Anda di halaman 1dari 43

BAB I

PENDAHULUAN

Pembangunan adalah hal mutlak yang harus dilaksanakan oleh seluruh bangsa di
dunia, termasuk di Indonesia. Pelaksanaan pembangunan di Indonesia merupakan
tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat dan tidak lepas dari peran serta berbagai
pihak, yaitu instansi pemerintah, swasta, masyarakat maupun perguruan tinggi
sebagai salah satu lembaga ilmiah. Salah satu bidang pembangunan yang menjadi
perhatian penting adalah bidang kesehatan.
Pembangunan kesehatan di Indonesia masih belum mampu dipenuhi oleh
pemerintah secara optimal. Diperlukan komitmen para pemimpin dan seluruh
komponen masyarakat. Dengan adanya kebijakan pemerintah mengenai otonomi
daerah, maka pemberdayaan masyarakat desa harus lebih ditingkatkan baik sumber
daya alam yang ada maupun sumber daya manusia sebagai subjek dan objek
pembangunan.
Lingkungan sosial keluarga merupakan permulaan bagi terbangunnya proses
sosial bagi anggota keluarga dalam menjalankan fungi dan peran sosialnya.
Kenyataan ini perlu dimaknai bahwa penempatan peran strategis keluarga dalam
lingkungan sosial merupakan suatu kelaziman untuk mencegah dan mengatasi
ketidakberfungsian sosial keluarga. Berbagai upaya baik yang dilakukan oleh
pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha seluruhnya telah memfokuskan

keluarga sebagai sumber pemberdayaan sosial dengan format social energy yang
dapat disinergikan dengan peran lembaga sosial lainnya.
Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sebagai salah satu lembaga
pendidikan memiliki kewajiban untuk berperan serta secara aktif dalam usaha
optimalisasi pembangunan kesehatan. Salah satu bentuk peran serta aktif tersebut
adalah dengan diadakannya Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh mahasiswa UNSOED di
Kabupaten Purbalingga.
Melalui Kuliah Kerja Nyata Pos Pemberdayaan Keluarga (KKN POSDAYA)
2015, diharapkan mahasiswa dapat memberikan alternatif solusi terhadap
permasalahan yang ada dengan pengembangan Posyandu dan pemberdayaan
masyarakat. Dalam hal ini tidak hanya masalah kesehatan namun juga meliputi tiga
masalah lainnya, yaitu pendidikan, kewirausahaan atau ekonomi, dan pemberdayaan
lingkungan. Sebagai program pendidikan, KKN POSDAYA bertujuan untuk
dikembangkan sebagai sarana bagi masyarakat dan semua keluarga di daerahnya
guna menyampaikan, memperoleh, memperkuat dan membina komunikasi, informasi,
edukasi, motivasi dan sekaligus advokasi kepada dan sesama anggota untuk
membangun keluarga sejahtera serta menyegarkan kembali modal sosial budaya yang
ada dalam masyarakatnya. Maksud pembentukan Posdaya adalah untuk membangun
wadah bagi keluarga di suatu daerah, terutama yang sosial ekonomi lemah agar dapat
bergabung dalam suatu proses pemberdayaan bersama demi mewujudkan
pembangunan.

A. Kondisi Umum Desa


Desa Wlahar merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Rembang
Kabupaten Purbalingga. Desa Wlahar mempunyai luas wilayah sebesar 436,520 HA.
Jarak tempuh dari desa Wlahar ke kecamatan yaitu 4 KM dan jarak tempuh dari desa
Wlahar ke Kabupaten yaitu 18 KM. Sebelah barat desa Wlahar berbatasan dengan
Tumanggal, sebelah timur berbatasan dengan Bantarbarang dan Bedagas, sebelah
utara berbatasan dengan wanogarakulon dan wanogarawetan, sedangkan disebelah
selatan berbatasan dengan Bedagas.
Adapun potensi-potensi yang dimiliki Desa Wlahar diantaranya sebagai berikut:
I.

Potensi Sumber Daya Alam


A.) Potensi Umum
1. Luas Desa
Tanah Sawah :
Sawah irigasi setengah teknis : 31,000 ha
Sawah tanah hujan
: 12,000 ha
Tanah Kering :
Tegal/ ladang
: 163,893 ha
Pemukiman
: 86,000 ha
Tanah perkebunan :
Tanah perkebunan rakyat
: 100,520 ha
Tanah fasilitas umum :
Kas desa
: 22,138 ha
Lapangan
: 6,750 ha
Perkantoran pemerintah
: 1,114 ha
Lainnya
: 13,108 ha
2. Orbitasi
Jarak ke ibu kota kecamatan terdekat
Lama tempuh ke ibu kota kecamatan terdekat
Kendaraan umum ke ibu kota kecamatan terdekat
3. Iklim
Jumlah bulan hujan
: 6 bulan
Suhu rata-rata harian
: 34oC
Bentang wilayah
: berbukit
B.) Pertanian
B.1. Tanaman Pangan

: 3 km
: 0,5 jam
: mini bus

1. Luas tanam menurut komoditas pada tahun ini


Jagung
: 2 ha (2,8 ton/ ha)
Ubi kayu
: 7 ha (63 ton/ ha)
2. Jenis komoditas buah-buahan yang dibudidayakan
Rambutan
: 4 ha (1,7 ton/ ha)
Duku
: 6 ha (5 ton/ ha)
Kokosan
: 2 ha (4,5 ton/ ha)
Pisang
: 5 ha (3 ton/ ha)
B.2. Tanaman Obat
Jahe

: 5 ha (2 ton/ ha)

Kunyit

: 3 ha (1,5 ton/ ha)

Lengkuas

: 2 ha (4 ton/ ha)

Kencur

: 7 ha (4 ton/ ha)

C.) Kehutanan
1. Luas menurut pemilikan
Milik adat/ masyarakat adat: 293 ha
2. Hasil hutan
Kayu
: 370 m3/ th
D.) Peternakan
1. Jenis populasi ternak
Sapi
: 5 ekor
Kerbau
: 15 ekor
Ayam
: 8.200 ekor
Bebek
: 800 ekor
Kambing
: 820 ekor
2. Produksi peternakan
Daging
: 1340 kg/ th
II. Potensi Sumber Daya Manusia
A.) Jumlah
Jumlah total
: 3409 orang
Jumlah laki-laki
: 1748 orang
Jumlah perempuan
: 1661 orang
Jumlah kepala keluarga : 1025 orang
B.) Pendidikan

