Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.
Batu magnet pertama kali ditemukan pada tahun 6500 SM didaerah Yunani
di propinsi Magnesia.
Batu ini memiliki sifat khas, yaitu dapat menarik besi Dalam penulisan
makalah ini penulis akan memaparkan tentang galvanometer jenis balistik dan
suspensi serta menjelaskan beberapa aspek penting yang terdapat pada
galvanometer.
Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara (north/ N) dan kutub
selatan (south/ S). Walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan magnet kecil
tersebut akan tetap memiliki dua kutub.
Thalles adalah orang pertama yang meneliti tentang batu magnet .Magnet
pertama kali digunakan untuk kompas oleh bangsa Cina
Dalam perkembangannya magnet sekarang digunakan diberbagai alat dari
yang sederhana sampai yang sangat canggih dan modern
Dalam penulisan makalah ini penulis akan memaparkan tentang magnet
serta menjelaskan beberapa aspek penting yang terdapat pada magnet.
1.2 Batasan Masalah.
Makalah ini membahas tentang magnet. Dalam makalah ini dijelaskan
tentang teori dari magnet beserta jenis-jenisnya..
1.3 Tujuan.
1. Mempelajari tentang definisi magnet.
2. Mengetahui cara-cara membuat magnet.
3. Mengetahui penggolongan benda berdasarkan sifat magnetnya.
1.4 Metode Penulisan.
Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis
menggunakan metode kepustakaan, yaitu pada metode ini, penulis membaca

buku-buku dan literatur serta mencari informasi di internet yang berhubungan


dengan penulisan makalah ini yaitu magnet.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Magnet.
Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan
magnet. Kata magnet (magnit) berasal dari bahasa Yunani magntis lthos yang
berarti batu Magnesian. Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada
masa lalu yang kini bernama Manisa (sekarang berada di wilayah Turki) di mana
terkandung batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di wilayah tersebut.
Pada saat ini, suatu magnet adalah suatu materi yang mempunyai suatu
medan magnet. Materi tersebut bisa dalam berwujud magnet tetap atau magnet
tidak tetap. Magnet yang sekarang ini ada hampir semuanya adalah magnet
buatan.
Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara (north/ N) dan
kutub selatan (south/ S). Walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan magnet
kecil tersebut akan tetap memiliki dua kutub.
Magnet dapat menarik benda lain. Beberapa benda bahkan tertarik lebih
kuat dari yang lain, yaitu bahan logam. Namun tidak semua logam mempunyai
daya tarik yang sama terhadap magnet. Besi dan baja adalah dua contoh materi
yang mempunyai daya tarik yang tinggi oleh magnet. Sedangkan oksigen cair
adalah contoh materi yang mempunyai daya tarik yang rendah oleh magnet.
Satuan intensitas magnet menurut sistem metrik pada Satuan
Internasional (SI) adalah Tesla dan SI unit untuk total fluks magnetik adalah
weber. 1 weber/m^2 = 1 tesla, yang mempengaruhi satu meter persegi.

Magnet tetap
Magnet tetap tidak memerlukan tenaga atau bantuan dari luar untuk
menghasilkan daya magnet (berelektromagnetik). Jenis magnet tetap selama ini
yang diketahui terdapat pada:

Neodymium Magnets, merupakan magnet tetap yang paling kuat.

Samarium-Cobalt Magnets

Ceramic Magnets

Plastic Magnets

Alnico Magnets

Magnet tidak tetap (remanen)


Magnet tidak tetap (remanen) tergantung pada medan listrik untuk menghasilkan
medan magnet. Contoh magnet tidak tetap adalah elektromagnet.
Magnet buatan
Magnet buatan meliputi hampir seluruh magnet yang ada sekarang ini.
Bentuk magnet buatan antara lain:

Magnet U

Magnet ladam

Magnet batang

Magnet lingkaran

Magnet jarum (kompas)

2.2 Cara Membuat Magnet.


A. Membuat Magnet dengan Cara Menggosok

Besi yang semula tidak bersifat magnet, dapat dijadikan magnet.


Caranya besi digosok dengan salah satu ujung magnet tetap. Arah gosokan dibuat
searah agar magnet elementer yang terdapat pada besi letaknya menjadi teratur
dan mengarah ke satu arah.
B. Membuat Magnet dengan Cara Induksi
Besi dan baja dapat dijadikan magnet dengan cara induksi magnet.
Besi dan baja diletakkan di dekat magnet tetap. Magnet elementer yang
terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh atau terinduksi magnet tetap yang
menyebabkan letaknya teratur dan mengarah ke satu arah. Besi atau baja akan
menjadi magnet sehingga dapat menarik serbuk besi yang berada di dekatnya.

Ujung besi yang

berdekatan dengan kutub magnet batang, akan

terbentuk kutub yang selalu berlawanan dengan kutub magnet penginduksi.


Apabila kutub utara magnet batang berdekatan dengan ujung A besi, maka ujung
A besi menjadi kutub selatan dan ujung B besi

menjadi kutub utara atau

sebaliknya.
C. Membuat Magnet dengan Cara Arus Listrik
Selain dengan cara induksi, besi dan baja dapat dijadikan magnet
dengan arus listrik. Besi dan baja dililiti kawat yang dihu- bungkan dengan
baterai. Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh
aliran arus searah (DC) yang dihasilkan baterai. Hal ini menyebabkan magnet
elementer letaknya teratur dan mengarah ke satu arah. Besi atau baja akan

menjadi magnet dan dapat menarik serbuk besi yang berada di dekatnya. Magnet
yang demikian disebut magnet listrik atau elektromagnet.
Besi yang berujung A dan B dililiti kawat berarus listrik. Kutub magnet yang
terbentuk bergantung pada arah arus ujung kumparan. Jika arah arus berlawanan
jarum jam maka ujung besi tersebut menjadi kutub utara. Sebaliknya, jika arah
arus searah putaran jarum jam maka ujung besi tersebut terbentuk kutub
selatan.

