Anda di halaman 1dari 30

Lapsus

Herpes Zoster
Oleh :
Dr Wiwin Mulyaningsih Sp. KK M.Kes

di susun oleh :
Rody kurniawan

Identitas pasien

Inisial

: Ny. F

Umur

: 18 tahun

Jenis Kelamin

Suku

: Perempuan
: Sasak

Bangsa

: Indonesia

Agama

: Islam

Status perkawinan

: Belum Menikah

Anamnesis

Keluhan
Utama

Terdapat gelembung berisi cairan pada


bagian perut

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke poli kulit RSUD Kota Mataram dengan
keluhan terdapat gelembung kemerahan berkelompok berisi
cairan pada bagian perut dan punggung sejak 5 hari yang lalu
disertai dengan nyeri. Awalnya demam lalu lesi mendadak
muncul, gatal tidak dirasakan pasien. Pasien mengaku
sempat berobat ke dokter umum dan diberikan obat acyclovir
yang di minum sejak 1 hari yang lalu tetapi merasa tidak ada
perubahan sehingga pasien datang periksa ke poliklinik kulit
dan kelamin.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat keluhan serupa

: disangkal

Riwayat alergi makanan

: disangkal

Riwayat alergi obat

: disangkal

Riwayat DM

: disangkal

Riwayat HT

: disangkal

Riwayat asma

Riwayat bersin-bersin pagi hari : disangkal

: disangkal

Riwayat Keluarga
Riwayat keluhan serupa
Riwayat alergi
Riwayat asma

: disangkal
: disangkal
:disangkal

Status Dermatologi
Pada

regio

terdapat

abdomen

vesikel

berbatas

tegas,

hipetiformis,
lentikuler,

dengan

sinistra

berkelompok
berbentuk
berukuran
penyebaran

unilateral, dengan dasar eritema,


dan beberapa vesikel terdapat
krusta

berwarna

bagian puncaknya.

hitam

pada

Diagnosis Banding
Herpes Zoster Lumbalis Sinistra
Herpes simplek
Varisela

Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan

Diagnosis Kerja
Herpes zoster Lumbalis sinistra

Terapi
Non-medikamentosa
Menjaga

agar

membersihkan

lesi

tetap

dengan

air

bersih
dan

dengan

sabun

untuk

menghindari infeksi sekunder


Lindungi lesi dengan memakai pakaian bersih dan
tidak ketat.

Terapi
Medikamentosa

Acyclovir tab mg 400 No LXX, S 5 dd tab II


Fuson (fusidic acid) cr No I, S ue 2x/hr
Mefenamic acid tab mg 500 No X, S dd tab I

Prognosis
Ad vitam
: bonam
Ad sanam
: dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
Ad kosmetikam: dubia ad bonam

Pembahasan

Pendahuluan
Varisella
zoster virus
(VZV)

Family human
(alpha)
herpes virus

Varicella &
HERPES
ZOSTER

Van Bokay
(1988)

Garland (1943)

Weller &
Stoddard (1952)

varisella dicurigai
berkembang dari herpes
zoster akut

herpes zoster akibat


reaktivasi virus yang
laten

varisella & herpes zoster


disebabkan oleh virus
yang sama

15

Definisi
Herpes Zoster Yunani /Latin

Herpes setiap penyakit kulit meradang


ditandai dgn pembentukan vesikel kecil
mengelompok

Zoster struktur / pola yang melingkar

16

Herpes

zoster

adalah

penyakit

yang

disebabkan oleh virus varisela-zoster (VZV)


yang menyerang kulit dan mukosa. Herpes
zoster merupakan reaktivasi virus yang
terjadi setelah infeksi primer

E
P
I
D
E
M
I
O
L
O
G
I

Perempuan >> laki-laki


Ras putih >> ras kulit hitam
Imunocompromised >>
imunocompeten

18

Hal yg dpt memicu


reaktivasi virus :