Usia 7-45 tahun tidak pernah sekolah : 98 orang


Pernah sekolah SD tetapi tidak tamat : 141 orang
Tamat SD/ sederajat
: 1818 orang
SLTP/ sederajat
: 482 orang
SLTA/ sederajat
: 143 orang
D-3
: 2 orang
S-1
: 11 orang
C.) Mata pencaharian pokok
Petani
: 950 orang
Buruh tani
: 453 orang
Buruh/ swasta : 127 orang
Pegawai negeri : 12 orang
Pengrajin
: 40 orang
Pedagang
: 30 orang
Peternak
: 7 orang
Kontraktor
: 3 orang
III.
Potensi Kelembagaan
A.) Kelembagaan ekonomi
Industri kerajinan
: 15 unit (jumlah tenaga kerja : 28 orang)
Industri pakaian
: 5 unit (jumlah tenaga kerja : 5 orang)
Industri makanan
: 3 unit (jumlah tenaga kerja : 6 orang)
Restoran
: 3 unit (jumlah tenaga kerja : 6 orang)
Warung kelontong
: 32 unit (jumlah tenaga kerja : 64 orang)
Angkutan
: 41 unit (jumlah tenaga kerja : 82 orang)
Pedagang pengumpul : 10 orang
Usaha peternakan
: 7 unit (jumlah tenaga kerja 21 orang)
Kelompok simpan pinjam: 8 unit (jumlah tenaga kerja : 81 orang)
B.) Lembaga Pendidikan
TK
: 2 unit
- Jumlah guru
: 3 orang
- Jumlah murid
: 38 orang
SD/Sederajad: 3 unit
- Jumlah murid
: 307 orang
- Jumlah guru
: 35 orang
Jumlah lembaga pendidikan keagamaan : 6 unit
- Jumlah peserta didik : 270 orang
- Jumlah pengajar
: 16 orang
IV.Potensi Sarana dan Prasarana
A.) Prasarana Peribadatan
Jumlah masjid
: 7 buah
Jumlah mushola : 12 buah
B.)
Prasarana Olahraga
Lapangan sepak bola
: 1 buah
C.) Prasarana Kesehatan
Poliklinik/ balai pengobatan
: 1 unit

Posyandu
: 3 unit
D.) Sarana Kesehatan
Jumlah dukun terlatih
: 4 orang
Bidan desa
: 1 orang
E.) Prasarana Pendidikan
SD/ Sederajat
: 3 buah
TK
: 2 buah
TPA
: 2 buah
Jumlah lembaga pendidikan agama : 6 buah
B. Permasalahan Posdaya
1. Bidang Kelembagaan
Dalam bidang kelembagaan, Posdaya Soedirman memiliki kendala yang
dialami yaitu pengurus kurang berkomunikasi baik dalam bidangnya sendiri
maupun antar bidang. Kurangnya kepedulian warga untuk memajukan desa.
Pengurus posdaya masih mengalami kebingungan dalam melangkah untuk
menjalankan posdaya yang diurusnya.
Strategi

yang

dapat

dilakukan

untuk

memecahkan

masalah

bidang

kelembagaan ini yaitu meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar pengurus


posdaya, membuat bagan struktur yang jelas sehingga pengurus tahu siapa saja
yang menjadi anggota posdaya tersebut, memberikan gambaran dan arahan
mengenai keorganisasian posdaya agar pengurus posdaya itu sendiri tidak bingung
dalam menggerakan warga sehingga posdaya yang dijalankannya dapat berjalan
dengan berkelanjutan.
2. Bidang Kesehatan
Permasalahan dibidang kesehatan antara lain kurangnya kesadaran warga
dalam melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat desa
wlahar masih ada yang belum memiliki jamban mandiri sehingga dapat mencemari

lingkungan dan menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Selain itu, masyarakat


kurang menyadari pentingnya jaminan kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan masih
sedikitnya warga yang memiliki kartu Jaminan Kesehatan. Masyarakat mengurus
kartu jaminan kesehatan hanya ketika ada keluarga yang jatuh sakit. Maka dari itu,
strategi yang dilakukan yaitu mengadakan penyuluhan perilaku hidup bersih dan
sehat, sehingga perilaku tersebut dapat dilakukan sejak dini untuk mencegah
terkena penyakit. Selain itu, penyuluhan tentang jaminan kesehatan agar
masyarakat lebih menyadari pentingnya jaminan kesehatan untuk masa depan.
3. Bidang Ekonomi
Masalah dibidang ekonomi yaitu masyarakat kesulitan mendapatkan modal
untuk mengembangkan usahanya. Hal tersebut disebabkan masyarakat takut untuk
meminjam modal kepada instansi keuangan karena tidak ada jaminannya. Selain
itu, ruang lingkup pemasaran produk industri rumah tangga masih terbatas daerah
lokal. Masalah lainnya yaitu kurangnya inovasi produk sehingga usaha yang ada
sulit

berkembang.

Strategi

yang

dapat

dilakukan

pada

bidang

ekonomi/kewirausahaan yaitu dengan memperjelas cara pemasaran dengan


memberikan pelabelan produk yang diproduksi dan penjelasan mengenai
permodalan industri rumah tangga (IRT).
4. Bidang Pendidikan
Perkembangan pendidikan di Desa Wlahar sudah cukup baik. Hal ini di tandai
dengan tingginya minat belajar siswa-siswa SD pada aktivitas kelompok belajar.
Namun, tingkat pendidikan masyarakat Desa Wlahar banyak yang setingkat SMP.

Hal ini karena masyarakat lebih memilih untuk bekerja dari pada melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, fasilitas sarana dan prasarana
di SDN 1 Wlahar masih terbatas. Keterbatasan pengajar instansi pendidikan.
Strategi yang akan dilakukan yaitu pendampingan mengajar untuk anak-anak
dalam pendidikan informal dan pembentukan kelompok belajar agar siswa dapat
belajar mandiri.
5. Bidang Lingkungan
Permasalahan dibidang lingkungan yaitu sebagian besar masyarakat masih
membuang sampah sembarangan ke kali sehingga, hal tersebut mencemari
lingkungan dan menyebabkan banjir didaerah lain. Selain itu, petani di Desa
Wlahar kesulitan dalam perawatan tanaman sehingga hasil produksi tidak
maksimal. Hal yang dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut adalah
penyuluhan dan pelatihan pengolahan sampah rumah tangga dan pembuatan pupuk
organic yang baik bagi tanaman.
BAB II
PELAKSANAAN
A. Matriks Program Kerja dan Realisasi
Adapun pelaksanaan program KKN POSDAYA di Desa Wlahar dibagi
menjadi dua yaitu program non fisik dan fisik. Seluruh jadwal kegiatan dan
realisasi program non fisik dan fisik dari semua bidang ini bisa dilihat dalam
lampiran 1.
B. Pelaksanaan Program dan Pembahasan
1. Bidang Kelembagaan

a. Sosialisasi Program Kerja dan Perkenalan (Non Fisik)