Dengan demikian, ujung A kutub utara dan B kutub selatan atau

sebaliknya.

Setelah kita dapat membuat magnet tentu saja ingin menyimpannya.


Agar sifat kemagnetan sebuah magnet dapat tahan lama, maka dalam menyimpan
magnet diperlukan angker (sepotong besi) yang dipasang pada kutub magnet.
Pemasangan angker bertu- juan untuk mengarahkan magnet elementer hingga
membentuk rantai tertutup. Untuk menyimpan dua buah magnet batang
diperlukan dua

angker yang dihubungkan dengan dua kutub magnet yang

berlawanan. Jika berupa magnet U untuk menyimpan diperlukan satu angker


yang dihubungkan pada kedua kutubnya.

Kita

sudah

mengetahui

benda

magnetik dapat dijadikan magnet. Sebaliknya magnet juga dapat dihilangkan


kemagnetannya. Bagaimana

caranya?

Sebuah magnet

akan

hilang

sifat

kemagnetannya jika magnet dipanaskan, dipukul-pukul, dan dialiri arus listrik


bolak-balik.

Magnet

yang

mengalami

pemanasan

dan

pemukulan akan

menyebabkan perubahan susunan magnet elementernya. Akibat pemanasan


dan pemukulan magnet elementer menjadi tidak teratur dan tidak searah.
Penggunaan arus AC menyebabkan arah arus listrik yang selalu berubah-ubah.
Perubahan arah arus listrik memengaruhi letak dan arah magnet elementer.
Apabila letak dan arah magnet elementer berubah, sifat kemagnetannya hilang.
2.3 Penggolongan Benda Berdasarkan Sifat Magnetnya.
Benda yang dapat ditarik magnet ada yang dapat ditarik kuat, dan
yang

ditarik

secara

lemah.

Oleh

karena

itu,

ada

benda dikelompokkan

menjadi tiga, yaitu benda feromagnetik, benda paramagnetik, dan benda


diamagnetik.
Benda yang ditarik kuat oleh magnet

disebut

benda

feromagnetik.

Contohnya besi, baja, nikel, dan kobalt.


Benda yang ditarik lemah oleh magnet disebut benda paramagnetik.
Contohnya platina, tembaga, dan garam.
Benda yang ditolak

oleh

magnet

dengan

lemah

disebut

benda

diamagnetik. Contohnya timah, aluminium, emas, dan bismuth.

Benda-benda magnetik yang bukan magnet dapat dijadikan magnet. Benda


itu ada yang mudah dan ada yang sulit dijadikan magnet. Baja sulit untuk
dibuat magnet, tetapi setelah menjadi magnet sifat kemagnetannya tidak mudah
hilang. Oleh karena itu, baja digunakan untuk membuat magnet tetap (magnet
permanen). Besi mudah untuk dibuat magnet, tetapi jika setelah menjadi magnet
sifat kemagnetannya mudah hilang.
Oleh

karena

itu,

besi digunakan untuk membuat magnet sementara.

Setiap benda magnetik pada dasarnya terdiri magnet-magnet kecil yang disebut
magnet elementer. Cobalah mengingat kembali teori partikel zat di kelas VII.

rinsip membuat magnet adalah mengubah susunan magnet elementer yang tidak
beraturan menjadi searah dan teratur.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan.
Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan
magnet. Kata magnet (magnit) berasal dari bahasa Yunani magntis lthos yang
berarti batu Magnesian. Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada
masa lalu yang kini bernama Manisa (sekarang berada di wilayah Turki) di mana
terkandung batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di wilayah tersebut.
Magnet tetap tidak memerlukan tenaga atau bantuan dari luar untuk
menghasilkan daya magnet (berelektromagnetik) Magnet tidak tetap (remanen)
tergantung pada medan listrik untuk menghasilkan medan magnet. Contoh magnet
tidak tetap adalah elektromagnet. Magnet buatan meliputi hampir seluruh magnet
yang ada sekarang ini.
Membuat magnet dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu:
a. Membuat magnet dengan cara menggosok.
b. Membuat magnet dengan cara induksi
c. Membuat magnet dengan cara arus listrik.
Benda yang ditarik kuat oleh magnet

disebut

benda

feromagnetik.

Contohnya besi, baja, nikel, dan kobalt. Benda yang ditarik lemah oleh magnet
disebut benda paramagnetik. Contohnya platina, tembaga, dan garam. Benda yang
ditolak oleh magnet dengan lemah disebut benda diamagnetik. Contohnya
timah, aluminium, emas, dan bismuth.
3.2 Saran.
Dalam sebuah penulisan, tentu diperlukan dilakukannya penulisan lanjutan
guna meningkatkan ilmu pengetahuan. Dalam membuat makalah, disarankan
mencari referensi yang lebih luas lagi, sehingga pembahasan akan semakin
mendalam dan lebih efektif. Sehingga akan benar-benar memberikan manfaat
dimana akan didapat sebuah pengetahuan yang dapat diterapkan di dalam
masyarakat hendaknya.

DAFTAR PUSTAKA
http://elkaubisa.blogspot.com/2008/03/buat-magnet.html
http://trensains.com/kemagnetan-bahan
http://id.wikipedia.org/wiki/magnet

10