Etiologi

Imunocompromaise
d
Paparan ulang virus
dari luar

Reaktivasi Varicella
Zoster Virus (VZV)
laten

Proses penyakit akut


atau kronis
Obat-obatan dari
berbagai jenis
Stress emosional

19

Patogenesis

20

GEJALA KLINIS

Karakteristik
lesi
sesuai dgn dermatom

unilateral
biasanya tidak
melewati garis tengah
tubuh

21

Lokasi Tersering

thorakal (55%)
servikal (20%)
saraf kranial
(20%)
sa
lumbal
kr
(15%)

22

u
m
(5
%
)

Prodroma
l

Stadium

Erupsi

Krustasi

23

Sistemik demam,
pusing, malaise
Lokal nyeri, gatal,
pegal

Awal
papul/plakat
berbentuk urtika
Vesikel
berkelompok dgn
dasar kulit
eritema&edema

Vesikel purulen
krustasi & lepas
dlm 1-2 mnggu

Rasa nyeri pd bekas


penyembuhan

3 bulan setelah
onset

Postherpetic
Neuralgia
Nyeri sprt terbakar &
terus menerus +
Usia tua >>
hiperestesi
Episodik

24

DIAGNOSIS

Anamnesis

Pmx fisik

Pmx penunjang

Tzanck smear multinucleated giant cell &


sel akantolitik

Kultur

PCR

DFA

25

DKA
Riw alergi (+) &
merup pparan ulang

Akut, sub akut &


kronis

Akut makula
eritematus bts tdk
jelas, papul, vesikel &
bula

Varisel
a

Herpes
simple
x

Anak - anak >>

Gx prodromal: rasa
panas & gatal

Vesikel tersebar,
bersifat sentripetal

Dgn gx prodromal lalu


tmbul makula/papul
yg cpt brubah mnjd
vesikel

Stelah tmbl lesi


demam, malaise,
nyeri otot

vesikel yang mudah


pecah/erosi/ulkus
dangkal bergerombol
di atas dasar eritema
& nyeri

26

Penatalaksanaan
menjaga

agar

membersihkan
Non
medikamentosa

lesi

tetap

dengan

air

bersih
dan

dengan

sabun

untuk

menghindari infeksi sekunder


Lindungi lesi dengan memakai pakaian bersih dan
tidak ketat

Medikamentosa

27

Penatalaksanaan
medikamentosa
bersifat
simtomatik, untuk mengobati nyeri diberikan
analgetik sedangkan untuk infeksi sekunder
diberikan antibiotik.
Terapi
dengan
antiviral bertujuan untuk
mempersingkat waktu penyakit serta menurunkan
keparahan dari penyakit. Obat antiviral yang biasa
digunakan adalah acyclovir, famciclovir, dan
valacyclovir. Dosis acyclovir adalah 800mg yang
diberikan 5 kali sehari dalam 7 hari.
Sedangkan dosis famsciclovir diberikan 3x250 mg
sehari
valacyclovir diberikan 3x1000mg sehari

28

PROGNOSIS

PENCEGAHAN

Baik

Pemberian
vaksin

Refrensi

Handoko R.P.. Penyakit Virus. dalam Djuanda A., Kosasih A., Wiryadi
B.E., Nathasuda E.C., Sjamsoe-Daili E., Effendi E.H., dkk. Ilmu Penyakit
Kulit dan Kelamin. edisi ke 5. Jakarta: Penerbit FK UI;2010. Hal. 110-114.

Janniger C.K.. Herpes Zoster. WebMD LLC; [diperbaharui pada 26


Februari 2013; dikutip pada 18 Juli 2013]. Dikutip dari:
(http://emedicine.medscape.com/article/1132465-overview).

Strauss, Stephen et al. Varicella and Herpes Zoster. In : Wolff K,


Goldsmith L, editors. Fitzpatricks Dermatology in General Medicine : 7th
ed. New York : McGraw-Hill, 2008 : 1885-1898.

Observer Extra : Herpes Zoster. Available from (http


://www.acpinternist.org/archives/2007/03/herpes.pdf).

Thank
s