1) Waktu
: Kamis, 22 Januari 2015, Pukul 09.00 11.30 WIB
Tempat
: Balai Desa Wlahar
Peserta : Tokoh masyarakat, pemuda dan agama, perangkat desa, serta
pengurus POSDAYA Soedirman Desa Wlahar
2) Tujuan dan Manfaat
Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program kerja yang akan
dilaksanakan oleh mahasiswa KKN POSDAYA UNSOED 2015,
sehingga masyarakat yang diwakili oleh tokoh-tokoh dan perangkat desa
bisa mengetahui program kerja tersebut dan bisa memberikan kritik,
saran maupun masukan terkait dengan program kerja tersebut. Dengan
begitu program kerja yang dihasilkan bisa sesuai dengan kebutuhan
masyarakat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk koordinasi
antara KKN POSDAYA 2015 dengan pengurus POSDAYA Soedirman
Desa Wlahar, sehingga bisa sekaligus untuk mengaktifkan kembali
POSDAYA Soedirman dengan melibatkan pengurus POSDAYA dalam
setiap program kerja yang ada atau dengan kata lain melakukan
revitalisasi.
3) Uraian Capaian
Sosialisasi sangat perlu untuk dilakukan, melalui kegiatan sosialisasi
seluruh program bisa tersampaikan ke masyarakat dengan baik dan jelas
sehingga dalam pelaksanaanya nanti bisa berjalan dengan lancar. Tokohtokoh masyarakat dan perangkat desa hadir dalam kehiatan ini sehingga
sosialisasi program kerja bisa berjalan dengan lancar.
Revitalisasi adalah proses, cara, dan pembuatan menghidupkan kembali
suatu hal yang sebelumnya belum terberdaya. Karena Posdaya

Soedirman yang ada di Desa Wlahar kurang aktif, maka perlu diadakan
kegiatan revitalisasi Posdaya. Yang pertama adalah menentukan apakah
kepengurusan akan tetap sama seperti sebelumnya atau ada pergantian
pengurus pada Posdaya Soedirman, namun dalam realisasinya tetap pada
kepengurusan yang sebelumnya. Meskipun pengurus Posdaya yang
datang hanya beberapa saja namun kegiatan ini berjalan dengan lancar.

Gambar 1. Sosialisasi Program Kerja KKN Posdaya 2015

4) Faktor Pendorong dan Penghambat


Faktor pendorongnya adalah adanya partisipasi dari tokoh masyarakat,
perangkat desa dan pengurus Posdaya Soedirman Desa Wlahar.
Faktor penghambatnya adalah pengurus Posdaya yang berpartisipasi
hanya beberapa saja, dan merupakan orang-orang yang mempunyai
kesibukan lain di luar kegiatan Posdaya. Serta kurangnya program kerja
Posdaya Soedirman yang ada di Desa Wlahar, sehingga tidak banyak

kegiatan yang dilakukan oleh Posdaya. Hal ini juga dikarenakan


minimnya sumber dana yang dimiliki oleh Posdaya sehingga banyak
program yang tidak bisa terealisasi.
5) Penanggungjawab : Yodi Arya Ndaru
6) Rekomendasi perbaikan untuk program KKN berikutnya
Sebaiknya untuk menentukan pengurus posdaya adalah orang-orang yang
tidak terlalu sibuk dengan kegiatan lainnya karena akan menghambat
pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan, berbeda dengan orang-orang
yang mempunyai sedikit kesibukan dimungkinkan akan lebih fokus dalam
kegiatan posdaya tersebut. Serta dibutuhkan sumber daya manusia yang
berperan aktif untuk merealisasikan program kerja yang ada pada Posdaya
Soedirman, Desa Wlahar, selain itu program kerja yang disusun untuk
Posdaya sebaiknya merupakan program kerja yang membutuhkan anggaran
yang tidak banyak atau jika memungkinkan tidak memerlukan anggaran
sama sekali, hal ini karena minimnya sumber dana yang dimiliki oleh
Posdaya Soedirman
b. Pemasangan Papan Struktur Posdaya dan atribut posdaya (Fisik)
1) Waktu
: Selasa, 20 Januari 2015 dan Rabu, 21 Januari 2015
Tempat
: Posko KKN Posdaya Unsoed 2015 dan Posko Posdaya
Soedirman Desa Wlahar
Peserta
: KKN Posdaya Unsoed 2015 Desa Wlahar
2) Tujuan dan manfaat
Tujuannya adalah untuk mempermudah dalam setiap kegiatan yang
akan dilakukan dalam program kerjanya dan mendapatkan legalitas
dimata publik. Selain itu manfaat dari atribut ini adalah mempermudah
pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan KKN Posdaya Unsoed

yang ada di Desa Wlahar maupun dengan Posdaya Soedirman Desa


Wlahar.
3) Uraian Capaian
Organisasi memerlukan suatu identitas yang dapat digunakan untuk
menunjukan eksistensinya. Maka diperlukan atribut Posdaya. Misalnya,
seperti plang, papan struktur maupun atribut lainnya yang tujuannya
untuk menunjang hal tersebut dan pembuatan serta pemasangan atribut
tersebut berjalan dengan lancar.

Gambar 2. Pemasangan atribut Posko KKN dan Posdaya Soedirman


4) Faktor Pendorong dan Penghambat
Faktor pendorongnya antara lain kinerja tim KKN dan kreatifitas dalam
pembuatan dan pemasangan atribut.
Faktor penghambatnya yaitu kondisi geografis dari Desa Wlahar,
dimana kondisinya berbukit dan banyaknya akses jalan masuk ke Desa
Wlahar serta wilayah Desa Wlahar yang sangat luas.
5) Penanggungjawab
: Yodi Arya Ndaru
6) Rekomendasi perbaikan untuk program KKN berikutnya
Untuk atribut Posdaya ini sebaiknya bisa dikerjakan sebelum mahasiswa
KKN sampai di desa, sehingga bisa mengefisienkan waktu dan
pencarian alat-alatnya pun akan lebih mudah.
2. Bidang Pendidikan
a. Bimbingan Belajar (Fisik)
1.) Waktu, tempat dan peserta kegiatan
a.) Waktu : 20 Januari-19 Februari 2015
Setiap senin dan rabu pukul 18.30-20.00
b.) Tempat : Posko KKN Posdaya Wlahar
c.) Peserta : Anak-anak SD, MI, SMP
2.) Tujuan dan Manfaat
a.) Membantu anak-anak usia belajar atau sekolah untuk
mengingat kembali pelajaran yang telah dipelajari di sekolah.
b.) Membiasakan anak-anak untuk belajar secara berkelompok di
luar jam sekolah, teutama setelah anak-anak melaksanakan
solat maghib sampai waktu shalat isya tiba.
c.) Memotivasi anak-anak agar lebih giat belajar.
3.) Uraian Pencapaian
Peserta yang mengikuti kegiatan bimbingan belajar berjumlah
30 orang. Pembelajaran dibagi berdasarkan tiap tingkatan sekolah
sesuai kelas. Setiap kelas akan dimentori oleh satu mahasiswa

KKN. Kegiatan ini membantu anak-anak belajar dan mengerjakan


tugas sekolah. Antusiasme peserta sangat baik.

