Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH KIMIA

SUBLIMASI

Kelompok 5:
Ilham Ismail
Muh. Fadhlan Supriadi
Olvianita Catherine E.
Fathrizal Naufal B.A
Christopher Renhard T.

SMK TELKOM MAKASSAR


2015/2016

Kata Pengantar
Puji Syukur kehadirat Tuhan karena segala limpahan berkat-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Makalah Kimia Sublimasi.
Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas kimia yang diberikan secara berkelompok.
Dalam Makalah ini terdapat pengertian Sublimasi, dan beberapa cara melakukan proses
sublimasi.
Kiranya Makalah ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Penyusun

Kelompok 5

PENGERTIAN SUBLIMASI
Sublimasi Merupakan salah satu metode pemisahan campuran dengan cara
penyubliman. sublimasi ini biasanya digunakan untuk menghilangkan pengotor pada zat yang
berbentuk padat. Sublimasi adalah proses perubahan zat dari fasa padat menjadi uap, dan uap
dikondensasi langsung menjadi padat tanpa melalui fasa cair.

PEMISAHAN CAMPURAN DENGAN METODE SUBLIMASI


Pemanasan yang dilakukan terhadap senyawa organik akan menyebabkan terjadinya
perubahan fasa, salah satunya antara lain apabila zat pada temperatur kamar berada dalam
keadaan padat, pada temperatur tertentu akan langsung berubah menjadi fasa gas tanpa
melalui fasa cair terlebih dahulu disebut sublimasi.
Pada proses sublimasi, senyawa padat bila dipanaskan akan menyublim, langsung
terjadi perubahan dari padat menjadi uap tanpa melalui fasa cair dahulu. Kemudian uap
senyawa tersebut, bila didinginkan akan langsung berubah menjadi fasa padat kembali.
Senyawa padat yang dihasilkan akan lebih murni dari pada senyawa padat semula,
karena pada waktu dipanaskan hanya senyawa tersebut yang menyublim sedangkan
pengotornya tetap tertinggal dalam cawan/gelas piala.
Cara 1 melakukan sublimasi:
Masukan zat yang akan disublimasikan ke dalam cawan penguapan. Tutup permukaan
cawan dengan kertas saring yang telah diberi lubang-lubang kecil. Sumbat mulut cawan yang
tidak tertutup kertas saring dengan gelas woll. Tutup kertas saring dengan corong gelas yang
lubangnya telah ditutup dengan gelas woll.
Panaskan dengan api kecil, dinginkan corong dengan menggunakan bantuan kapas
atau kain basah yang ditempelkan disebelah luar permukaan corong. Amati apa yang terjadi.
Jika tidak ada lagi zat yang menyublim, maka kumpulkan zat yang terbentuk dalam botol zat
yang bersih dan kering, kemudian tentukan titik leleh dan bentuk kristalnya.

Cara 2 melakukan sublimasi:


Masukan zat yang akan disublimasikan ke dalam gelas kimia. Tutup permukaan gelas
kimia dengan kaca arloji atau labu dasar bulat yang berisi air es setengahnya (ukuran labu
harus lebih besar dari ukuran mulut gelas kimia/gelas piala). Sumbat mulut gelas kimia yang
tidak tertutup labu dengan gelas woll. Panaskan dengan api kecil.
Hentikan pemanasan apabila semua zat telah menempel pada labu atau terbentuk
kristal. Kumpulkan kristal/zat yang terbentuk dalam botol zat yang bersih dan kering,
kemudian tentukan titik leleh dan bentuk kristalnya.

SYARAT PEMISAHAN CAMPURAN DENGAN METODE SUBLIMASI

Zat padat yang memiliki suhu dan tekanan di bawah T dan P, T dan P adalah suhu
dan tekanan dimana zat berada dalam keadaan setimbang

Partikel yang bercampur harus memiliki perbedaan titik didih yang besar sehingga
kita dapat menghasilkan uap dengan tingkat kemurnian yang tinggi

RUMUS ENTALPHI SUBLIMASI


H sublimasi = H peleburan + H penguapan
BAHAN-BAHAN YANG DAPAT DISUBLIMASI

Ammonium clorida

CO2 padat (dry ice)

Kafein

Kamper (Naftalein)

Iodium

Belerang

Arsenik

Klorofoam

ALAT-ALAT SUBLIMASI (SUBLIMATOR)

Sublimator Adapter

Microscale Sublimer

Non vakum Sublimation

Dailey Vacuum Sublimator

Cryogenic Sublimation Apparatus

Fluidized Bed Sublimator

APLIKASI PROSES SUBLIMASI


1. Pembuatan Dry Ice (CO2 padat)
Gas yang mengandung konsentrat CO2 tinggi

Gas yang kaya kerbon dioksida ini kemudian dimampatkan dan di turunkan

suhunya sampai -78.5C

Tekan/pemampatan kemudian dikurangi (sebagian kecil CO2 menguap)

CO2 yang telah berbentuk salju kemudian dipotong-potong