, bersihkan
cairan yang tersisa di kulit dan guyur air dalam jumlah yang banyak selama 30

menit. Cari petugas medis secepatnya.


Inhalasi: menjauhkan korban dari sumber pemaparan. Memulai dengan nafas
buatan jika pernafasannya berhenti dan CPR jika kerja jantung juga mulai
berhenti. Segera pindahkan pasien ke fasilitas kesehatan terdekat. Observasi
dianjurkan selama 24-48 jam setelah pemaparan berlebih untuk mengantisipasi
adanya komplikasi lanjut, seperti edema pulmoner.

New Jersey Department of Health. Right to Know: Hazardous Substance Fact Sheet
[http://nj.gov/health/eoh/rtkweb/documents/fs/1706.pdf]
November 2014

diakses

tanggal:

09