Gambar 3. Anak-Anak Sedang Mengikuti Bimbingan Belajar

4.) Faktor Pendorong dan Penghambat


a.) Faktor pendorong
Anak-anak usia sekolah di Desa Wlahar memilik semangat
belajar yang sangat tinggi dan anak-anak tidak malu untuk
datang ke posko KKN untuk belajar bersama dengan
mahasiswa KKN.
b.) Faktor Penghambat
Ada anak yang hanya bermain-main ketika kegiatan bimbingan
belajar sehingga menggangu proses belajar.
5.) Penanggung Jawab
: Adji Ngesti Hutomo.
6.) Rekomendasi untuk KKN berikutnya

Jadwal bimbingan belajar sebaiknya diatur hari yang berbeda


berdasarkan tingkatan kelas. Hal ini dilakukan supaya suasana
belajar menjadi kondusif.
b. Lomba Mewarnai Untuk PAUD
1.) Waktu, Tempat dan Peserta
a.) Waktu : 10 Februari 2015
b.) Tempat : KB Alif Syahbana
c.) Peserta : Anak-anak KB Alif Syahbana
2.) Tujuan dan Manfaat :
a.) Melatih sistem motorik anak serta mengembangkan minat,
kreatifitas, dan kemampuan anak.
b.) Menambah pengalaman dan melatih pola pikir anak-anak
PAUD di Desa Wlahar
3.) Uraian Pencapaian
Peserta yang mengikuti lomba mewarnai ini berjumlah 17 orang.
Anak-anak antusias mengikuti lomba mewarnai. Hasil mewarnai
yang terbaik mendapatkan hadiah.

Gambar 4. Lomba Mewarnai di KB Alif Syahbana

4.) Faktor pendorong dan Penghambat


a.) Faktor Pendorong

Adanya dorongan dari guru dan orang tua murid kepada


anaknya untuk mengikuti acara ini.
b.) Faktor Penghambat
Anak-anak yang masih belum bisa berada jauh dari orang tua,
sehingga anak-anak terus mencari orang tuanya ketika acara
berlangsung. Masih ada anak-anak yang mengacuhkan
kegiatan dan masih ada anak-anak yang masih merasa malu.
5.) Penanggung Jawab
: Adji Ngesti Hutomo
6.) Rekomendasi untuk KKN berikutnya :
Kegiatan lomba mewarnai untuk paud sebaiknya dilakukan di
semua paud dengan cara menggabungkan peserta dari paud di luar
wilayah kerja posdaya agar lomba lebih meriah.

c. Pelatihan Komputer Untuk Perangkat Desa


1.) Waktu, Tempat dan Peserta
a.) Waktu : 9, 10. 11 Februari 2015
b.) Tempat : Balai Desa Wlahar
c.) Peserta : Perangkat Desa Wlahar
2.) Tujuan dan Manfaat
a.) Mengetahui fungsi-fungsi yang ada di Microsoft Word agar
dapat digunakan dengan efektif.
b.) Mengetahui fungsi-fungsi yang ada di Microsoft Excel agar
dapat digunakan dengan efektif.
c.) Mengetahui fungsi-fungsi yang ada di Microsoft Power Point
agar dapat digunakan dengan efektif
3.) Uraian Pencapaian
Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 10 orang. Perangkat
desa lebih terlatih dalam menggunakan komputer sehingga dapat
membuat surat dengan cepat, membuat grafik tabel dengan mudah,
menggunakan fungsi matematika di Microsoft excel, membuat
presentasi sederhana.

Gambar 5. Perangkat Desa Mengikuti Pelatihan Komputer

4.) Faktor Pendorong dan Penghambat


a.) Faktor Pendorong
Perangkat desa antusias mengikuti kegiatan dan mau mengikuti
arahan mentor.
b.) Faktor Penghambat
Adanya pemadaman listrik sehingga komputer tidak dapat
digunakan.
5.) Penanggung Jawab
: Adji Ngesti Hutomo
6.) Rekomendasi untuk KKN berikutnya :
Kegiatan ini sebaiknya dilakukan terjadwal setiap harinya dengan
materi yang telah ditentukan.

d. Pendampingan Pra-Pesta Siaga


1.) Waktu, Tempat dan Peserta
a.) Waktu : 27 -31 Februari 2015
b.) Tempat : SDN 1 Wlahar dan SDN 2 Wlahar
c.) Peserta : Siswa kelas 3 dan 4 SDN 1 Wlahar dan SDN 2
Wlahar
2.) Tujuan dan Manfaat:
a.) Membina mental dan kepercayaan

b.) Membina dan mengembangkan penghayatan kode kehormatan yang


berupa Janji Trisatya dan Dasadarma Pramuka
c.) Agar para peserta dapat mengetahui sandi dasar pramuka, nama-nama
pulau yang ada di Indonesia, ikatan tali dasar pramuka, nama-nama tokoh
penting
d.) Meningkatkan semangat dan motivasi peserta
3.) Uraian Pencapaian
Peserta yang ikut dalam pendampingan pesta siaga berjumlah 40
anak. Peserta belajar pengetahuan umum Indonesia, pramuka dan
keagamaan serta kesenian. Peserta antusias dan bersemangat
mengikuti kegiatan.

Gambar 6. Pendampingan Pesta Siaga


4.) Faktor Pendorong dan Penghambat
a.) Faktor Pendorong
Respon para guru terhadap acara ini sangat baik.
b.) Faktor Penghambat
Tidak kondusifnya suasana sekolah karena banyak siswa dari
kelas lain mengganggu proses pelatihan pesta siaga.
5.) Penanggung Jawab
: Aldi Firmansyah
6.) Rekomendasi untuk KKN berikutnya :

Kegiatan Latihan pesta siaga sebaiknya dilakukan setelah pulang


sekolah.
e. Pendampingan TPQ
1.) Waktu, Tempat, dan Peserta
a.) Waktu : 9-12 Februari 2015
b.) Tempat : TPQ Madin Al- Hidayah dan TPQ Al-Karomah
c.) Peserta
: Anak-anak
2.) Tujuan dan Manfaat
a.) Memperkuat rasa keimanan kepada Allah
b.) Memahami bacaan Al-Quran dengan baik
c.) Memperdalam ilmu agama Islam

3.) Uraian Pencapaian


Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 30 orang darti tiap
TPQ. Peserta bersemangat mengikuti kegiatan ini karena belajar
sambil lomba membaca surat pendek dan doa sehari-hari.

Gambar 7. Mahasiswa KKN mengajar di TPQ Al-Karomah

4.) Faktor Pendorong dan Penghambat


a.) Faktor Pendorong
Respon para pengajar terhadap acara ini sangat baik.
b.) Faktor Penghambat
Tidak kondusifnya suasana TPQ karena banyaknya murid TPQ
5.) Penanggung Jawab
: Aldi Firmansyah
6.) Rekomendasi untuk KKN berikutnya :
Kegiatan ini sebaiknya diadakan lebih sering dan dijadwalkan
setiap minggunya. Hal ini dilakukan supaya Ilmu yang
disampaikan bisa lebih banyak.

3. Bidang Kesehatan
a. Penyuluhan Pentingnya Sarapan
1) Waktu, tempat dan peserta kegiatan
a.) Waktu
Kegiatan dilakukan sebanyak dua kali pada:
Kamis, 5 Februari 2015
Sabtu, 14 Februari 2015
b.) Tempat
TK Pertiwi Wlahar
BA Aisyiyah Wlahar

c.) Peserta Kegiatan


Peserta kegiatan yaitu siswa TK Pertiwi wlahar dan BA Aisyiyah
Wlahar
2.) Tujuan dan manfaat
a Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini yaitu :
Mengetahui manfaat sarapan pagi untuk kesehatan

Mengetahui jenis makanan yang baik dimakan untuk

sarapan
Mengetahui dampak buruk jika tidak sarapan
Manfaat
Manfaat dari kegiatan ini yaitu :
Meningkatkan kesadaran anak untuk makan pagi
Meningkatkan pengetahuan anak tentang manfaat sarapan

dan dampak buruk tidak sarapan


3.) Uraian capaian
Peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan pentingnya sarapan di
TK Pertiwi dan BA Wlahar masing-masing berjumlah 20 orang.
Peserta sudah mencapai target dan sasaran. Metode penyuluhan
dilakukan dengan menggunakan video dan nyanyian. Antusiasme
peserta dalam mengikuti kegiatan cukup baik karena dapat
mengikuti arahan dari penyuluh.

Gambar 8. Penyuluhan Pentingnya Sarapan


4.) Faktor pendorong dan penghambat
a Faktor pendorong:
Faktor pendorong dari kegiatan ini adalah adanya sarana taman
kanak-kanak di desa sehingga pemberian pendidikan kesehatan

dapat mudah ajarkan sejak dini. Guru dan staf TK dan BA


kooperatif dengan mahasiswa sehingga kegiatan dapat berjalan
b

dengan lancar.
Faktor penghambat:
Faktor penghambat dari kegiatan ini adalah kurangnya alat

bantu untuk menjelaskan materi pentingnya sarapan.


5.) Penanggung Jawab : Shasanti Ismi Pramesti
6.) Rekomendasi perbaikan program untuk KKN berikutnya
Sasaran penyuluhan sebaiknya ditambah orang tua murid atau
pengasuhnya agar dapat mengaplikasikan langsung di rumah.
b. Penyuluhan cuci tangan dan sikat gigi yang baik
1) Waktu, tempat dan peserta kegiatan
a.) Waktu
Kegiatan dilakukan sebanyak satu kali pada Sabtu, 7 Februari
2015
b.) Tempat
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di TK Pertiwi Wlahar
c.) Peserta Kegiatan
Peserta kegiatan
Peserta kegiatan yaitu siswa TK Pertiwi Wlahar
2.) Tujuan dan Manfaat
c Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini yaitu :
Mengetahui cara mencuci tangan dan gosok gigi yang benar
Mengetahui waktu yang tepat untuk cuci tangan dan gosok

gigi
Mengetahui dampak buruk jika tidak menjaga kebersihan

tubuh dengan cuci tangan dan gosok gigi yang benar.


Manfaat
Manfaat dari kegiatan ini yaitu :
Meningkatkan pengetahuan siswa TK tentang mencuci
tangan dan menggosok gigi yang benar.

Meningkatkan kesadaran siswa TK untuk hidup bersih dan


sehat

3.) Uraian capaian


Peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan pentingnya sarapan di
TK Pertiwi dan BA Wlahar masing-masing berjumlah 20 orang.
Peserta sudah mencapai target dan sasaran. Metode penyuluhan
dilakukan dengan penjelasan lisan dan praktik mencuci tangan dan
menggosok gigi dengan alat peraga gambar gigi. Antusiasme
peserta dalam mengikuti kegiatan cukup baik karena dapat
mengikuti arahan dari penyuluh.

Gambar 9. Penyuluhan PHBS Mencuci Tangan Dan Menggosok


Gigi Yang Benar
4.) Faktor pendorong dan penghambat
a.) Faktor pendorong:
Faktor pendorong dari kegiatan ini adalah adanya sarana taman
kanak-kanak di desa sehingga pemberian pendidikan kesehatan
dapat mudah ajarkan sejak dini. Guru dan staf TK kooperatif
dengan mahasiswa sehingga kegiatan dapat berjalan dengan
lancar.
b.) Faktor penghambat:
Faktor penghambat dari kegiatan ini adalah anak-anak sulit
untuk diajak tertib sehingga hal ini menghambat dalam
penyampaian materi penyuluhan cuci tangan dan gosok gigi.
5.) Penanggung Jawab : Shasanti Ismi Pramesti
6.) Rekomendasi perbaikan program untuk KKN berikutnya
Sasaran penyuluhan khusus untuk menggosok gigi sebaiknya
menggunakan alat peraga model gigi agar lebih jelas dilihat oleh
peserta.
a. Pendampingan Posyandu Balita dan Lansia
1.) Waktu, tempat dan peserta kegiatan
a) Waktu
Kegiatan dilakukan sebanyak tiga kali pada tanggal:
- Rabu tanggal 4 Februari 2015
- Jumat tanggal 6 Februari 2015
- Senin tanggal 9 Februari 2015
b) Tempat
Tempat kegiatan adalah di wilayah posyandu 1, 2 dan 3.
c) Peserta kegiatan
Balita usia 0 5 tahun dan warga lanjut usia

2.) Tujuan dan Manfaat


a) Tujuan
- Meningkatkan pelayanan

kesehatan

anak

dan

ibu

demi

mencengahnya kematian anak dan ibu


- Mewujudkan keluarga kecil sehat sejahtera
- Meningkatkan rasa peduli masyarakat akan pentingnya kesehatan
b) Manfaat
Manfaat dari kegiatan ini adalah para peserta posyandu dapat
mengetahui perkembangan terkini tentang kesehatan peserta
posyandu.
3.) Uraian capaian
Peserta posyandu balita sangat antusias datang berkunjung untuk
melakukan pemantauan perkembangan dan mendapatkan pemberian
vitamin A. peserta posyandu lansia juga sangat antusias untuk
melakukan pengukuran tekanan darah dan kosultasi kesehatan secara
singkat. Semua target perserta posyandu terpenuhi

Gambar 10. Pendampingan Posyandu Balita


4) Faktor pendorong dan penghambat
a) Faktor pendorong:
Faktor pendorong dari kegiatan ini adalah adanya kader di setiap
posyandu dengan bimbingan bidan desa.
b) Faktor penghambat:
Faktor penghambat dari kegiatan ini adalah kurangnya tenaga dan
fasilitas kesehatan yang dapat menunjang pemeriksaan. Pada
posyandu lansia belum disediakan pemeriksaan gula darah dan
kolesterol, dan tidak disediakan obat untuk lansia dengan tekanan
darah tinggi. Pada posyandu balita kurangnya fasilitas kesehatan
yang dapat menarik minat anak-anak sebagai contoh alat timbang
yang kurang aman dan nyaman sehingga si anak enggan untuk
ditimbang dan juga pemantauan perkembangan tidak dilakukan
dengan detail di setiap bulan, sebagai contoh pengukuran tinggi
badan tidak dilakukan tiap bulan.
5) Penanggung Jawab : Meliana Shanti Rizka
6) Rekomendasi perbaikan program untuk KKN berikutnya
Pendampingan posyandu dapat ditambah dengan memberikan
penyuluhan singkat tentang kesehatan secara umum. Pada posyandu

balita disarankan untuk penggantian alat timbang baru. Pada posyandu


lansia ditambahkan dengan pemeriksaan gula darah dan kolesterol.
Lalu dapat ditambahkan edukasi tentang tekanan darah tinggi.
b. Penyuluhan Program BPJS
1) Waktu, tempat dan peserta kegiatan
a) Waktu
Kegiatan dilakukan sebanyak satu kali pada hari Kamis, 12 Februari
2015
b) Tempat
Tempat kegiatan adalah di rumah warga
c) Peserta kegiatan
Ibu-ibu Majelis Talim Al-Karomah
2) Tujuan dan Manfaat
a) Tujuan
Para warga dapat mengetahui apa dan bagaimana program BPJS.
b) Manfaat
Untuk meningkatkan kesadaran warga pentingnya jaminan kesehatan
untuk masa depan.
3) Uraian capaian
Jumlah warga yang datang sesuai dengan target capaian yaitu 30 orang,
namun warga kurang antusias dengan program BPJS yang ada.

Gambar 11. Penyuluhan BPJS di Majelis Talim Al-Karomah

4) Faktor pendorong dan penghambat


c) Faktor pendorong
Faktor pendorong dari kegiatan ini adalah adanya kegiatan pengajian
rutin, sehingga mudah untuk mengumpulkan warga.
d) Faktor penghambat
Faktor penghambat dari kegiatan ini adalah kurangnya fasilitas di
rumah warga untuk dapat melakukan penyuluhan dengan visual yang
baik.
5) Penanggung Jawab : Meliana Shantia Rizka
6) Rekomendasi perbaikan program untuk KKN berikutnya
Penyuluhan dilakukan dengan jumlah peserta lebih banyak dan dengan
mengundang narasumber langsung dari kantor BPJS
4. Bidang Ekonomi
a. Pelatihan Adminstrasi Pembukuan UMKM
1.) Waktu, Tempat, dan Peserta
a.) Waktu
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu 1 februari 2015,
pukul 09.00 dan 17.00 WIB.
b.) Tempat
Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah bapak yatiman dan ibu
sutinah selaku pemilik UMKM.
c.) Peserta
Peserta pada kegiatan ini adalah pelaku industri rumah tangga
2.) Tujuan dan Manfaat
a.) Memonitor pemasukan dan pengeluaran uang melalui catatan
transaksi
b.) Mengendalikan biaya dan pengeluaran kas.
c.) Mengetahui posisi keuangan usaha terkini yakni mengetahui
Perkembangan

usaha

dengan

cara

merekapitulasi

dan

mengelompokkan data-data dari pembukuan keuangan untuk


mengetahui darimana dan kemana uang berputar.

d.) Pengambilan keputusan usaha yang lebih baik, karena berdasarkan


data-data yang akurat dapat direncanakan secara baik pola usaha
yang akan direncanakan.
3.) Uraian Kegiatan
Program Pelatihan Administrasi Pembukuan yaitu agar pedagang
mikro dapat mandiri dengan adanya pembukuan dan pengeluaran atau
pemasukan kas dapat diketahui secara teratur.

Gambar 12. Pendampingan Administrasi Pembukuan


4.) Faktor pendorong dan penghambat
a.) Faktor pendorong
Pemilik UMKM sangat kooperatif dan memiliki rasa ingin tahu
yang tinggi tentang administrasi pembukuan.
b.) Faktor penghambat
Keterbatasan jenis pelatihan yang dikehendaki UMKM dan yang
mampu menciptakan peluang pasar, terbatasnya sumber daya

manusia baik kualitas maupun kuantitas di bidang pengembangan


sumber daya manusia,ketersediaann dana yang ada.
5.) Penanggung Jawab : Kristianingsih Wiranata
6.) Rekomendasi Perbaikan Kegiatan
Pelaksanaan Pelatihan administrasi pembukuan sebaiknya dilakukan
secara bertahap dan secara intensif agar UMKM dapat dengan mudah
dalam penulisan buku kas.
b. Sosialisasi Pengenalan MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean)
1) Waktu, Tempat, dan Peserta
a) Waktu
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu, 14 februari 2015 pukul
15.00-17.30 WIB
b) Tempat
Tempat pelaksanaan di Balai Desa Wlahar
c) Peserta
Kelompok tani dan pemilik UMKM
2) Tujuan dan Manfaat
a) Memberikan informasi, pengetahuan, dan hal-hal yang harus
dilakukan apabila Indonesia menerapkan perdagangan bebas.
b) Meningkatkan motivasi untuk berkarya dan memunculkan ide baru

3) Uraian Pencapaian
Program Sosialisasi Pengenalan MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean)
yaitu agar masyarakat dapat mengetahui dampak-dampak yang akan
terjadi apabila MEA masuk ke Indonesia serta hal yang bisa dilakukan
untuk persaing dalam perdagangan bebas.

Gambar 13. Penyuluhan Masyarakat Ekonomi Asean


4) Faktor pendorong dan penghambat
a) Faktor Pendorong
Perangkat desa kooperatif dalam membantu mengumpulkan warga
agar dapat menghadiri penyuluhan.
b) Faktor penghambat
Kesulitan mencari jadwal yang tepat antara pembicara dari dinas
dengan waktu luang peserta penyuluhan.
5) Penanggung Jawab : Kristianingsih Wiranata
6) Rekomendasi Perbaikan Kegiatan
Pelaksanaan Sosialisasi Pengenalan MEA (Masyarakat Ekonomi
Asean) seharusnya seluruh masyarakat agar seluruh masyarakat dapat
mengetahui dampak adanya MEA di Indonesia.
c. Penyuluhan Gemar Menabung
1) Waktu, Tempat, dan Peserta Kegiatan
a) Waktu
Kegiatan alih informasi gemar menabung telah dilaksanakan pada
Selasa 3 Februari 2014

b) Tempat
Tempat pelaksaan kegiatan di SDN 1 Wlahar
c) Peserta
Perserta siswa kelas 1 SDN 1 Wlahar.
2) Tujuan dan Manfaat
Tujuan kegiatan ini adalah untuk menanamkan sikap suka menabung
sejak usia dini.. Manfaatnya adalah siswa akan lebih termotivasi untuk
menabung dengan menggunakan celengan buatannya sendiri sehingga
sikap gemar menabung akan tertanam sejak usia dini.
3) Uraian Capaian
Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dengan jumlah total peserta
yang berpartisipasi kurang lebih semua berjumlah 30 orang. Berdasarkan
informasi dari beberapa peserta yang terlibat, terdapat follow up yang baik
dari mereka yaitu bahwa celengan tersebut memotivasi mereka untuk
menabung setiap hari.

Gambar 14. Penyuluhan Ayo Gemar Menabung

4) Faktor Pendorong dan Penghambat


Faktor pendorongnya yaitu pengajar

sangat

mendukung

dengan

diadakanya kegiatan ini. Penghambatnya adalah terbatasnya waktu yang


disediakan untuk mengadakan penyuluhan gemar menabung karena anak-

anak dalam menghias celengan membutuhkan waktu yang tidak sebentar


dan ada beberapa anak yang tidak hadir dalam kegiatan ini.
5) Penanggung Jawab : Akbar Fauzianto
6) Rekomendasi Perbaikan Program untuk KKN Berikutnya
Rekomendasi perbaikan program untuk KKN berikutnya, sebaiknya
kegiatan penyuluhan gemar menabung ini lomba menjamah kesemua
murid untuk hadirsehingga manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan oleh
semua siswa.
d. Penyuluhan Pemasaran Hasil Produksi
1) Waktu, Tempat, Peserta
a) Waktu
Pelaksanaan penyuluhan Pemasaran hasil produksi dilaksanakan, pada
tanggal 14 Februari 2015.
b) Tempat
Tempat pelaksanaan kegiatan di Balai Desa Wlahar
c) Peserta
Peserta dalam kegiatan ini adalah kelompok tani Desa Wlahar dan
kelompok UMKM
2) Tujuan dan Manfaat
Tujuan yang diharapkan dari penyuluhan pemasaran hasil produksi adalah
untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang penting nya
dunia pembisnis (Pemilik Hasil Produksi) .
Manfaat dari penyuluhan hasil pemasaran produksi adalah masyarakat
bisa mencoba bisnis tanpa mengenal kata ragukarena di dalam bisnis
terdapat istilah ATM(Amati Tiru dan Menginovasikan produk produk)
masyarakat bisa leluasa menanyakan pokok pokok permasalahan produksi
di sektor pedesaan yang terjadi pada sumber sumber nya(narasumber
yang hadir pada penyuluhan)
3) Uraian Capaian

Masyarakat pedesaan belum mengetahui tentang manajemen pemasaran


hasil hasil produknya karena keterbatasan pengetahuan nya dalam
pemasaran nya.dan juga masyarakat kurang memahami bahan bahan baku
nya yang untuk di produksi.

Gambar 15. Penyuluhan Pemasaran Hasil Produksi


4) Faktor Pendorong dan Penghambat
Faktor pendorong kegiatan ini

adalah

banyaknya

keingintahuan

masyarakat tentang proses pemasaran hasil produksi, dukungan dan


antusiasme dari warga juga baik. Selain itu juga manfaat Pemasaran hasil
produksi yang sekarang ini mulai banyak di butuhkan pada para produsen
produsen dalam negeri yang usahanya sangat kecil(hasil produksi sedikit).
Faktor penghambatnya adalah sulitnya menghadirkan peserta sesuai

target. Hal ini dikarenakan adanya keperluan masing-masing peserta yang


tidak mungkin dapat ditinggalkan.
5) Penanggung Jawab : Akbar Fauzianto
6) Rekomendasi Perbaikan Program untuk Kuliah Kerja Nyata Berikutnya
Rekomendasi untuk selanjutnya adalah perluasan informasi kepada
masyarakat tentang penyuluhan hasil produksi, sehingga tidak hanya
kelompok tani saja yang mengetahui tentang penyuluhan hasil produksi
menjadi aktifator,bisa dari umkm maupun petani yang memiliki ladang
sedikit(sempit).
5. Bidang Lingkungan
a. Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik
1) Waktu, Tempat dan Peserta
a) Waktu Pelaksanaan : kegiatan ini dilakukan sebanyak satu kali
yaitu pada tanggal 8 Februari 2015.
b) Lokasi Pelaksanaan : kegiatan ini bertempat di jalan sekitar RT 9
dan 10 Dusun 1 Desa Wlahar.
c) Peserta Kegiatan : sasaran kegiatan ini adaah kepada masyarakat
dusun 1 dan sebagian petani yang berada di Desa Wlahar.
2) Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dibidang
pertanian dan memanfaatkan limbah organik menjadi sesuatu yang
bermanfaat.
3) Uraian Pencapaian
Partisipasi masyarakat untuk kerja bakti sangat baik. Masyarakat
bergotong royong membersihkan lingkungan sekaliagus menyimak
sosialisasi pembuatan pupuk organik ketika waktu istirahat.

Gambar 16. Sosialisasi Pupuk Organik


4) Faktor pendorong dan Penghambat
a) Faktor Pendorongnya yaitu sebagian besar masyarakat yang
berprofesi sebagai petani dan banyaknya limbah organic yang ada
disekitar.
b) Hambatannya

kurang

antusiasnya

dari

masyarakat

dalam

memperhatikan kegiatan tersebut.


5) Penanggung Jawab : Barkah Ifandi Putra
6) Rekomendasi untuk perbaikan kegiatan
Kegiatan ini sebaiknya dilakukan secara berkala sehingga kebersihan
lingkungan selalu terjaga.
b. Ayo Buang Sampah Pada Tempatnya
1) Waktu, Tempat, Peserta
a) Waktu Pelaksanaan : kegiatan ini dilakukan satu kali yaitu pada
tanggal 13 Februari 2015
b) Lokasi Pelaksanaan : kegiatan ini berlokasi di SD N 2 Wlahar.
c) Sasaran Kegiatan : kegiatan ini diberikan untuk anak-anak kelas 1
SD N 2 Wlahar.
2) Tujuan Kegiatan
Menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan lingkungan
sejak dini dan memberitahu dampak dari buang sampah sembarangan.
3) Uraian Pencapaian
Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 40 orang. Peserta
menyimak penjelasan dari penyuluh dan bermain games yang
berkaitan dengan membuang sampah.

Gambar 17. Sosialisasi Ayo Membuang Sampah Pada Tempatnya

4) Faktor Pendorong dan Penghambat


a) Faktor Pendorong : antusias dan semangat yang tinggi dari
anak-anak untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan
sehat.
b) Hambatan : anak-anak yang susah diatur dan juga terjadi
pemadaman listrik waktu kegiatan sehingga acara kurang
kondusif.
5) Penanggung Jawab : Ayu Rosidah Kartikawati
6) Rekomendasi Perbaikan Kegiatan
Penyuluh sebaikny membentuk tim untuk menertibkan anak-anak
supaya lebih teratur.
c. Pembuatan Pupuk Organik
1) Waktu, Tempat, dan Peserta
a) Waktu Pelaksanaan : kegiatan ini dilakukan satu kali yaitu pada
tanggal 8 Februari 2015.
b) Lokasi Pelaksanaan : kegiatan ini berlokasi di pinggir jalan Rt
9 dan 10 dusun 1.

c) Sasaran Kegiatan : sasaran dari kegiatan ini ditujukan untuk


masyarakat dan juga petani yang ada di dusun 1 Desa Wlahar.
2) Tujuan Kegiatan
Memberikan pengetahuan kepada masyarakat khusunya para
petani mengenai pentingnya pemanfaatan produk sisa di
lingkungan sekitar mereka menjadi suatu produk yang bermanfaat
dan bernilai tambah, memanfaatkan limbah pertania maupun
limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Disamping itu
diharapkan masyarakat memiliki kepedulian yang lebih tinggi
terhadap pertanian organik, yaitu dengan mulai menggunakan
pupuk organik sebagai suplemen gizi pada tanaman pertanian.
3) Uraian Pencapaian
Partisipasi masyarakat cukup baik. Pembuatan pupuk dilakukan
bersamaan dengan kerja bakti. Penjelasan dari penyuluh juga dapat
diterima dengan baik. Banyak juga masyarakat yang bertanya
tentang pupuk.

Gambar 18. Pembuatan Pupuk Kompos

4) Faktor Pendorong dan penghambat


a) Faktor Pendorong : kebanyakan masyarakat yang berprofesi
sebagai petani dan antusias masyarakat yang berperan aktif
dalam kegiatan ini.
b) Hambatan : pupuk yang telah dibuat tidak bisa semuanya
dijadikan contoh dan dibawa pulang.
5) Penanggung Jawab : Barkah Ifandi Putra
6) Rekomendasi untuk perbaikan kegiatan
Kegiatan ini sebaiknya dilakukan secara bertahap dari mulai
pembuatan pupuk sampai aplikasi ketanamannya.
d. Kerja Bakti
1) Waktu, Tempat, Peserta
a) Waktu Pelksanaan : kegiatan ini dilakukan satu kali yaitu pada
tanggal 8 Februari 2015.
b) Lokasi Kegiatan : kegiatan ini berlokasi di jalan desa wilayah RT 9
dan 10 dusun 1 Desa Wlahar.
c) Sasaran Kegiatan : sasaran kegiatan ini ditujukan pada masyarakat
RT 9 dan 10 dusun 1 Desa Wlahar.
2) Tujuan Kegiatan
Masyarakat dapat bergotong royong untuk membersihkan lingkungan
sekitar dan memanfaatkan limbah sampah organik sebagai pupuk.
Untuk meningkatkan taraf hidup manusia dankemampuan untukdapat
menciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat, serta
memotivasi masyarakat untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS) sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan yang
aman, bersih dan bebas dari penyakit.
3) Uraian Pencapaian
Partisipasi masyarakat cukup baik.

Warga

bahu-membahu

membersihkan lingkungan sekitar dan membentuk saluran air.

Gambar 19. Masyarakat Desa Wlahar Kerja Bakti Membersihkan Lingkungan


4) Faktor Pendorong dan Penghambat
a) Faktor Pendorong : semangat dan gotong royong dari masyarakat
sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik.
b) Hambatan : tidak ada hambatan yang bearti dalam kegiatan ini,
warga dapat bekerjasama dengan baik.
5) Penanggung Jawab : Ayu Rosidah Kartikawati
6) Rekomendasi untuk perbaikan kegiatan
Sebaiknya kegiatan kerja baikti dilakukan secara berkala sehingga
kebersihan lingkungan selalu terjaga.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pos Pemberdayaan
Keluarga (KKN POSDAYA) di DesA Wlahar Kecamatan Rembang Kabupaten
Purbalingga yang dilaksanakan sejak tanggal 20 Januari 2015 sampai dengan 24
Februari 2015 dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Secara umum program fisik maupun non fisik kegiatan KKN POSDAYA
dapat terlaksana dengan baik dan mendapatkan bantuan dari Masyarakat
Desa Wlahar.
2. Telah diadakan pembinaan dan perbaikan fasilitas POSDAYA SOEDIRMAN
Desa Wlahar Kecamatan Rembang.
3. Kegiatan KKN POSDAYA di Desa Wlahar mendapat sambutan yang baik
dari masyarakat setempat yang diwujudkan dengan memberikan dukungan
moril maupun materil demi kelancaran pelaksanaan kegiatan KKN
POSDAYA.
4. Kepala Desa, Aparat Desa, Tokoh Masyarakat, serta para pemuda mempunyai
hubungan yang baik, loyalitas, dedikasi yang tinggi demi membangun Desa
Wlahar.

B. Saran
Dari pengamatan selama KKN POSDAYA di Desa Wlahar, ada beberapa
saran yang dapat kami berikan untuk kemajuan desa:
1. Diperlukan pembinaan lebih lanjut dan berkesinambungan dari pihak terkait
sehingga sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada di Desa
Wlahar dapat meningkat.
2. Diperlukan pendekatan kepada pihak remaja Desa Wlahar untuk dilibatkan
dalam kegiatan KKN POSDAYA.

3. Diperlukan tindak lanjut dari hasil kegiatan KKN POSDAYA sehingga


memberikan manfaat bagi masyarakat.